Makalah Instrumen Tes & Non-Tes ( Kognitif dan Afektif Siswa )



Makalah Pengertian Instrumen Tes  dan Non-Tes? Pengertian Ranah Kognitif dan Ranah Afektif Siswa? Motivasi belajar? Video motivasi belajar? Hasil belajar? Prestasi belajar? Minat  Siswa dalaam Pembelajaran Matematika Secara Oprasional





Instrumen Tes  dan Non-Tes Untukk Mengukur Ranah Kognitif dan Ranah Afektif Siswa

Makalah Yangg Diajukan Untukk Memenuhi Tugas Ujian Tengah Semester
Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran Matematika

DOSEN : ___________________


Di susun oleh :

________ (14000000000)
Matematika C / Semester IV

INSITUT AGAMA ISLAM NEGERI  (IAIN)
SYEKH NUR JATI CIREBON
2014



A.      Instrumen Tes Untukk Mengukur Ranah Kognitif : Prestasi Belajar Siswa
1.    Definisi prestasi belajar siswa menurut para ahli
·  Kamus Besar  Bahasa  Indonesia  (1995: 787), prestasi belajar diartikan sebagai penguasaan  pengetahuan  atau  keterampilan  yangg  dikembangkan oleh mata pelajaran, lazimnya ditunjukkan dengaan nilai tes atau angka nilai yangg diberikan oleh guru. Dalaam hal ini, tes sebagai satu-satunya alat untukk mengukur  kemampuan  siswa,  sehingga  dapatt  dikatakan  hanya  aspek kognitif  saja  yangg  dinilai. Tes  ini  tepat  dijadikan  sebagai  alat  ukur  apabila ingin  mengetahui  perkembangan siswa  dengaan  pembelajaran  yangg cukup singkat dengaan beberapa pertemuan saja.
·  Soejanto  dalaam Dimyati  (2006:  26-27) menyatakan  bahwa  prestasi belajar  dapatt  pula  dipandang  sebagai  pencerminan  darii  pembelajaran  yangg ditunjukkan  oleh siswa  melalui  perubahan-perubahan  dalaam  bidang pengetahuan/pemahaman,  keterampilan,  analisis,  sintesis, evaluasi,  serta nilai dan sikap.
·  Menurut Drs. H. Abu Ahmadi (1991:16 ) menjelaskan : prestasi belajar siswa ialah sebagai berikut: suatu kegiatan dapatt memuaskan suatu kebutuhan, maka ada kecenderungan besar untukk mengulanginya. Sumber penguat belajar dapatt secara intrinsik (nilai, pengakuan, penghargaan) dan dapatt secara ekstrinsik (kegairahan  untukk menyelidiki,  mengartikan situasi).

2.    Definisi prestasi belajar secara konseptual
prestasi belajar siswa ialah hasil usaha bekerja atau belajar yangg menunjukan ukuran kecakapan yangg dicapai dalaam bentuk nilai Darii pendapatt ketiga para ahli diatas tentang prestasi belajar dapatt di ambil kesimpulan definisi secara konseptualnya, Prestasi belajar yaitu hasil darii suatu kegiatan perubahan diri yangg telah dikerjakan, diciptakan, yangg menyenangkan hati, yangg memperoleh dengaan jalan keuletan kerja, baik secara individu maupun kelompok dalaam bidang tertentu (matematika) yangg ditunjukan dengaan jumlah nilai raport atau test nilai sumatif. Jadi prestasi belajar berfokus padaa nilai atau angka yangg dicapai dalaam proses pembelajaran di sekolah. Nilai tersebut dinilai darii segi kognitif karena guru sering memakainya untukk melihat penguasaan pengetahuan sebagai pencapaian hasil belajar siswa. Menurut Sudjana (1990:23), mengatakan “diantara ketiga ranah yaitu ranah kognitif, afektif dan psikomotorik, maka rana kognitif sering dinilai para guru di sekolah”

3.    Definisi prestasi belajar secara Oprasional
Prestasi belajar matematika ialah sebagai penguasaan pengetahuan  atau  keterampilan  yangg  dikembangkan  oleh  mata  pelajaran matematika , yangg lazimnya ditunjukkan dengaan nilai tes atau angka nilai yangg diberikan oleh guru.
a.       Meningkatkan Prestasi Belajar
Siswa  menganggap  pelajaran  matematika  itu  sulit,  hal  ini  muncul karena  prestasi  belajar  mereka  rendah.  Oleh  karena  itu  sebagai  guru  harus bisa mengambil tindakan supaya anggapan siswa itu kurang tepat. Menurut  Pitadjeng (2006:  49)  ada  beberapa  macam  cara  yangg  dapatt dilakukan  guru  agar  anak  menganggap  matematika  itu  tidak sulit  untukk dipelajari, yakni sebagai berikut.
b.           Memastikan Kesiapan Siswa untukk Belajar Matematika
Kesiapan  harus  diperhatikan  dalaam  belajar,  karena  tanpa kesiapan yangg sungguh-sungguh siswa tidak akan dapatt belajar dengaan maksimal,  dan  tentu  saja  prestasi  belajar siswa juga  tidak  optimal. Untukk  memastikan  kesiapan  siswa  dalaam  belajar  matematika  dapatt dilakukan oleh guru yakni sebagai berikut:
1) Memastikan  kesiapan  intelektual  siswa  untukk  mempelajari  konsep baru dalaam matematika.
2) Mempersiapkan  penguasaan  materi  prasyarat  siswa  untukk  belajar materi  baru.  Penguasaan  materi  prasyarat  anak  dapatt  dicek  guru padaa saat apersepsi atau saat mencocokan PR yangg telah dikerjakan anak.
3) Membiasakan  siswa  untukk  siap  belajar  matematika  sejak  darii rumah.  Hal  ini  dapatt  dilakukan  dengaan  mendorong  siswa  untukk mengerjakan PR, dan memberi tugas siswa untukk membaca materi matematika  yangg  akan  dipelajari  dirumah  terlebih  dulu  sebelum membahasnya didalaam kelas.
c. Pemakaian Media Belajar yangg Mempermudah Pemahaman Anak Pemilihan 
media  belajar,  teristimewa  alat  peraga  matematika, dapatt memudahkan anak untukk belajar jika tepat.
d. Permasalahan yangg Diberikan
Merupakan Masalah dalaam Kehidupan Permasalahan  yangg  diangkat  darii  kehidupan  siswa  lebih  mudah dipahami  oleh  siswa,  kerena  nyata,  terjangkau  oleh  imajinasinya,  dan dapatt  dibayanggkan,  sehingga  lebih  mudah  baginya  untukk  mencari penyelesaian dengaan  menggunakan  kemampuan  matematis  yangg  telah dimiliki.
e.  Tingkat Kesulitan  Soal  yangg  Diberikan  padaa  Anak  Sesuai  dengaan Kemampuan    Anak
Masalah  yangg  diberikan  padaa  siswa  sedapatt  mungkin  sesuai dengaan  tingkat  kemampuan  siswa,  atau  lebih  sedikit  diatas  tingkat kemampuan siswa bagi siswa yangg senang menghadapi tantangan.
f . Peningkatan Kesulitan Masalah
Sedikit Demi Sedikit Untukk  menumbuhkan  keberanian  siswa  belajar  matematika, masalah  yangg  diberikan  sebaiknya  darii  yangg  mudah,  kemudian meningkatkan kesulitannya sedikit demi sedikit.
f. Memberi  Kebebasan  padaa  Anak  untukk  Mencari  Penyelesaian  Masalah
yangg Dihadapi dengaan Memakai Caranya Sendiri Cara  siswa  untukk  menyelesaikan  suatu  masalah  itu  berbeda-beda, sesuai dengaan pengalaman dan kemampuannya.
g. Menghilangkan Rasa Takut Anak Untukk Belajar Matematika
Siswa yangg tidak takut belajar matematika berani bertanya padaa guru  tentang  topik matematika  yangg  belum  dipahami,  berani memaparkan gagasannya, berani menanyakan gagasan guru atau teman, berani menanyakan kebenaran gagasannya atau gagasan orang lain.
Darii  upaya  diatas  ada  beberapa  yangg  sesuai  dengaan  karakteristik pendekatan  matematika  realistik.  Hal  tersebut  dilakukan  guru  untukk  dapatt meningkatkan  prestasi  belajar  matematika siswa.  Pendekatan  Matematika Realistik  (PMR)  merupakan  salah  satu  cara  yangg  dapatt  digunakan  untukk meningkatkan  prestasi  belajar  siswa.  Menurut  Frudenthal  dalaam  Daitin Tarigan  (2006:  4)  bahwa  di dalaam  pendekatan  matematika  realistik, matematika  sebagai  kegiatan  manusia  yangg  lebih  menekankan  aktifitas siswa  untukk  mencari,  menemukan,  dan  membangun  sendiri  pengetahuan yangg  siswa  perlukan.  Jadi  penerapan  PMR  dapatt  meningkatkan  prestasi belajar  siswa  karena  menyelesaikan  masalah  menurut  caranya,  atau  sesuai dengaan  kemampuan  dan  permasalahan  yangg  diberikan  merupakan  masalah dalaam kehidupan siswa sehari-hari.
1.       Indikator prestasi  belajar siswa  dalaam pembelajaran bilangan bulat
a.     Mampu memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaanya dalaam   pemecahan masalah
b.     Mampu Melakukan operasi hitung bilangan bulat
c.      Mampu  memberikan contoh bilangan bulat
d.     Mampu  menentukan letak bilangan padaa garis bilangan
e.     Mampu menemukan sifat-sifat operasi tambah, kurang, kali, bagi, pangkat dan akar padaa operasi campuran bilangan bulat
f.      Mampu  menggunakan sifat-sifat operasi hitung bilangan bulat dalaam pemecahan masalah
g.     Mampu memgulaskembali  materi yangg telah di sampaikan
h.      Memiliki sikap terbuka, santun, obyektif, menghargai pendapatt dan karya teman dalaam   interaksi kelompok maupun aktifitas sehari-hari.
i.       Membiasakan sikap berani bertanya, berpendapatt, mendengar pendapatt orang lain, menerima pendapatt orang lain, bekerjasama dalaam kelompok atau TEAM               dan dalaam kehidupan sehari-hari

2.       Kisi-Kisi Instrumen Tes Prestasi Belajar Siswa
Satuan Pendidikan : SMP
Mata Pelajaran : Matematika
Kelas/Semester : VII/I
Materi Pokok : Bilangan Bulat

No
Aspek yangg diukur
Indikator

1.
Pengetahuan
1.1 memahami sifat-sifat operasi hitung bilangan dan penggunaanya dalaam pemecahan masalah



2.
Keterampilan
2.1    Mampu Melakukan operasi hitung bilangan bulat
2.2    Mampu  memberikan contoh bilangan bulat

3.
Analisis
3.1    Mampu menemukan sifat-sifat operasi tambah, kurang, kali, bagi, pangkat dan akar padaa operasi campuran bilangan bulat

4.
Sintesis
4.1  Mampu  menentukan letaak bilangan padaa garis bilangan

5.
Evaluasi
5.1 Mampu memgulas kembali materi yangg telah di sampaikan
6.
Nilai sikap
6.1    Memiliki sikap terbuka, santun, obyektif, menghargai pendapatt dan karya teman dalaam   interaksi kelompok maupun aktifitas sehari-hari.
6.2    Membiasakan sikap berani bertanya, berpendapatt, mendengar pendapatt orang lain, menerima pendapatt orang lain, bekerjasama dalaam kelompok atau TEAM  dan dalaam kehidupan sehari-hari










Instrumen Tes Kemampuan Prestasi Belajar Siswa
Materi Pelajaran Bilangan Bulat

Petunjuk:
a.     Jawablah soal-soal dibawah ini dengaan uraian yangg tepat
b.    Waktu untukk menyelesaikan semua soal 60 menit

1.     Bilangan berikut yangg menentukan bilangan bulat negatif ialah...
a.    6                    c. 0
b.    4                    d. -1

2.     Urutan bilangan 9,5,1,-3,.....
Dua bilangan berikutnya ialah.....
a.-7 dan 11                         c. -7 dan -11
b.-11 dan 7                         d. 7 dan 11

3.     Banyaknya bilangan bulat yangg terletak di antara -2 dan 6 ialah....
a.     5                    c. 7
b.     6                    d. 8

4.     Hasil darii -43 – (-49) ialah...
a.     -92 c. 6
b.     -6                   d. 92

5.     Hasil darii (-6)² + (-6)³ ialah..
a.     -252              c. 180
b.     -180              d. 252

6.     Hasil darii 78 x (-125) x (-8) ialah....
a.     -78.000         c. 7.800
b.     -7.800           d. 78.000

7.     Hasil darii -969 :17 ialah....
a.     -57 c. -37
b.     -47 -27

8.     Nilai darii  ialah.....
a.     49                  c. 59
b.     51                  d. 61

9.     Hasil darii ( + ) ² ialah...
a.1225                c. 3
b.     2                    d. 4

10.  Hasil darii –12 + 20 × 4 – (–6) : 3 = ...
A.  110  C. 34
B.  70    D. 30

Kunci Jawaban: B
–12 + 20 × 4 – (–6) : 3
= –12 + 80 + 6 : 3
= 68 + 2
= 70


Jawaban soal  Pilihan Ganda dan penskoran
No
Kunci Jawaban
Skor
1
Bilangan berikut yangg menentukan bilangan bulat negatif ialah...

2
Jawaban
D
2
Urutan bilangan 9,5,1,-3,.....
Dua bilangan berikutnya ialah.....

2
Jawaban
C
3
Banyaknya bilangan bulat yangg terletak di antara -2 dan 6 ialah....

2

Jawaban

4.
Hasil darii -43 – (-49) adlah...

2
Jawaban
A
5.
 Hasil darii (-6)² + (-6)³ ialah..

2

Jawaban
C
6.
Hasil darii 78 x (-125) x (-8) ialah....

2

Jawaban
A
7.
 Hasil darii -969 :17 ialah....

2

Jawaban
A
8.
Nilai darii  ialah.....



2

Jawaban
B
9.
Hasil darii ( + ) ² ialah...

2

Jawaban
C
10.
Hasil darii ³ ialah...

2

Jawaban
Kunci Jawaban: B
–12 + 20 × 4 – (–6) : 3
= –12 + 80 + 6 : 3
= 68 + 2
= 70

D

Soal essay 
1.     Hasil darii 14 + (18: (–3)) – ((–2)  × 3)
   ialah….
2   Nilai n yangg memenuhi (12 + 8) + (–3n) = –22 ialah…
3.     Suhu tempat A ialah 100
 C di bawah nol, suhu tempat B ialah 200
C di atas nol, dan suhu tempat C ialah tepat di antara suhu tempat A dan tempat B.
Suhu tempat C  ialah…
4.     Suhu mula-mula suatu ruangan ialah 250° C. Ruangan tersebut akan digunakan untukk menyimpan ikan sehinga suhunya diturunkan menjadi –30° C. Besar perubahan suhu padaa ruangan tersebut ialah ....
5.      Dalaam kompetisi Matematika, setiap jawaban benar diberi skor 3, jawaban
salah diberi skor -1, dan jika tidak menjawab diberi skor 0.
Darii 40 soal yangg diujikan, Dedi menjawab 31 soal, yangg 28 soal di antaranya
dijawab benar. Skor yangg diperoleh Dedi ialah…

No
Kunci Jawaban
Skor
1.        
Hasil darii 14 + (18: (–3)) – ((–2)  × 3)
ialah….

Jawaban:
–12 + 20 × 4 – (–6) : 3
= –12 + 80 + 6 : 3
= 68 + 2
= 70

10
2.
Nilai n yangg memenuhi (12 + 8) + (–3n) = –22 ialah…

Jawaban :
(12 + 8) + (–3n) = –22
           20 – 3n = – 22
                – 3n = – 22 – 20
               – 3n = – 42
                    n = –3/–42 = 14
                                                                                                               
25
3
Suhu tempat A ialah 100
 C di bawah nol, suhu tempat B ialah 200
C di atasvnol, dan suhu tempat C ialah tepat di antara suhu tempat A dan tempat B.
Suhu tempat C  ialah…

Jawaban :
100
 di bawah nol diartikan – 100 , sedangkan 200 di atas nol diartikan + 200 Selisih antara – 100 dengaan + 200 ialah 300
, karena tempat C di antara tempat A dan B, maka: 300 : 2 = 150.  Suhu tempat C ialah –100 + 150 = 50

25
4.
Suhu mula-mula suatu ruangan ialah 250° C. Ruangan tersebut akan digunakan untukk menyimpan ikan sehinga suhunya diturunkan menjadi –30° C. Besar perubahan suhu padaa ruangan tersebut ialah ....

Jawaban :
Perubahan suhu  = 25°C – (–3°C)
= 25°C + 3°C
= 28°C

10
5.
 Dalaam kompetisi Matematika, setiap jawaban benar diberi skor 3, jawaban
salah diberi skor -1, dan jika tidak menjawab diberi skor 0.
Darii 40 soal yangg diujikan, Dedi menjawab 31 soal, yangg 28 soal di antaranya
dijawab benar. Skor yangg diperoleh Dedi ialah…

Jawaban
-  Tidak dijawab = 40 – 31 = 9 soal
-  Salah = 31 – 28 = 3 soal
-  28 soal benar, skornya ialah 28 × 3 = 84.
-  3 soal salah, skornya ialah 3 × (–1) = –3.
-  9 soal tidak dijawab, skornya 9 × 0 = 0
-  Skor yangg diperoleh Dedi ialah 84 + (–3) + 0 = 81.

25


A.       Aspek Ranah Afektif :  Minat Siswa Terhadap Matematika
1.       Definisi Minat Siswa Terhadap Matematika
              Definisi minat menurut para ahli
·         Menurut Poerwadarminta (2003) mengemukakan bahwa minat ialah gairah, keinginan dan kecenderungan hati yangg tinggi terhadap sesuatu.
·         Winkel (1983) menyatakan bahwa minat ialah kecenderungan yangg agak menetap dalaam subyek untukk merasa tertarik padaa bidang atau hal tertentu atau merasa senang berkecimpung dalaam bidang itu.
·         Menurut Slameto (2003) minat ialah suatu rasa lebih suka dan rasa keterikatan padaa suatu hal atau aktivitas, tanpa ada yangg menyuruh. Minat padaa dasarnya ialah penerimaan akan suatu hubungan antara diri sendiri dengaan sesuatu di luar diri. Semakin kuat atau dekat hubungan tersebut, semakin besar minat tersebut.
·         Menurut Crow (1988), minat ialah kemampuan untukk memberi stimuli yangg mendorong siswa untukk memperhatikan seseorang, sesuatu barang atau aktivitas, atau sesuatu yangg dapatt memberi pengaruh terhadap pengalaman yangg telah distimuli oleh kegiatan itu sendiri.

2.       Definisi Minat Siswa Dalaam Pembelajaran Matematika Secara Konseptual
Dapatt disimpulkan bahwa minat ialah kecenderungan seseorang terhadap objek atau sesuatu kegiatan yangg digemari yangg disertai perasaan senang, adanya perhatian, dan keaktifan berbuat. Jelaslah bahwa minat besar pengaruhnya terhadap belajar atau kegiatan, bahkan pelajaran yangg kurang diminati siswa akan lebih mudah dipelajari dan disimpan dalaam otak. Jadi padaa minat terdapatt unsur-unsur pengenalan (kognitif), emosi (afektif), dan kemampuan (konatif) untukk mencapai suatu objek, seseorang suatu soal atau suatu situasi yangg bersangkutan dengaan diri pribadi.
Darii pendapatt ketiga para ahli diatas tentang Minat Belajar siswa dalaam pembelajaran matematika dapatt di ambil kesimpulan definisi secara konseptualnya Minat belajar matematika dapatt diartikan sebagai keterlibatan diri secara penuh dalaam melakukan aktivitas belajar matematika baik di rumah, di sekolah, dan di masyarakat. Siswa yangg mempunyai minat belajar matematika berarti mempunyai usaha dan kemauan untukk mempelajari matematika.
3.        Definisi Minat  Siswa dalaam Pembelajaran Matematika Secara Oprasional
Beberapa  ahli  pendidikan  berpendapatt  bahwa  paling  efektif  untukk membangkitkan  minat  padaa  suatu  subyek  yangg  baru  ialah  dengaan  menggunakan  minat-minat  siswa  yangg  telah  ada.  Disamping  memanfaatkan  minat  yangg  telah  ada  sebaiknya  para  pengajar  juga berusaha  membentuk  minat-minat  baru  padaa  diri  siswa.    Hal  ini  dapatt dicapai  dengaan  jalan  memberikan  informasi  padaa  siswa  mengenai hubungan  antara  suatu  bahan pengajaran  yangg  akan  diberikandengaan bahan pengajaran yangg lalu dan menguraikan kegunaannya bagi siswa di masa yangg akan datang. 
Bila  usaha-usaha  tersebut  tidak  berhasil,  pengajar  dapatt  memakai  intensif  dalaam  usaha  mencapai  tujuan  pengajaran.  Intensif  merupakan  alat  yangg  dipakai  untukk  membujuk  seseorang    agar  melakukan  sesuatu yangg  tidak  mau  melakukannya  atau  yangg  tidak  dilakukannya  dengaan
baik. Diharapkan pemberian intensif yangg akan membangkitkan motivasi  siswa  dan  mungkin  minat  terhadap  bahan  yangg  diajarkan  akan  muncul.  (Slameto, 2003 : 180-181)
Jadi  dapatt  disimpulkan  bahwa  minat  belajar  ialah  pilihan  kesenangan dalaam melakukan kegiatan dan dapatt membangkitkan gairah  seseorang untukk memenuhi kesediaanya dalaam belajar. Menurut  Safari  (2005  :  111)  definisi minat  belajar  ialah pilihan  kesenangan  dalaam  melakukan  kegiatan  dan  dapatt  membangkitkan gairah  seseorang  untukk  memenuhi  kesediaanya  dalaam  belajar.  Definisi  operasionalnya :  minat terhadap matematika ialah skor siswa  yangg diperoleh darii tes  minat terhadap matematika yangg mengukur aspek : (1) kesukaan, (2) ketertarikan, (3) perhatian, dan  (4)  keterlibatan.
  Darii  definisi  operasional  tersebut  dapatt  disusun  indikator sebagai berikut ini :
1)  Kesukaan
a.  Gairah siswa saat mengikuti pelajaran matematika
b.  Respon siswa saat mengikuti palajaran matematika
c.  Memiliki buku matematika
2) Ketertarikan
a.  Perhatian saat mengikuti pelajaran matemtika di sekolah
b.  Konsentrasi siswa saat mengikuti pelajaran matematika
3) Perhatian
a.  Keterlibatan siswa dsaat mengikuti pelajaran matematika
b.  Kemauan  siswa  untukk  mengerjakan  tugas,  bertanya  kepadaa  yangg  lebih  mampu  jika  belum  memahami  materi  dan  mencari  buku penunjang yangg lain saat menemui kesulitan
4) Keterlibatan
a.  Kesadaran tentang belajar di rumah
b.  Langkah siswa setelah ia tidak masuk sekolah
c.  Kesadaran siswa untukk mengisi waktu luang
Angket Kepercayaan Diri
Nama                            :              
No. Absen    :
Kelas                             :
Jenis Kelamin              :
Petunjuk Pengisian
Di  bawah  ini  terdapatt  beberapa  pernyataan  tentang  diri  Anda  yangg  berkaitan dengaan  kepercayaan  diri  dalaam  belajar  matematika.  Anda  diberikan  5  pilihan jawaban diantaranya sebagai berikut: 
SS berarti Anda memilih Sangat Setuju
S berarti Anda memilih Setuju
TS berarti Anda memilih Tidak Setuju
STS berarti Anda memilih jika Sangat Tidak Setuju
Berilah  tanda    padaa  salah  satu  pilihan  yangg  sesuai  dengaan  Anda.  Isilah pernyataan  ini  dengaan  jujur  yangg  benar-benar  sesuai  dengaan  keadaan  diri  Anda, bukan dengaan apa yangg seharusnya atau karena dipengaruhi orang lain. Pengisian ini tidak ada hubungannya/mempengaruhi nilai akademik


No
Pernyataan
PILIHAN JAWABAN
SS
S
TS
STS
1.
Saya sudah belajar matematika padaa malam hari, sebelum esok hari




2.
Saya sampai di sekolah, sebelum pukul 07.00




3.
Saya sudah mempersiapkan buku pelajaran matematika ketika guru memasuki kelas.




4.
Matematika ialah pelajaran menarik dan menantang




5.
Saya sering melamun ketika pelajaran berlangsung




6.
Saya cenderung pasif ketika disksi kelompok




7.
Saya mengerjakan soal dengaan cepat dan tidak teliti




8..
Saya suka bercanda saat jam pelajaran




9.
Saya tidak mudah putus asa ketika mengerjakan soal yangg sulit




10.
Saya tidak berani menanyakan materi pelajaran yangg kurang dipahami




11.
Saya tetap memperhatikan guru, walaupun saya duduk dibangku paling belakang




12..
Saya berani mengutarakan pendapatt yangg dianggap benar




13.
Saya belajar matematika ketika akan menghadapi ulangan




14.
Saya tidak peduli padaa kesulitan pelajaran matematika




15.
Saya belajar matematika ketika disuruh orang tua




16.
Saya sering membolos ketika pelajaran matematika




17.
Saya menggunakan alat-alat peraga yangg bisa membantu saya belajar matematika dengaan mudah




18.
Saya sering mencari informasi di internet tentang sejarah matematika




19.
Saya sering melihat tayanggan pelajaran matematika di televisi




20.
Saya mengikuti bimbingan/les Matematika dengaan rutin.





Skor Untukk Angket
No. Pernyataan
Jenis Pernyataan
Bobot Penilaian
SS
S
TS
STS
1.
Positif
4
3
2
1
2.
Positif
4
3
2
1
3.
Positif
4
3
2
1
4.
Positif
4
3
2
1
5.
Negatif
1
2
3
4
6.
Negatif
1
2
3
4
7.
Negatif
1
2
3
4
8.
Negatif
1
2
3
4
9.
Positif
4
3
2
1
10.
Negatif
1
2
3
4
11.
Positif
4
3
2
1
12.
Positif
4
3
2
1
13.
Negatif
1
2
3
4
14.
Negatif
1
2
3
4
15
Negatif
1
2
3
4
16.
Negaif
1
2
3
4
17.
Positif
4
3
2
1
18.
Positif
4
3
2
1
19.
Positif
4
3
2
1
20.
Positif
4
3
2
1

Pen-skor-an Kriteria angket
Jumlah nilai 20-30               =  Sangat kurang percaya diri
Jumlah nilai 30-55               =  Kurang percaya diri
Jumlah nilai 55-80               =  Percaya diri
Jumlah nilai 80-100             =  Sangat percaya diri




Visitor