Makalah Penilaian Autentik ( AUTHENTIC ASSESSMENT )



Makalah Pengertian penilaian autentik? Konsep pendekatan autentik? autentik? Pendekatan autentik? Pembelajaran autentik? Tujuan pembelajaran dan pendekatan autentik? Strategi mengajar menggunakan autentik?



BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Penilaian ialah rangkaian kegiatan untukk memperoleh, menganalisis dan menafsirkan data tentang proses dan hasil belajar siswa yangg dilakukan secara sistematis dan berkesinambungan sehingga dapattt menjadi informasi yangg bermakna dalam pengambilan keputusan.
Perkembangan penilaian hasil pembelajaran siswa sejalan dengaan perkembangan kurikulum yangg dipergunakan. Berkembangnya kurikulum pendidikan tentu saja sejalan dengaan berkembangnya sistem evaluasi di dalam pendidikan dan pembelajaran itu sendiri. Namun, sampai sekarang masih banyak sekolah-sekolah yangg terlalu kaku dan tradisional dalam menerapkan sistem evaluasi kepada siswa. Siswa hanya dinilai pada sejumlah tugas terbatas yangg mungkin tidak sesuai dengaan apa yangg dikerjakan di kelas, menilai dalam situasi yangg telah ditentukan sebelumnya dimana kandungannya sudah ditetapkan, seolah hanya menilai prestasi, jarang memberi sarana untukk menilai kemampuan siswa.
Pada dasarnya, suatu sistem penilaian yangg baik ialah tidak hanya mengukur apa yangg hendak diukur, namun juga dimaksudkan untukk memberikan motivasi kepada siswa agar lebih bertanggung jawab atas apa yangg mereka pelajari. Penilaian autentik dianggap mampu untukk lebih mengukur secara keseluruhan hasil belajar dariii siswa karena penilaian ini menilai kemajuan belajar bukan melulu hasil tetapi juga proses belajar itu sendiri. Penilaian autentik juga memberikan kesempatan yangg luas kepada peserta didik untukk menerapkan pengetahuan, keterampilan dan sikap yangg sudah dimilikinya.
Berdasarkan latar belakang tersebut, penulis akan mencoba memaparkan mengenai “Penilaian Autentik (Authentic Assessment)” dalam makalah ini.


B.     Rumusan Masalah
1.       Apa yangg dimaksud dengaan penilaian autentik?
2.       Apa saja prinsip dan pendekatan penilaian autentik?
3.       Apa saja ruang lingkup, teknik, dan instrumen penilaian autentik?

C.     Tujuan Penulisan
1.       Untukk mengetahui apa yangg dimaksud dengaan penilaian autentik.
2.       Untukk mengetahui prinsip dan pendekatan penilaian autentik.
3.       Untukk mengetahui ruang lingkup, teknik, dan instrumen penilaian autentik.



BAB II
PEMBAHASAN

A.    Konsep Penilaian Autentik
Penilaian  autentik  merupakan  penilaian  yangg  dilakukan  secara komprehensif  untukk  menilai  mulai  dariii  masukan  (input),  proses, dan keluaran (output) pembelajaran.
Penilaian autentik (Authentic Assessment) ialah pengukuran yangg bermakna secara signifikan atas hasil belajar peserta didik untukk ranah sikap, keterampilan, dan pengetahuan. Istilah Assessment merupakan sinonim dariii penilaian, pengukuran, pengujian atau evaluasi. Sedangkan istilah autentik merupakan sinonim dariii asal, nyata, valid, atau reliabel.
Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakana secara signifikan dibandingkan dengaan tes pilihan ganda berstandar sekali pun. Ketika menerapkan penilaian autentik untukk mmengetahui hasil dan prestasi belajar peserta didik, pendidik menerapkan kriteria yangg berkaitan dengaan konstruksi pengetahuan, aktivitas mengmati dan mencoba, dan nilai prestasi luar pembelajaran.
Penilaian autentik memiliki relevansi kuat terhadap pendekatan ilmiah dala pembelajaran sesuai dengaan tuntutan kurikulum 2013. Penilaian tersebut mampu menggambarkan peningkatan hasil belajar peserta didik, baik dalam rangka mengobservasi, menalar, mencoba, membngun jejaring, dan lain-lain. Penilaian autentik cenderung fokus pada tugas-tugas kompleks atau kontekstual, memungkinkan peserta didik untukk menunjukkan kompetensi mereka dalam pengaturan yangg lebih autentik.
Penilaian autentik merupakan suatu bentuk tugas yangg menghendaki peserta didik untukk menunjukkan kinerja di dunia nyata secara bermakna, yangg merupakan penerapan esensi pengetahuan dan keterampilan. Penilaian autentik juga menekankan kemampuan peserta didik untukk mendemonstrasikan pengetahuan yangg dimiliki secara nyata dan bermakna.Kegiatan penilaian tidak sekedar menanyakan atau menyadap pengetahuan, melainkan kinerja secara nyata dariii pengetahuan yangg telah dikuasai sehingga penilaian autentik merupakan penilaian yangg dilakukan secara komperhensif untukk menilai mulai dariii masukan (input), proses, dan keluaran (output) pembelajaran. 
Penilaian autentik bertujuan untukk mengukur berbagai keterampilan dalam berbagai konteks yangg mencerminkan situasi di dunia nyata dimana keterampilan-keterampilan tersebut digunakan. Misalnya, penugasan kepada peserta didik untukk menulis topik-topik tertentu sebagaiamana halnya dikehidupan nyata, dan berpartisipasi konkret dalam diskusi atau bedah buku menulis untukk jurnal, surat, atau mengedit tulisan sampai siap cetak. Jadi, penilaian model ini menekankan pada pengukuran kinerja, doing something, melakukan sesuatu yangg merupakan penerapan dariii ilmu pengetahuan yangg telah dikuasai secara teoritis.
Penilaian autentik lebih menuntut pemelajaran mendemonstrasikan pengetahuan, keterampilan, dan strategi dengaan mengkreasikan jawaban atau produk. Peserta didik tidak sekedar diminta merespon jawaban seperti daam tes tradisional, melainkan dituntut untukk mampu mengkreasikan dan menghasilkan jawaban yangg dilatar belakangi oleh pengetahuan teoritis.
Penilaian autentik dalam implementasi kurikulum 2013 mengacu kepada standar penilaian yangg terdiri dariii:
1.     Penilaian kompetensi sikap melalui observasi, penilaian diri, penilaian “teman sejawat” (peer evaluation) oleh peserta didik  dan jurnal.
2.     Pengetahuan melalui tes tulis, tes lisan, dan penugasan.
3.     Keterampiln melalui penilaian kinerja, yaitu penilaian yangg menuntut peserta didik mendemonstrasikan suatu kompetensi tertentu dengaan menggunakan tes praktik, projek, dan penilaian portofolio.

B.     Prinsip dan Pendekatan Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut.
1.     Objektif, berarti penilaian berbasis pada standar (prosedur dan kriteria yangg jelas) dan tidak dipengaruhi faktor subjektivitas penilaian.
2.     Terpadu, berarti penilaian oleh pendidikan  dilakukan secara terencana, menyatu dengaan kegiatan pembelajaran, dan berkesinambungan.
3.     Ekonomis, berarti penilaian yangg efesien dan efektif dalam perencanaan, pelaksanaan, dan pelaporannya.
4.     Transparan, berarti prosedur penilaian, kriteria penilaian, dan dasar pengambilan keputusan dapattt diakses oleh semua pihak.
5.     Akuntable, berarti penilaian  dapattt dipertanggung jawabkan kepada pihak internal sekolah maupun eksternal untukk aspek teknik, prosedur, dan hasilnya.
6.     Sistematis, berarti penilaian dilakukan secara berencana dan bertahap dengaan mengikuti langkah-langkah baku.
7.     Edukatif, berarti mendidik dan memotivasi peserta didik dan guru.

Pendekatan penilaian yangg digunakan ialah penilaian acuan kriteria (PAK) atau penilaian acuan patokan (PAP).PAK atau PAP merupakan penilaian pencapaian kompetensi yangg didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM). KKM merupakan kriteria ketuntasan belajar minimal yangg ditentukan oleh satuan pendidikan dengaan mempertimbangkan karakteristik Kompetensi Dasar yangg  akann dicapai, daya dukung, dan karakteristik peserta didik.
Beberapa hal tentang KKM ialah:
1.     KKM tidak dicantumkan dalam rapor, melainkan pada buku penilaian guru.
2.     KKM maksimal 100%, KKM ideal 75%, Satuan Pendidikan dapattt menetukan KKM di bawah KKM ideal dengaan secara bertahap ditingkatkan.
3.     Peserta didik yangg belum mencapai KKM, diberi kesempatan mengikuti program Remedial sepanjang semester yangg bersangkutan.
4.     Peserta didik yangg sudah mencapai atau melampaui KKM, diberi program Pengayaan.

C.     Ruang Lingkup, Teknik, Dan Instrumen Penilaian
1.     Ruang Lingkup Penilaian
Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yangg dilakukan secara berimbang sehingga dapattt digunakan untukk menentukan posisi relative setiap peserta didik terhadap standar yangg telah ditetapkan.Cakupan penilaian merujuk pada ruanng lingkup materi, kompetensi mata pelajaran atau kompetensi muatan atau kompetensi program, dan proses.
2.     Teknik dan Istrumen Penilaian
Teknik dan instrument yangg digunakan untukk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut.
a.     Penilaian kompetensi sikap
Pendidik  melakukan  penilaian  kompetensi  sikap  melalui  observasi, penilaian  diri (self assessment),  penilaian  “teman  sejawat” (peer  evaluation)  oleh peserta  didik  dan  jurnal.  Instrumen  yangg  digunakan  untukk observasi,  penilaian  diri,  dan  penilaian  antarpeserta  didik  ialah daftar  cek  atau  skala  penilaian  (rating  scale)  yangg  disertai  rubrik, sedangkan pada jurnal berupa catatan pendidik.
1)    Observasi
Observasi merupakan teknik penilaian  yangg dilakukan secara berkesinambungan dengaan menggunakan indera, baik secara langsung maupun tidak langsung dengaan menggunakan pedoman observasi yangg berisi sejumlah indicator perilaku yangg diamati.
Kriteria instrument observasi:
a)    Mengukur aspek sikap (bukan pengetahuan atau keterampilan) yangg dituntut pada Kompetensi Inti dan Kompetensi Dasar.
b)    Sesuai dengaan kompetensi yangg akan diukur.
c)     Memuat indikator sikap yangg dapattt diobservasi.
d)    Mudah atau feasible untukk digunakan.
e)     Dapattt merekam sikap peserta didik.
2)    Penilaian Diri
Penilaian Diri merupakan teknik penilaian dengaan cara meminta peserta didik untukk mengemukakan kelebihan dan kekurangan dirinya dalam konteks pencapaian kompetensi. Instrument yangg digunakan berupa lembar penilaian diri. Penggunaan teknik ini dapattt memberi dampak positif terhadap perkembangan kepribadian seseorang. Keuntungan penggunaan teknik penilaian diri dalam penilaian di kelas sebagai berikut:
a)    Dapattt menumbuhkan rasa percaya diri peserta didik, karena mereka diberi kepercayaan untukk menilai dirinya sendiri;
b)    Peserta didik menyadariii kekuatan dan kelemahan dirinya, harus melakukan introspeksi terhadap kekuatan dan kelemahan yangg dimilikinya;
c)     Dapattt mendorong, membiasakan, dan melatih peserta didik untukk berbuat jujur, karena mereka dituntut untukk jujur dan obyektif dalam melakukan penilaian.
Kriteria instrument penilaian diri:
a)    Kriteria penilaian dirumuskan secara sederhana, namun jelas dan tidak bermakna ganda
b)    Bahasa lugas dan dapattt dipahami peserta didik
c)     Menggunakan format sederhana yangg mudah dipahami peserta didik
d)    Menunjukkan kemampuan peserta didik dalam situasi yangg nyata atau sebenarnya
e)     Mengungkapkan kekuatan dan kelemahan capaian kompetensi peserta didik
f)      Bermakna, mengarahkan peserta didik untukk memahami kemampuannya
g)     Mengukur target kemampuan yangg akan diukur (valid)
h)    Memuat indikator kunci atau indikator esensial yangg menunjukkan kemampuan yangg akan diukur
i)      Memetakan kemampuan peserta didik dariiiterendah sampai tertinggi
3)    Penilaian Antar Peserta Didik
Penilaian Antar Peserta Didik merupakan teknik penilaian dengaan cara meminta peserta didik untukk untukk saling menilai terkait dengaan pencapaian kompetensi. Penilaian ini merupakan bentuk pennilaian untukk melatih peserta didik penilai menjadi pembelajar yangg baik.  Instrumen yangg digunakan berupa lembar penilaian antar peserta didik.
Kriteria instrument penilaian atar teman:
a)    Sesuai dengaan kompetensi dan indikator yangg akan diukur
b)    Indikator dapattt dilakukan melalui pengamatan peserta didik
c)     Kriteria penilaian dirumuskan secara sederhana, namun jelas dan tidak berpotensi munculnya penafsiran makna ganda atau berbeda
d)    Menggunakan bahasa lugas yangg dapattt dipahami peserta didik
e)     Menggunakan format sederhana dan mudah digunakan oleh peserta didik
f)      Indikator menunjukkan sikap peserta didik dalam situasi yangg nyata atau sebenarnya dan dapattt diukur
g)     Instrumen dapattt mengukur target kemampuan yangg akan diukur (valid)
h)    Memuat indikator kunci atau esensial yangg menunjukkan penguasaan satu kompetensi peserta didik
i)      Mampu memetakan sikap peserta didik dariii kemampuan pada level terendah sampai kemampuan tertinggi.
4)    Jurnal
Jurnal merupakan catatan pendidikan di dalam dan di luar kelas yangg berisi informasi hasil pengamatan tentang kekuatan dan kelemahan peserta didik yangg berkaitan dengaan sikap dan perilaku. Jurnal dapattt memuat penilaian peserta didik terhadap aspek tertentu secara kronologis.
Kriteria jurnal:
a)    Mengukur capaian kompetensi sikap yangg penting.
b)    Sesuai dengaan kompetensi dasar dan indikator.
c)     Menggunakan format yangg sederhana dan mudah diisi atau digunakan.
d)    Dapattt dibuat rekapitulasi tampilan sikap peserta didik secara kronologis.
e)     Memungkinkan untukk dilakukannya pencatatan yangg sistematia, jelas dan komunikatif.
f)      Format pencatatan memudahkan dalam pemaknaan terhadap tampilan sikap peserta didik.
g)     Manuntun guru untukk mengidentifikasi kelemahan dan kekuatan peserta didik.

b.     Penilaian Kompetensi Pengetahuan
Pendidik  menilai  kompetensi  pengetahuan  melalui  tes  tulis,  tes lisan, dan penugasan.
1)    Tes Tertulis
Instrumen  tes  tertulis  berupa  soal  pilihan  ganda,  isian,  jawaban singkat,  benar-salah,  menjodohkan,  dan  uraian.  Instrumen uraian dilengkapi pedoman penskoran.
Tes tertulis berbentuk uraian atau esai menuntut peserta didik mampu mengingat, memahami, mengorganisasikan, menerapkan, menganalisis, mensintesis, mengevaluasi dan sebagainya atas materi yangg sudah dipelajari. Tes tulis berbentuk uraian sebisa mungkin bersifat komprehentif, sehingga mampu menggambarkan ranah sikap, keterampilan dan pengetahuan peserta didik.
Pada penilaian berbentuk esai, peserta didik berkesempatan memberikan jawabannya sendiri yangg erbeda dengaan teman-temannya, namun tetap terbuka memperoleh nilai yangg sama. Tes tertulis berbentuk esai biasanya menuntut dua jenis pola jawaban, yaitu jawaban terbuka (extended-response) atau jawaba terbatas (restricted-response). Tes semacam ini memberi kesempatan kepada guru untukk dapattt mengukur hasil belajar peserta didik pada tingkatan yangg lebih tinggi atau kompleks.
2)    Tes Lisan
Tes lisan ialah tes yangg menuntut peserta didik memberikan kawaban secara lisan. Pelaksanaan tes lisan dilakukan dengaan mengadakan tanya jawab secara langsung antara pendidik dan peserta didik. Kriteria tes lisan ialah sebagai berikut:
a)    Tes lisan dapattt digunakan jika sesuai pada kompetensi pada taraf pengetahuan yangg hendak dinilai.
b)    Pertanyaan tidak boleh keluar dariii bahan ajar yangg ada.
c)     Pertanyaan diharapkan dapattt mendorong peserta didik dalam mengkonstruksi jawabannya sendiri.
d)    Disusun dariii pertanyaan yangg sederhana ke pertanyaan yangg kompleks.
3)    Penugasan
Instrumen  penugasan  berupa  pekerjaan  rumah  dan/atau projek  yangg  dikerjakan  oleh peserta didik, baik secara  individu  atau  kelompok,  sesuai dengaan karakteristik tugas.Kriteria penugasan adaah sebagai berikut:
a)    Tugas mengarah pada pencapaian indikator hasil belajar.
b)    Tugas dapattt dikerjakan oleh peserta didik.
c)     Tugas dapattt dikerjakan selama proses pembelajaran atau merupakan bagian dariii pembelajaran mandiri.
d)    Pemberian tugas disesuaikan dengaan taraf perkembangan peserta didik.
e)     Materi penugasan harus sesuai dengaan cakupan kurikulum.
f)      Penugasan ditujukan untukk memberikan kesempatan kepada peserta didik untukk menunjukkan kompetensi individualnya meskipun tugas diberikan secara kelompok.
g)     Untukk tugas kelompok, perlu dijelaskan rincian tugas setiap anggota.
h)    Tugas harus bersifat adil (tidak bias gender atau latar belakang sosial ekonomi).
i)      Tampilan kualitas hasil tugas yangg diharapkan disampaikan secara jelas.
j)      Penugasan harus mencantumkan rentang waktu pengerjaan tugas.

c.     Penilaian Kompetensi Keterampilan
Pendidik menilai kompetensi keterampilan melalui penilaian kinerja, yaitu  penilaian  yangg  menuntut  peserta  didik  mendemonstrasikan suatu  kompetensi  tertentu  dengaan  menggunakan  tes  praktik, projek,  dan  penilaian  portofolio.  Instrumen  yangg  digunakan  berupa daftar cek atau skala penilaian (rating scale) yangg dilengkapi rubrik.
1)    Tes  Praktik 
Tes praktik ialah  penilaian  yangg  menuntut  respon  berupa keterampilan  melakukan  suatu  aktivitas  atau  perilaku  sesuai dengaan tuntutan kompetensi. Tes praktik dilakukan dengaan mengamati kegiatan peserta didik dalam melakukan sesuatu. Penilaian digunakan untukk menilai ketercapaian kompetensi yangg menuntut peserta didik melakukan tugas tertentu seperti praktik di laboratorium. Kriteria tes praktik ialah sebagai berikut:
a)    Tes mengarahkan peserta didik untukk menunjukkan capaian hasil belajar.
b)    Tugas dapattt dikerjakan oleh peserta didik.
c)     Mencantumkan waktu/kurun waktu pengerjaan tugas.
d)    Sesuai dengaan taraf perkembangan peserta didik.
e)     Sesuai dengaan konten/cakupan kurikulum.
f)      Tugas bersifat adil.
Task untukk tes praktik diperlukan penyuunan rubrik penilaian, rubrik tersebut harus memenuhi syarat sebagai berikut:
a)    Rubrik dapattt mengukur target kemampuan yangg akan diukur (valid).
b)    Rubrik sesuai dengaan tujuan pembelajaran.
c)     Indikator menunjukkan kemampuan yangg dapattt diamati (observasi).
d)    Indikator menunjukkan kemampuan yangg dapattt diukur.
e)     Rubrik dapattt memetakan kemampuan peserta didik.
f)      Rubrik menilai aspek-aspek penting pada proyek peserta didik.
2)    Penilaian Proyek
Proyek ialah  tugas-tugas  belajar  (learning  tasks)  yangg  meliputikegiatan  perancangan,  pelaksanaan,  dan  pelaporan  secara tertulis maupun lisan dalam waktu tertentu.
Selama mengerjakan sebuah proyek pembelajaran, peserta didik memperoleh kesempatan untukk mengaplikasikan sikap, keterampilan, dan pengetahuannya. Karena itu, pada setiap penilaian proyek, setidaknya ada tiga hal yangg memerlukan perhatian dariii guru.
a)    Keterampilan pesrta didik dalam meilih topik, mencari dan mengumpulkan data mengolah dan menganalisis, memberi makna atas informasi yangg diperoleh, serta menulis laporan.
b)    Kesesuaian atau relevansi materi pembelajaran dengaan pengembangan sikap, keterampilan, dan pengetahuan yangg dibutuhkan oleh peserta didik.
c)     Orijinalitas atas keaslian sebuah proyek pembelajaran yangg dikerjakan atau dihasilkan oleh peserta didik.
Penilaian proyek berfokus pada perencanaan, pengerjaan, dan produk proyek. Dlam kaitan ini serial kegiatan yangg harus dilakukan oleh guru meliputi penyusunan rancangan dan instrumen penilaian, pengumpulan data, analisis data, dan menyiapkan laporan.penilaian proyek dapattt menggunakan instrumen daftar cek, skala penilaian, atau narasi. Laporan penilaian dapattt dituangkan dalam bentuk poster atau tertulis.
Produk akhir dariii sebuah proyek sangat mungkin memerlukan penilaian khusus. Penilaian produk dariii sebuah proyek dimaksudkan untukk menilai kualitas dan bentuk hasil akhir secara holistik dan analitik. 
3)    Penilaian  Portofolio 
Penilaian  Portofolio  ialah  penilaian  yangg  dilakukan  dengaan cara  menilai  kumpulan  seluruh  karya  peserta  didik  dalam bidang  tertentu  yangg  bersifat  reflektif-integratif  untukk megetahui  minat,  perkembangan,  prestasi,  dan/atau kreativitas  peserta  didik  dalam  kurun  waktu  tertentu.  Karya tersebut  dapattt  berbentuk  tindakan  nyata  yangg  mencerminkan kepedulian peserta didik terhadap lingkungannya.
Penilaian portofolio dilakukan dengaan menggunakan langkah-langkah seperti berikut ini.
a)    Guru menjelaskan secara ringkas esensi penilaian portofolio.
b)    Guru atu guru bersama peserta didik menentukkan jenis portofolio yangg akan dibuat.
c)     Peserta didik, baik sendiri maupun kelompok, mandiri atau dibawah bimbingan guru menyusun portofolio pembelajaran.
d)    Guru menghimpun dan menyimpan portofolio peserta didik pada tempat yangg sesuai, disertai catatan tanggal pengumpulannya.
e)     Guru menilai portofolio peserta didik dengaan kriteria tertentu.
f)      Jika memungkinkan, guru beserta peserta didik membahas bersama dokumen portofolio yangg dihasilkan.
g)     Guru memberi umpan balik kepada peserta didikatas hasil penilaian portofolio.



BAB III
PENUTUP

A.    Kesimpulan
1.     Penilaian  autentik  merupakan  penilaian  yangg  dilakukan  secara komprehensif  untukk menilai  mulai  dariii  masukan  (input),  proses,dan keluaran (output) pembelajaran. Secara konseptual penilaian autentik lebih bermakana secara signifikan dibandingkan dengaan tes pilihan ganda berstandar sekali pun.
2.     Penilaian hasil belajar peserta didik pada jenjang pendidikan dasar dan menengah didasarkan pada prinsip-prinsip sebagai berikut: (a) Objektif; (b) Terpadu; (c) Ekonomis; (d) Transparan; (e) Akuntable; (f) Sistematis; dan (g) Edukatif.
3.     Pendekatan penilaian yangg digunakan ialah penilaian acuan kriteria (PAK) atau penilaian acuan patokan (PAP).PAK atau PAP merupakan penilaian pencapaian kompetensi yangg didasarkan pada kriteria ketuntasan minimal (KKM).
4.     Penilaian hasil belajar peserta didik mencakup kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan yangg dilakukan secara berimbang sehingga dapattt digunakan untukk menentukan posisi relative setiap peserta didik terhadap standar yangg telah ditetapkan.
5.     Teknik dan instrument yangg digunakan untukk penilaian kompetensi sikap, pengetahuan, dan keterampilan sebagai berikut.
a.     Penilaian kompetensi sikap (observasi, penilaian  diri (self assessment),  penilaian  “teman  sejawat” (peer  evaluation) dan  jurnal).  
b.     Penilaian Kompetensi Pengetahuan (melalui  tes  tulis,  tes lisan, dan penugasan).
c.     Penilaian Kompetensi Keterampilan (melalui penilaian kinerja, tes  praktik, projek,  dan  penilaian  portofolio).



B.     Kritik dan Saran
Makalah ini masih jauh dariii kata sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dariii pembaca yangg bersifat membangun. Kritik dan saran dariii pembaca akan kami jadikan sebagai bahan pertimbangan agar makalah berikutnya bisa lebih baik.



DAFTAR PUSTAKA

Daryanto. 2014. Pendekatan Pembelajaran Saintifik Kurikulum 2013. Yogyakarta: Gava Media.
Kurinasih, Imas & Berlin Sani. 2014. Implementasi Kurikulum 2013 Konsep & Penerapan. Surabaya: Kata Pena.
Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 66 Tahun 2013 tentang Standar Penilaian Pendidikan.


Visitor