Makalah Hukum Islam Beserta contohnya



Makalah Pengertian hukum islam? Kompilasi hukum islam? Hukum nikah? Perkawinan? prinsip ekonomi islam? Prinsip hukum islam? Asas hukum islam? sumber sumber hukum? sumber hukum formal? sumber hukum internasional? sumber hukum islam? sumber ajaran islam?

A.           Hukum Islam

1.       Pengertian Hukum Islam

Hukum Islam dalaam pengertian yanggg terakhir ini ialah hukum negara atau bagian darii hukum negara. Sebagi ilmu, maka ia mempunyai cabang cabang seperti ilmu hukum umum yanggg terdiri darii, hukum konstitusonal, hukum perdata,  hukum pidana, hukum ekonomi dan seterusnya.
[1]Kata hukum islam tidak ditemukan sama sekali Al-qur’an dan literatur hukum islam, yanggg ada dalaam Al-Qur’an ialah kata syari’ah fiqh,  hukum Allah dan seakar dengaan kata itu, hukum islam merupakan terjemahan islamic law darii literatue Barat. Hasbi Ash-Shidiqy memberikan definsi hukum islam dengaan koleksi daya upaya fuqaha dalaam memnerapakan syariah islam sesuai dengaan kebutuhan masyarakat. Pengertian hukum islam dalaam definisi ini mendekati makana fiqh.
Hukum islam berarti seperangkat peraturan berdasakan wahyu Allah swt. Dan sunnah Rasul tentang tingkah laku manusia mukalaf yanggg diakui, serta diyakini berlaku dan mengikat untukkk semua umat islam. Maka dapatt dipahami, bahwa hukum islam menyangggkut syariah dan fiqh. Hukum islam dalaam pengertian ini ialah hukum negara atau bagian darii hukum negara, sehingga ia mempunyai cabang-cabang yanggg terdiri darii huku perdata dan hukum pidana.

2.       Asas dan Prinsip Hukum Islam[2]

a.        Syariah Islam
Islam ialah agam adan cara hidup berdasarkan syariah Allah yanggg terkandung dalaam kitab al-Qur’an dan sunnah Rasulullah saw. Setiap orang yanggg mengintegrasikan dirinya kepda islam, wajib membentuk seluruh hidup dan kehidupannya berdasarkan syari’ah yanggg termaksud dalaam Al-Qur’an dan sunah.
Eksistensi syariah islam yanggg konsisten pada prinsip dan asasnya tidaklah harus statis, tetapi justru harus fleksibel, dapatt mereduksi perkembangan dan kemajuan kehidupan manusia, hal tersebut merupakan kegiatan reaktualitasasi islam secara garis besar menekankan pada pengejawantahan islam dengaan mereinterpretasi sumber hukum islam dengaan menggunakan kebutuhan, situasi, dan kondisi dewasa ini, pradigmanya. Bedasarkan fenomena tersebut, penulis memandang bahwa pemahaman akan prinsip-prinsip dan asas-asas hukum islam secara radikal melalui kacamata filsafat memiliki urgensi yanggg tinggi sekali sebagai upaya untukkk membentengi syariah islam kontemporer.
b.       Pinsip-prinsip Hukum islam
[3]Syariah islam ialah pedoman hidup yanggg ditetapkan Allah swt untukkk mengatur kehidupan manusia agar sesuai dengaan keinginan Al-Qur’an dan sunnah. Hukum islam ialah seperangkat aturn yanggg ditetapkan secara langsung  dan lugas oleh Allah ditetpkan pokok-pokoknya untukkk mengatur hubungan antara manusia dan tuhannya, manusia. Dengaan sesamanya, serta manusia dengaan alam semesta.
Adapun secara terminologi, prinsip ialah kebenaran universal yanggg inheren di dalaam hukum islam dan menjadi titik tolak pembinaanya, prinsip yanggg membentuk hukum dan setiap cabang-cabangnya.; prinsip hukum islam, meliputi prinsip umum dan prinsip khusus. Prinsip umum ialah keseluruhan hukum ilam yanggg bersifat univesal. Adapun prinsip-prinsip khusus ialah prinsip yanggg setap cabangnya hukum islam. Prinsip-prinsip hukum islam menurut Juhaya S. Praja sebagai berikut:
·         Prinsip tauhid
Prinsip ini menyatakan bahwa semua manusia ada di bawah satu ketetapan yanggg sama, yaitu ketetapan tauhid yanggg dinyatakan dalaam kalimat lailaha illallah (tidak ada tuhan selain Allah). Pelaksanaan hukum islam ibadah dan penyerahan diri manusia kepada keseluruhan kehendak-Nya.
Darii prinsip tauhid umum ini melahirkan pauhid ini, prinsip khusus yanggg merupakan kelanjutan darii prinsip tauhid ini, umpmanya yanggg berlaku dalaam fiqh ibadah sebagai berikut:
a. Prinsip pertama : berhubungan langsung dengaan Allah tanpa perantara artinya bahwa tak seorang pun manusia dapatt menjadikan dirinya sebagai zat yanggg wajib di sembah.
b. Prinsip kedua : beban hukum (taklif) ditunjukan untukkk memelihara akidah dan iman, pembentukan pribadi yanggg luhur, hamba Allah dibebani ibadah sebagai bentuk/;aktualisai darii rasa syukur atas nikmat Allah.
·         Prinsip keadilan
Kaadilan dalaam bahasa salaf adlah sinonim al-mizan (keseimbangan/moderasi). Kata keadilan dalaam al-Qur’an kadang diekuifalensikan dengaan al-Qist. Al-mizan yanggg berarti keadilan di dalaam al-Qur’an terdapatt dam QS.Al-syura : 17 dan al-Hadid ayat 25.
Bedasarkan prinsip keadilan ini, lahir kaidah yanggg menyatakan hukum islam dalaam praktiknya dapatt berbuat sesuai dengaan ruang dan waktu, yakni suatu kaidah yanggg menyatakan elastisitas hukum islam dan kemudahan dalaam melaksanakannya sebagai kelanjutan darii prinsip keadilan,. Artinya, perkara-perkara dalaam hukum Islam apabila telah menyempit maka menjadi luas, apabila perkara-perkara itu telah meluas maka kembali menyempit.
·         Prinsip Amar Makruf Nahi Mungkar
Hukum islam digarekan untukkk merekayasa umat manusia menuju kepada yanggg baik dan benar yanggg dikehemdaki dan ridhai Allah. Hal ini dalaam filsafat hukum Barat diartikan sebagai fungsi social engineering hukum. Prinsip amar makruf nahi mungkar didasarkan pada QS. Al-imran ayat 110 pengkategorian amar makruf nahi mungkar dinyatakan berdasarkan wahyu dan akal.
·         Prinsip kebebasan/kemerdekaan
Prinsip kebebasab dalaam hukum islam disiarkan tidak berdasarkan paksaan, tetapi berdasarkan penjelasan, demostrasi, argumentasi. Kebebasan yanggg menjadi prinsip hukum islam ialah kebebasan dalaam arti luas, yanggg mencangkup berbagai macamnya baik kebebasab komunal.
·         Prsinsip persamaan/egilate
Prinsip persamaan yanggg paling nyata terdapatt dalaam konstitusi Madinah (al-Shahifah), yakni prinsip Islam menentang perbudakan dan penghisapan darah atas manusia.
·         Prinsip at-ta’awun
Prinsip ini memiliki makna saling membantu antar sesama manusia yanggg diarakan sesuai prinsip tauhid, terutama dalaam peningkata kebaikan dan ketakwaan.
·         Prinsip toleransi
Prinsip toleransi yanggg dikehendaki Islam ialah toleransi yanggg menjamin tidak terlanggarnya hak-hak islam dan umatnya- tegasnya toleransi hanya dapatt diterima apabila tidak merugikan agama islam.

c.        Asas-asas hukum islam

[4]Asas, secara etimologi memiliki dasar, alas, atau fundamen. Adapun secara terminologinya, Hasbi Ash-shidiqie mengungkapkan bahwa hukumislam sebagai hukuk yanggg lain mempunyai asas dan tiang pokok, sebagai berikut:
1.       Asas nafyul haraji : Asas ini berarti meniadakan kepicikan. Artinya, hukum islam dibuat dan diciptakan . itu berada dalaam batas-batas kemampuan para mukalaf.
2.       Asas qilatul taklif : Berarti tidak membahayakan taklifi, artinya hukum islam itu tidak memberatkan pundak para mukallaf dan tidak menyuarakan.
3.       Asas tadarruj : Asas tadaruj berarti bertahap (gradual), artinya pembinaan hukum islam berjalan setahap demi setahap disesuaikan dengaan tahapan perkembangan manusia.
4.       Asas kemashlahatan manusia : Hukum islam berkembang seiring dengaan kehidupan manusia mereduksi sesuatu yanggg ada dilingkungannya.
5.       Asas keadilan merata : Asas hukum ini artinya hukum islam sama dengaan keadaannya, tidak lebih melebihi bagi satu terhadap yanggg lainnya.
6.        Asas estetika : Asas hukum ini artinya hukum islam memperbolehkan bagi kita untukkk mempergunakan atu memperhatikan segala sesuatu yanggg indah.
7.       Asas menetapkan hukum berdasar ‘urf : Hukum islam dalaam penetapnya memperhatikan adat/kebiasaan.
8.       Asas syara menjadi dzatiyah islam : Asas hukum ini artinya hukum yanggg diturunkan secara mujmal memberikan lapangan yanggg luas kepada para filusuf untukkk berijtihad.
B.           Qanun (Yurisprudensi Fiqh)
[5]Pemahaman syariah yanggg telah diformulasikan dalaam bentuk teks hukum, berupa kontitusi undang-undang dan peraturan-peraturan yanggg mengikat warga negaranya dapatt disebut hukum islam. Ini mempunyai arti penting bagi umat islam. Jurispendensi dalaam tradisi civil dan common law sama dengaan legal science (ilmu hukum), sedangkan  indonesia yurisprudensi ialah putusan pengandilan yanggg sudah berkekuatan, tetapi berasal darii istilah Belanda yaitu jurispedensi yanggg berarti putusan-putusan hakim.
[6]Banyak perkembangan baru yanggg terjadi di Idonesia setelah berlakunya UU peradilan agama. Pertama, produk perundangan-perundangan bank syariah yanggg menjadikan sistem perbankan di Islam sebagai salah satu opsi pemecahan masalah perbankan di Indonesia. Kedua, lahir UU penyelenggaran Ibadah Haji, UU pengelolaan zakat dan UU keistimewaan propinsi Istimewa Aceh. Ketiga, undang-undang ini sebenarnya juga merupakan opsi pemecahan terhadap masalah hukum di luar yanggg sudah diatur oleh UU berkaitan dengaan hukum islam sebelum ini. UU peradilan Agama sendiri merupakan sebuah opsi bagi pencarian keadilan di wioayah huku Negara Republik Indonesia. Pertanyaan yanggg mendasar ialah, bagaimana hukum islaj menjadi opsi terbaik bagi seluruh bangsa Indonesia yanggg mencari keadilan.



[1] Ibid. sri nurul mulyanah ,di akses darii, http://srinurulmulyannah.blogspot.com/2013/06/makalah-syariah.html,pada tanggal 10 november 2014,pukul 23:20.
[2] Ibid. Diposkan oleh Fathimah at-Thahirah Rabu, 16 Januari 2013 di 21.22.di akses tanggal 10 november 2014.pukul 23:11
[3] Ibid. Diposkan oleh Fathimah at-Thahirah Rabu, 16 Januari 2013 di 21.22.di akses tanggal 10 november 2014.pukul 23:11
[4] Ibid. Diposkan oleh Fathimah at-Thahirah Rabu, 16 Januari 2013 di 21.22.di akses tanggal 10 november 2014.pukul 23:11
[5] Dr.Syahrul Anwar,M.Ag.Ilmu Fiqh dan Ushul Fiqh,Cet.1,Penerbit Ghalia Indonesia,Bogor,2010.hlm.16
[6] Ibid. Diposkan oleh Fathimah at-Thahirah Rabu, 16 Januari 2013 di 21.22.di akses tanggal 10 november 2014.pukul 23:11

Visitor