Makalah Kegiatan Pembelajaran



Makalah Pengertian Kegiatan Pembelajaran? Perencanaan pembelajaran? pembelajaran? Belajar dan pembelajaran? Jenis Kegiatan Pembelajaran? Cara membuat kegiatan pembelajran yang baik?

Bab I
Pendahuluan

1.         Latar Belakang
Potensi-potensi yangg ada pada diri manusia terkadang tidak dapatt berkembang secara optimal, mereka yangg berbakat tidak dapatt mengembangkan bakatnya, mereka yangg berkecerdasan tinggi kurang mendapattkan rangsangan dan fasilitas pendidikan sehingga bakat dan kecerdasan yangg merupakan karunia Allah swt yangg tidak ternilai harganya itu menjadi terbuang sia-sia. Banyak permasalahan seperti itu dijumpai dalam proses pendidikan yangg dialami oleh anak-anak, remaja, dan masyarakat lainnya.
Permasalahan yangg dialami dalam pembelajaran di sekolah sering kali tidak dapatt dihindarii, meski dengaan pengajaran yangg baik sekalipun.Hal ini terlebih lagi disebabkan karena sumber-sumber permasalahan baik itu mengenai konsep – konsep pengajaran dan pembelajaran, metode yangg digunakan atau mungkin kesalahan dalam penyusunan sebuah RPP.Dalam kaitan itu, permasalahan ini tidak boleh dibiarkan begitu saja. Apabila misi sekolah ialah menyediakan pelayanan yangg luas untukk secara efektif membantu dalam kegiatan pengajaran dan pembelajaran dengaan tujuan-tujuan perkembangannya dan mengatasi permasalahannya, maka di sinilah dirasakan perlu adanya suatu pengetahuan dan pemahaman yangg lebih terperinci dalam kegiatan pengajaran dan pembelajarannya baik itu berupa konsep ataupun dalam pengaplikasiannya. Dalam hal ini, seorang pengajar dituntut agar dapatt menguasai semua aspek – aspek yangg sangat berkaitan dengaan suatu pengembangan dalam proses kegiatan pembelajaran, baik itu secara konsep maupun dalam pengaplikasiannya. Dalam makalah ini akan menjelaskan tentang pengembangan kegiatan pembelajaran serta membuat Lesson Plan yangg baik.

2.         Rumusan Masalah
a)          Apa definisi Kegiatan Pembelajaran?
b)         Apa saja Jenis-jenis kegiatan Pembelajararan?
c)          Bagaimana Penetapan Kegiatan Pembelajaran?
d)         Bagaimana cara membuat Lesson Plan yangg baik?

3.         Tujuan Penulisan
a)          Mengetahui definisi kegiatan pembelajaran.
b)         Mengetahui jenis-jenis kegiatan pembelajaran.
c)          Mengetahui bagaimana penetapan kegiatan pembelajaran.
d)         Mengetahui cara membuat lesson plan yangg baik.



Bab II
Pembahasan

A.        Definisi Kegiatan Pembelajaran
Menurut Syaiful (2007) pembelajaran merupakan komunikasi dua arah, mengajar dilakukan oleh pihak guru sedangkan belajar dilakukan oleh peserta didik.  Konsep pembelajaran menurut Corey (1986) ialah suatu proses dimana lingkungan seseorang secara sengaja dikelola untukk memungkinkan ia turut serta dalam tingkah laku tertentu dalam kondisi khusus atau menghasilkan respons terhadap situasi tertentu (dalam Syaiful (2007). Untukk mencapai kondisi tersebut dibutuhkan strategi pembelajaran.
Pemahaman umum kegiatan pembelajaran ialah proses guru dalam mengajar di dalam kelas. Padahal, dalam melaksanakan proses pembelajaran, guru tidak hanya sekedar "mengajar" yakni menyampaikan pengetahuan kepada siswa. Dalam Per-Menpan RB nomor 16/2009 tentang Jafung Guru dan Angka Kreditnya, dijelaskan pada pasal 1, "kegiatan pembelajaran ialah kegiatan Guru dalam menyusun rencana pembelajaran, melaksanakan pembelajaran yangg bermutu, menilai dan mengevaluasi hasil pembelajaran, menyusun dan melaksanakan program perbaikan dan pengayaan terhadap peserta didik.
Darii beberapa pendapatt diatas dapatt disimpulkan bahwa Kegiatan pembelajaran ialah rangkaian kegiatan yangg dirancang untukk memberikan  pengalaman belajar yangg melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengaan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi. Kegiatan pembelajaran dapatt terwujud melalui metode pembelajaran yangg bervariasi dan berpusat pada peserta didik. Kegiatan pembelajaran memuat kecakapan hidup yangg perlu dikuasai peserta didik.

B.         Jenis-jenis Kegiatan Pembelajaran
Secara umum ada tiga tahapan pokok dalam strategi pembelajaran, yakni tahap permulaan (pra instruksional), tahap pembelajaran (instruksional), dan tahap penilaian serta tindak lanjut. Ketiga tahapan ini harus ditempuh pada saat melaksanakan pembelajaran.
1)       Tahap Permulaan ( Pra Prainstruksional)
Tahap pra-instruksional atau disebut dengaan kegiatan Pra Pembelajaran  ialah kegiatan pendahuluan pembelajaran yangg ditujukan agar siswa siap untukk mengikuti proses pembelajaran. Tahap Pra-instruksional ini bersifat umum dan tidak berhubungan langsung dengaan kompetensi atau materi yangg akan dibahas dalam kegiatan inti. Usaha yangg dapatt dilakukan guru pada tahap pra-instruksional yaitu:
a.          Menunjukkan sikap yangg menarik.
Sikap guru di depan kelas dapatt mempengaruhi kondisi belajar siswa. Guru harus memperlihatkan sikap yangg menyenangkan agar siswa tidak merasa takut, tegang, ragu, dan akhirnya tidak siap untukk mengikuti proses pembelajaran. Kondisi yangg menyenangkan ini harus diciptakan darii awal pembelajaran agar siswa dapatt mengikuti pembelajaran dengaan penuh semangat dan percaya diri tanpa ada tekanan yangg dapatt menghambat kreatifitasnya.
b.       Menciptakan suasana kelas yangg menyenangkan.
Alat dan fasilitas belajar di kelas harus ditata dan dipersiapkan dengaan rapi untukk memudahkan aktifitas belajar siswa. Buku-buku, alat tulis, dan alat bantu belajar seperti alat peraga yangg akan digunakan harus telah dipersiapkan terlebih dahulu. Mulailah dengaan memberi salam kepada siswa dan berdoa sebelum memulai pembelajaran agar suasana betul-betul menjadi menyenangkan.
c.        Memeriksa kehadiran siswa.
Guru menanyakan kehadiran siswa-siswi, dan mencatat siapa yangg tidak hadir. Kiranya tidak perlu dicek kehadirannya satu persatu, cukup ditanya yangg tidak hadir saja, dengaan alasannya. Kehadiran siswa-siswi dalam pembelajaran, dapatt dijadikan salah satu tolak ukur kemampuan guru mengajar. Tidak selalu ketidak hadiran siswa-siswi, disebabkan kondisi siswa-siswi yangg bersangkutan (sakit, malas, bolos, dan lain-lain), tetapi bisa juga terjadi karena pembelajaran darii guru yangg tidak menyenangkan, sikapnya tidak disukai oleh siswa maupun siswi, atau karena tindakan guru pada waktu pembelajaran sebelumnya dianggap merugikan mereka (penilaian tidak adil, memberi hukuman yangg menyebabkan frustasi, rendah diri dan lain-lain).
d.       Mengajukan pertanyaan kepada siswa-siswi di kelas atau siswa-siswi tertentu tentang bahan pelajaran yangg sudah diberikan sebelumnya. Hal ini dilakukan untukk mengetahui sampai sejauh mana pemahaman materi yangg telah diberikan. Apakah tahan lama diingat atau tidak. Data dan informasi ini bukan hanya berguna bagi siswa-siswi, tetapi juga bagi guru jika ternyata mereka dapatt menjawabnya, sangat bijaksana bila guru memberi pujian dan penghargaan.
e.       Memberi kesempatan kepada siswa-siswi untukk bertanya mengenai bahan pelajaran yangg belum dikuasainya darii pengajaran yangg telah dilaksanakan sebelumnya.
f.         Mengulang kembali bahan pelajaran yangg lalu (bahan pelajaran sebelumnya) secara
singkat tetapi mencakup semua aspek yangg telah dibahas sebelumnya. Hal ini dilakukan sebagai dasar bagi pelajaran yangg akan dibahas hari berikutnya dan sebagai usaha dalam menciptakan kondisi belajar siswa-siswi.
Tujuan tahapan ini, pada hakikatnya ialah mengungkapkan kembali tanggapan siswa-siswi terhadap bahan yangg telah diterimanya dan menumbuhkan kondisi belajar dalam hubungannya dengaan pelajaran hari itu. Tahap pra instruksional dalam strategi mengajar mirip dengaan kegiatan pemanasan dalam olah raga. Kegiatan ini akan mempengaruhi keberhasilan siswa-siswi.
2.            Tahap Instruksional
Tahap kedua ialah tahap pembelajaran atau tahap inti. Yakni tahapan memberikan bahan pelajaran yangg telah disusun guru sebelumnya. Secara umum dapatt diidentifikasi beberapa kegiatan sebagai berikut :
a)         Menjelaskan kepada siswa-siswi tujuan pembelajaran yangg harus dicapai mereka. Informasi tujuan penting diberikan kepada siswa-siswi, sebab tujuan tersebut harus dicapai setelah pengajaran selesai. Berdasarkan pengamatan, masih banyak guru yangg tidak melaksanakan ini, sebaiknya tujuan tersebut ditulis secara ringkas didepan papan tulis sehinga dapatt dibaca dan dipahami oleh semua siswa-siswi.
b)         Menuliskan pokok materi yangg akan dibahas hari itu yangg diambil darii buku sumber yangg telah disiapkan sebelumnya. Sudah barang tentu materi tersebut sesuai silabus dan tujuan pengajaran, sebab materi bersumber darii tujuan. Selain itu, materi pelajaran ditulis tidak mengukuhkan stereotipi laki-laki dan perempuan, tidak memarjinalkan salah satu jenis kelamin, tidak mensubordinasikan laki-laki dan perempuan, dan tidak berisikan kekerasan pada jenis kelamin tertentu.
c)          Membahas pokok materi yangg telah dituliskan tadi. Dalam pembahasan materi ini dapatt ditempuh dua cara. Pertama, pembahasan dimulai darii gambaran umum materi pelajaran menuju kepada topik yangg lebih khusus. Kedua dimulai darii topik khusus menuju topik umum. Cara mana yangg paling baik untukk dilakukan tergantung pada guru masing-masing. Namun demikian cara pertama diduga akan lebih efektif sebab siswa-siswi diberikan gambaran keseluruhan materi, sehingga siswa-siswi tahu arah bahan pengajaran yangg akan dibahas selanjutnya. Pembahasan tidak harus oleh guru tetapi lebih baik lagi dibahas oleh siswa-siswi.
d)         Pada setiap kelompok materi yangg dibahas sebaiknya diberikan contoh-contoh kongkrit. Demikian pula siswa-siswi harus diberikan pertanyaan atau tugas, pembelajaran untukk mengetahui tingkat pemahaman darii setiap pokok materi yangg telah dibahas. Dengaan demikian, nilai pembelajaran tidak hanya pada akhir pembelajaran saja, tetapi juga pada saat pembelajaran berlangsung. Jika ternyata mereka belum memahaminya, guru mengulangi kembali pokok materi tadi sebelum melanjutkan pada pokok materi berikutnya. Demikian seterusnya, sampai semua pokok materi yangg telah ditulis tadi selesai dibahas. Harus diperhatikan bahwa siswa-siswi harus banyak terlibat dalam membahas pokok materi.
e)         Penggunaan alat bantu pengajaran untukk memperjelas pembahasan setiap pokok materi sangat diperlukan. Alat bantu seperti alat peraga grafis, model atau alat peraga yangg diproyeksikan (kalau ada) sudah barang tentu harus sudah disiapkan sebelumnya. Alat ini digunakan dalam empat fase kegiatan yakni; fase pertama ketika guru menjelaskan kepada siswa-siswi, fase kedua ketika guru menjawab pertanyaan siswa-siswi, fase ketiga ketika guru mengajukan pertanyaan kepada siswa-siswi atau pada waktu memberi tugas kepada mereka dan fase keempat ketika siswa-siswi mengerjakan tugas yangg diberikan guru dan melakukan kegiatan belajar. Dengaan demikian, alat peraga tersebut dapatt digunakan oleh guru dan oleh siswa-siswi. Perlu dikemukakan bahwa alat bantu pengajaran yangg digunakan harus berprespektif gender. Artinya alat tersebut tidak hanya bisa diakses oleh laki-laki atau perempuan saja, maka dalam alat tersebut tidak bisa gender.
3.          Tahap Evaluasi dan Tindak Lanjut
Tahapan yangg ketiga atau yangg terakhir menurut Syaiful (2007) darii strategi hingga menggunakan model mengajar ialah tahap evaluasi atau penilaian dan tindak lanjut dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan tahapan ini, ialah untukk mengetahui tingkat keberhasilan tingkat kedua (instruksional), kegiatan yangg dilakukan pada tahapan ini antara lain sebagai berikut :
a)         Mengajukan pertanyaan kepada kelas, atau kepada beberapa siswa-siswi, mengenai semua pokok materi yangg telah dibahas pada tahapan kedua. Pertanyaan yangg diajukan bersumber darii bahan pengajaran. Pertanyaan dapatt diajukan kepada siswa-siswi secara lisan maupun secara tertulis. Pertanyaan ini disebut post tes. Berhasil tidaknya tahapan kedua dapatt dilihat darii dapatt tidaknya siswa-siswi menjawab pertanyaan yangg diajukan oleh guru. Salah satu patokan yangg dapatt digunakan ialah apabila kirakira 70% darii siswa-siswi di kelas tersebut dapatt menjawab pertanyaan yangg diajukan, proses pembelajaran (tahapan kedua ) dianggap berhasil.
b)         Apabila pertanyaan yangg diajukan belum dapatt dijawab oleh siswa-siswi atau yangg menjawab kurang darii 70%, guru harus mengulang kembali materi yangg belum dikuasai siswa-siswi.
c)         Untukk memperkaya pengetahuan siswa-siswi terhadap materi yangg dibahas, guru dapatt memberi tugas/pekerjaan rumah yangg ada hubungannya dengaan topik atau pokok materi yangg telah dibahas.
d)         Akhiri pelajaran dengaan menjelaskan atau memberi tahu pokok materi yangg akan dibahas pada pelajaran berikutnya. Informasi ini perlu agar siswa-siswi dapatt mempelajari bahan tersebut darii sumber-sumber yangg dimilikinya.
Menurut Permendiknas 41 tahun 2007 kegiatan pembelajaran terdiri darii kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
1.         Pendahuluan
Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yangg ditujukan untukk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untukk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. Apabila kita hubungkan dengaan uraian di atas, maka kegiatan awal ini termasuk pada tahap pra instruksional yangg dimaksudkan untukk menyusun dan mempersiapkan mental set yangg menguntungkan, menyenangkan guna pembahasan materi pembelajaran.
Secara umum kegiatan awal berfungsi untukk:
a)       memfokuskan perhatian siswa-siswi dan menciptakan ketertarikan,
b)       merangsang pemikiran siswasiswi,
c)        Mengungkap pengalaman awal yangg dimiliki siswa-siswi,
d)       memotivasi siswa-siswi mempelajari materi,
e)       memahami tujuan pembelajaran, dan
f)        mengingatkan pada kesepakatan kelas
Berkaitan dengaan hal di atas, pada langkah kegiatan awal diperlukan beberapa hal sebagai berikut :
·       Orientasi, memusatkan perhatian peserta didik pada materi yangg akan dibelajarkan, dengaan cara menunjukkan benda yangg menarik, memberikan illustrasi, membaca berita di surat kabar, menampilkan slide animasi dan sebagainya.
·       Apersepsi, memberikan persepsi awal kepada peserta didik tentang materi
yangg akan diajarkan.
·      Motivasi, guru memberikan gambaran manfaat darii materi yangg sedang dipelajari.
·      Pemberian acuan, biasanya berkaitan dengaan kajian ilmu yangg akan dipelajari. Acuan dapatt berupa penjelasan materi pokok dan uraian materi
pelajaran secara garis besar.
·      Pembagian kelompok belajar dan penjelasan mekanisme pelaksanaan pengalaman belajar (sesuai dengaan rencana langkah-langkah pembelajaran).
2.       Kegiatan Inti
bagian inti merupakan serangkaian kegiatan yangg mengarahkan siswa-siswi untukk membangun konsep. Dalam penerapan metode termasuk pada fase pembahasan, yaitu untukk melakukan kajian, pembahasan dan penelahaan terhadap materi pembelajaran. Tahapan strategi pembelajaran termasuk pada tahap instruksional.
Secara sederhana dapatt dikemukakan bahwa dalam kegiatan inti terlebih dahulu siswa-siswi diberikan kesempatan melalui berbagai pilihan kegiatan untukk membangun konsep. Pemilihan kegiatan haruslah cermat dan menjamin mereka untukk mengikuti alur pengumpulan informasi, pemaknaan informasi, dan pembangunan konsep, dan pengkomunikasian konsep kepada siswa-siswi lain. Pada umumnya guru juga akan menyampaikan penguatan konsep dan memberikan kesempatan kepada siswa-siswi untukk berlatih menerapkan konsep yangg telah dipelajari dalam kasus-kasus kehidupan nyata.
Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untukk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di-lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang-kan, menantang, memotivasi peserta didik untukk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yangg cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengaan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi.
Kegiatan inti berisi langkah-langkah sistematis yangg dilalui peserta didik untukk dapatt mengkonstruksi ilmu sesuai dengaan skemata (frame work) masingmasing. Langkah-langkah tersebut disusun sedemikian rupa agar peserta didik dapatt menunjukkan perubahan perilaku sebagaimana dituangkan pada tujuan pembelajaran dan indikator.
Untukk memudahkan, biasanya kegiatan inti dilengkapi dengaan Lembaran Kerja Siswa (LKS), baik yangg berjenis cetak atau noncetak. Khusus untukk pembelajaran berbasis ICT yangg online dengaan koneksi internet, langkah-langkah kerja peserta didik harus dirumuskan detil mengenai waktu akses dan alamat website yangg jelas, termasuk alternatif yangg harus ditempuh jika koneksi mengalami kegagalan.
3.         Kegiatan Penutup
Penutup merupakan kegiatan yangg dilakukan un-tuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yangg dapatt dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindaklanjut. Pada tahapan strategi pembelajaran masuk pada tahap evaluasi dan tindak lanjut. Tujuan tahapan ini, ialah untukk mengetahui tingkat keberhasilan tingkat kedua (instraksional). Sedangkan pada penggunaan metode termasuk pada fase menghasilkan dan penurunan.
Fase menghasilkan untukk penarikan kesimpulan dan fase penurunan dimaksudkan untukk memberi isyarat bahwa proses pembelajaran akan berakhir. Untukk dapatt dilakukan beberapa hal sebagai berikut :
·         Guru mengarahkan peserta didik untukk membuat rangkuman/simpulan.
·         Guru memeriksa hasil belajar peserta didik. Dapatt dengaan memberikan tes tertulis atau tes lisan atau meminta peserta didik untukk mengulang kembali simpulan yangg telah disusun atau dalam bentuk tanya jawab dengaan mengambil ± 25% peserta didik sebagai sampelnya.
·         Memberikan arahan tindak lanjut pembelajaran, dapatt berupa kegiatan di luar kelas, di rumah atau tugas sebagai bagian remidi-/pengayaan.
C.         Penetapan Kegiatan Pembelajaran
Kegiatan pembelajaran merupakan aktivitas untukk mencapai suatu kompetensi dasar, untukk itu harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup.
Langkah-langkah pembelajaran dimungkinkan disusun dalam bentuk seluruh rangkaian kegiatan, sesuai dengaan karakteristik model pembelajaran yangg dipilih, menggunakan urutan sintaks sesuai dengaan modelnya. Oleh karena itu, kegiatan pendahuluan/pembuka, kegiatan inti, dan kegiatan penutup tidak harus ada dalam setiap pertemuan.
Kegiatan pembelajaran merupakan implementatif darii suatu metode pembelajaran yangg dilaksanakan sebagai teknik pembelajaran. Kegiatan pembelajaran merupakan rangkaian darii banyak metode yangg digunakan dalam suatu kegiatan pembelajaran.
Metode bukan merupakan tujuan, melainkan cara untukk mencapai tujuan sebaik-baiknya. berhasil tidaknya tujuan yangg akan dicapai bergantung pada penggunaan metode yangg tepat. Hal tersebut mengingatkan kita bahwa sebenarnya tidak ada metode mengajar yangg paling baik atau buruk. Yangg ada ialah guru yangg cakap atau guru tidak cakap dalam memilih dan mempergunakan metode dalam pembelajaran. Untukk itu penetapan kegiatan pembelajaran sangat tergantung darii tujuan yangg akan dicapai. Tidak semua metode pembelajaran cocok digunakan untukk mencapai semua tujuan pembelajaran dan keadaan pembelajaran berlangsung. Semua metode pembelajaran memiliki kekhasan sendiri-sendiri dan relevan dengaan tujuan pembelajaran tertentu namun tidak cocok untukk tujuan dan keadaan yangg lain. Dengaan kata lain, semua metode pembelajaran memiliki kelebihan dan kelemahan masing-masing. Prinsip-prinsip penggunaan metode antara lain:
1.       Efektif dan efisien,
2.       Digunakan secara bervariasi,
3.       Digunakan dengaan memadukan beberapa metode.
Faktor-faktor yangg perlu di perhatikan dalam menentukan metode pembelajaran, antara lain:
1.       tujuan pembelajaran/Indikator dan kompetensi dasar,
2.       tema pembelajaran,
3.       kondisi siswa-siswi (kemampuan peserta didik, jumlah peserta didik),
4.       Jenis materi,
5.       Kemampuan guru,
6.       Waktu,
7.       fasilitas yangg ada.
Faktor penetapan metode di atas juga merupakan hal yangg harus dipertimbangkan ketika akan menetapkan langkah kegiatan pembelajaran. Untukk itu, penatapan kegiatan pembelajaran yangg pertama-tama harus dipertimbangkan ialah kompetensi dasar yangg akan dicapai. Beberapa alternatif kegiatan yangg dapatt dipilih pada kegiatan awal di antaranya sebagai berikut:
a)       Mengajukan kasus-kasus nyata dalam kehidupan sehari-hari yangg terkait dengaan konsep/topik yangg sedang dipelajari.
b)       Meminta siswa-siswi untukk mencermati dan memberikan komentar tentang video, gambar dan sketsa yangg terkait dengaan konsep yangg akan dipelajari dan meminta komentar mereka.
c)       Mendemonstrasikan sesuatu di depan kelas dan meminta siswa-siswi mengomentarinya.
d)       Menyampaikan fakta perkembangan iptek terkait dengaan konsep yangg akan dipelajari.
e)       Menyampaikan cerita atau visualisasi yangg menarik.
f)        Mereview koran atau berita.
g)       Melakukan curah pendapatt.
h)       Mengajukan pertanyaan dalam pesta pertanyaan.
i)         Mengajukan quis.
Di bawah ini beberapa strategi atau metode yangg dapatt dimanfaatkan oleh guru pada kegiatan inti :
a)       Pembelajaran kooperatif
Pembelajaran kooperatif atau pembelajaran yangg mengutamakan kerjasama diantara siswa untukk mencapai tujuan pembelajaran.  Beberapa pendekatan yangg digunakan dalam pembelajaran kooperatif misalnya ; Jigsaw, Student Team Achievement Division (STAD), STAD, Investigasi Kelompok,dll.
b)       Pembelajaran berbasis masalah atau pembelajaran yangg mengarahkan siswa-siswi untukk memecahkan masalah yangg diajukan dengaan konsep yangg akan dipelajari.
c)       Pembelajaran berbasis projek dan penyusuna laporan.
d)       Pembelajaran melalui kegiatan berdiskusi.
e)       Pembelajaran melalui berdebat.
f)        Pembelajaran melalui simulasi dan bermain peran.
g)       Pembelajaran dengaan mengandalkan kegiatan bertanya jawab.
h)       Pembelajaran melalui kegiatan simulasi.
i)         Pembelajaran melalui kegiatan bermain peran.
Beberapa hal yangg dapatt dilakukan pada kegiatan akhir atau penutup di antaranya sebagai berikut :
a)       Siswa-siswi diminta membuat ringkasan tentang hal-hal yangg telah dipelajari.
b)       Siswa-siswi mempresentasikan secara lisan hal-hal penting yangg telah mereka pelajari.
c)       Siswa-siswi mengembangkan tulisan kreatif terkait konsep yangg dipelajari.
d)       Siswa-sisiwi diminta mengembangkan peta konsep tentang materi yangg dipelajari.
e)       Siswa-siswi diminta untukk mereview apa yangg telah dipelajari.
D.        Membuat Perencanaan Pembelajaran (Lesson Plan)
Lesson Plan atau perencanaan pembelajaran merupakan suatu pengembangan atau penyusunan strategi sistematik dan tertata untukk merencanakan pelajaran.
Lesson plan memiliki beberapa tujuan, yaitu:
  1. Memperoleh pemahaman yangg lebih baik tentang bagaimana siswa belajar dan guru mengajar.
  2. Memperoleh hasil-hasil tertentu yangg bermanfaat bagi guru lainnya dalam melaksanakan pembelajaran.
  3. Membangun sebuah pengetahuan pedagogis yangg berguna untukk menimba pengetahuan darii guru lain.
  4. Menentukan tujuan pembelajaran dan mata pelajaran yangg efektif.
  5. Mengkaji dan meningkatkan pelajaran yangg bermanfaat bagi siswa.
  6. Menentukan pelajaran secara kolaboratif.
  7. Mengembangkan pengetahuan pembelajaran yangg dapatt diandalkan.
Lesson Plan memiliki manfaat yangg sangat penting bagi guru, diantaranya; guru mampu mendokumentasikan kemajuan kerjanya, guru mampu mempublikasikan mengenai hasil akhir darii lesson plan, guru mampu mengajar dengaan penuh rasa percaya diri, dan guru mampu memimpin jalannya pembelajaran dengaan efektif. Dalam pembuatan lesson plan, guru harus mampu memperhatikan prinsip-prinsip mengajar, yaitu:
a)       Prinsip minat peserta didik
Tahap awal proses pembelajaran, hal yangg utama dilakukan ialah bagaimana membangkitkan minat peserta didik, karena darii minat inilah akan melahirkan perhatian mereka terhadap proses pembelajaran.
b)       Prinsip pengulangan
Prinsip pengulangan dilakukan karena pada dasarnya bahan pengajaran selalu ada kaitannya dengaan bahan sebelumnya, maka untukk menjaga keutuhan perlu adanya pengulangan dan ini juga membantu anak semakin mengingat akan pelajaran yangg lalu dan mudah menerima pelajaran yangg baru.
c)       Prinsip perbedaan individu
Perbedaan individual diperhatikan tapi tidak dibesar-besarkan, dalam arti kita sadarii perbedaan sehingga kita dapatt membantu langkah-langkah kegiatan yangg bisa mengatasi perbedaan individual tersebut.
d)       Prinsip kematangan
Kematangan disini ialah kematangan dalam arti masa yangg tepat untukk mengembangkan fungsi tertentu. Kematangan harus diperhatikan karena pengaruhnya besar dalam penetapan tujuan, pemilihan bahan, peralatan dan media, metode dan sampai penetapan alat evaluasi.
e)       Prinsip mengajar peserta didik belajar
Adanya prinsip ini, Lesson plan dibuat sedemikian rupa untukk lebih mengutamakan mengajar peserta didik. Salah satu kunci utama dalam hal ini, tergantung pada teknik memberikan motivasi kepada peserta didik untukk mau belajar sendiri.
f)        Prinsip kegembiraan
Guru yangg membuat lesson plan dapatt menggunakan prinsip ini dengaan memberikan pengajaran sambil bermain atau belajar sambil bekerja (learning by doing).
g)       Prinsip ketersediaan alat
Ketersediaan alat ini mempunyai pengaruh besar dalam pembuatan lesson planverbalisme dan juga menumbuhkan minat peserta didik. karena dapatt membantu menghilangkan.
Contoh format Lesson Plan:
Hari                                         : Kamis, 20-03-2014
Tingkatan                               : SMP IX/1
Jumlah Murid                        : 39
Mata Pelajaran     : Matematika
Lama Pelajaran     : 2 x 40 menit
Gambaran Umum : menjelaskan tentang Bangun Ruang Sisi Lengkung.
Tujuan                                   : Membantu siswa memahami tentang bangun ruang sisi lengkung dan                  mempraktikan langsung pada alat peraganya
Perlengkapan                       : Papan tulis,spidol,penghapus papan tulis,buku sumber (buku paket/LKS),alat peraga, alat tulis.
Evaluasi                  : melakukan perhitungan luas dan volume darii alat- alat peraga yangg disediakan dengaan metode diskusi, cooperative dan problem solving
Waktu
bentuk
kegiatan pembelajaran
metode
2 menit
pendahuluan
Memulai pembelajaran dengaan salam dan doa

3 menit
Pengabsenan
ekspositori
5 menit
guru memberikan motivasi pada siswa
6 menit
guru mereview materi yangg sebelumnya
5 menit
Guru menyampaikan tujuan pembelajaran
3 menit
kegiatan inti
Guru membagi siswa dalam kelompok-kelompok
cooperative
1 menit
membagi alat peraga ( tabung )
1 menit
menugaskan siswa untukk mengamati alat yangg dibagikan ( tabung)
4 menit
siswa mengamati alat peraga dengaan kelompok masing – masing
1 menit
guru menugaskan siswa untukk membuat pertanyaan sesuai dengaan alat peraga tersebut
2 menit
siswa menyiapkan pertanyaan seputar tabung
1 menit
guru menugaskan siswa untukk menanyakan pertanyaan yangg sudah disiapkan kepada anggota kelompok
15 menit
siswa mendiskusikan pertanyaan - pertanyaan yangg diutarakan anggota kelompok masing-masing
1 menit
guru menugaskan siswa untukk menulis hasil diskusi tersebut
3 menit
siswa menuliskan hasil diskusi
12 menit
penutup
setiap kelompok menyampaikan hasil diskusinya masing-masing pada kelompok lain
tanya jawab
2 menit
siswa menanyakan materi yangg belum dipahami kepada guru
6 menit
menjawab pertanyaan-peranyaan siswa yangg kurang dipahami
5 menit
memberikan kesimpulan
ekspositori
1 menit
mengucapkan salam
















Bab III
Penutup
A.             Kesimpulan
Kegiatan pembelajaran ialah rangkaian kegiatan yangg dirancang untukk memberikan  pengalaman belajar yangg melibatkan proses mental dan fisik melalui interaksi antar peserta didik, peserta didik dengaan guru, lingkungan, dan sumber belajar lainnya dalam rangka pencapaian kompetensi. Secara umum ada tiga tahapan pokok dalam strategi pembelajaran, yakni tahap permulaan (pra instruksional), tahap pembelajaran (instruksional), dan tahap penilaian serta tindak lanjut.
Tahap pra-instruksional atau disebut dengaan kegiatan Pra Pembelajaran  ialah kegiatan pendahuluan pembelajaran yangg ditujukan agar siswa siap untukk mengikuti proses pembelajaran. Tahap Instruksional Yakni tahapan memberikan bahan pelajaran yangg telah disusun guru sebelumnya.  Tahap tindak lanjut atau evaluasi menurut Syaiful (2007) darii strategi hingga menggunakan model mengajar ialah tahap evaluasi atau penilaian dan tindak lanjut dalam kegiatan pembelajaran. Tujuan tahapan ini, ialah untukk mengetahui tingkat keberhasilan tingkat kedua (instruksional). Sedangkan Menurut Permendiknas 41 tahun 2007 kegiatan pembelajaran terdiri darii kegiatan pendahuluan, kegiatan inti dan kegiatan penutup.
Kegiatan pembelajaran merupakan aktivitas untukk mencapai suatu kompetensi dasar, untukk itu harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan setiap pertemuan. Kegiatan pembelajaran merupakan rangkaian darii banyak metode yangg digunakan dalam suatu kegiatan pembelajaran. Tidak semua metode pembelajaran cocok digunakan untukk mencapai semua tujuan pembelajaran dan keadaan pembelajaran berlangsung. Penatapan kegiatan pembelajaran yangg pertama-tama harus dipertimbangkan ialah kompetensi dasar yangg akan dicapai. Lesson Plan atau perencanaan pembelajaran merupakan suatu pengembangan atau penyusunan strategi sistematik dan tertata untukk merencanakan pelajaran. Lesson Plan memiliki manfaat yangg sangat penting bagi guru, diantaranya; guru mampu mendokumentasikan kemajuan kerjanya, guru mampu mempublikasikan mengenai hasil akhir darii lesson plan, guru mampu mengajar dengaan penuh rasa percaya diri, dan guru mampu memimpin jalannya pembelajaran dengaan efektif.





























DAFTAR PUSTAKA

                Sugiyar,dkk.2009.Perencanaan Pembelajaran.Surabaya: Amanah Pustaka
http://blog.unnes.ac.id/dristi/2012/06/27/bagaimana-mengembangkan-kegiatan-pembelajaran/, Diposkan oleh Isti hidayah, diunduh pada tanggal 21 maret 2013 pada pukul 19:03 WIB
http://www.bakharuddin.net/2012/05/pengembangan-kegiatan-pembelajaran.html, Diposkan oleh Bakharuddin Ahmad, diunduh pada tanggal 21 maret 2013 pada pukul 19:00 WIB
http://yasekolah.blogspot.com/2013/01/pengertian-kegiatan-pembelajaran-dan.html, Diposkan oleh Kak Ichsan, diunduh pada tanggal 27 maret 2013 pada pukul 19:10 WIB
http://www.gurukelas.com/2011/08/kegiatan-pra-pembelajaran.html, diunduh pada tanggal 27 maret 2013 pada pukul 19:04 WIB
http://www.gurukelas.com/2011/08/kegiatan-awal-pembelajaran.html, diunduh pada tanggal 27 maret 2013 pada pukul 19:00 WIB
http://www.gurukelas.com/2011/09/kegiatan-inti-dalam-pembelajaran.html, diunduh pada tanggal 27 maret 2013 pada pukul 19:07 WIB
http://alkhafy.blogspot.com/2008/11/prinsip-membuat-lesson-plan.html, diunduh pada tanggal 21 maret 2013 pada pukul 19:30 WIB
.






Visitor