Model Rancangan Pembelajaran Matematika ( RPP Perancangan & Penilaian )



Makalah Model rancangan pembelajran matematika? Pengertian penilaian autentik? Konsep pendekatan autentik? autentik? Pendekatan autentik? Pembelajaran autentik? Tujuan pembelajaran dan pendekatan autentik? Strategi mengajar menggunakan autentik? Rpp kurikulum 2013? Kurikulum 2013 smp? Isi kurikulum 2013? Kurikulum 2013 sma? Contoh rpp kurikulum 2013?  Contoh rpp? Rpp kurikulum 2013 sd? Implementasi kurikulum 2013? Kurikulum 13? Prinsip pengembangan kurikulum? Rpp sd?


BAB I

PENDAHULUAN


A.    Latar belakang masalah

Dalaam mensukseskan pendidikan di sekolah, idealnya para pendidik menyusun perencanaan pelaksanaan pembelajaran, untukk mengidentifikasi jenis-jenis karakter, menetapkan standar, mengembangkan indikator hasil belajar, dan melakukan penilaian.
Dalaam hal ini, guru diberikan kewenangan secara leluasa untukk menganalisis RPP sesuai dengaan karakteristik dan kondisi sekolah, serta kemampuan guru itu sendiri dalaam menjabarkannya menjadi pedoman pembentukan karakter peserta didik. Agar guru dapattt membuat RPP secara efektif, dan berhasil guna, dituntut untukk memahami berbagai aspek, baik berkaitan dengaan hakikat, fungsi, prinsip, maupun prosedur pengembangan, serta cara mengukur efektifitasnya, terutama dalaam kaitannya dengaan rencana pembentukan karakter peserta didik.
Dengaan RPP, sangat membantu guru dalaam pelaksanaan pembelajaran karena baik guru maupun peserta didik mengetahui dengaan pasti tujuan yangg ingin dicapai dan cara mencapainya. Khususnya guru, untukk mengetahui pencapaian yangg didapattt oleh peserta didiknya, tentunya seorang pendidik harus mampu melakukan penilaian baik pada proses maupun hasil belajarnya. Salah satu penilaian yangg dapattt dilaksanakan oleh guru yaitu penilaian autentik.
Penilaian autentik (authentic assessment) ialah kinerja, termasuk didalaamnya penilaian portofolio dan penilaian projek. Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah (scientific approach) dalaam pembelajaran sesuai dengaan tuntutan Kurikulum 2013. Karena penilaian semacam ini mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalaam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain-lain.

B.    Rumusan masalah

·         Bagaimana penyusunan RPP yangg baik ?
·         Apa yangg dimaksud dengaan penilaian autentik ?
·         Bagaimana perancangan penilaian autentik ?
·         Seberapa penting penilaian autentik dilaksanakan di sekolah ?

C.    Tujuan masalah

·         Dapattt  menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran yangg baik.
·         Dapattt menjelaskan maksud penilaian autentik.
·         Dapattt menejelaskan cara merancang penilaian autentik pada proses dan hasil belajar.
·         Untukk mengetahui pentingnya penilaian autentik pada proses dan hasil belajar.


BAB II

PEMBAHASAN

A.    Penyusunan RPP Kurikulum 2013

Dalaam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses disebutkan bahwa setiap pendidik pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) secara lengkap dan sistematis agar pembelajaran berlangsung secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantan, memotivasi peserta didik untukk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yangg cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengaan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik.
Lampiran IV Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 81A Tahun 2013 tentang Implementasi Kurikulum Pedoman Umum Pembelajaran, menyebutkan bahwa Strategi pembelajaran sangat diperlukan dalaam menunjang terwujudnya seluruh kompetensi yangg dimuat dalaam Kurikulum 2013. Kurikulum memuat apa yangg seharusnya diajarakan kepada peserta didik, sedangkan pembelajaran merupakan cara bagaimana apa yangg diajarakan bisa dikuasai oleh peserta didik. Pelaksanaan pembelajaran didahului dengaan penyiapan RPP yangg dikembangkan oleh guru baik secara individual maupun kelompok yangg mengacu pada Silabus.

1.     Prinsip Penyusunan RPP Kurikulum 2013

Rencana pelaksanaa pembelajaran (RPP) ialah rencana yangg menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untukk mencapai satu kompetensi dasar yangg telah ditetapkan dalaam Standar Isi dan dijabarkan dalaam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 kali pertemuan atau lebih. Istilah standar kompetensi tidak lagi dikenal pada kurikulum 2013, namun muncul istilah baru yaitu Kompetensi Inti.
Kompetensi inti ialah:
Ø  Gambaran mengenai kompetensi utama yangg dikelompokkan kedalaam aspek sikap, pengetahuan dan keterampilan (afektif, kognitif dan psikomotor) yangg harus dipelajari peserta didik untukk suatu jenjang sekolah, kelas dan mata pelajaran.
Ø  Kemampuan yangg harus dimiliki seorang peserta didik untukk setiap kelas melalui pembelajaran.

Selain harus memperhatikan rambu-rambu penyusunan RPP Kurikulum 2013, penyusunan RPP juga harus memperhatikan prinsip-prinsip penyusunan RPP sebagai berikut:
Ø  Memperhatikan perbedaan individu peserta didik.
Ø  Mendorong partisipasi aktif peserta didik.
Ø  Mengembangkan budaya membaca dan menulis.
Ø  Memberikan umpan balik dan tindak lanjut.
Ø  Keterkaitan dan keterpaduan.
Ø  Menerapkan teknologi informasi dan komunikasi.
Hal yangg sangat mendasar dariii RPP Kurikulum 2013 ini ialah bahwa pendekatan pembelajaran yangg hendak dikembangkan harus menggambarkan sebuah proses pembelajaran yangg lebih mengedepankan peran aktif siswa dalaam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya. Sementara guru lebih banyak menampilkan perannya sebagai pembimbing dan fasilitator belajar siswa. Sebelum menyusun RPP, ada beberapa hal yangg harus diketahui:
Ø  RPP dijabarkan dariii silabus untukk mengarahkan kegiatan belajar peserta didik dalaam upaya mencapai kompetensi dasar.
Ø  Setiap guru pada satuan pendidikan berkewajiban menyusun RPP secara lengkap dan sistematis.
Ø  RPP disusun untukk setiap KD yangg dapattt dilaksanakan dalaam satu kali pertemuan atau lebih.
Ø  Guru merancang penggalan RPP untukk setiap pertemuan yangg disesuaikan dengaan penjadwalan di satuan pendidikan.
Seorang guru harus memperhatikan langkah-langkah penyusunan Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yangg dibagi dalaam 3 (tiga) langkah besar, Kegiatan Pendahuluan, Kegiatan inti dan Kegiatan penutup dengaan rincian sebagai berikut:
a.     Kegiatan Pendahuluan
1.     Motivasi
Guru memberikan gambaran manfaat mempelajari materi yangg akan diajarkan.
2.     Pemberian Acuan
Ø  Berkaitan dengaan kajian ilmu yangg akan dipelajari.
Ø  Ajuan dapattt berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi pelajaran secara garis besar.
Ø  Pembagian kelompok belajar.
Ø  Penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar sesuai dengaan rencana langkah-langkah pembelajaran.
b.     Kegiatan Inti
Ø  Proses pembelajaran untukk mencapai kompetensi inti dan kompetensi dasar.
Ø  Dilakukan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik.
Ø  Menggunakan metode yangg disesuaikan dengaan karakteristik peserta didik dan mata pelajaran dengaan proses eksplorasi, elaborasi dan konfirmasi dilaksanakan melalui aktifitas mengamati, menanya, mencoba, menalar, menyaji dan mencipta.
c.     Kegiatan Penutup
Ø  Kegiatan guru mengarahkan peserta didik untukk membuat rangkuman/simpulan.
Ø  Pemberian tes atau tugas dan memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapattt berupa kegiatan diluar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi/pengayaan.
Komponen RPP itu sendiri harus berisi:
1.     Identitas Mata Pelajaran
2.     Kompetensi Dasar
3.     Indikator Pencapaian Kompetensi
4.     Tujuan Pembelajaran
5.     Materi Ajar
6.     Alokasi Waktu
7.     Metode Pembelajaran
8.     Kegiatan Pembelajaran
9.     Penilaian Hasil Belajar
10. Sumber Belajar


Format RPP:

CONTOH FORMAT RPP

Satuan Pendidikan            :   .......................................
Kelas/Semester                 :   .......................................
Mata Pelajaran                  :   .......................................
Topik                                 :  .......................................
Pertemuan Ke-                  :  .......................................
Alokasi Waktu                  :   ......................................
A.       Kompetensi Dasar
B.       Indikator pencapaian kompetensi
C.       Tujuan pembelajaran
D.       Materi ajar
E.        Metode pembelajaran
F.        Kegiatan pembelajaran
Kegiatan
Deskripsi
Alokasi Waktu
Pendahuluan


Inti


Penutup


G.       Alat dan Sumber Belajar
Ø  Alat dan Bahan
Ø  Sumber Belajar
H.       Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Ø  Teknik
Ø  Bentuk
Ø  Instrumen (Tes dan Nontes)
Ø  Kunci dan Pedoman penskoran
Ø  Tugas


2.     Contoh RPP

RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP)
No. 01

Satuan Pendidikan             :   SMA/MA
Kelas/Semester                  :   X/2
Mata Pelajaran                   :   Matematika
Topik                                :  Bentuk Pangkat, Akar dan Logaritma
Pertemuan Ke-                   :  1 (satu)
Alokasi Waktu                   :   4 x 45 menit
A.       Kompetensi Dasar
1.1   Menghayati dan mengamalkan ajaran agama yangg dianutnya
2.1    Memiliki motivasi internal, kemampuan bekerjasama, konsisten, sikap disiplin, rasa percaya diri, dan sikap toleransi dalaam perbedaan strategi berpikir dalaam memilih dan menerapkan strategi menyelesaikan masalah.
2.2    Mampu mentransformasi diri dalaam berpilaku jujur, tangguh mengadapi masalah, kritis dan disiplin dalaam melakukan tugas belajar matematika.
2.3    Menunjukkan sikap bertanggung jawab, rasa ingin tahu, jujur dan perilaku peduli
3.1    Memilih dan menerapkan aturan eksponen dan logaritma sesuai dengaan karakteristik permasalahan yangg akan diselesaikan dan memeriksa kebenaran langkah-langkahnya.

B.       Indikator pencapaian kompetensi
3.1.1 Menjelaskan pemahaman bentuk pangkat
3.1.2 Mengubah bentuk pangkat negatif ke pangkat positif dan sebaliknya
3.1.3  Melakukan operasi aljabar dalaam bentuk pangkat
C.       Tujuan pembelajaran
Ø  Menjelaskan pemahaman bentuk pangkat.
Ø  Mengubah bentuk pangkat negatif ke pangkat positif dan sebaliknya.
Ø  Melakukan operasi aljabar dalaam bentuk pangkat.
D.       Materi ajar
BENTUK PANGKAT, AKAR, DAN LOGARITMA
v  Bentuk Pangkat
-          Pangkat Bulat Positif
-          Pangkat Bulat Negatif
-          Pangkat Nol
-          Sifat-Sifat pada Bilangan Berpangkat
E.        Metode pembelajaran
Ø  Ceramah
Ø  Penugasan
Ø  Tanya jawab
F.        Kegiatan pembelajaran
Kegiatan Awal
Apersepsi         :               Apakah yangg dimaksud dengaan bentuk pangkat?
Motivasi            :               Apabila materi ini dikuasai dengaan baik maka siswa dapattt dengaan mudah menyelesaikan soal-soal berkaitan dengaan materi ini.             

Tatap Muka
Kegiatan Inti:
Ø  Memberikan pemahaman tentang  bentuk pangkat
Ø  Mendeskripsikan bentuk pangkat
Ø  Menjelaskan sifat-sifat bilangan berpangkat bilangan bulat
Ø  Menyederhanakan dalaam bentuk aljabar bilangan bentuk pangkat.

Penugasan Terstruktur
Ø  Mengubah bentuk pangkat negatif ke pangkat positif dan sebaliknya
Ø  Melakukan operasi aljabar dalaam bentuk pangkat.

Kegiatan Mandiri Tidak Terstruktur
Ø  Siswa membuat soal sebanyak 5 soal kemudian dikerjakan sendiri

Kegiatan Akhir
Ø  Penilaian
Ø  Guru dan siswa bersama-sama memberikan kesimpulan dariii materi yangg sudah diajarkan.
G.       Alat dan Sumber Belajar
Ø  Alat dan Bahan
-      Laptop/Computer
-      LCD
Ø  Sumber Belajar
-      Buku Matematika Bilingual SMA Kls X
-      Buku Matematika referensi lain
H.       Penilaian Proses dan Hasil Belajar
Ø  Teknik : Tes Tertulis
Ø  Bentuk : Tes Uraian
Ø  Soal Instrumen
1.       Nyatakanlah perkalian-perkalian berikut ini sebagai bilangan berpangkat:
a.     2XY x 2XY x 2XY = (2XY)3
b.    
2.         Nyatakan bilangan berikut dalaam pangkat positif: 
3.       Jika x = 2 dan y = -3, Hitunglah nilai:
Ø  Kunci dan Pedoman penskoran
No Soal
Kunci Jawaban
Skor Butir
Skor Maksimum
1.



2.












3.

a.  2XY x 2XY x 2XY = (2XY)3 = 23X3Y3
b. =
                  =
                  =   =
 Jika x = 2 dan y = -3, Hitunglah nilai:
=
                             =
                             =
                             =
                             =  =

10

10

30












50



10

10

30












50

Nilai maksimum

100

B.     Perancangan Penilaian Autentik pada Proses dan Hasil Belajar

Penilaian autentik (authentic assessment) ialah kinerja, termasuk didalaamnya penilaian portofolio dan penilaian projek. Penilaian autentik disebut juga penilaian responsif, suatu metode untukk menilai proses dan hasil belajar peserta didik yangg memiliki ciri-ciri khusus, mulai dariii mereka yangg mengalami kelainan tertentu, memiliki minat dan bakat khusus, hingga yangg jenius. Penilaian autentik dapattt diterapkan dalaam berbagai bidang ilmu seperti seni atau ilmu pengetahuan pada umumnya, dengaan orientasi utamanya pada proses dan hasil pembelajaran.
Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah (scientific approach) dalaam pembelajaran sesuai dengaan tuntutan Kurikulum 2013. Karena penilaian semacam ini mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalaam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membangun jejaring, dan lain-lain. Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untukk menunjukkan kompetensi mereka yangg meliputi sikap, pengetahuan, dan keterampilan. Karenanya, penilaian autentik sangat relevan dengaan pendekatan saintifik dalaam pembelajaran di SMA/SMK.
Penilaian autentik merupakan pendekatan dan instrumen asesmen yangg memberikan kesempatan yangg luas kepada peserta didik untukk menerapkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yangg sudah dimilikinya dalaam bentuk tugas: membaca dan meringkasnya, eksperimen, mengamati, survey, proyek, makalah, membuat multimedia, membuat karangan, dan diskusi kelas. Hasil penilaian autentik dapattt digunakan oleh pendidik untukk merencanakan program perbaikan (remedial), pengayaan (enrichment), atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian autentik dapattt digunakan sebagai bahan untukk memperbaiki proses pembelajaran yangg memenuhi Standar Penilaian Pendidikan.
Kegiatan penilaian tidak sekedar menanyakan atau menyadap pengetahuan, melainkan kinerja secara nyata dariii pengetahuanyangg telah dikuasai sehingga penilaian otentik merupakan penilaian yangg dilakukan secara komprehensif untukk menilai mulai dariii masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran.
Penilaian otentik lebih menuntut pembelajar mendemonstrasikan pengetahuan, keterampilan, dan strategi dengaan mengkreasikan jawaban atau produk. Peserta didik sekedar diminta merespon jawaban seperti dalaam tes tradisional, melainkan dituntut untukk mampu mengkreasikan dan menghasilkan jawaban yangg dilatarbelakangi oleh pengetahuan teoritis.
1.     Penilaian kinerja
Penilaian autentik sebisa mungkin melibatkan partisipasi peserta didik, khususnya dalaam proses dan aspek-aspek yangg akan dinilai.guru dapattt melakukannya dengaan meminta para peserta didik menyebutkan unsur-unsur proyek/tugas yangg akan mereka gunakan untukk menentukan kriteria penyelesaiannya.
Berikut ini cara merekam hasil penilaian berbasis kinerja:
·       Daftar cek (checklist).
·       Catatan anekdot/narasi (anecdotal/narrative records).
·       Skala penilaian (rating scale).
·       Memori atau ingatan (memory approach).
2.     Penilaian proyek
Penilaian proyek (project assessment) merupakan kegiatan penilaian terhadap tugas yangg harus diselesaikan oleh peserta didik menurut periode/waktu tertentu. Penilaian proyek bersentuhan dengaan aspek pemahaman, mengapalikasikan, penyelidikan, dan lain-lain. Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik memperoleh kesempatan untukk mengapalikasikan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya.
Produk akhir dariii sebuah proyek sangat mungkin memerlukan penilaian khusus. Penilaian proyek dariii ebuah proyek dimaksudkan untukk menilai kualitas dan bentuk hasil akhir secara holistik dan analitik. Penilaian produk dimaksud meliputi penilaian atas kemampuan peserta didik menghasilkan produk. Penilaian secara analitik merujuk pada semua kriteria yangg harus dipenuhi untukk menghasilkan produk tertentu. Penilaian secara holistik merujuk pada apresiasi atau kesan secara keseluruhan atas produk yangg dihasilkan.
Berikut ini tiga hal yangg perlu diperhatikan guru dalaam penilaian proyek:
·       Keterampilan peserta didik dalaam memilih topik, mencari dan mengumpulkan data, mengolah dan menganalisis, memberi makna atas informasi yangg diperoleh, dan menulis laporan.
·       Kesesuaian atau relevansi materi pembelajarn dengaan pengembangan sikap, pengetahuan, dan keterampilan yangg dibutuhkan oleh peserta didik.
·       Keaslian sebuah proyek pembelajaran yangg dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik.
3.     Penilaian portofolio
Penilaian portofolio merupakan penilaian berkelanjutan yangg didasarkan pada kumpulan informasi yangg menunjukan perkembangan kemampuan peserta didik dalaam satu periode tertentu. Penilaian protofolio berangkat dariii hasil kerja peserta didik secara perorangan atau diproduksi secara berkelompok, memerlukan refleksi peserta didik, dan dievaluasi berdasarkan beberapa dimensi.
Melalui penilaian portofolio guru akan mengetahui perkembangan atau kemajuan belajar peserta didik. Atas dasar penilaian itu, guru dan/atau peserta didik dapattt melakukan perbaikan sesuai dengaan tuntutan pembelajaran. Penilaian portofolio dilakukan dengaan menggunakan langkah-langkah seperti berikut ini:
·       Guru menjelaskan secara ringkas esensi penilaian portofolio.
·       Guru atau guru bersam peserta didik menentukan jenis portofolio yangg akan dibuat.
·       Peserta didik, baik sendiri maupun kelompok, mandiri, atau dibawah bimbingan guru menyusun portofolio pembelajaran.
·       Guru menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada tempat yangg sesuai, disertai catatan tanggal pengumpulannya.
·       Guru menilai portofolio peserta didik dengaan kriteria tertentu.
·       Jika memungkinkan, gur bersama peserta didik membahas bersam dokumen portofolio yangg dihasilkan.
·       Guru memberi umpan balik kepada peserta didik atas hasil penilaian portofolio.

C.     Pelaksanaan Penilaian Autentik

Pelaksanaan penilaian autentik menggunakan format yangg memungkinkan siswa untukk menyelesaikan suatu tugas atau mendemonstrasikan suatu performasi dalaam memecahkan suatu masalah. Format penilaian ini dapattt berupa:
·         Tes yangg menghadirkan benda atau kejadian asli ke hadapan siswa (hands-on penilaian)
·         Tugas (tugas keterampilan, tugaas investigasi sederhana dan tugas investigasi terintegrasi)
·         Format rekaman kegiatan belajar siswa (misalnya: portofolio, interview, daftar cek, dan presentasi)
Penilaian autentik dapattt dibuat oleh guru sendiri, guru secara tim, atau guru bekerja sama dengaan peserta didik. Dalaam penilaian autentik, seringkali perlibatan siswa sangat penting. Asumsinya, peserta didik dapattt melakukan aktivitas belajar lebih baik ketika mereka tahu bagaimana akan dinilai. Peserta didik diminta untukk merefleksikan dan mengevaluasi kinerja mereka sendiri dalaam rangka meningkatkan pemahaman yangg lebih dalaam tentang tujuan pembelajaran serta mendorong kemampuan belajar yangg lebih tinggi.
                Contoh format penilaian:

LEMBAR OBSERVASI

PENILAIAN MOTIVASI SISWA DALAAM BELAJAR MATEMATIKA KELAS XI SMAN 1 CIREBON

Nama Observer    :
Jumlah Siswa                         :
A.       Tujuan
1.       Mengetahui data berapa banyak siswa yangg minat dalaam belajar matematika
2.       Mengetahui pengaruh minat siswa dalaam belajar matematika terhadap aktivitas belajar
B.       Petunjuk Umum
1.       Instrument penilaian minat siswa ini berupa Lembar Observasi
2.       Instrument ini diisi oleh guru mata pelajaran matematika
C.       Petunjuk Pengisian
1.       Menilai sikap setiap peserta didik Anda dengaan memberi skor 4, 3, 2, atau 1 dengaan ketentuan sebagai berikut:
4 = SELALU
3 = SERING
2 = KADANG-KADANG
1 = TIDAK PERNAH

D.       Indikator Sikap

1.       Memiliki ketertarikan terhadap pelajaran matematika dengaan memberikan respon positif saat pembelajaran
2.       Selalu mengerjakan soal-soal yangg diberikan oleh guru.
3.       Selalu menyontek saat melaksanakan ujian.

NO

NAMA SISWA
Skor indikator

Jumlah skor

Skor akhir

Keterangan
1
2
3
1







2







3







4







5








Guru Mata Pelajaran,

                                                                                                                                NIP:

LEMBAR KINERJA dan PROYEK SISWA SAAT DISKUSI DAN DEMONSTRASI

Nama                                      :
Kelas                                       :
Judul praktikum    :
Materi                                    :
NO
ASPEK KINERJA YANGG DIHARAPKAN
PENILAIAN
KETERANGAN
YA
TIDAK
1
PERSIAPAN



a.     Mengawali diskusi dengaan komunikasi yangg baik.
b.     Menyiapkan materi dan  media pembelajaran (proyektor, spidol dsb).



2
SELAMA KEGIATAN



a.     Penguasaan materi.
b.     Kreatif dalaam membuat alat peraga dan menarik dalaam penyajiannya.
c.     Kecakapan mendemonstrasikan materi ajar dengaan media dan alat yangg sudah di sediakan.
d.     Bekerjasama dengaan kelompok.
e.     Menggunakan alat peraga dengaan benar saat demonstrasi.



3
AKHIR KEGIATAN



a.     Membereskan alat media pembelajaran ke tempat semula.
b.     Menutup diskusi dengaan baik.






BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Rencana pelaksanaa pembelajaran (RPP) ialah rencana yangg menggambarkan prosedur dan pengorganisasian pembelajaran untukk mencapai satu kompetensi dasar yangg telah ditetapkan dalaam Standar Isi dan dijabarkan dalaam silabus. Lingkup Rencana Pembelajaran paling luas mencakup 1 kali pertemuan atau lebih. Istilah standar kompetensi tidak lagi dikenal pada kurikulum 2013, namun muncul istilah baru yaitu Kompetensi Inti.
Seorang guru harus memperhatikan langkah-langkah penyusunan Rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) yangg dibagi dalaam 3 (tiga) langkah besar, Kegiatan Pendahuluan, Kegiatan inti dan Kegiatan penutup. Penilaian autentik cocok digunakan dalaam penerapan kurikulum 2013, karena penilaian autentik merupakan suatu gambatran peningkatan proses dan hasil belajar peserta didik. Penilaian autentik cenderung pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untukk menunjukakan kompetensi mereka yangg meliputi sikap, pengetahuan dan keterampilan.
Hasil penilaian autentik dapattt digunakan oleh pendidik untukk merencanakan perbaikan, pengayaan, atau pelayanan konseling. Selain itu, hasil penilaian autentik dapattt digunakan sebagai bahan untukk memperbaiki proses pembelajaran yangg memenuhi Standar Penilaian Pendidikan.

DAFTAR  PUSTAKA

Daryanto.2014. Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Yogyakarta: GAVA MEDIA.
Megawangi, Ratna. 2004. Pendidikan Karakter Solusi yangg Tepat untukk Membangun Bangsa. Jakarta: Sinar Harapan.
Mulyasa, E. 2011. Manajemen Pendidikan Karakter. Jakarta: Bumi Aksara.



Visitor