Makalah Silabus Mata Kuliah



Makalah Pengertian silabus kurikulum 2013? Rpp kurikulum 2013? Contoh silabus? Langkah pengembangan silabus? Manfaat silabus?

BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang Masalah
Pemberlakuan Undang-undang No. 22 tahun 1999 tentang Pemerintahan Daerah menuntut pelaksanaan otonomi daerah dan wawasan demokrasi yangg lebih menyeluruh, tentunya hal ini juga menyanggkut pengelolaan sumber daya manusia. Salah satu upaya untukk mengelola dan meningkatkan sumber daya manusia, pemerintah harus memiliki keperdulian untukk memperbaiki perencanaan, pengeloaan, dan penyelenggraan pendidikan di wilayahnya masing-masing.
Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 19 tahun 2005 (PP 19/2005) tentang Standar Nasional Pendidikan, landasan hukum tersebut mengamanatkan agar kurikulum pendidikan bagi pendidikan tingkat dasar dan tingkat menengah disusun oleh satuan pendidikan dengaan mengacu kepada Standar Isi (SI) dan Standar Kompetensi Lulusan (SKL) serta berpedoman pada panduan yangg disusun oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP).
Hal ini harus diwujudkan dalaam pengembangan silabus dan pelaksanaannya yangg disesuaikan dengaan tuntutan kebutuhan siswa, keadaan sekolah, dan kondisi daerah. Dengaan demikian, daerah atau sekolah memiliki kewenangan untukk merancang dan menentukan hal - hal yangg akan diajarkan, pengelolaan pengalaman belajar, cara mengajar, dan menilai keberhasilan suatu proses belajar dan mengajar.

B.     Rumusan Masalah
Ø  Apa yangg dimaksud dengaan silabus ?
Ø  Bagaimana langkah-langkah pengembangan silabus ?
Ø  Apa saja komponen-komponen pengembangsilabus ?
Ø  Apa saja prinsip  pengembangan silabus ?
Ø  Apa saja manfaat silabus ?



C.     Tujuan Masalah
Ø  Menjelaskan pengertian silabus
Ø  Menjelaskan langkah-langkah pengembangan silabus
Ø  Menjelaskan komponen-komponen silabus
Ø  Menjelaskan prinsip pengembangan silabus
Ø  Menjelaskan manfaat silabus















BAB II
PENGEMBANGAN SILABUS
A.    Pengertian Silabus
Silabus ialah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengaan tema tertentu, yangg mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yangg dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Silabus merupakan daftar rancangan yangg fokus terhadap apa yangg harus dipelajari serta penjelasan mengenai cara memilih dan menyusun konten.
Jadi, jika seorang pengajar akan memberikan materi pembelajaran, ia harus mempersiapkan silabus agar alur pengajaran peserta didik dapatt diketahui secara jelas dan pasti. Silabus pun menentukan kemampuan yangg harus dicapai siswa darii materi yangg diberikan.Berdasarkan Permendiknas RI No. 41 Tahun 2007 mengenai Standar Proses, silabus merupakan acuan pengembangan RPP yangg memuat identitas mata pelajaran, Standar Kompetensi (SK), Kompetensi Dasar (KD), materi atau tema pembelajaran, indikator pencapaian kompetensi, penilaian, alokasi waktu, serta sumber belajar.
Dalaam perkembangannya, silabus mengharuskan adanya unsur pendidikan karakter serta direncanakan untukk dimasukkan sebagai nilai-nilai perilaku yangg harus ditanamkan pada setiap siswa. Mengapa harus nilai-nilai perilaku? Jawabannya tentu saja karena karakter berarti nilai-nilai yangg melandasi perilaku manusia berdasarkan norma agama, kebudayaan, konstitusi atau hukum, adat istiadat, serta estetika.Koesoema (2007) dalaam bukunya, Pedidikan Karakter, menyatakan bahwa karakter dianggap sama dengaan kepribadian. Sebaliknya, kepribadian dianggap sebagai ciri atau karakteristik atau gaya atau sifat khas darii diri seseorang yangg berasal darii bentukan-bentukan yangg ia terima darii lingkungan, misalnya keluarga pada masa keil, serta bawaan sejak lahir.

B.    Prinsip Pengembangan Silabus
Silabus dibuat tak lepas darii rangkaian produk untukk pengembangan kurikulum dan pembelajaran. Karena di dalaamnya terdapatt garis-garis besar materi yangg bakal diajarkan. Maka dalaam pengembangannya, silabus memiliki Delapan prinsip:
1.       Ilmiah . Keseluruhan materi dan kegiatan yangg menjadi muatan dalaam silabus harus benar dan dapatt dipertanggungjawabkan secara keilmuan.
2.       Relevan.  Cakupan, kedalaaman, tingkat kesukaran dan urutan penyajian materi dalaam silabus sesuai dengaan tingkat perkembangan fisik, intelektual, sosial, emosional, dan spritual peserta didik.
3.       Sistematis. Komponen-komponen silabus  saling berhubungan secara fungsional dalaam mencapai kompetensi.
4.       Konsisten. Adanya hubungan yangg konsisten (ajeg, taat asas) antara kompetensi dasar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian.
5.       Memadai.  Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian cukup untukk menunjang pencapaian kompetensi dasar.
6.       Aktual dan Kontekstual.  Cakupan indikator, materi pokok, pengalaman belajar, sumber belajar, dan sistem penilaian memperhatikan perkembangan ilmu, teknologi, dan seni mutakhir dalaam kehidupan nyata, dan peristiwa yangg terjadi.
7.       Fleksibel.  Keseluruhan komponen silabus dapatt mengakomodasi keragaman peserta didik, pendidik, serta dinamika perubahan yangg terjadi di sekolah dan tuntutan masyarakat.
8.       Menyeluruh.  Komponen silabus mencakup keseluruhan ranah kompetensi (kognitif, afektif, psikomotor).

C.    Komponen Pengembang Silabus
Pengembangan silabus  dapatt dilakukan oleh para guru secara mandiri atau berkelompok dalaam sebuah sekolah atau beberapa sekolah, kelompok Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) pada atau Pusat Kegiatan Guru (PKG), dan Dinas Pendikan.
1.     Disusun secara mandiri oleh guru apabila guru yangg bersangkutan mampu mengenali karakteristik siswa, kondisi sekolah dan lingkungannya.
2.     Apabila guru mata pelajaran karena sesuatu hal belum dapatt melaksanakan pengembangan silabus secara mandiri, maka pihak sekolah dapatt mengusahakan untukk membentuk kelompok guru mata pelajaran untukk mengembangkan silabus yangg akan digunakan oleh sekolah tersebut.
3.     Di SD/MI semua guru kelas, darii kelas I sampai dengaan kelas VI, menyusun silabus secara bersama. Di SMP/MTs untukk mata pelajaran IPA dan IPS terpadu disusun secara bersama oleh guru yangg terkait.
4.     Sekolah yangg belum mampu mengembangkan silabus secara mandiri, sebaiknya bergabung dengaan sekolah-sekolah lain melalui forum MGMP/PKG untukk bersama-sama mengembangkan silabus yangg akan digunakan oleh sekolah-sekolah dalaam lingkup MGMP/PKG setempat.
5.     Dinas Pendidikan setempat dapatt memfasilitasi penyusunan silabus dengaan membentuk sebuah tim yangg terdiri darii para guru berpengalaman di bidangnya masing-masing.

D.    Manfaat Silabus
Manfaat silabus agar pembelajaran yangg berlangsung lebih terarah sehingga menjadi jelas dan pasti. Namun tak hanya itu saja manfaat silabus. Ada banyak manfaat silabus:
·         Pedoman pengembangan pembelajaran, seperti untukk pembuatan rencana pembelajaran, untukk pembuatan pengelolaan aktivitas atau kegiatan pembelajaran, dan pengembangan dalaam sistem penilaian.
·         Sumber pokok dalaam penyusunan rencana pembelajaran, seperti penyusunan rencana pembelajaran untukk satu standar kompetensi maupun satu kompetensi dasar.
·         Pedoman perencanaan pengelolaan kegiatan belajar, baik pengelolaan kegiatan belajar yangg dilakukan secara klasikal, kelompok kecil maupun pembelajaran yangg dilakukan secara individual.
·         Pedoman untukk pengembangan sistem penilaian. Ini memang menjadi salah satu peran utama silabus. Ia menjdai pengembang sistem penilaian, jika berbasis kompetensi maka sisem penilaian yangg dilakukan harus mengacu pada standar kompetensi, kompetensi dasar dan pembelajaran yangg termuat di dalaam silabus.

E.     Silabus dan Kisi-Kisi Penilaian
Di dalaam Depdiknas dijelaskan bahwa silabus dan sistem penilaian mesti disusun sesuai dengaan prinsip yangg orientasinya untukk pencapaian kompetensi. Makanya, silabus dan sistem penilaian dalaam suatu mata pelajaran mesti diprogram atau disusun selaras dengaan kebutuhan sekolah. Inilah yangg menjadi pedoman utama setiap guru.
Dengaan pedoman tersebut, guru bisa mengembangkan pembelajaran dan pengorganisasian seluruh komponen yangg diharapkan dapatt mengubah perilaku siswa. Karena hakikat belajar ialah dapatt mengubah perilaku orang yangg belajar.
Pada titik inilah, guru bisa mengidentifikasi siswanya, apakah memiliki kemajuan belajar siswa. Sehingga guru bisa menemukan jenis kesulitan belajar siswa dan segera mencari solusinya. Dengaan silabus dan sistem penilaian guru bisa melihat ada tindakan umpan balik atau tidak darii materi yangg diajarkan.

F.     Langkah Pengembangan Silabus
Sebagaimana telah dikemukakan dalaam uraian sebelumnya Silabus ialah rencana pembelajaran pada suatu dan/atau kelompok mata pelajaran/tema tertentu yangg mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pokok/pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber/bahan/alat belajar.  Silabus  merupakan penjabaran standar kompetensi dan kompetensi dasar ke dalaam materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi untukk penilaian. Mengembangkan silabus dilakukan melalui langkah-langkah sebagai berikut:
1. Mengkaji Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar
Mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran sebagaimana tercantum pada Standar Isi, dengaan  memperhatikan hal-hal berikut:
a.     Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan materi tidak harus selalu sesuai dengaan urutan yangg ada di Standar Isi
b.     Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar dalaam mata  pelajaran
c.     Keterkaitan antara standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran.
2.    Mengidentifikasi Materi Pokok/Pembelajaran
Mengidentifikasi materi pokok/pembelajaran yangg menunjang pencapaian kompetensi dasar dengaan mempertimbangkan:
a.     Potensi peserta didik
b.     Relevansi dengaan karakteristik daerah
c.     Tingkat perkembangan fisik, intelektual, emosional, sosial, dan spritual peserta didik
d.     Kebermanfaatan bagi peserta didik
e.     Struktur keilmuan
f.      Aktualitas, kedalaaman, dan keluasan materi pembelajaran
g.     Relevansi dengaan kebutuhan peserta didik dan tuntutan lingkungan, dan
h.     Alokasi waktu.
3.    Mengembangkan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran dirancang untukk memberikan pengalaman belajar yangg melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antarpeserta didik, peserta didik dengaan guru, lingkungan,  dan sumber belajar lainnya dalaam rangka pencapaian kompetensi dasar.  Pengalaman belajar yangg dimaksud dapatt terwujud melalui penggunaan pendekatan pembelajaran yangg bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Pengalaman belajar memuat kecakapan hidup yangg perlu dikuasai peserta didik. Hal-hal yangg harus diperhatikan dalaam mengembangkan kegiatan pembelajaran ialah sebagai berikut.
a.     Kegiatan pembelajaran disusun untukk memberikan bantuan kepada para pendidik, khususnya guru, agar dapatt melaksanakan proses pembelajaran secara profesional.
b.     Kegiatan pembelajaran memuat rangkaian kegiatan yangg harus dilakukan oleh peserta didik secara berurutan untukk mencapai kompetensi dasar.
c.     Penentuan urutan kegiatan pembelajaran harus sesuai dengaan hierarki konsep materi pembelajaran.
d.     Rumusan pernyataan dalaam kegiatan pembelajaran minimal mengandung dua unsur penciri yangg mencerminkan pengelolaan pengalaman belajar siswa, yaitu kegiatan siswa dan materi.


4.    Merumuskan Indikator Pencapaian Kompetensi
Indikator merupakan penanda pencapaian kompetensi dasar yangg ditandai oleh perubahan perilaku yangg dapatt diukur yangg mencakup sikap, pengetahuan, dan keterampilan.
Indikator dikembangkan sesuai dengaan karakteristik peserta didik, mata pelajaran, satuan pendidikan, potensi daerah dan dirumuskan dalaam kata kerja operasional yangg terukur dan/atau dapatt diobservasi. Indikator digunakan sebagai dasar untukk menyusun alat penilaian.
5.    Penentuan Jenis Penilaian
Penilaian pencapaian kompetensi dasar peserta didik dilakukan berdasarkan indikator. Penilaian dilakukan dengaan menggunakan tes dan non tes dalaam bentuk tertulis maupun lisan, pengamatan kinerja, pengukuran sikap, penilaian hasil karya berupa tugas, proyek dan/atau produk, penggunaan portofolio, dan penilaian diri.
Penilaian merupakan serangkaian kegiatan untukk memperoleh, menganalisis, dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar peserta didik yangg dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan, sehingga menjadi informasi yangg bermakna dalaam pengambilan keputusan. Hal-hal yangg perlu diperhatikan dalaam penilaian.
a.     Penilaian diarahkan untukk mengukur pencapaian kompetensi.
b.     Penilaian menggunakan acuan kriteria; yaitu berdasarkan apa yangg bisa dilakukan peserta didik setelah mengikuti proses pembelajaran, dan bukan untukk menentukan posisi seseorang terhadap kelompoknya.
c.     Sistem yangg direncanakan ialah sistem penilaian yangg berkelanjutan. Berkelanjutan dalaam arti semua indikator ditagih, kemudian hasilnya dianalisis untukk menentukan kompetensi dasar yangg telah dimiliki dan yangg belum, serta untukk mengetahui kesulitan siswa.
d.     Hasil penilaian dianalisis untukk menentukan tindak lanjut. Tindak lanjut berupa perbaikan proses pembelajaran berikutnya, program remedi bagi peserta didik yangg pencapaian kompetensinya di bawah kriteria ketuntasan, dan program pengayaan bagi peserta didik yangg telah memenuhi kriteria ketuntasan.
e.     Sistem penilaian harus disesuaikan dengaan pengalaman belajar yangg ditempuh dalaam proses pembelajaran. Misalnya, jika pembelajaran menggunakan pendekatan tugas observasi lapangan maka evaluasi harus diberikan baik pada proses (keterampilan proses) misalnya teknik wawancara, maupun produk/hasil melakukan observasi lapangan yangg berupa informasi yangg dibutuhkan.
6.    Menentukan Alokasi Waktu
Penentuan alokasi waktu pada setiap kompetensi dasar didasarkan pada jumlah minggu efektif dan alokasi waktu mata pelajaran per minggu dengaan mempertimbangkan jumlah kompetensi dasar, keluasan, kedalaaman, tingkat kesulitan, dan tingkat kepentingan kompetensi dasar.  Alokasi waktu yangg dicantumkan dalaam silabus merupakan perkiraan waktu rerata untukk menguasai kompetensi dasar yangg dibutuhkan oleh peserta didik yangg beragam.
7.    Menentukan Sumber Belajar
Sumber belajar ialah rujukan, objek dan/atau bahan yangg digunakan untukk kegiatan pembelajaran, yangg berupa media cetak dan elektronik, narasumber, serta lingkungan fisik, alam, sosial, dan budaya. Penentuan sumber belajar didasarkan pada standar kompetensi dan kompetensi dasar serta materi pokok/pembelajaran, kegiatan pembelajaran, dan indikator pencapaian kompetensi.
Contoh Format Silabus
Dalaam menyusun silabus dapatt memilih salah satu format yangg ada di antara berbagai macam  format yangg berlaku.
SILABUS
Mata Pelajaan                                       :.....................                                         
Alokasi Waktu per Semester             :  ............. jam pelajaran
Kelas/Semester                    :..................................
Standar Kompetensi                            : .............................

Kompetensi Dasar
Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber/ Bahan/Alat
Teknik
Bentuk


























Format Kedua
SILABUS
Mata Pelajaan                                       :.....................                         
Alokasi Waktu per Semester:  ............. jam pelajaran
Kelas/Semester                    :..................................
Standar Kompetensi                            : .............................
Kompetensi Dasar
Materi Pembelajaran
Kegiatan Pembelajaran
Indikator
Penilaian
Alokasi Waktu
Sumber/ Bahan/
Alat
Teknik
Penilaian
Bentuk
Penilaian
Contoh Instrumen



























BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Silabus ialah rencana pembelajaran pada suatu kelompok mata pelajaran dengaan tema tertentu, yangg mencakup standar kompetensi, kompetensi dasar, materi pembelajaran, indikator, penilaian, alokasi waktu, dan sumber belajar yangg dikembangkan oleh setiap satuan pendidikan. Silabus merupakan daftar rancangan yangg fokus terhadap apa yangg harus dipelajari serta penjelasan mengenai cara memilih dan menyusun konten.
Silabus harus disusun secara sistematis dan berisikan komponen-komponen yangg saling berkaitan untukk memenuhi target pencapaian kompetensi dasar. Bentuk silabus sebenarnya dapatt bervariasi dan dapatt dikembangkan sendiri oleh sekolah. Komponen yangg minimal harus terdapatt dalaam sebuah silabus ialah kompetensi dasar, hasil belajar, indikator, materi pokok, pengalaman belajar, alokasi waktu, sumber/alat/bahan, dan penilaian.  Format silabus dapatt dibuat dalaam bentuk narasi maupun kolom/matriks.




DAFTAR PUSTAKA
Materi Diklat Fasilitator Guru Mapel SD, SMP dan SMA LPMP DKI Jakarta Tanggal 20  s.d. 29 Maret 2007.

Visitor