MAKALAH PENELITIAN BERBASIS KURIKULUM




Makalah pengertian penelitan berbasis kurikulum? Pengertian penelitian? Rpp kurikulum 2013? Kurikulum 2013 smp? Isi kurikulum 2013? Kurikulum 2013 sma? Contoh rpp kurikulum 2013?  Contoh rpp? Rpp kurikulum 2013 sd? Implementasi kurikulum 2013? Kurikulum 13? Prinsip pengembangan kurikulum? Rpp sd?


BAB I

PENDAHULUAN

A.     Latar Belakang

Penelitian merupakan suatu kegiatan yangg ditunjukan untukk mengetahui seluk beluk sesuatu. Kegiatan ini biasanya muncul dan dilakukan karena ada suatu masalah yangg memerlukan jawaban atau ingin membuktikan sesuatu yangg telah lama dialaminnya selama hidup, atau engetahui berbagai latar belakang terjadinya sesuatu. Banyak alasan munculnya penelitian. Misalnya, mengapa garam rasanya asin? Untukk mengetahui latar belakang rasa asin garam harus dilakukan penelitian. Minimal, dicari sumber utama dihasilkannya digaram, yakni dariii laut, lalu muncul pertanyaan mengapa air laut rasanya asin? Lalu, dijawab karena mengandung garam. Mengapa garam adanya di laut tidak di sungai atau digunung atau di padang pasir? Nah, dariii berbagai pertanyaan yangg menunjukan rasa penasaran itulah, seseorang akan terus melakukan penelitian.
Pertanyaan-pertanyaan itu membutuhkan jawaban tentu jawaban yangg benar yangg harus melalui penelitian, sehingga ditemukan hubungan yangg signifikan antara laut, garam dan asin. Oleh karena itu, kedudukan penelitian penting bagi kehidupan manusia.
Penelitian berbasis kurikulum merupakan salah satu macam dariii penelitian dalaam bidang pendidikan. Kurikulum menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (19) ialah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yangg digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untukk mencapai tujuan pendidikan tertentu.
Oleh karena itu, makalah ini akan menjabarkan pengertian penelitian, pengertian kurikulum, pengertian penelitian berbasis kurikulum dan bagaimana merumuskan masalah kurikulum dalaam penelitian.

B.     Rumusan Masalah

1.     Apa pengertian dariii penelitian?
2.     Apa pengertian dariii kurikulum?
3.     Bagaimana merumuskan masalah kurikulum dalaam penelitian?

C.     Tujuan

1.     Mengetahui pengertian penelitian .
2.     Mengetahui pengertian kurikulum.
3.     Mengetahui dan dapatt merumuskan masalah penelitian dalaam kurikulum.



BAB II

PEMBAHASAN

A.   Pengertian Penelitian Berbasis Kurikulum

Penelitian berbasis kurikulum merupakan salah satu macam dariii penelitian dalaam bidang pendidikan. Kurikulum menurut Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Pasal 1 Ayat (19) ialah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi dan bahan pelajaran serta cara yangg digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untukk mencapai tujuan pendidikan tertentu.

1.       Pengertian Penelitian

Penelitian berasal dariii bahasa Inggris “research”. Re berarti kembali dan search berarti mencari. Dengaan demikian, research berarti mencari kembali. Penelitian ialah semua kegiatan pencarian, penyelidikan dan percobaan secara ilmiah dan suatu bidang  tertentu untukk mendapattkan fakta-fakta atau prinsip-prinsip baru yangg bertujuan untukk mendapattkan pengertian baru dan menaikan tingkat ilmu dan teknologi.
                Tentang istilah penelitian , banyak para sarjana yangg mengemukakan pendapattnya, antara lain :
a.       David H. Penny
Penelitian ialah pemikiran yangg sistematis mengenai berbagai jenis masalah yangg pemecahannya memerlukan pengumpulan data penafsiran fakta-fakta.
b.       J. Suprapto, M.A.
Penelitian ialah penyelidikan dariii suatu bidang ilmu pengetahuan yangg dijalankan untukk memperoleh fakta-fakta atau prinsip dengaan sabar, hati-hati serta sistematis.
c.        Sutrisno Hadi, M.A.
Sesuai dengaan tujuannya, penelitian penelitian dapatt didevinisikan sebagai usaha untukk menemukan, mengembangkan, dan menguji kebenaran suatu pengetahuan.
d.       Mohamat Ali
Penelitian ialah suatu cara untukk memahami sesuatu melalui penyelidikan atau melalui usaha mencari bukti-bukti yangg muncul sehubung dengaan masalah itu, yangg dilakukan secara hati-hati sekali sehingga diperoleh pemecahannya
e.        The New Horizon Ladder Dictionary yangg dikutip oleh oleh Drs. Supri Imam Asy’ari
Pengertian reserch ialah a careful study to discover correct information, yangg artinya suatu studi yangg dilakukan secara hati-hati untukk memperoleh informasi yangg benar.
Ciri-ciri kegiatan penelitian :
a.       Kegiatan penelitian dirancang dan di arahkan untukk memecahkan suatu masalah tertentu, yangg dapatt berupa jawaban masalah atau dapatt menentukan hubungan antara variabel-variabel penelitian.
b.       Kegiatan penelitian mengarah kepada pengembangan generalisasi,prinsip-prinsip dan teori
c.        Kegiatan penelitian berpangkal pada masalah / objek yangg dapatt di observasi
d.       Kegiatan penelitian memerlukan observasi dan deskripsi yangg mapan
e.        Kegiatan penelitian berkepentingan dengaan penemuan baru
f.         Prosedur kegiatan penelitian dirancang serta diteliti secara rasional
g.        Kegiatan penelitian menuntut keahlian
h.       Kegiatan penelitian harus dilakukan secara cermat, lebih teliti dan sabar serta memerlukan kebenaran sebab hasil penelitian kadangkala berlawanan dengaan norma tata aturan yangg berlaku dalaam suatu masyarakat dalaam periode tertentu.
Adapun langkah – langkah penelitian ini pada umumnya sebagai berikut :
1.       Identifikasi, pemilihan, dan perumusan masalah
2.       Penelaah keputusan
3.       Penyusun hipotesis
4.       Identifikasi, klasifikasi, dan pemberian definisi operasional variabel-variabel
5.       Pemilihan atau pengembangan alat pengambil data
6.       Penyusunan rancangan penelitian
7.       Penentuan sampel
8.       Pengumpulan data
9.       Pengolahan dan analisis data
10.    Interpretasi hasil analisis
11.    Penyusunan laporan
Kesebelas langkah tersebut berturut-turut akan disajikan serta ringkas, dengaan menunjukan hal-hal pokok serta praktis.

2.       Pengertian Kurikulum

Secara etimologi, terma kurikulum berasal dariii bahasa Yunani, yakni curir yangg berarti pelari, dan curere yangg artinya “tempat berpacu”. Dengaan demikian istilah kurikulum berasal dariii dunia olahraga pada zaman Romawi Kuno di Yunani yangg mengandung pengertian jarak yangg harus ditempuh oleh pelari dariii garis start sampai garis finish. Istilah kurikulum awalnya mempunyai pengertian a running corse, atau dalaam bahasa Perancis yakni, ”courier” yangg bermakna “berlari”. Istilah itu kemudian digunakan untukk sejumlah mata pelajaran “course” yangg harus ditempuh untukk mencapai suatu gelar penghargaan dalaam dunia pendidikan yangg oleh masyarakat sering dikenal dengaan ijazah.(Abdurrahmansyah, 2008: 35)
Menurut Al-Syaibany yangg dikutip dariii buku Abdullah Idi, kurikulum dalaam bahasa Arab diterjemahkan dengaan kata “Manhaj” yangg bermakna jalan yangg terang, atau jalan terang yangg dilalui manusia di berbagai bidang kehidupannya.(Abdullah Idi, 2007: 184). Menurut Al-Syaibany, pengertian Manhaj (kurikulum) tersebut merupakan pengertian yangg sempit dan terbatas, yangg di dunia Islam  terus berjalan sampai pada pertengahan abad ke-19.

     Secara terminologis yaitu, sebagai sejumlah pengetahuan atau mata pelajaran yangg harus ditempuh atau diselesaikan siswa untukk mencapai suatu tujuan pendidikan atau kompetensi yangg ditetapkan. Sebagai tanda atau bukti bahwa siswa telah mencapai standar kompetensi tersebut ialah dengaan sebuah ijazah atau sertifikat yangg diberikan kepada  peserta didik. (Suparlan, 2011: 37)
Menurut O.M.T Syaibani, kurikulum merupakan suatu jalan terang yangg dilalui pendidik terhadap anak didik untukk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap mereka.(Abdullah Idi, 2009: 184).
Adapun pengertian kurikulum menurut UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, bahwa kurikulum  itu ialah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yangg digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untukk mencapai tujuan pendidikan tertentu.


3.       Pengertian Penelitian Berbasis Kurikulum


Berdasarkan pengertian dariii penelitian dan kurikulum, maka menurut hemat penulis pengertian penelitian berbasis kurikulum ialah suatu penelitian dilakukan oleh seseorang guna mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap  untukk mencapai suatu tujuan pendidikan atau kompetensi yangg ditetapkan untukk mendapattkan sertifikat atau ijazah. Penelitian berbasis kurikulum merupakan salah satu penelitian yangg terdapatt dalaam bidang pendidikan.

B.    Merumuskan Masalah Kurikulum Dalaam Penelitian

1.       Merumuskan Masalah

Masalah ialah sesuatu yangg menjadi bagian dariii seluruh kehidupan manusia. Setiap hari manusia menghadapi masalah, baik maslah ekonomi, pendidikan, sosial, politik, agama, dan sebagainya. Tentu saja, setiap hari manusia dituntut mencari solusi bagi nasalah yangg dihadapinya. Akan tetapi, apakah masalah tersebut semuanya berkaitan dengaan penelitian ? Pada dasarnya, semua masalah dapatt diajukan sebagai usaha penelitian. Hanya saja, dalaam dunia akademik berkaitan dengaan disiplin ilmu dan kajian yangg beragam, tentu masalah demi masalah memerlukan seleksi yangg tepat.
Memilih masalah bukanlah pekerjaan yangg mudah, terutama bagi orang-orang yangg belum berpengalaman meneliti. Untukk ini, diperlukan kepekaan dariii calon peneliti. Apabila sudah berpengalaman meneliti, masalah akan timbul dalaam bentuk keinginan untukk segera dilaksanakan. Lalu, bagaimana dengaan mahasiswa yangg belum berpengalaman dalaam memilih masalah. Minimal, ada tiga langkah yangg harus dilakukan yaitu :
1.       Banyak bertanya kepada pembimbing akademik mengenai atau konsultasi masalah-masalah yangg sesuai dengaan jurusannya;
2.       Banyak membaca skripsi atau jenis penelitian lainnya sehingga ditemukan makna sesungguhnya dariii masalah penelitian; dan
3.       Jangan takut mencoba mengajukan usulan penelitian untukk diseminarkan.
Untukk menguraikan masalah penelitian, hal pertama yangg harus dilakukan ialah studi pendahuluan. Walaupun sudah diperoleh suatu masalah untukk diteliti, sebelum mengadakan penelitian yangg sesungguhanya, peneliti harus mengadakan suatu studi pendahuluan, yangg menjajagi kemungkinan diteruskannya pekerjaan meneliti atau disebut dengaan studi eksplorasi. Studi pendahuluan juga dimaksudkan untukk mencari informasi yangg diperlukan oleh peneliti agar masalahnya menjadi lebih jelas.
Apabila telah diperoleh informasi yangg cukup dariii studi pendahuluan atau studi eksploratoris, maslah yangg akan di teliti manjadi jelas. Setelah itu peneliti merumuskan masalahnya.
Jika perumusan masalah telah dilakukan, peneliti harus menetapkan anggapan dasar yangg dapatt berupa hipotesis, sebagai pemandu atau pembimbing penelitiannya. Anggapan dasar merupakan dasar pikiran yangg memungkinkan peneliti mengadakan penelitian tentang permasalahannya. Hipotesis merupakan kebenaran sementara yangg ditentukan oleh peneliti , tetapi masih harus dibuktikan, dites, atau diuji kebenarannya. Hipotesis merupakan pijakan berjalannya sebuah penelitian  atau arah penelitian yangg dilakukan.
Setelah itu, peneliti harus memilih pendekatan yangg akan digunakan dalaam penelitiannya. “ Pendekatan” disalah metode atau cara mengadakan penelitian, misalnya eksperimen atau non-eksperimen. Disamping itu, metode untukk menunjukkan jenis atau tipe penelitian yangg diambil, dipandang dariii segi tujuan misalnya eksploratif, dekskriptif, atau historis, atau dilihat dariii subjek penelitiaanya, misalnya populasi atau kasus.
 Penentuan pendekatan ini sangat menentukan jenis variabel atau objek penelitian, sekaligus menentukan subjek penelitian atau sumber tampat untukk memperoleh data. Setelah itu, tentukan variabel dan sumber datanya.
Langkah terakhir dariii kegiatan penelitian ialah  menarik kesimpulan. Hal ini dilakukan setelah melakukan analisis data. Konklusi dariii hasil pengolahan data dicocokan dengaan hipotesis yangg telah dirumuskan. Sesuaikan data yangg terkumpul dengaan hipotesis atau dugaan peneliti sebelumnya.
Uraian-uraian diatas menggambarkan kepada peneliti bahwa perumusan masalah dimulai dengaan melakukan langkah-langkah berikut :
1.       Memilih masalah;
2.       Studi pendahuluan;
3.       Merumuskan masalah
4.       Merumuskan anggapan dasar;
5.       Memilih pendekatan dengaan cara menentukan variabel dan sumber data;
6.       Menentukan dan menyusun instrumen;
7.       Mengumpulkan data;
8.       Menganalisis data;
9.       Menarik kesimpulan;
10.    Menyusun laporan.

Cara-cara untukk memperoleh  masalah ialah sebagai berikut :

1.       Memperbanyak interaksi dalaam pergaulan sosial. Dalaam kehidupan sosial, setiap hari akan ditemukan masalah, baik masalah sosial, politik, ekonomi, hukum, agama, kebudayaan, masalah pemikiran dan sebagainya.
2.       Memperbanyak dialog dengaan para ilmuan, agamawan, ulama, dan sebagainya yangg dikaitkan dengaan berbagai masalah keagamaan, sosial, politik, dan sebagainya.
3.       Memperbanyak membaca buku di perpusatakaan atau dimana saja untukk memperoleh informasi yangg berkaitan dengaan kepentingan intelektual dan keilmuan yangg sedang dikajinya.

Menurut Cik Hasan Bisri , kriteria maslah harus dipecahkan peneliti sebagi berikut:
1.       Masalah penelitian berada dalaam cakupan wilayah penelitian salah satu bidang ilmu yangg dikuasainya. Dengaan pendekatan lain, masalah penelitian yangg dipilih sesuai dengaan kompetensi keahlian peneliti yangg bersangkutan.
2.       Masalah penelitian itu menarik dan diminati oleh peneliti yangg bersangkutan. Dengaan perkataan lain, peneliti memeiliki motivasi untukk melakukan penelitian dan sebagian bidang keahliannya.
3.       Sumber data yangg berhubungan dengaan masalah itu telah tersedia dan dapatt diperoleh, baik berupa bahan bacaan di perpustakaan maupun informasi dan pendapatt para nara sumber lapangan.
4.       Peneliti yangg bersangkutan memiliki kemampuan mengorganisasika penelitian tentang masalah yangg diminatinya itu.
5.       Penelitian tersebut diharapkan menghasilkan unsur pengetahuan ilmiah yangg baru dan lebih mendalaam.

Peneliti harus memenuhi persyaratan sebuah judul penelitian yaitu :
1.       Judul harus sesuai dengaan minat.
2.       Judul harus dapatt dilaksanakan.
Ada beberapa kriteria atau ciri dalaam memilih dan merumuskan masalah, yaitu sebagai berikut :
1.       Masalah yangg harus dipilih harus dirumuskan dengaan cara tertentu yangg menyiratkan adanya kemungkinan pengujian empiris suatu masalah yangg tidak memuat implikasi pengujian hubungan atau hubungan-hubungan yangg dinyatakan.
2.       Masalah yangg dipilih harus mempunyai nilai penelitian.
3.       Masalah yangg dipilih harus fisibel, yaitu dapatt dipecahkan.
4.       Masalah yangg dipilih harus sesuai dengaan klasifikasi peneliti.

Masalah penelitian diperoleh antara lain dengaan melakukan/melalui:
1.       Pengamatan terhadap kegiatan manusia;
2.       Bacaan-bacaan;
3.       Analisis bidang pengetahuan;
4.       Penelitian ulangan dan perluasan penelitian;
5.       Cabang studi yangg sedang dikembangkan;
6.       Pengetahuan dan catatan pribadi;
7.       Praktik dan keinginan masyarakat;
8.       Bidang spesialisasi pelajaran yangg sedang diikuti;
9.       Pengamatan terhadap alam sekeliling
10.    Diskusi-diskusi ilmiah.
Setelah masalah di identifikasi dan dipilih, langkah berikutnya ialah membatasi permasalahan yangg akan diteliti dalaam satu kesempatan atau satu kali penelitian. Hal ini dilakukan karena adanya berbagai keterbatasan pada peneliti, baik keterbatasan dalaam kemampuan akademik, dalaam arti penguasaan terhadap teori-teori yangg berkaitan dengaan masalah yangg di teliti maupun keterbatan dalaam hal tenaga, waktu, dan pembiayaan. Pembatan masalah tersebut disusub dalaam bentuk kalimat pernyataan.
Setelah menjelaskan batasan permasalahan yangg akan diteliti, peneliti dapatt merumuskan masalahnya,. Perumusan masalah merupakan titik tolak bagi perumusan hipotesis dan dariii rumusan masalah tersebut, peneliti menentukan topik atau judul penelitian. Pada umumnya rumusan masalah dilakukan dalaam kondisi berikut :
1.       Dalaam bentuk pernyataan;
2.       Jelas dan padat;
3.       Berisi implikasi adanya data untukk memecahkan masalah;
4.       Merupakan dasar dalaam membuat hipotesis;
5.       Dasar bagi judul pene;itian.
Beberapa cara merumuskan masalah sebagai berikut :
1.       Menguraikan masalah utama sesuai dengaan latar belakang penelitian dan judul penelitian.
2.       Menyusun masalah yangg akan diteliti yangg dijadikan fokus atau pokok penelitian sesuai dengaan urutan judul penelitian.
3.       Setiap pokok penelitian erat hubungannya dengaan variabel yangg diteliti, serta kaitan antara variabel yangg satu dengaan variabel yangg yangg lainnya.
4.       Pokok-pokok yangg akan diteliti diungkapkan berbentuk kalimat tanya.
5.       Setiap pokok penelitian merupakan definisi operasional variabel.
6.       Setiap variabel yangg diteliti harus menggambarkan dengaan jelas objek yangg diteliti.
7.       Setiap indikator yangg diteliti harus disesuaikan dengaan jenis instrumen penelitian yangg bisa mengungkap masalah yangg dicari jawabannya.
8.        Jawaban penelitian sesuai dengaan jenis penelitian apakah penelitian kualitatif atau penelitian kuantitatif.


2.       Merumuskan Masalah Kurikulum Dalaam Penelitian

Contoh rumusan masalah kurikulum dalaam penelitian :

 

Judul Proposal Penelitian:
Tingkat Kesiapan Penerapan Kurikulum 2013 dalaam Pembelajaran Biologi di Man Indramayu.
Disusun oleh :
Fajar Sidiq (1410160051) Mahasiswa Jurusan Tadris Ipa Biologi Fakultas Tarbiyah Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Syekh Nurjati Cirebon.
Tahun :
2013
Latar Belakang Masalah :
Sistem pendidikan di indonesia telah menetapkan kurikulum 2013  pada bulan juli 2013 lalu dan sampai dengaan saat ini. Seiring dengaan tuntutan  perkembangan zaman, perubahan  kurikulum di sekolah- sekolah  merupakan sebuah fenomena yangg tidak dapatt dihindariii. Sekolah sebagai pelaksana pendidikan, baik pengawas, kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan nonguru, maupun peserta didik  sangat berkepentingan dan akan terkena imbasnya secara langsung dariii setiap perubahan kurikulum. Menurut  Nasution, perubahan kurikulum mengenai tujuan maupun alat-alat atau cara-cara untukk mencapai tujuan itu. Mengubah kurikulum sering berarti turut mengubah manusia, yaitu guru, pembina pendidikan, dan mereka-mereka yangg mengasuh pendidikan. Itu sebab perubahan kurikulum dianggap sebagai perubahan sosial, suatu social change. Perubahan kurikulum juga disebut devolupment (pembaharuan) atau inovasi kurikulum (Zaenal Arifin 2012) .
Kurikulum dapatt dipandang sebagai buku atau dokumen yangg dijadikan guru sebagai pegangan dalaam proses pembelajaran. Kurikulum dapatt juga dilihat sebagai produk yaitu apa yangg diharapkan dapatt dicapai siswa dan sebagai proses untukk mencapainya. Keduanya saling berinteaksi. Kurikulum dapatt juga diartikan sebagai sesuatu yangg hidup dan berlaku selama jangka waktu tertentu dan perlu di revisi secara berkala agar tetap relevan dengaan perkembangan zaman (Benchmark. 2010).
Kurikulum 2013 ini sedikitnya ada enam perubahan yangg dapatt dilakukan bersamaan dengaan penerapan Kurikulum 2013.
Pertama, terkait dengaan penataan sistem perbukuan. Lazim berlaku selama ini, peran penerbit cukup dominan, baik menyanggkut isi maupun harga, sehingga beban berat dipikul peserta didik dan orang tua. Menyanggkut isi, karena keterbatasan wawasan dan kepekaan para penulis, kegaduhan terhadap isi buku pun sering terjadi. Kejadian terakhir di Kabupaten Bogor pada buku Pelajaran Bahasa Indonesia untukk kelas 6 SD, sehingga isi dapatt dikendalikan dan kualitas lebih baik, sedang harga bisa ditekan lebih wajar (public awareness). Kedua, penataan Lembaga Pendidik Tenaga Kependidikan (LPTK) di dalaam penyiapan dan pengadaan guru.
Ketiga, penataan terhadap pola pelatihan guru. Pengalaman pada pelaksanaan pelatihan instruktur nasional, guru inti, dan guru sasaran untukk implementasi Kurikulum 2013, misalnya, banyak pendekatan pelatihan yangg harus disesuaikan, baik menyanggkut materi pelatihan maupun model dan pola pelatihan. Momentum Kurikulum 2013 ialah hal yangg tepat untukk melakukan penataan terhadap pola pelatihan guru termasuk penjenjangan terhadap karir guru dan kepangkatannya. Kedepan, sedang disiapkan konsep yangg terintegrasi antara jenjang karir dan kepangkatan dengaan penilaian profesi guru. Selama ini, keduanya terpisah.
Keempat, memperkuat budaya sekolah melalui pengintegrasian kurikuler, ko-kurikuler, dan ekstra kurikuler, serta penguatan peran guru bimbingan dan konseling (BK). Kelima, terkait dengaan memperkuat NKRI. Melalui kegiatan ekstra kurikuler kepramukaanlah, peserta didik diharapkan mendapatt porsi tambahan pendidikan karakter, baik menyanggkut nilai-nilai kebangsaan, keagamaan, toleransi dan lainnya.
Keenam, ini juga masih terkait dengaan hal kelima, memperkuat intergrasi pengetahuan-bahasa-budaya. Pada Kurikulum 2013, peran bahasa Indonesia menjadi dominan, yaitu sebagai saluran mengantarkan kandungan materi dariii semua sumber komptensi kepada peserta didik, sehingga bahasa berkedudukan sebagai penghela mata pelajaran-mata pelajaran lain. Kandungan materi mata pelajaran lain dijadikan sebagai konteks dalaam penggunaan jenis teks yangg sesuai dalaam pelajaran Bahasa Indonesia, dengaan cara ini, maka pembelajaran Bahasa Indonesia termasuk kebudayaan, dapatt dibuat menjadi kontekstual, sesuatu yangg hilang pada model pembelajaran Bahasa Indonesia saat ini (Loeloek E P. 2013).
Kurikulum 2013 ini, dalaam rangka mengimplementasikannya, ada dua hal yangg harus dilakukan. Hal pertama ialah diklat bagi guru-guru pada satuan pendidikan di sekolah sasaran beserta para kepala sekolah masing-masing dan distribusi buku-buku pegangan untukk siswa. Hal yangg kedua ialah pemberian pengertian bahwa Kurikulum 2013 bertujuan untukk mengembangkan kemampuan akademik atau kecerdasan, kompetensi dasar, dan nilai sikap perilaku. Dalaam hal ini, proses pembelajaran bisa mengintegrasikan antara kemampuan kecerdasan intelektual atau ranah kognitif, kecerdasan afektif berupa sikap perilaku, dan psikomotoris atau keterampilan (Mulyasa E. 2013).
Kendala yangg dihadapi pada kurikulum 2013, dalaam penerapan hal yangg utamanya ialah perubahan mindset guru di dalaam proses pembelajaran. Guru kini dituntut untukk tidak hanya mereka melakukan ceramah, akan juga guru mendorong siswa untukk aktif dan kreatif. Perubahan kurikulum 2013 juga mempengaruhi pembelajaran biologi dalaam kualitas buku teks. Buku ajar atau buku teks siswa memegang peranan penting di dalaam proses pembelajaran sains. Oleh karena itu kemampuan guru untukk memilih buku ajar sains yangg baik sangat diperlukan. Buku teks atau buku ajar merupakan salah satu sumber yangg paling utama dalaam proses pembelajaran efektif dalaam sebuah pendidikan, oleh karena  buku dijadikan sebagai  alat komunikasi secara tidak langsung antara guru dengaan siswa maka hendaknya seorang guru harus lebih berhati-hati dalaam memilih buku ajar(Prastowo, andi. 2012).
Berkenaan dengaan akan di berlakukannya Kurikulum 2013, maka diperlukan adanya persiapan mengenai apa yangg harus di lakukanya sekolah terhadap perubahan kurikulu dariii Kurikulum Tinkat Satuan Pendidikan (KTSP) ke Kurikulum2013. Sehubungan dengaan hal itu, maka penulis berniat melakukan penelitian dalaam “Tingkat Persiapan Penerapan Kurikulum 2013 Dalaam Pembelajaran Biologi Di MAN Indramayu”

Perumusan Masalah:
Berdasarkan latar belakang masalah yangg telah dipaparkan diatas dapatt kita rumuskan sebagai berikut:

1.       Identifikasi masalah
a)       Wilayah kajian
Wilayah kajian dalaam penelitian ini ialah persiapan penerapan kurikulum 2013 di salah satu sokolah yangg bertempat di indramayu (MAN indramayu)
b)       Pendekatan penelitian
Pendekatan yangg di terapkan dalaam penelitian ini ialah pendekatan kualitatif deskriptif  yangg berguna untukk mendeskritifkan hasil dariii suatu penelitian, penelitian kualitatif ini di lakukan melalui pendekatan teorik dan empirik.
c)       Jenis masalah
Jenis masalah dalaam penelitian ini ialah, bagaimana tingakat kesiapan penerapan kurikulum 2013 pada pembelajaran biologi ini dapatt di maksimalakan dengaan baik oleh setiap sekolah.


2.       Batasan masalah
Dariii berbagai permasalahan yangg diidentifikasi sebagaimana tersebut diatas, maka untukk menghindariii kesalah pahaman dalaam masalah yangg akan dibahas, yaitu
a.          Penelitian di lakukan di salah satu sekolah yaitu MAN Indramayu
b.          Tingkat persiapan penerapan kurikulum 2013 dalaam pembelajaran biologi
c.          Penelitian di fokuskan pada tingkat persiapan penerapan kurikulum 2013 di salah satu sekolah saja.
3.       Pertanyaan Penelitian
Dengaan adanya pembatasan masalah diatas, maka dapatt dirumuskan permasalahan sebagai berikut:
a.       Bagaimana kesesuaian kompetensi pendidik dan tenaga kependi­dik­an (PTK) dengaan kurikulum dan buku teks?
b.       Bagaimana ketersediaan buku sebagai bahan ajar dan sumber belajar yangg mengintegrasikan standar pembentuk kurikulum?
c.        Bagaimana penguatan peran pemerintah da­am pembinaan dan penga­wasan?
d.       Bagaimana penguatan ma­naj­emen dan budaya di sekolah?




BAB III

PENUTUP


A.   Kesimpulan

Pengertian penelitian berbasis kurikulum ialah suatu penelitian dilakukan oleh seseorang guna mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan sikap  untukk mencapai suatu tujuan pendidikan atau kompetensi yangg ditetapkan untukk mendapattkan sertifikat atau ijazah. Penelitian berbasis kurikulum merupakan salah satu penelitian yangg terdapatt dalaam bidang pendidikan
Perumusan masalah dimulai dengaan melakukan langkah-langkah berikut :
1.       Memilih masalah;
2.       Studi pendahuluan;
3.       Merumuskan masalah
4.       Merumuskan anggapan dasar;
5.       Memilih pendekatan dengaan cara menentukan variabel dan sumber data;
6.       Menentukan dan menyusun instrumen;
7.       Mengumpulkan data;
8.       Menganalisis data;
9.       Menarik kesimpulan;
10.    Menyusun laporan.
Beberapa cara merumuskan masalah sebagai berikut :
1.       Menguraikan masalah utama sesuai dengaan latar belakang penelitian dan judul penelitian.
2.       Menyusun masalah yangg akan diteliti yangg dijadikan fokus atau pokok penelitian sesuai dengaan urutan judul penelitian.
3.       Setiap pokok penelitian erat hubungannya dengaan variabel yangg diteliti, serta kaitan antara variabel yangg satu dengaan variabel yangg yangg lainnya.
4.       Pokok-pokok yangg akan diteliti diungkapkan berbentuk kalimat tanya.
5.       Setiap pokok penelitian merupakan definisi operasional variabel.
6.       Setiap variabel yangg diteliti harus menggambarkan dengaan jelas objek yangg diteliti.
7.       Setiap indikator yangg diteliti harus disesuaikan dengaan jenis instrumen penelitian yangg bisa mengungkap masalah yangg dicari jawabannya.
8.        Jawaban penelitian sesuai dengaan jenis penelitian apakah penelitian kualitatif atau penelitian kuantitatif.
B.   Kritik dan Saran                               
Makalah ini masih jauh dariii kata sempurna. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dariii pembaca yangg bersifat membangun. Kritik dan saran dariii pembaca akan kami jadkan sebagai bahan pertimbangan agar makalah berikutnya bisa lebih baik.

DAFTAR PUSTAKA


Abdurrahmansyah. 2008. Teori Pengembangan Kurikulum dan Aplikasi (Telaah Kurikulum PAI di SLTP & SLTA). Palembang: CV. Grafika Telindo.
Ahmad Saebeni, Beni. 2008. Metode Penelitian. Bandung : Pustaka Setia
Fajar Sidiq. 2013. Tingkat Kesiapan Penerapan Kurikulum 2013 Dalaam Pembelajaran Biologi Di Man Indramayu. 28 halaman. Tersedia: https://www.academia.edu/5248086/prposal_penelitian. [24 September 2014]
Hadi, Amirul & Haryono. 1998. Metodologi Penelitian Pendidikan. Bandung: Pustaka Setia.
Idi, Abdullah. 2007. Pengembangan Kurikulum Teori dan Praktik. Yogyakarta: Ar-ruzz Media.
Suparlan. 2011. Tanya Jawab Pengembangan Kurikulum dan Materi Pembelajaran. Jakarta: Bumi Aksara.
Toto Syatori Nasehudin & Nanang Gozali. 2012. Metode Penelitian Kuantitatif. Bandung: Pustaka Setia.

Visitor