STRUKTUR KURIKULUM


\
Makalah Pengertian struktur kurikulum? Komponen kurikulum? Dasar pengembangan kurikulum? Kekuatan yangg mempengaruhi kurikulum? Faktor metode pengajaran? Proses metode mengajar? Pengembangan kurikulum? Kurikulum? Kurikulum 2013? Kurikulum 13? Implementasi kurikulum 2013? Isi kurikulum 2013? Landasan pengembangan kurikulum?



BAB I

PENDAHULUAN

A.        Latar Belakang Masalah

       Kurikulum memegang kedudukan kunci dalam pendidikan, sebab berkaitan dengaan arah, isi dan proses pendidikan yangg pada akhirnya menentukan macam dan kualifikasi lulusan suatu lembaga pendidikan. Dalam suatu lembaga pendidikan, salah satu tokoh yangg memiliki peranan yangg begitu penting dalam pengembangan kurikulum ialah guru. Guru merupakan ujung tombak keberhasilan pendidikan yangg terlibat langsung dalam mengembangkan, memantau, dan melaksanakan kurikulum sehingga pembelajaran dapattt berjalan lancar dan dapattt mencapai tujuan yangg diharapkan. Meskipun ilmu pengetahuan mengalami perkembangan yangg cukup pesat, tidak berarti menyurutkan peranan guru. Bahkan, hasil – hasil teknologi tersebut akan menambah beban tugas dan tanggung jawab guru. Oleh karenanya, guru sebagai pelaku utama pendidikan diwajibkan memenuhi kewajibannya sebagai pendidik professional, dan   tentu saja  sebagai pengembang kurikulum.
       Metode ialah suatu cara yangg dipergunakan untukkk mencapai tujuan yangg telah ditetapkan, dalam kegiatan belajar mengajar, metode diperlukan oleh guru guna kepentingan pembelajaran. Dalam pelaksanaan tugas guru sangat jarang menggunakan satu metode, tetapi selalu memakai lebih dariii satu metode karena karakteristik metode yangg memilki kelebihan dan kekurangan menuntut guru untukkk menggunakan metode yangg bervariasi . Sebagai seorang guru tentu saja tidak boleh lengah bahwa ada beberapa hal yangg patut diperhatikan dalam penggunaan metode dalam proses interaksi belajar mengajar individu.
       Dalam melaksanakan kegiatan belajar-mengajar, pada umumnya guru menggunakan metode secara sembarangan.  Penggunaan metode secara sembarangan ini tidak berdasarkan pada analisis kesesuaian antara tipe isi pelajaran dengaan tipe kinerja (performansi) yangg menjadi sasaran belajar.  Padahal keefektifan suatu metode pembelajaran sangat ditentukan oleh kesesuaian antara tipe isi dengaan tipe performansi.
       Karena pentingnya kurikulum dan metode pembelajaran dalam menentukan keberhasilan pembelajaran,  maka dariii itu Kami ingin mengungkap dan menulis makalah tentang pengembangan kurikulum dan penentuan serta proses metode pembelajaran yangg tepat dan akurat, yangg kami ambil dariii beberapa referensi yangg ada dan dariii pengetahuan kami.

B.       Rumusan Masalah

1.     Jelaskan apa yangg di maksud dengaan pengembangan kurikulum?
2.     Sebutkan komponen-komponen kurikulum?
3.     Sebutkan dasar-dasar pengembangan kurikulum?
4.     Sebutkan kekuatan-kekuatan yangg mempengaruhi kurikulum?
5.     Sebutkan faktor-faktor yangg mempengaruhi pemilihan metode pengajaran?      
6.     Bagaimana penentuan dan proses metode mengajar?

C.       Tujuan Penulisan

1.     Agar mahasiswa dapattt mengetahui pengembangan kurikulum
2.     Agar mahasiswa dapattt memahami komponen-komponen kurikulum
3.     Agar mahasiswa dapattt mengetahui dasar-dasar pengembangan kurikulum
4.     Agar mahasiswa dapattt mengetahui kekuatan-kekuatan yangg mempengaruhi kurikulum
5.     Agar mahasiswa dapattt mengetahui faktor-faktor yangg mempengaruhi pemilihan metode pengajaran      
6.     Agar mahasiswa dapattt mempelajari bagaimana penentuan dan proses metode mengajar


BAB II

PEMBAHASAN

A.        Pengembangan Kurikulum

Pengembangan kurikulum ialah perencanaan kesempatan-kesempatan belajar yangg dimaksudkan untukkk membawa siswa kearah perubahan-perubahan yangg diinginkan dan menilai hingga mana perubahan-perubahan itu telah terjadi pada diri siswa. Dalam pengertian tersebut sesungguhnya pengembangan kurikulum ialah proses siklus, yangg tidak pernah berakhir.

1.       Komponen-komponen Kurikulum

             Kurikulum dapattt diumpamakan sebagai suatu organisme manusia ataupun binatang, yangg memiliki susunan anatomi tertentu. Unsur atau komponen-komponen dariii anatomi tubuh kurikulum yangg utama ialah tujuan,  isi atau materi, proses atau system penyampaian dan media, serta evaluasi. Ke empat komponen tersebut berkaitan erat satu sama lain.
             Suatu kurikulum harus memiliki kesesuaian atau relevansi. Kesesuaian ini meliputi dua hal. Pertama kesesuaian antara kurikulum dengaan tuntutan, kebutuhan, kondisi, dan perkembangan masyarakat. Kedua kesesuaian antar komponen-komponen kurikulum, yaitu isi sesuai dengaan tujuan, proses sesuai dengaan isi dan tujuan, demikian juga evaluasi sesuai dengaan proses, isi dan tujuan kurikulum.
1)       Tujuan
         Dalam kurikulum atau pengajaran, tujuan memegang peranan penting, akan mengarahkan semua kegiatan pengajaran dan mewarnai komponen-komponen kurikulum lainnya. Selain itu, tujuan kurikulum yaitu mempelajari dan menggambarkan semua sumber pengetahuan dan pertimbangan tentang tujuan-tujuan pengajaran, baik yangg berkenaan dengaan mata pelajaran maupun kurikulum secara menyeluruh Tujuan kurikulum dirumuskan berdasarkan dua hal. Pertama perkembangan tuntutan kebutuhan dan kondisi masyarakat. Kedua didasari oleh pemikiran-pemikiran dan terarah pada pencapaian nilai-nilai filosofis, terutama falsafah Negara.
             Dalam kurikulum pendidikan dasar menengah 1975/1976 dikenal kategori tujuan sebagai berikut. Tujuan pendidikan nasional merupakan tujuan jangka panjang, tujuan ideal pendidikan bangsa Indonesia. Tujuan institusional ialah sasaran pendidikan suatu lembaga pendidikan. Tujuan kurikuler ialah tujuan yangg dicapai oleh suatu program studi. Tujuan instruksional yangg merupakan target yangg harus dicapai oleh sesuatu mata pelajaran. Tujuan instruksional masih dirinci lagi menjadi tujuan instruksional umum dan khusus atau disebut juga objektif, yangg merupakan tujuan pokok bahasan. Tujuan pendidikan nasional yangg berjangka panjang merupakan suatu tujuan pendidikan umum, sedangkan tujuan instruksional yangg berjangka waktu cukup pendek merupakan tujuan yangg bersifat khusus. Tujuan-tujuan khusus dijabarkan dariii sasaran-sasaran pendidikan yangg bersifat umum yangg biasanya abstrak dan luas, menjadi sasaran-sasaran khusus yangg lebih konkret, sempit dan terbatas.
             Mengajar dalam kelas lebih menekankan tujuan khusus. Sebab hal itu akan dapattt memberikan gambaran yangg lebih konkret, dan menekankan pada perilaku siswa, sedang perumusan tujuan umum lebih bersifat abstrak, pencapaiannya memerlukan waktu yangg lebih lama dan lebih sukar diukur.

             Tujuan-tujuan mengajar dibedakan atas beberapa kategori, sesuai dengaan perilaku yangg menjadi sasarannya. Bloom mengemukakan kategori tujuan mengajar sesuai dengaan domain-domain perilaku individu, yaitu domain kognitif, afektif dan psikomotor. Domain kognitif berkenaan dengaan penguasaan kemampuan-kemampuan intelektual berpikir. Domain afektif berkenaan dengaan penguasaan dan pengembangan perasaan,sikap, minat, dan nilai-nilai. Domain psikomotor menyanggkut penguasaan dan pengembangan keterampilan-keterampilan motorik.
             Tujuan-Tujuan khusus mengajar juga memiliki tingkat kesukaran yangg berbeda-beda. Bloom (1974) membagi domain kognitif atas enam tingkatan dariii yangg paling rendah, yaitu : pengetahuan, pemahaman, aplikasi, analisis, sintesis, dan evaluasi. Untukkk domain afektif Krathwohl dan kawan-kawan (1974) membaginya atas lima tingkatan, yaitu: menerima, merespons, menilai, mengorganisasi nilai, dan karakterisasi nilai-nilai.  Untukkk domain psikomotor Anita Harrow (1971) membaginya atas enam jenjang, yaitu: gerakan reflex, gerakan-gerakan dasar, kecakapan mengamati, kecakapan jasmaniah, gerakan-gerakan keterampilan dan komunikasi yangg berkesinambungan.
Perumusan tujuan mengajar yangg berbentuk tujuan khusus (objective), memberikan beberapa keuntungan:
a)         Tujuan khusus memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan mengajar-belajar kepada siswa. Berdasarkan penelitian Mager dan Clark (1963) siswa yangg mengetahui tujuan-tujuan khusus suatu pokok bahasan, diberikan referensi dan sumber yangg memadai, dapay belajar sendiri dalam waktu setengah dariii waktu belajar dalam kelas biasa.
b)         Tujuan Khusus, membantu memudahkan guru-guru memilih dan menyusun bahan ajar.
c)         Tujuan khusus memudahkan guru menentukan kegiatan belajar dan media mengajar.
d)         Tujuan khusus memudahkan guru mengadakan penilaian. Dengaan tujuan khusus guru lebih mudah menentukan bentuk tes, lebih mudah merumuskan butir tes dan lebih mudah menentukan criteria pencapaiannya.
Disamping keuntungan-keuntungan diatas pengembangan tujuan-tujuan mengajar yangg bersifat khusus menghadapi beberapa kesukaran, yaitu: Sukar menyusun tujuan-tujuan khusus untukkk domain afektif, Sukar menyusun tujuan-tujuan khusus pada tingkat tinggi.
Untukkk mengatasi kesukaran tersebut diperlukan keahlian, latihan dan pengalaman yangg mencukupi dariii guru-guru. Kekurangan keahlian, latihan dan pengalaman akan membawa guru-guru pada perumusan tujuan-tujuan yangg bertaraf rendah, yangg mudah diukur. Kelemahan diatas akan menyebabkan penyusunan tujuan-tujuan khusus bersifat mekanistis, dengaan jumlah tujuan yangg sangat banyak.

2)       Bahan Ajar

            Siswa belajar dalam bentuk interaksi dengaan lingkungannya, lingkungan orang-orang, alat-alat dan ide-ide. Tugas utama seorang guru ialah menciptakan lingkungan tersebut, untukkk mendorong siswa melakukan interaksi yangg produktif dan memberikan pengalaman belajar yangg dibutuhkan.
            Untukkk menyusun tiap tujuan mengajar yangg telah ditentukan diperlukan bahan ajar. Bahan ajar tersusun atas topic-topik dan sub-subtopik tertentu. Tiap topic atau subtopic mengandung ide-ide pokok yangg relevan dengaan tujuan yangg telah ditetapkan. Topik-topik atau sub-subtopik tersebut tersusun dalam sekuens tertentu yangg membentuk suatu sekuens bahan ajar.
Ada beberapa cara untukkk menyusun sekuens bahan ajar yaitu:
a.        Sekuens Kronologis. Untukkk menyusun bahan ajar yangg mengandung urutan  waktu, dapattt digunakan sekuens kronologis. Peristiwa-peristiwa sejarah, peristiwa historis suatu institusi, penemuan-penemuan ilmiah dan sebagainya dapattt disusun berdasarkan sekuens kronologis.
b.       Sekuens klausal. Masih berhubungan erat dengaan sekuens kronologis ialah sekuens klausal. Siswa dihadapkan pada peristiwa-peristiwa atau situasi yangg menjadi sebab atau pendahuluan dariii sesuatu peristiwa atau situasi lain. Dengaan mempelajari sesuatu yangg menjadi sebab atau pendahuluan para siswa akan menemukan akibatnya. Menurut Rowntree (1974:75) sekuens klausal cocok digunakan untukkk menyusun bahan ajar dalam bidang metereologi dan geomorfologi.
c.        Sekuens Struktural. Bagian-bagian bahan ajar suatu bidang studi telah mempunyai struktur tertentu. Penyusunan sekuens bahan ajar bidang studi tersebut perlu disesuaikan dengaan strukturnya.
d.       Sekuens Logis dan Psikologis. Bahan ajar juga dapattt disusun berdasarkan urutan logis. Rowntree (1974:77) melihat perbedaan antara sekuens logis dan sekuens psikologis. Menurut sekuens logis bahan ajar dimulai dariii bagian menuju pada keseluruhan, dariii yangg sederhana kepada yangg kompleks, tetapi menurut sekuens psikologis sebaliknya dariii keseluruhan kepada bagian, dariii yangg kompleks kepada yangg sederhana.
e.       Sekuens Spiral. Dikembangkan oleh bruner (1960). Bahan ajar dipusatkan pada topic atau pokok bahan tertentu. Dariii topic atau pokok tersebut bahan diperluas dan diperdalam. Topik atau pokok bahan ajar tersebut ialah sesuatu yangg popular dan sederhana, tetapi kemudian diperlukan dan diperdalam dengaan bahan yangg lebih kompleks.
f.         Rangkaian Ke Belakang. (backward chaining ), dikembangkan oleh Thomas Gilbert (1962). Dalam sekuens ini mengajar dimulai dengaan langkah terakhir dan  mundur ke belakang.Contoh: proses pemecahan masalah yangg bersifat ilmiah meliputi 5 langkah, yaitu : (a) Pembatasan masalah (b) penyusunan hipotesis (c) Pengumpulan data (d)Pengetesan hipotesis (e)Interpretasi hasil tes .
g.        Sekuens berdasarkan hierarki belajar. Model ini dikembangkan oleh gagne (1965) dengaan prosedur sebagai berikut: tujuan-tujuan khusus utama pembelajaran dianalisis. Kemudian dicari suatu hierarki urutan bahan ajar untukkk mencapai tujuan-tujuan tersebut. Hierarki tersebut menggambarkan urutan perilaku apa yangg mula-mula harus dikuasai siswa, berturut-turut sampai dengaan perilaku terakhir.

3)       Strategi mengajar

                          Penyusunan sekuens bahan ajar berhubungan erat dengaan strategi atau metode mengajar. Pada waktu guru menyusun sekuens suatu bahan ajar, ia juga harus memikirkan strategi mengajar mana yangg sesuai untukkk menyajikan bahan ajar dengaan urutan seperti itu.
Menurut Rowntree (1974:93-97) ada beberapa strategi yangg dapattt digunakan dalam mengajar:
a.     Reception/Exposition Learning – Discovery learning.
Reseption dan exposition sesungguhnya mempunyai makna yangg sama, hanya berbeda dalam pelakunya. Reseption learning dilihat dariii sisi siswa sedangkan exposition dilihat dariii sisi guru. Dalam exposition atau reseption learning keseluruhan bahan ajar disampaikan kepada siswa dalam bentuk akhir atau bentuk jadi, baik secara lisan maupun tulis.  Siswa tidak dituntut untukkk mengolah, atau melakukan aktivitas lain kecuali menguasainya. Dalam discovery learning bahan ajar tidak disajikan dalam menghimpun informasi, membandingkan, mengkategorikan, menganalisis, mengintegrasikan, mengorganisasikan bahan serta mebuat kesimpulan-kesimpulan. Melalui kegiatan-kegiatan tersebut siswa akan menguasainya, menerapkan, serta menemukan hal-hal yangg  bermanfaat bagi dirinya.
b.     Rote Learning-Meaningful Learning.
                Dalam rote learning bahan ajar disampaikan kepada siswa tanpa memperhatikan arti atau maknanya bagi siswa, siswa menguasai bahan ajar dengaan menghafalkannya. Dalam meaningful learning penyampaian bahan mengutamakan maknanya bagi siswa. Menurut Ausubel dan Robinson (1970:52-53) sesuatu bahan ajar bermakna bila dihubungkan dengaan struktur kognitif yangg ada pada siswa. Struktur kognitif terdiri atas fakta-fakta, data konsep, proposisi, dalil, hukum dan teori-teori yangg telah dikuasi siswa sebelumnya, yangg tersusun membentuk suatu struktur dalam pikiran anak.
c.        Group learning-Individual Learning
                Pelaksanaan discovery learning menuntut aktivitas belajar yangg bersifat individual atau dalam kelompok-kelompok kecil. Discovery learning dalam bentuk kelas pelaksanaannya agak sukar dan mempunyai beberapa masalah. Masalah pertama, karena kemampuan dan kecepatan belajar siswa tidak sama,maka kegiatan discovery hanya akan dilakukan oleh siswa-siswi yangg pandai dan cepat, siswa-siswa yangg kurang dan lambat, akan mengikuti saja kegiatan dan menerima temuan-temuan anak-anak acuh tak acuh, da kemungkinan menjadi pengganggu kelas. Masalah lain ialah kemungkinan untukkk bekerja sama, dalam kelas besar tidak mungkin semua anak dapattt bekerja sama. Kerja sama hanya akan dilakukan oleh anak-anak yangg aktif, yangg lain mungkin hanya akan menanti atau menonton. Dengaan demikian akan terjadi perbedaan yangg semakin jauh antara anak pandai dengaan yangg kurang.

4)       Media mengajar

                   Media mengajar merupakan segala macam bentuk perangsang dan alat yangg disediakan guru untukkk mendorong siswa belajar. Perumusan di atas menggambarkan pengertian media yangg cukup luas, mencakup berbagai bentuk perangsang belajar yangg sering disebut sebagai audio visual aid, serta berbagai bentuk alat penyaji perangsang belajar, berupa alat-alat elektronika seperti mesin pengajaran, film, audio cassette, video cassette, televise dan computer.
Rowntree (1974:104-113) mengelompokan media mengajar menjadi lima macam dan disebut modes. yaitu interaksi insani, realita, pictorial, symbol tertulis, dan rekaman suara.
a)         Interaksi insani,  media ini merupakan komunikasi langsung antara dua orang atau lebih. Dalam komunikasi tersebut kehadiran sesuatu pihak secara sadar atau tidak sadar mempengaruhi perilaku yangg lainnya. Terutama kehadiran guru mempengaruhi perilaku siswa. Interaksi insani dapattt berlangsung melalui komunikasi verbal atau nonverbal. Komunikasi yangg bersifat verbal memegang peranan penting, terutama dalam perkembangan segi kognitif siswa. Untukkk perkembangan segi-segi afektif, bentuk-bentuk komunikasi nonverbal seperti: perilaku, penampilan fisik, roman muka, gerak-gerik, sikap, dan lain-lain lebih memegang peranan penting, sebagai contoh nyata.  Interaksi insani dalam metode ceramah lebih rendah dibandingkan dengaan metode diskusi,permainan,simulasi,sosiodarma, dan lain-lain.
b)         Realita. Realita merupakan bentuk perangsang nyata seperti orang-orang,binatang, benda-benda, peristiwa, dan sebagainya yangg diamati siswa. Dalam interaksi insani siswa berkomunikasi dengaan orang-orang, sedangkan dalam realita orang-orang tersebut hanya menjadi objek pengamatan, objek studi siswa.
c)         Pictorial. Media ini menunjukan penyajian berbagai bentuk variasi gambar dan diagram nyata ataupun symbol, bergerak atau tidak, dibuat di atas kertas, film, kaset , disket dan media lainnya. Media pictorial mempunyai banyak keuntungan karena hampir semua bentuk, ukuran, kecepatan,  benda, makhluk, dan peristiwa dapattt disajikan dalam media ini. Juga penyajiannya dapattt bervariasi dariii bentuk yangg paling sederhana seperti sketsa dan bagan sampai dengaan yangg cukup sempurna seperti film bergerak yangg berwarna dan bersuara, atau bentuk-bentuk animasi yangg disajikan dalam video atau komputer.
d)         Simbol tertulis. Symbol tertulis merupakan media penyajian informasi yangg paling umum, tetapi tetap efektif. Ada beberapa macam bentuk media symbol tertulis seperti buku teks, buku paket, paket program belajar, modul, dan majalah-majalah. Penulisan symbol-simbol tertulis biasanya dilengkapi dengaan media pictorial seperti gambar-gambar, bagan, grafik, dsb.
e)         Rekaman Suara. Berbagai bentuk informasi dapattt disampaikan kepada anak dalam bentuk rekaman suara. Rekaman suara dapattt disajikan secara tersendiri atau digabung dengaan media pictorial. Penggunaan rekaman suara tanpa gambar dalam pengajaran bahasa cukup efektif.

2.       Dasar-dasar Pengembangan Kurikulum

Di dalam pengembangan kurikulum memiliki dasar-dasar pengembangan kurikulum yakni,
a.        Kurikulum disusun untukkk mewujudkan sistem pendidikan nasional.
b.       Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan dengaan pendekatan kemampuan.
c.        Kurikulum harus sesuai dengaan cirri khas satuan pendidikan pada masing-masing jenjang pendidikan.
d.       Kurikulum pendidikan dasar, menengah dan tinggi dikembangkan atas dasar standar nasional pendidikan untukkk setiap jenis dan jenjang pendidikan.
e.       Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan secara berdiversifikasi, sesuai dengaan kebutuhan potensi, dan minat peserta didik dan tuntunan pihak-pihak yangg memerlukan dan berkepentingan.
f.         Kurikulum dikembangkan dengaan memperhatikan tuntunan pembangunan daerah dan nasional, keanekaragaman potensi daerah dan lingkungan serta kebutuhan pengembangan iptek dan seni.
g.        Kurikulum pada semua jenjang pendidikan dikembangkan secara berdiversifikasi, sesuai dengaan tuntutan lingkungan dan budaya setempat.
h.       Kurikulum pada semua jenjang pendidikan mencakup aspek spiritual keagamaan, intelektualitas, watak konsep diri, keterampilan belajar, kewirausahaan, keterampilan hidup yangg berharkat dan bermartabat, pola hidup sehat, estetika dan rasa kebangsaan.
Kegiatan pengembangan kurikulum dapattt dilaksanakan pada berbagai kondisi , mulai dariii tingkat kelas sampai dengaan tingkat nasional. Kondisi-kondisi itu ialah:
a.        Pengembangan kurikulum oleh guru kelas
b.       Pengembangan kurikulum oleh sekelompok guru dalam suatu sekolah
c.        Pengembangan kurikulum melalui pusat guru
d.       Pengembangan kurikulum pada tingkat daerah
e.       Pengembangan kurikulum dalam/melalui proyek nasional
Seorang guru kelas dapattt mengembangkan kurikulum untukkk kelas yangg menjadi tanggung jawabnya. Tetapi kegiatan itu hanya terbatas pelaksanaannya dalam kelasnya saja. Jadi tidak menerima input dariii guru lainnnya baik pengetahuan, pengalaman, keterampilan dan gagasan baru.
Kegiatan pengembangan kurikulum pada tingkat nasional tentu saja lebih banyak memiliki keuntungan jika dibandingkan dengaan usaha pengembangan pada kondisi-kondisi lainnya. Oleh sebab itu, di samping lebih banyak tenaga yangg terlibat, lebih banyak informasi, gagasan pengembangan lebih baik. Gagasan yangg telah dihasilkan oleh regu ahli untukkk selanjutnya diujicobakan ke beberapa sekolah.
Jadi pendekatan nasional pada dasarnya lebih rasional dan mengikuti proses sebagaimana yangg diharapkan dalam pengembangan kurikulum. Pendekatan nasional memang baik, namun akan lebih relevan dengaan kebutuhan pembangunan, jika suatu kurikulum menggunakan pendekatan daerah. Pelaksanaan kombinasi pendekatan itulah yangg menghasilkan “muatan lokal”

3.    Kekuatan-kekuatan yangg mempengaruhi kurikulum      

Sekolah mendapattt pengaruh dariii kekuatan-kekuatan yangg ada dalam masyarakat,  terutama pendidikan tinggi, masyarakat dan sistem nilai.
a.       Pendidikan Tinggi
Kurikulum minimal mendapatttkan dua pengaruh dariii pendidikan tinggi, yaitu dariii pengembangan pengetahuan yangg dikembangkan di perguruan tinggi dan kedua, dariii pendidikan guru yangg umumnya dilaksanakan di perguruan tinggi keguruan. Jenis pengetahuan yangg dikembangkan di perguruan tinggi akan mempengaruhi isi pelajaran yangg akan dikembangkan dalam kurikulum. Kurikulum perguruan tinggi keguruan sangat mempengaruhi kompetesi guru yangg dihasilkannya.
b.       Masyarakat
Sekolah merupakan bagian dariii masyarakat dan mempersiapkan anak untukkk kehidupan di masyarakat. Sebagai bagian dariii agen masyarakat, sekolah sangat dipengaruhi oleh lingkungan masyarakat dimana sekolah tersebut berada. Isi kurikulum hendaknya mencerminkan dan memenuhi kebutuhan masyarakat di sekitarnya.
c.        Sistem Nilai
Dalam kehidupan masyarakat terdapattt system nilai, baik nilai moral,  nilai sosial maupun nilai politis. Sekolah sebagai lembaga masyarakat bertanggung jawab dalam pemeliharaan nilai-nilai yangg berkembang. Sistem nilai yangg akan dipelihara dan diteruskan tersebut harus terintegrasikan dalam kurikulum. Masalah utama yangg dihadapi para pengembang kurikulum menghadapi sistem nilai ialah sistem nilai yangg berkembang itu tidak hanya satu. Masyarakat memilki sekelompok-sekelompok etnis, kelompok vokasional, kelompok intelek, kelompok sosial, spiritual dan sebagainya yangg tiapa kelompok memilki nilai yangg seringkali berbeda.
d.       Artikulasi Kurikulum
Artikulasi dalam pendidikan berarti “kesatu-paduan dan koordinasi semua pengalaman belajar”. Untukkk merealisasikan artikulasi kurikulum perlu meneliti secara menyeluruh, membuang hal-hal yangg tidak diperlukan, menghilangkan duplikasi, merevisi metode serta isi pengajaran, mengusahakan perluasan dan kesinambungan kurikulum. Bila artikulasi dilaksanakan dengaan baik akan terwujud kesinambungan pengalaman belajar sejak TK sampai perguruan tinggi, juga antara satu bidang studi dengaan bidang studi lainnya secara horizontal.
e.       Hambatan-hambatan dalam Pengembangan Kurikulum
Dalam pengembangan kurikulum terdapattt beberapa hambatan. Hambatan pertama terletak pada guru. Guru kurang berpartisipasi dalam pengembangan kurikulum. Hal itu disebabkan oleh beberapa hal. Pertama karena kurang waktu. Kedua karena ada kekurangsesuaian pendapattt baik antara sesame guru maupun dengaan kepala sekolah dan administrator. Ketiga karena kemampuan dan pengetahuan guru sendiri. Hambatan lain datang dariii masyarakat. Untukkk pengembangan kurikulum dibutuhkan dukungan dariii masyarakat baik dalam pembiayaan maupun dalam memberikan umpan balik terhadap sistem pendidikan atau kurikulum yangg sedang berjalan.

Masyarakat ialah sumber input sekolah dan masyarakat juga merupakan pemakai lulusan suatu sekolah. Keberhasilan pendidikan, ketetapan kurikulum yangg digunakan membutuhkan bantuan, serta input fakta dan pemikiran masyarakat. Hambatan lain yangg dihadapi oleh para pengembang kurikulum apalagi berbentuk kegiatan eksperimen baik metode, isi atau sistem secara keseluruhan membutuhkan biaya yangg tidak sedikit.                   

B.         Penentuan dan Proses metode mengajar

Metode mengajar yangg digunakan guru dalam setiap kali pertemuan bukanlah asal pakai, tetapi selalu melalui seleksi yangg berkesesuaian dengaan perumusan tujuan instruksional khusus. Karenanya, guru pun selalu menggunakan metode yangg lebih dariii satu. Pemakaian metode yangg satu digunakan untukkk mencapai tujuan yangg satu, sementara penggunaan metode yangg lain juga digunakan untukkk mencapai tujuan yangg lain.

1.       Faktor-faktor yangg mempengaruhi pemilihan metode pengajaran:

a)       Nilai Strategis Metode
Kegiatan belajar mengajar ialah sebuah interaksi yangg bernilai pendidikan yangg didalamnya terjadi interaksi edukatif antara guru dan anak didik. Bahan pelajaran yangg diberikan oleh guru akan kurang memberikan dorongan (motivasi) kepada anak didik bila penyampaiannya menggunakan strategi yangg kurang tepat. Karena itu dapattt dipahami bahwa metode ialah suatu cara yangg memiliki nilai strategis dalam kegiatan belajar mengajar. Nilai strategisnya ialah metode dapattt mempengaruhi jalannya kegiatan belajar mengajar.
b)    Efektivitas Penggunaan Metode
Ketika anak didik tidak mampu berkonsentrasi, ketika sebagian anak didik membuat kegaduhan, ketika anak didik menunjukkan kelesuan, ketika anak minat anak didik semakin berkurang dan ketika sebagian besar anak didik tidak menguasai bahan yangg telah guru sampaikan, ketika itulah guru mempertanyakan faktor penyebabnya dan berusaha mencari jawabannya secara tepat. Salah satu faktor penyebabnya ialah faktor metode. Penggunaan metode yangg tidak sesuai dengaan tujuan pengajaran akan menjadi kendala dalam mencapai tujuan yangg telah dirumuskan. Misalnya guru yangg selalu senang menggunakan metode ceramah sementara tujuan pengajarannya ialah agar anak didik dapattt memperagakan solat, ialah kegiatan belajar mengajar yangg kurang kondusif. Seharusnya penggunaan metode dapattt menunjang pencapaian tujuan pengajaran, bukannya tujuan yangg harus menyesuaikan diri dengaan metode. Karena itu, efektivitas penggunaan metode dapattt terjadi bila ada kesesuaian antara metode dengaan semua komponen pengajaran yangg telah diprogramkan dalam satuan pelajaran, sebagai persiapan tertulis.
c)       Pentingnya Pemilihan dan Penentuan Metode
Guru sebagai salah satu sumber belajar berkewajiban menyediakan lingkungan belajar yangg kreatif bagi kegiatan belajar anak didik di kelas. Salah satu kegiatan yangg harus guru lakukan ialah melakukan pemilihan dan penentuan metode yangg bagaimana yangg akan dipilih untukkk mencapai tujuan pengajaran. Pemilihan dan penentuan metode ini didasari adanya metode-metode tertentu yangg tidak bisa dipakai untukkk mencapai tujuan tertentu. Misalnya, tujuan pengajaran ialah agar anak didik dapattt menuliskan sebagian dariii ayat-ayat dalam surat Al-Fatihah, maka guru tidak tepat metode diskusi, tetapi yangg tepat ialah metode latihan. Kegagalan guru mencapai tujuan pengajaran akan terjadi jika pemilihan dan penentuan metode tidak dilakukan dengaan pengenalan terhadap karakteristik dariii masing-masing metode pengajaran.

2.       Faktor-Faktor yangg Mempengaruhi Pemilihan Metode

Winarno Surakhmad (1990: 97) mengatakan bahwa pemilihan dan penentuan metode dipengaruhi oleh beberapa faktor, sebagai berikut:
a.       Anak Didik
Anak didik ialah manusia berpotensi yangg menghajatkan pendidikan. Pada aspek biologis anak didik memiliki persamaan dan perbedaan. Seperti postur tubuh, bentuk wajah, dan lain-lain. Secara intelektual, anak didik juga memiliki perbedaan. Hal ini terlihat dariii cepatnnya tanggapan anak didik terhadap rangsangan yangg diberikan guru. Tinggi atau rendahnya kreativitas anak didik dalam mengolah kesan dariii bahan pelajaran yangg baru diterima bisa dijadikan tolok ukur dariii kecerdasan seorang anak. Kecerdasan seorang anak terlihat seiring dengaan meningkatnya kematangan usia anak.
Dariii aspek psikologis, perilaku anak didik selalu menunjukkan perbedaan, ada yangg pendiam, ada yangg kreatif, ada yangg suka bicara, ada yangg tertutup (introver), ada yangg terbuka (ekstrover), ada yangg pemurung, ada yangg pemurung, dan sebagainya.  Semua perilaku anak didik tersebut mewarnai suasana kelas. Dinamika kelas terlihat dengaan banyaknya jumlah anak dalam kegiatan belajar mengajar. Kegaduhan semakin terasa jika jumlah anak didik sangat banyak di dalam kelas. Semakin banyak jumlah anak didik di kelas, semakin mudah terjadi konflik dan cenderung sukar dikelola. Perbedaan individual anak didik pada aspek biologis, intelektual, dan psikologis sebagaimana disebutkan di atas, mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode.
b.      Tujuan
Tujuan ialah sasaran yangg dituju dariii setiap kegiatan belajar mengajar. Secara hierarki tujuan itu bergerak dariii yangg rendah hingga yangg tinggi, yaitu tujuan instruksional atau tujuan pembelajaran, tujuan kurikuler atau tujuan kurikulum, tujuan institusional, dan tujuan pendidikan. Tujuan pembelajaran merupakan tujuan intermedier (antara), yangg paling langsung dalam kegiatan belajar mengajar dikelas. Tujuan pembelajaran dikenal ada dua,yaitu TIU (Tujuan Instruksional Umum) dan TIK ( Tujuan Instruksional Khusus).
Perumusan tujuan instruksional khusus, misalnya akan mempengaruhi kemampuan yangg bagaimana yangg terjadi pada diri anak. Proses pengajaran pun dipengaruhinya. Demikian juga penyeleksian metode yangg harus guru gunakan di kelas. Metode yangg guru pilih harus berjalan dengaan taraf  kemampuan yangg hendak diisi ke dalam diri setiap anak didik.
c.       Situasi
Situasi kegiatan belajar mengajar yangg guru ciptakan tidak selamanya sama dariii hari ke hari. Pada suatu waktu boleh jadi guru ingin menciptakan situasi belajar mengajar di alam terbuka, yaitu di luar ruang sekolah. Maka guru dalam hal ini tentu memilih metode mengajar yangg sesuai dengaan situasi yangg diciptakan itu. Dengaan demikian, situasi yangg diciptakan guru mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode mengajar.
d.      Fasilitas
Fasilitas merupakan hal yangg mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode mengajar. Fasilitas ialah kelengkapan yangg menunjang belajar anak didik di sekolah. Lengkap tidaknya fasilitas belajar akan mempengaruhi pemilihan metode mengajar. Ketiadaan laboratorium untukkk praktik IPA, misalnya, kurang mendukung pengunaan motode eksprimen atau metode demontrasi. Demikian juga halnya ketiadaa mempunyai fasilitas olahraga, tentu sukar bagi guru menerapkan metode latihan. Justru itu, keampuhan suatu metode mengajar akan terlihat jika faktor lain mendukung.
e.       Guru
Setiap guru mempunyai kepribadian yangg berbeda. Seorang guru misalnya kurang suka berbicara, tetapi seorang guru lain suka berbicara. Seorang guru yangg bertitel sarjana pendidikan dan keguruan, berbeda dengaan guru yangg sarjana bukan pendidikan dan keguruan di bidang penguasaan ilmu kependidikan dan keguruan. Guru yangg sarjana pendidikan dan keguruan barangkali lebih banyak menguasai metode – metode mengajar, karena memang dia dicetak sebagai tenaga ahli di bidang keguruan dan wajar saja dia menjiwai dunia guru.
Latar belakang pendidikan guru diakui mempengaruhi kompetensi. Kurangnya penguasaan terhadap berbagai jenis metode menjadi kendala dalam memilih dan menentukan metode. Minimnya pengalaman mengajar di kelas juga mempengaruhi pemilihan metode yangg tepat. Tetapi ada juga yangg tepat memilihnya, namun dalam pelaksanaannya menemui kendala, disebabkan labilnya kepribadian dan dangkalnya penguasaan atas metode yangg digunakan.
Dengaan demikian, dapatttlah dipahami bahwa kepribadian, latar belakang pendidikan, dan pengalaman mengajar ialah permasalahan intern guru yangg dapattt mempengaruhi pemilihan dan penentuan metode mengajar.

3.       Metode – Metode Dalam Kegiatan Belajar

1)              Metode Proyek atau Unit
Metode proyek ialah cara penyajian pelajaran yangg bertitik tolak dariii suatu masalah, kemudian dibahas dariii berbagai segi yangg berhubungan sehingga pemecahannya secara keseluruhan dan bermakna.
Penggunaan metode ini bertolak dariii anggapan bahwa pemecahan masalah tidak akan tuntas bila tidak ditinjau dariii berbagai segi. Dengaan perkataan lain, pemecahan setiap masalah perlu melibatkan bukan hanya satu mata pelajaran atau bidang studi saja, melainkan hendaknya melibatkan berbagai mata pelajaran yangg ada kaitannya dan  sumbangannya bagi pemecahan masalah tersebut, sehingga setiap masalah dapattt dipecahkan secara keseluruhan yangg berarti. Dalam penggunaan metode proyek memiliki kelebihan dan kekurangan.
·       Kelebihannya
1.        Dapattt memperluas pemikiran siswa yangg berguna dalam menghadapi masalah kehidupan.
2.        Dapattt membina siswa dengaan kebiasaan menerapkan pengetahuan, sikap, dan keterampilan dalam khidupan shari-hari secara terpadu
3.        Metode ini sesuai dengaan prinsip-prinsip didaktik modern yangg dalam pengajaran perlu dperhatikan:
a.         Kemampuan individual siswa dan kerjasama dalam kelompok
b.        Bahan pelajaran tidak terlepas dariii kehidupaan riil sehari-hari yangg penuh dengaan masalah
c.         Pengembangan aktifitas, kreatifitas dan pengalaman siswa banyak dilakukan
d.        Agar teori dan praktik, sekolah dan kehidupan masyarakat menjadi satu kesatuan yangg tak terpisahkan.

·         Kekurangannya
1.      Kurikulum yangg berlaku di Indonesia saat ini, baik secara vertikal maupun horisontal, belum menunjang metode ini.
2.      Pemilihan topik unik yangg tepat sesuai dengaan kebutuhan siswa, cukup fasilitas dan sumber-sumber belajar yangg diperlukan, bukanlah merupakan pekerjaan yangg mudah.
3.      Dan pelajaran sering menjadi luas sehingga sering mengabulkan pokok unit yangg di bahas.
2)         Metode Eksperimen
Metode Eksperimen (percobaan) ialah cara penyajian pelajaran, dimana siswa melakukan pekerjaan dengaan mengalami dan membuktikan sendiri sesuatu yangg dipelajari.Metode eksperimen mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut:
·       Kelebihan :
1.        Membuat siswa lebih percaya atas kebenaran atau kesimpulan berdasarkan  percobaannya.
2.        Dapattt membina siswa untukkk membuat terobosan-terobosan baru dengaan penemuan dariii hasil percobaannya dan bermanfaat bagi kehidupan manusia.
3.        Hasil-hasil percobaan yangg berharga dapattt dimanfaatkan untukkk kemakmuran umat manusia.
·         Kekurangan metode eksperimen
1.      Metode ini lebih sesuai dengaan bidang-bidang sains dan teknologi.
2.      Metode ini memerlukan berbagai fasilitas peralatan dan bahan yangg tidak selalu mudah diperoleh dan mahal.
3.      Metode ini menuntut ketelitian, keuletandan ketabahan.
4.      Setiap percobaan tidak selalu memberikan hasil yangg diharapkankarena mungkin ada faktor-faktor tertentu yangg berada di luar jangkauan kemampuan atau pengendalian.
3)    Metode Tugas atau Resitasi
Metode Resitasi (penugasan) ialah metode penyajian bahan di mana guru memberikan tugas tertentu agar siswa melakukan kegiatan belajar. Metode ini diberikan karena dirasakan bahan pelajaran terlalu banyak, sementara waktu sedikit.
Metode tugas atau resitasi mempunyai beberapa kelebihan dan kekurangan, yaitu:
·            Kelebihan Metode Tugas
a.      Lebih merangsang siswa dalam melakukan aktivitas belajar individual ataupun kelompok
b.     Dapattt mengembangkan kemandirian siswa di luar pengawasan guru.
c.      Dapattt membina tanggung jawab dan disiplin siswa.
d.      Dapattt mengembangkan kreativitas siswa.
·            Kekurangan Metode Tugas
a.       Siswa sulit dikontrol, apakah ia yangg mengerjakan tugas ataukah orang lain
b.      Khusus tugas kelompok, yangg aktif hanyalah anggota tertentu saja.
c.       Tidak mudah memberikan tugas yangg sesuai dengaan perbedaan individu siswa
d.      Sering memberikan tugas yangg monoton dapattt menimbulkan kebosanan siswa.
4)       Metode Sosiodrama atau Metode Bermain Peran
Pembelajaran dengaan metode bermain peran ialah pembelajaran dengaan cara seolah – olah berada dalam suatu situasi untukkk memperoleh suatu pemahaman tentang suatu konsep. Dalam metode ini siswa berkesempatan terlibat secara aktif sehingga akan lebih memahami konsep dan lebih lama mengingat, tetapi memerlukan waktu lama.
Tujuan yangg diharapkan dengaan penggunaan metode sosiodrama ialah sebagai berikut:
a.       Agar siswa dapattt menghayati dan menghargai perasaan orang lain
b.      Dapattt belajar bagaimana membagi tanggung jawab
c.      Dapattt belajar bagaimana mengambil keputusan dalam situasi kelompok secara spontan
d.      Merangsang kelas untukkk berpikir dan memecahkan masalah
Kelemahan dan kelebihan metode sosiodrama:
·         Kelebihan Metode Sosiodrama
1.      Siswa melatih dirinya untukkk melatih, memahami, dan mengingat isi bahan yangg akan didramakan.
2.      Siswa akan terlatih untukkk berinisiatif dan berkreatif
3.      Dapattt memupuk bakat siswa terutama dalam bidang seni drama
4.     Kerjasama antar pemain dapattt ditumbuhkan dan dibina dengaan sebaik-baiknya.
5.      Siswa memperoleh kebiasaan untukkk menerima dan membagi tanggung jawab dengaan sesamanya.
6.      Bahasa lisan siswa dapattt dibina menjadi bahasa yangg baik agar mudah dipahami orang lain
         Kelemahan Metode Sosiodrama
a.       Sebagian besar anak yangg tidak ikut bermain drama mereka menjadi kurang kreatif
b.      Banyak memakan waktu
c.       Memerlukan tempat yangg cukup luas
d.      Kelas lain sering terganggu oleh suara pemain dan para penonton.

5)       Metode Diskusi
Metode diskusi ialah cara penyajian pelajaran, di mana siswa-siswa dihadapkan kepada suatu masalah yangg bisa berupa pernyataan atau pertanyaan yangg bersifat problematis untukkk dibahas dan dipecahkan bersama.
Metode diskusi memiliki kebaikan dan kelemahan, di antaranya:
·         Kelebihan
1.       Merangsang kreativitas anak didik dalam bentuk ide, gagasan-prakarsa, dan terobosan baru dalam pemecahan suatu masalah.
2.       Mengembangkan sikap menghargai pendapattt orang lain.
3.       Memperluas wawasan.
4.       Membina untukkk terbiasa musyawarah untukkk mufakat dalam memecahkan suatu masalah.
         Kelemahan
1.       pembicaraan terkadang menyimpang, sehingga memerlukan waktu yangg panjang.
2.       tidak dapattt dipakai pada kelompok yangg besar.
3.       peserta mendapattt informasi yangg terbatas.
4.       mungkin dikuasai oleh orang-orang yangg suka berbicara atau ingin menonjolkan diri
6)       Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi ialah cara penyajian pelajaran dengaan meragakan atau mempertunjukkan kepada siswa suatu proses, situasi, atau benda tertentu yangg sedang dipelajari, baik sebenarnya ataupun tiruan, yangg sering disertai dengaan penjelasan lisan. Metode demonstrasi biasanya diaplikasikan dengaan menggunakan alat – alat bantu pengajaran seperti benda – benda miniatur, gambar, perangkat alat – alat laboratorium dan lain – lain. Akan tetapi, alat demonstrasi yangg paling pokok ialah papan tulis dan white board, mengingat fungsinya yangg multi proses. Dengaan menggunakan papan tulis guru dan siswa dapattt menggambarkan objek, membuat skema, membuat hitungan matematika, dan lain – lain peragaan konsep serta fakta yangg memungkinkan. Metode demonstrasi memiliki kelebihan dan kekurangannya, yaitu:
         Kelebihan Metode Demonstrasi
1.       Dapattt membuat pengajaran menjadi lebih jelas dan lebih konkret, sehingga menghindarai vervalisme (pemahaman secara kata – kata atau kalimat.
2.       Siswa lebih mudah memahami apa yangg dipelajaran.
3.       Proses pengajaran lebih menarik
4.       Siswa dirangsang untukkk aktif mengamati, menyesuaikan antara teori dengaan kenyataan, dan mencoba melakukannya sendiri
·         Kekurangan Metode Demonstrasi
1.       Metode ini memerlukan keterampilan guru secara khusus, karena tanpa ditunjang dengaan hal itu, pelaksanaan demonstrasi akan tidak efektif.
2.       Fasilitas seperti peralatan, tempat, dan biaya yangg memadai tidak selalu tersedia dengaan baik.
3.       Demonstrasi memerlukan kesiapan dan perencanaan yangg matang di samping memerlukan waktu yangg cukup panjang, yangg mungkin terpaksa mengambil waktu atau jam pelajaran lain.
7)       Metode Problem solving
Penggunaan metode problem solving dengaan mengikuti langkah sebagai berikut:
a.        Adanya masalah yangg jelas untukkk dipecahkan.
b.       Mencari data atau keterangan yangg dapattt digunakan untukkk memecahkan masalah tersebut.
c.        Menetapkan jawaban sementara dariii masalah tersebut.
d.       Menguji kebenaran jawaban sementara tersebut.
e.       Menarik kesimpulan.
f.         Metode problem solving mempunyai kelebihan dan kekurangan sebagai berikut :
         Kelebihan Metode Problem Solving.
1.       Metode ini dapattt membuat pendidikan di sekolah menjadi lebih relevan dengaan kehidupan, khususnya dengaan dunia kerja.
2.       Proses belajar mengajar melalui pemecahan masalah dapattt membiasakan para siswa menghadapi dan memecahkan masalah secara terampil, apabila menghadapi permasalahan di dalam kehidupan dalam keluarga, bermasyarakat, dan bekerja kelak, suatu kemampuan yangg sangat bermakna bagi kehidupan manusia.
3.       Metode ini merangsang pengembangan kemapuan berpikir siswa secara kreatif dan menyeluruh, karena dalam proses belajarnya, siswa banyak melakukan mental dengaan menyoroti permasalahan dariii berbagai segi dalam rangka mencari pemecahan.
·         Kekurangan Metode Problem Solving
1.       Menentukan sautu masalah yangg tingkat kesulitannya sesuai dengaan tingkat berpikir siswa, tingkat sekolah dan kelasnya seta pengetahuan da pengalaman yangg telah dimiliki siswa, sangat memerlukan kemampuan dan keterampilan guru.
2.       Proses belajar mengajar dengaan menggunakan metode ini sering memerlukan waktu yangg cukup dan sering terpaksa mengambil waktu pelajaran lain.
3.       Mengubah kebiasaan siswa belajar dengaan mendengarkan dan menerima informasi dariii guru menjadi belajar dengaan banyak berpikir memecahkan permaslahan sendiri atau kelompok, yangg kadang – kadang memerlukan berbagai sumber belajar, merupakan kesulitan tersendiri bagi siswa.

8)       Metode Karyawisata
Metode karya wisata ialah cara mengajar yangg dilaksanakan dengaan mengajar siswa ke suatu tempat atau objek tertentu di luar sekolah untukkk mempelajari atau menyelidiki sesuatu seperti meninjau pabrik sepatu, sesuatu bengkel mobil, toko serba ada, suatu peternakan atau perkebunan, museum, dan sebagainya. Metode karyawisata mempunyai kelebihan dan kekurangan antara lain:
·       Kelebihan metode karyawisata
1.       Karyawisata memiliki prinsip pengajaran modern yangg memanfaatkan lingkungan nyata dalam pengajaran.
2.       Membuat apa yangg dipelajari di sekolah lebih relevan dengaan kenyataan dan kebutuhan di masyarakat.
3.       Pengajaran serupa ini dapattt lebih merangsang kreativitas siswa.
4.       Informasi sebagai bahan pelajaran lebih luas dan aktual
·         Kekurangan metode karya wisata
1.       Fasilitas dan biaya yangg diperlukan sulit disediakan oleh siswa atau sekolah.
2.       Sangat memerlukan persiapan atau perencanaan yangg matang.
3.       Memerlukan koordinasi dengaan guru serta bidang studi lain.
4.       Unsur rekreasi sering menjadi lebih prioritas dariiipada tujuan utama, sedang unsur studinya menjadi terabaikan.
5.       Sulit mengatur siswa yangg banyak dalam perjalanan dan mengarahkan mereka kepada kegiatan studi yangg menjadi permasalahan
9)       Metode Tanya Jawab
Metode tanya jawab ialah cara penyajian pelajaran dalam bentuk pertanyaan yangg harus dijawab, terutama dariii guru kepada siswa, tetapi dapattt pula dariii siswa kepada guru. Metode tanya jawab dapattt menarik dan memusatkan perhatian siswa. Dengaan mengajukan pertanyaan yangg terarah, siswa akan tertarik dalam mengembangkan daya pikir. Kemampuan berpikir siswa dan keruntutan dalam mengemukakan pokok – pokok pikirannya dapattt terdeteksi ketika menjawab pertanyaan. Metode ini dapattt menjadi pendorong bagi siswa untukkk mengadakan penelusuran lebih lanjut pada berbagai sumber belajar. Metode ini akan lebih efektif dalam mencapai tujuan apabila sebelum proses pembelajaran siswa ditugasi membaca materi yangg akan dibahas. Kelemahan dan kekurangan metode tanya jawab:
·         Kelebihan metode tanya jawab.
1.       Pertanyaan dapattt menarik dan memusatkan perhatian siswa.
2.       Merangsang siswa untukkk melatih dan mengembangkan daya piker.
3.       Mengembangkan keberanian dan ketrampilan siswa dalam menjawab dan mengemukakan pendapattt.
·         Kekurangan metode tanya jawab
1.       Siswa merasa takut, apalagi bila guru kurang dapattt mendorong dapattt mendorong siswa untukkk berani, dengaan menciptakan suasana yangg tidak tegang, melainkan akrab.
2.       Tidak mudah membuat pertanyaan yangg sesuai dengaan tingkat berpikir dan mudah dipahami siswa.
3.       Waktu sering banyak terbuang.
4.       Dalam jumlah siswa yangg banyak, tidak mungkin cukup waktu untukkk memberikan pertanyaan kepada setiap siswa.
10)      Metode Latihan / Metode Training
Metode latihan merupakan suatu cara mengajar yangg baik untukkk menanamkan kebiasaan-kebiasaan yangg baik. Metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan yaitu:
·         Kelebihan metode latihan.
1.       Untukkk memperoleh kecakapan motorik dan mental.
2.       Untukkk memperoleh kecakapan dalam bentuk asosiasi yangg dibuat.
3.       Pembentukan kebiasaan yangg dilakukan dan menambah ketepatan serta kecepatan pelaksanaan.
·         Kelemahan metode latihan
1.       Menghambat bakat dan inisiatif siswa.
2.       Menimbulkan penyesuaian secara statis kepada lingkungan .
3.       Latihan yangg dilaksanakan secara berulang-ulang merupakan hal yangg monoton.
4.       Dapattt menimbulkan verbalisme
11)   Metode Ceramah
Metode ceramah merupakan cara penyajian pelajaran yangg dilakukan guru dengaan penuturan atau penyajjian lisan secara langsung terhadap siswa. Metode ini banyak dipilih guru karena mudah dilaksanakan dan tidak membutuhkan alat bantu khusus serta tidak perlu merancang kegiatan siswa. Dalam pengajaran yangg menggunakan metode ceramah terdapattt unsur paksaan. Dalam hal ini siswa hanya diharuskan melihat dan mendengar serta mencatat tanpa komentar informasi penting dariii guru yangg selalu dianggap benar itu. Padahal dalam diri siswa terdapattt mekanisme psikologis yangg memungkinkannya untukkk menolak di samping menerima informasi dariii guru. Inilah yangg disebut kemampuan untukkk mengatur dan mengarahkan diri. Metode ini memiliki kelebihan dan kekurangan, yaitu:
·         Kelebihan metode ceramah
1.        Guru mudah menguasai kelas.
2.       Mudah mengorganisasikan tempat duduk atau kelas.
3.       Dapattt diikuti oleh jumlah siswa yangg besar.
4.       Mudah mempersiapkan dan melaksanakannya.
5.       Guru mudah menerangkan pelajaran yangg baik
·         Kekurangan metode ceramah
1.       Mudah menjadi verbalisme (pengertian kata-kata).
2.       Yangg visual menjadi rugi, yangg auditif (mendengar) yangg besar menerimanya.
3.       Bila selalu digunakan dan terlalu lama, membosankan.
4.       Guru menyimpulkan bahwa siswa mengerti dan tertarik pada ceramahnya, ini sukar sekali.
5.       Menyebabkan siswa menjadi pasif




BAB III

PENUTUP


A.    KESIMPULAN

       Pengembangan kurikulum ialah proses atau rangkaian kegiatan yangg dilakukuan secara terus-menerus  yangg sengaja dan dipikirkan untukkk menghasilkan sebuah kurikulum sebagai pedoman dalam proses dan penyelenggaraan pembelajaran oleh guru di Sekolah. Ada dua hal yangg harus dipertimbangkan dalam penentuan isi pengembangan kurikulum, yaitu rentangan kegiatan dan tujuan kelembagaan yangg berhubungan dengaan visi dan misi sekolah.
                Metode mengajar merupakan salah satu aspek yangg sangat penting oleh guru dalam proses belajar mengajar di sekolah. Dengaan menggunakan metode mengajar yangg tepat diharapkan siswa dapattt memahami secara optimal materi pelajaran yangg diajarkan oleh guru. Menurut Djayadisastra (1985:13) mengemukakan bahwa “berhasil tidaknya siswa dalam pembelajaran sangat tergantung pada tepat atau tidaknya metode mengajar yangg dipergunakan oleh guru”. Salah satu usaha yangg tidak pernah guru tinggalkan ialah bagaimana memahami kedudukan metode sebagai salah satu komponen yangg ikut ambil bagian bagi keberhasilan kegiatan belajar mengajar.
       Sebagai salah satu komponen dalam kegiatan belajar mengajar (KBM), guru memiliki posisi yangg menentukan keberhasilan pembelajaran, karena fungsi utama guru ialah merancang, mengelola, dan mengevaluasi pembelajaran. Sejalan dengaan itu pula, Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) menegaskan bahwa kedudukan guru dalam kegiatan belajar mengajar sangat strategis dan menentukan.  Strategis karena guru akan menentukan kedalaman dan keluasan materi pelajaran.  Menentukan karena gurulah yangg memilah dan memilih bahan pelajaran yangg akan disajikan kepada peserta didik.  Salah satu faktor yangg mempengaruhi guru dalam upaya memperluas dan memperdalam materi ialah rancangan pembelajaran yangg efektif, efisien, menarik, dan hasil pembelajaran yangg bermutu tinggi dapattt dilakukan dan dicapai oleh setiap guru.
       Berdasarkan pengamatan, guru di lapangan jarang memanfaatkan fungsi ini secara optimal.  Kondisi ini disebabkan oleh kenyataan bahwa tugas yangg diemban guru sebagai perancang pembelajaran ialah sangat rumit, karena berhadapan dengaan dua variabel di luar kontrolnya, yaitu cakupan isi pembelajaran yangg telah ditetapkan terlebih dahulu berdasarkan tujuan yangg akan dicapai, dan siswa yangg membawa seperangkat sikap, kemampuan awal, dan karakteristik perseorangan lainnya ke dalam situasi pembelajaran.
a.     Kedudukan metode dalam belajar mengajar yaitu sebagai alat motivasi ekstrinsik, sebagai strategi pengajaran, sebagai alat untukkk mencapai tujuan.
b.    Pemilihan dan Penentuan Metode dapattt dilihat dariii beberapa sudut pandang diantaranya: nilai strategi metode, efektifitas penggunaan metode, pentingnya pemilihan dan penentuan metode, faktor – faktor yangg mempengaruhi pemilihan metode.
c.     Macam – macam metode mengajar diantaranya: metode proyek/ unit metode eksperimen/ percobaan, metode tugas dan resitasi, metode diskusi, metode sosiodrama/ role paying, metode demonstrasi, metode problem solving, metode karyawisata, metode tanya jawab, metode latihan/training, metode ceramah.
d.    Praktek penggunaan metode mengajar dapattt dilakukan dengaan cara: ceramah, tanya jawab, tugas; ceramah, diskusi, tugas; ceramah, demonstrasi, eksperimen; ceramah, sosiodrama, diskusi; ceramah, problem solving, tugas; ceramah, demonstrasi, latihan.

B.     SARAN
                Semoga makalah yangg kami susun ini dapattt bermanfaat bagi kalangan mahasiswa/i atau pembaca. Kami menyadariii bahwa makalah ini masih sangat jauh dariii kelengkapan dan kesempurnaan baik dariii segi isi maupun dariii segi penyusunan. Oleh karena itu, kami mohon kritik dan saran dariii pembaca yangg bersifat membangun agar pembuatan makalah yangg selanjutnya lebih baik lagi.




DAFTAR PUSTAKA
Ebook.metode-mengajar.html
Hamalik,oemar. 2008. Manajemen pengembangan Kurikulum. Bandung : Remaja Rosdakarya.
Syaodih Sukmadinata,nana. 1997. Pengembangan Kurikulum teori dan Praktek. Bandung: Remaja Rosdakarya. 
Sudrajat, Akhmad. 2008. Pengertian Pendekatan, Strategi,Metode, Teknik, dan Model Pembelajaran.


Visitor