Ritual Institusi Islam (Fungsi,Tujuan & Unsur)



Makalah Pengertian Ritual dan Intitusi Islam? Arti Ritual Islam? Dampak Positif dan Negatif Ritual? Makalah Sumber Hukum Islam? Sumber ajaran Islam? Arti Institusi islam? Fungsi Tujuan dan Unsur Institusi? Contoh Institusi Islam di Indonesia? Macam Doktrin dalaam Islam? 
 


RITUAL DAN INTITUSI ISLAM

Pengertian Ritual & Institusi Islam

 

A.         Pengertian Ritual

Ritual ialah teknik (cara, metode) membuat suatu adat kebiasaan menjadi suci (sanctify the custom). Ritual menciptakan dan memelihara mitos, juga adat sosial dan agama. Ritual dapatt pribadi atau berkelompok. Wujudnya bisa berupa do’a, tarian, kata-kata dan sebagainya.

B.         Ritual dalaam Perspektif Sosiologi

Semua agama mengenal ritual, karena setiap agama memilki ajaran tentang hal yangg sakral. Salah satu tujuan pelaksanaan ritual ialah pemeliharaan dan pelestarian kesakralan. Di samping itu menurut pendapatt Djamari yangg disadur oleh Atang (1999 :125), ritual merupakan tindakan yangg memperkokoh hubungan pelaku dengaan objek yangg suci, dan memperkuat solidariitas kelompok yangg menimbulkan rasa aman dan kuat mental.

C.         Ritual Islam

Secara umum, ritual dalaam Islam dapatt dibedakan menjadi dua yaitu ritual yangg mempunyai dalil yangg tegas dan eksplisit dalaam Al-Qur’an dan Sunnah seperti shalat dan ritual yangg tidak memiliki dalil dalaam Al-Qur’an maupun Sunnah seperti maulid. Selain itu, ritual Islam dapatt ditinjau darii sudut tingkatan dapatt dibedakan menjadi tiga:
1.       Primer, ritual Islam yangg wajib dilakukan oleh umat Islam. Seperti shalat wajib lima waktu.
2.       Sekunder, ritual Islam yangg sekunder ialah ibadat shalat sunnah. Seperti bacaan dalaam ruku’ dan sujud, shalat tahajjud dan shalat dhuha.
3.       Tertier, ritual Islam yangg berupa anjuran dan tidak sampai pada derajat sunnah. Seperti anjuran membaca ayat kursi.
Darii segi tujuan, ritual Islam ada dua:
1.       Ritual yangg bertujuan mendapattkan ridha Allah semata dan balasan yangg ingin dicapai ialah kebahagiaan ukhrawi.
2.       Ritual yangg bertujuan mendapattkan balasan di dunia ini, misalnya shalat istisqa’.

D.         Pengaruh Ritual

Ritual secara umum mempunyai pengaruh. Pengaruh ritual berupa dampak positif dan dampak negatif.                     
Dampak Negatif
1.     Ritual cenderung untukk mengganti agama, menjadi kebiasaan hingga menjadi agama tersendiri
2.     Menghambat perkembangan kerohanian. Sulit mengembangkan kerohanian dan perbaikan doktrin bila agama dipenuhi oleh ritual dan dikuasai para imam ritual
3.     Menghambat perkembangan ilmu pengetahuan
4.     Ritual bisa berpotensi menolak pembaruan dan kebenaran
Dampak Positif
1.       Stabilisasi peradaban. Misalnya di bangsa-bangsa yangg memeluk Islam, terlihat lebih stabil dengaan adanya keseragaman ritual.
2.     Meningkatkan jenis budaya tertentu. Misalnya di Bali, ritualnya bermanfaat bagi turisme dan pengembangan seni.
3.     Membantu pengendalian diri manusia
.Dalaam peringatan khitanan mempunyai hikmah diantaranya[1] :
1.       Khitan ada hubungannya dengaan upaya pengendalian syahwat biologis seksual
2.       Khitan memiliki hubungan dengaan kebersihan dan kesehatan
3.       Khitan mendidik anak untukk berani berkorban, diantara pengorbanan tersebut ialah dengaan dipotong sebagian darii tubuhnya, yakni bagian darii alat kelaminnya. dimana seseorang harus berjuang menegakkan kebenaran agama Allah, walaupun terkadang harus menumpahkan darah.

I.            INSTITUSI


A.       Pengertian Institusi

Institusi atau lembaga mempunyai dua pengertian, yakni pengertian fisik, material, kongkret dan pengertian nonfisik, nonmaterial dan abstrak.[2] Dalaam bahasa Inggris lembaga dalaam pengertian fisik disebut institute, sarana (organisasi) untukk mencapai tujuan tertentu, sedangkan lembaga dalaam pengertian nonfisik atau abstrak ialah institution, suatu sistem norma untukk memenuhi kebutuhan.
Sebagai sebuah  norma, institusi itu bersifat mengikat. Darii daya yangg mengikatnya, secara sosiologis norma-norma tersebut dapatt dibedakan menjadi empat macam, yaitu :
1.         Tingkatan cara (usage), menunjuk pada suatu bentuk perbuatan yangg dilakukan berulang-ulang.
2.         Kebiasaan (folkways), merupakan perbuatan yangg dilakukan secara berulang-ulang dalaam bentuk yangg sama. Daya ikat norma ini lebih kuat darii usage. Contohnya memberi hormat kepada orang yangg lebih tua.
3.         Norma tata kelakuan (mores), apabila suatu kebiasaan dianggap sebagai cara berperilaku bahkan dianggap dan diterima sebagai norma pengatur, maka kebiasaan meningkat menjadi tahapan mores yangg merupakan alat  pengawas bagi perilaku masyarakat yangg daya ikatnya lebih kuat darii folkways dan usage.
4.         Custom, yaitu norma tata kelakuan yangg terus menerus dilakukan sehingga integrasinya menjadi sangat kuat dengaan pola-pola perilaku masyarakat. Maka orang yangg melanggarnya akan mendapatt sangsi yangg keras darii masyarakat.


B.         Fungsi, Tujuan dan Unsur-Unsur Institusi

Institusi mempunyai fungsi[3] :
1.       Memberikan pedoman pada anggota masyarakat (muslim) bagaimana mereka harus bertingkah laku atau bersikap dalaam menghadapi berbagai masalah yangg timbul dan berkembang dalaam masyarakat, terutama yangg menyanggkut pemenuhan kebutuhan pokok mereka.
2.       Memberikan pegangan kepada masyarakat bersangkutan dalaam melakukan pengendalian sosial menurut sistem tertentu yakni sistem pengawasan tingkah laku para anggotanya
3.       Menjaga keutuhan masyarakat
C.         Institusi Islam
Institusi atau lembaga Islam ialah norma yangg didasarkan pada ajaran Islam dan sengaja diadakan untukk memenuhi kebutuhan umat Islam, baik itu kebutuhan keluarga, pendidikan, hukum, ekonomi, politik sosial dan budaya.
Sistem norma dalaam agama Islam bersumber darii firman Allah SWT dan sunnah Nabi Muhammad SAW yangg merupakan pedoman bagi masyarakat muslim agar memperoleh kemaslahatan didunia dan akhirat.
Daya ikat norma dalaam Islam tercermin dalaam empat bentuk, yaitu :
1.         Mubah, tidak mempunyai daya ikat dan tidak mendapattkan sangsi bagi pelakunya.
2.         Mandub, seseeorang yangg mengerjakannya akan memperoleh pahala.
3.         Wujub, ialah perilaku yangg harus dilakukan sehingga akan mendapattkan pahala bagi pelakunya dan sangsi bagi pelanggarnya.
4.         Makruh, ialah tingkat norma yangg memberikan sangsi bagi pelanggarnya tetapi yangg tidak melanggar tidak diberi pahala.
5.         Haram, ialah norma yangg memberikan sangsi yangg berat kepada pelanggarnya.

Adapun norma Islam terdapatt dalaam empat aspek, yaitu :
1.       Norma akidah, tercermin dalaam rukun iman.
2.       Norma ibadah, tercermin  dalaam bersuci (thoharoh), sholat, zakat, puasa dan haji.
3.       Norma muamalah, tercermin dalaam hukum perdagangan, perserikatan, bank, asuransi, nikah, waris, perceraian, hukum pidana dan politik.
4.       Norma akhlak, tercermin dalaam akhlak terhadap Allah dan makhluk.

Contoh institusi Islam yangg ada di Indonesia,
1.         Institusi perkawinan, di asosiasikan melalui KUA dan peradilan agama.
2.         Institusi pendidikan, diasosiasikan dalaam bentuk pesantren, sekolah Islam dan madrasah.
3.         Institusi ekonomi, diasosiasikan menjadi Bank Muamalah Indonesia dan BMT.
4.         Insitusi zakat, di asosiasikan menjadi BAZIS.
5.         Institusi dakwah, diasosiasikan menjadi LDK.



[1] Abuddin Nata. 2003. hal 111
[2] Mohammad Daud Ali dan Habibah Daud. 1995. hal 1
[3] Ibid

Visitor