Makalah Pengertian Macam & Contoh ( Nasakh dan Mansukh )



Makalah Pengertian Nasikh dan Mansukh? Pengertian al qur an? Macam nasakh? Macam mansukh?  contoh Nasakh dalam ayat al-qur'an ? contoh Mansukh dalam ayat al-qur'an?


A.       Pengertian Nasikh dan Mansukh

Kalimat An-Nasikh berasal dariii kata kerja “nasakh” ( نَسَخَ ) artinya, menghapus, dalaam ilmu Nahwu kedudukannya ialah sebagai isim fa’il (pelaku), artinya yanggg menghapus, yanggg menhilangkan, yanggg mencatat atau berobah.[1]
Nasakh menurut istilah ialah membatalkan sesuatu hokum dengaan dalil yanggg akan dating kemudian.[2]
Al-Mansukh ( اَلْمَنْسُوْخُ ) dalaam ilmu Nahwu kedudukannya ialah sebagai isim maf’ul (penderita atau tujuan), artinya ialah, yanggg dihapus, yanggg dihilangkan, yanggg dicatat atau di rubah.
Maksudnya ialah bila ada satu ketentuan, peraturan, atau peraturan yanggg menghapus ketentuan yanggg terdahulu, maka yanggg terdahulu itu disebut “ mansukh ( المنسوخ ) artinya yanggg dihapus. Sedang yanggg datang kemudian, disebut “Al-Nasikh” ( الناسخ) artinya yanggg mengahapus.                                                 

B.       Macam –macam Nasakh

Al-kitab dinasakh oleh Al-kitab
Firman Allah yanggg berbunyi :
"jika ada dua puluh orang yanggg sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapatt mengalahkan dua ratus orang musuh. dan jika ada seratus orang yanggg sabar diantaramu, niscaya mereka akan dapatt mengalahkan seribu dariii pada orang kafir," (QS. Al-Anfal : 65)
ayat tersebut dinasakh oleh ayat yanggg berbunyi :

 Sekarang Allah telah meringankan kepadamu dan Dia telah mengetahui bahwa padamu ada kelemahan. Maka jika ada diantaramu seratus orang yanggg sabar, niscaya mereka akan dapatt mengalahkan dua ratus orang kafir; dan jika diantaramu ada seribu orang (yanggg sabar), niscaya mereka akan dapatt mengalahkan dua ribu orang.(QS. Al-Anfal : 66)
Al-kitab dinasakh dengaan As-sunnah
Firman Allah yanggg berbunyi :
Diwajibkan atas kamu, apabila seorang di antara kamu kedatangan (tanda-tanda) maut, jika ia meninggalkan harta yanggg banyak, Berwasiat untukkk ibu-bapak dan karib kerabatnya secara ma'ruf ( QS. Al-baqarah : 180)
Ayat tersebut di atas, di nasakh oleh hadis nabi yanggg berbunyi :

اَلاَ لاَوَصِيَّةَ لِوَارِثٍ.( الترمذى و بن ماجه)
ketahuilah tidak ada wasiat untukkk ahli waris.” (HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah)

As-sunnah dinasakh oleh as-sunnah
Sebagai contoh ialah sabda Nabi yanggg berbunyi :

كُنْتُ نَهَيْتُّكُمْ عَنْ زِيَارَةِ الْقُبُوْرِ فَزُوْرُوْهَا.(رواه مسلم)
“dahulu aku melarang kamu menziarahi kubur, maka sekarang berziarahlah”. (HR. Muslim)

As-sunnah dinasakh oleh Al-kitab
Sebagai contoh, ialah perbuatan Nabi (sunah fi’liah) yanggg disebutkan dalaam satu riwayat bahwa :

آنْ الْنَّبِيَّ صَلَّى اللّهُ عَلَيْهِ وَ سَلَّمَ آقَامَ يَسْتَقْبِلُ بَيْتَ الْمُقَدَّسِ فِى الصَّلاَةِ سِتَّةَ
عَشَرَ شَهْرًا…(رواه مسلم)
sesungguhnya Nabi SAW, berdiri menghadap Baitul Maqdis dalaam shalat 16 bulan.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sunnah Nabi tersebut di nasakh oleh ayat Al-Qur’an yanggg berbunyi :  
“Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram…”(QS. Al-Baqarah: 144)[3]

DAFTAR PUSTAKA


*       Djalil, Basiq. 2010.  Ilmu Ushul Fiqih(satu dan dua). Jakarta: Kencana
*       Karim, Syafi’i. 1997. Fiqih/Ushul Fiqih. Bandung : pustia Studio
*       Ash Shiddieqy, Teungku. 2001. Pengantar Hokum Islam. Semarang : PT. Pustaka Rizki Putra
*       Effendi, Satria dkk. 2008 .Ushul Fiqh. Jakarta : Kencana



[1] Drs. H. A. Basiq Djalil, S.H., M.A., Ilmuu Ushul Fiqih(satu dan dua), Jakarta: Kencana ,2010, hal.123
[2] Drs. H. A. Syafi’I Karim, Fiqih/Ushul Fiqiih, Bandung : pustia Studio, juli 1997, hal.203
[3] Drs. H. A. Basiq Djalil, S.H., M.A., Ilmuu Ushul Fiqih(satu dan dua), Jakarta: Kencana ,2010, hal.124-131

Visitor