Makalah Ilmu Ushul Fiqh Sumber Hukum Islam “Lengkap”



Makalah Pengertian Ilmu Ushul Fiqh? Sumber hukum islam? Fiqih islam? Ushul fiqh? Ilmu fiqih? Pengertian Fiqih? Kitab fiqih? Kaidah ushul fiqh? Kaidah kaidah fiqih? Kaidah kaidah ushul fiqih? macam dalil fiqh? macam dalil ushul fiqh? macam dalil kaidah? macam dalil kaidah fiqh? macam dalil kaidah ushul fiqh? contoh dalil fiqh? contoh dalil ushul fiqh? contoh dalil kaidah ushul fiqh?


A.           Ilmu ushul Fiqh

Kata ushul fiqh dapatt dilihat darii dua aspek, yaitu ushul dan fiqh. Kata ushul jamak darii kata ashal, secara etimologi diartikan sebagai fondasi baik yanggg bersifa materi ataupun bukan. Adapun menurut istilah ashal memunyai beberapa arti sebagai berikut ini[1].
1.       Dalil, yakni landasan hukum seperti pernyataan para ulama ushul fiqh bahwa ashal darii wajibnya shalat lima waktu ialah firman Allah swt. Dan sunnah Rasu saw.
2.       Qaidah, yaitu dasar atau pondasi sesuai dengaan sabda Nabi. Artinya: “Islam itu didirikan atas lima ushul”
3.       Rajih yaitu yanggg terkuat. Seperti dalaam ungkapan ara ahli ushul fiqh.

Dalaam pengertian lain, Ushul Fiqh berasal darii dua kata yaitu kata ushul bentuk jamak darii ash dan Fiqh. Asl mempunyai makna sumber atau dalil yanggg menjadi dasar sesuatu. Asl secara etimologi diartikan sebagai “fondasi sesuatu”. Adapun menurut istilah ashl mempunyai beberapa arti yaitu :
a.        Dalil, yakni landasan hukum, seperti pernyataan ulama ushul Fiqh bahwa ashl darii wajibnya shalat lima waktu ialah firman Allah SWT. dan Sunnah Rasul.
b.       Qa’idah yaitu dasar atau fondasi sesuatu, seperti sabda Nabi Muhammad SAW : ”Islam itu didirikan atas lima ushul (dasar atau fondasi)”.
c.        Rajih, yaitu yanggg terkuat (dominan), seperti dalaam ungkapan para ahli ushul fiqih : ”Yanggg terkuat darii (isi/kandungan) suatu hukum ialah arti hakikatnya”. Maksudnya, yanggg menjadi patokan darii setiap perkataan ialah makna hakikat darii perkataan tersebut.
d.       Mustashhab, yaitu memberlakukan hukum yanggg ada sejak semula selama tidak ada dalil yanggg mengubahnya. Misalnya, seseorang yanggg hilang, apakah ia tetap mendapattkan haknya seperti warisan atau ikatan perkawinannya? Orang tersebut harus dinyatakan masih hidup sebelum ada berita tentang kematiannya. Ia tetap terpelihara haknya seperti tetap mendapattkan waris, begitu juga ikatan perkawinannya dianggap tetap.[2]
e.       Far’u (cabang)
Darii kelima pengertian ashl diatas, yanggg biasa digunakan ialah dalil.[3]
Ibnu subki mendefinisikan ushul fiqh sebagai himpunan dalil-dalil secara global. Jumhur ulama mendefinisikan ushul fiqh sebagai, himpunankaidah norma yanggg berfungsi sebagai alat penggalian syara sari dalilnya. Ibnu Humam darii kalangan Ulama Hanafiyah mendefinisikan sebagai pengetahuan kaidah-kaidah yanggg dapatt mencapa kemampuan dalaam penggalian fiqh. Sementara, Abful Wahab Khalaf mendefiniikan ushul fiqh dengaan ilmu pengetahuan entang kaidah-kaidah dan metode penggalian hukum syara mengenai perbuatan manusia (amaliyah) darii dalil-dalil yanggg terperinci.

Visitor