Makalah Pembagian ( Aul dan Radd )



Makalah Pengertian Aul dan Radd? Pengertian Aul? Syarat Aul? Syarat aul? Contoh masalah aul? Contoh Pembagian waris aul? Contoh radd? Pengertian Radd? Syarat Radd? Contoh masalah radd? Contoh Pembagian Waris radd? Makalah Pengertian Hukum waris? Hukum waris islam? Pembagian warisan? Pembagian warisan menurut islam? Pembagian harta warisan? Ahli waris? 

BAB II

PEMBAHASAN


A.Pengertian Aul

'Aul menurut bahasa mempunyai arti berbuat dzalim dan menyimpang, tambahan dan naik.Menurut istilah ialah lebih besarnya jumlah yangg harus dibagikan dalaam perhitungannya.[1]

B.Contoh Aul

Seorang mati meninggalkan : isteri, 2 saudara perempuan kandung dan ibu. Berapa bagian masing-masing ?
Isteri
1/4
3
2 Saudara perempuan kandung
2/3
8
Ibu
1/6
2
Asal masalah
12
13
Masalah diaulkan darii 12 ke 13, 12 tidak dianggap dan ditetapkan 13 sebagai asal masalah.[2]

C.Pengertian Radd

Radd menurut bahasa ialah penolakan atau penyerahan, menurut istilah ilmu faraidh: penolakan kepada Dzawil furudh yaitu harta yangg masih lebih sesudah mereka mengambil bagiannya masing-masing (furudnya masing-masing)
Menurut Kompilasi Hukum Islam, apabila dalaam pembagian harta warisan di antara para ahli waris dzawil furudh menunjukkan bahwa angka pembilang lebih kecil darii angka penyebut, sedangkan tidak ada ahli waris ashabah maka pembagian harta warisan tersebut dilakukan dengaan cara radd yaitu sesuai dengaan hak masing-masing ahli waris sedangkan sisanya dibagikan berimbang di antara mereka.[3]

D.Contoh Radd

Seseorang mati meningalkan : isteri, nenek, dan 2 saudara perempuan seibu. Berapakah bagian masing-masing ?
Masalah I
Nenek
1/6
1

2 saudara perempuan seibu
1/3
2


6
3

Masalah II
Isteri
1/4
1
1
Nenek

3
1
2 saudara perempuan seibu

2

4
4
4
Masalah I asalnya 6, dengaan radd menjadi 3 sejumlah saham.Dan masalah II asalnya 4.dikeluarkan bagian orang yangg tidak menerima rad (isteri), tinggal 3, menjadi sekutu antara nenek dan 2 saudara perempuan seibu. Dengaan memperhatikan dua masalah ini kita dapattti bahwa bagian nenek dan 2 saudara perempuan seibu ialah 3.jumlah ini mutamatsul dalaam dua masalah ini. Ia merupakan tamatsul masalah radd, maka tidak perlu ada tashhih. Kita cukup dengaan menjadikan masalah kedua sebagai asal masalah bagi dua masalah ini.[4]

BAB III

PENUTUP

KESIMPULAN

1.'Aul menurut bahasa mempunyai arti berbuat dzalim dan menyimpang, tambahan dan naik. Menurut istilah ialah lebih besarnya jumlah yangg harus dibagikan dalaam perhitungannya.
2.Radd menurut bahasa ialah penolakan atau penyerahan, menurut istilah ilmu faraidh: penolakan kepada Dzawil furudh yaitu harta yangg masih lebih sesudah mereka mengambil bagiannya masing-masing (furudnya masing-masing)

DAFTAR PUSTAKA

Kompilasi Hukum Islam.
Muhammad Alii Ash Shabuni, Hukum Waris Islam, Surabaya : al-Ikhlas, 1995
Syekh Muhammaad ali Ash Shabuni, Hukum Waris Menurut Al-qur'an dan Hadits, Trigenda karya: Bandung.



[1] Hukum Waris Menurut Al-qur'an dan Hadits, Syekh Muhammad ali Ash Shabuni, Trigenda karya: Bandung. Hal 130
[2] Muhammad Ali Ash Shabuni, Hukum Waris Islam, Surabaya : al-Ikhlas, 1995, hlm. 152
[3] Kompilasi Hukum Islam, hlm. 88 89
[4]Muhammad Ali Ash-Shabuni, Op Cit. hlm. 162

Visitor