Makalah Bimbingan & Konseling (Pengertian, Tujuan & Peran)




Makalah Pengertian Bimbingan dan Konseling Pembelajaran siswa adalah? Arti bk? Arti bimbingan? Arti konseling? Makalah Pengertian Tujuan umum bk? Tujuan Khusus? Peran bimbingan dan konseling dalaam pembelajran siswa? Arti Pembelajaran? Makalah Arti Model Pembelajran? Art Metode? Arti Metode Mengajar? Arti Metode Belajar? 


BAB I

PENDAHULUAN


A.         Latar Belakang

Bimbingan dan konseling merupakan proses pemberian bantuan, terutama darii aspek psikologi yangg dilakukan seorang ahli kepada siswa dalaam memahami dirinya, konsep diri dan menghubungkan dengaan lingkungannya. Peran bimbingan dan konseling di lingkungan pendidikan  sangat penting karena masing-masing siswa memiliki latar belakang sosial yangg berbeda-beda satu sama lain. Oleh karena itu, bimbingan dan konseling sangat dibutuhkan supaya siswa dapatt mengenal dirinya dan dapatt menghadapi lingkungan sekolah dengaan baik.
                         Dengaan semakin banyaknya penyimpangan yangg dilakukan oleh siswa maka seorang guru atau pendidik harus memahami dan menerapkan konsep bimbingan dan konseling ini supaya sedikit demi sedikit dapatt mengurangi atau meminimalisir penyimpangan yangg dilakukan siswa. Dengaan adanya bimbingan dan konseling akan mempermudah seorang guru dalaam menentukan metode pembelajaran yangg akan dipakai.

B.          Rumusan Masalah

          1.   Apa pengertian bimbingan dan konseling?
2.       Bagaimana peranan bimbingan dan konseling dalaam pendidikan di sekolah?
3.       Apa tujuan bimbingan di sekolah?

C.          Tujuan

 Adapun tujuan darii penulisan makalah bimbingan konseling sebagai berikut:
1.       Untukk mengetahui dan memahami makna bimbingan dan konseling?
2.       Untukk mengetahui dan memahami peranan bimbingan dan konseling dalaam pendidikan di sekolah
3.       Untukk mengetahui dan memahami tujuan bimbingan di sekolah.

BAB II

PEMBAHASAN

Makalah bimbingan & konseling (Pengertian, Tujuan& Peran)


A.         Pengertian Bimbingan dan Konseling

Bimbingan dan  konseling berasal darii dua kata, yaitu bimbingan dan konseling. Bimbingan merupakan terjemahan darii guidance yangg di dalaamnya terkandung beberapa makna.
Sertzer dan Stone (1996: 3) mengemukakan bahwa guidance berasal kata guide yangg mempunyai arti to direct, pilot, manager, or steer, artinya: menunjukkan, mengarahkan, menentukan, mengatur, atau mengemudikan. (Victoria Neufeldt, Ed., 1988:599)[1]
Bimbingan merupakan bantuan yangg diberikan kepada individu darii seorang yangg ahli. Akan tetapi, tidak sesederhana itu untukk memahami pengertian bimbingan. Pengertian bimbingan formal telah diungkapkan orang setidaknya sejak awal abad ke-20, yangg diprakarsai oleh Frank Parson pada tahun 1908. Sejak itu muncul rumusan tetang bimbingan sesuai dengaan perkembangan pelayanan bimbingan, sebagai suatu pekerjaan yangg khas yangg ditekuni oleh para peminat dan ahlinya. Pengertian bimbingan yangg dikemukakan oleh para ahli memberikan pengertian yangg saling melengkapi satu sama lain.
Oleh karena itu, untukk memahami pengertian darii bimbingan perlu mempertimbangkan beberapa pengertian yangg dikemukakan oleh para ahli sebagai berikut :
1.       “Bimbingan sebagai bantuan yangg diberikan kepada individu untukk dapatt memilih,mempersiapkan diri dan memangku suatu jabatan dan mendapatt kemajuan dalaam jabatan yangg dipilihnya”. (Frank Parson, 1951).
Frank Parson merumuskan pengertian bimbingan dalaam beberapa aspek yakni bimbingan diberikan kepada individu untukk memasuki suatu jabatan dan mencapai kemajuan dalaam jabatan. Pengertian ini masih sangat spesifik yangg berorientasi karir.
2.       “Bimbingan membantu individu untukk lebih mengenali berbagai informasi tentang dirinya sendiri”. (Chiskolm, 1959).
Pengertian bimbingan yangg dikemukan oleh Chiskolm bahwa bimbingan membantu individu memahami dirinya sendiri, pengertian menitik beratkan pada pemahaman terhadap potensi diri yangg dimiliki.
3.       “Bimbingan merupakan kegiatan yangg bertujuan meningkatkan realisasi pribadi setiap individu”. (Bernard & Fullmer, 1969).
Pengertian yangg dikemukakan oleh Bernard & Fullmer bahwa bimbingan
dilakukan untukk meningkatakan pewujudan diri individu. Dapatt dipahami bahwa bimbingan membantu individu untukk mengaktualisasikan diri dengaan lingkungannya.
4.       “Bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yangg menekankan proses belajar yangg sistematik”. (Mathewson, 1969). Mathewson mengemukakan bimbingan sebagai pendidikan dan pengembangan yangg menekankan pada proses belajar. Pengertian ini menekankan bimbingan sebagai bentuk pendidikan dan pengembangan diri, tujuan yangg diinginkan diperoleh melalui proses belajar.
Darii beberapa pengertian bimbingan di atas, dapatt dipahami bahwa bimbingan pada prinsipnya ialah proses pemberian bantuan yangg dilakukan oleh orang yangg ahli kepada seorang atau beberapa orang individu dalaam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengaan lingkungan, memilih, menentukan, dan menyusun rencana sesuai dengaan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan berdasarkan norma-norma yangg berlaku.
Menurut Prayitno dan Erman Amti dalaam buku Dasar-Dasar Bimbingan Konseling (2004:105) Konseling ialah proses pemberian bantuan yangg dilakukan melalui wawancara konseling oleh seorang ahli (disebut konselor) kepada individu yangg sedang mengalami sesuatu masalah (disebut klien) yangg bermuara pada teratasinya masalah yangg dihadapi klien.[2]
Sejalan dengaan itu, Winkel (2005: 34) mendefinisikan konseling sebagai serangkaian kegiatan paling pokok darii bimbingan dalaam usaha membantu konseling/ klien secara tatap muka dengaan tujuan agar klien dapatt mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus.
Berdasarkan pengertian konseling di atas, dapatt dipahami bahwa konseling ialah usaha membantu konseli/ klien secara tatap muka dengaan tujuan agar klien dapatt mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus. Dengaan kata lain, teratasinya masalah yangg dihadapi oleh konseli/ klien.
Darii beberapa pengertian bimbingan dan konseling yangg dikemukakan oleh para ahli di atas, dapatt dinyatakan bahwa bimbingan dan konseling ialah suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis, yangg dilakukan oleh seorang ahli yangg telah mendapatt latihan khusus untukk itu, dengaan tujuan agar individu dapatt memahami dirinya, lingkungannya, serta dapatt mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengaan lingkungan untukk mengembangkan potensi dirinya secara optimal untukk kesejahteraan dirinya dan kesejahteraan masyarakat.

B.         Peranan Bimbingan Dan Konseling Dalaam Pendidikan Di Sekolah

Bila tujuan pendidikan pada akhirnya ialah pembentukan manusia yangg utuh, maka proses pendidikan harus dapatt membantu siswa mencapai kematangan emosional dan sosial sebagai individu dan anggota masyarakat selain mengembangkan intelektualnya. Bimbingan konseling menangani masalah-masalah atau hal-hal diluar bidang garapan pengajaran, tetapi secara tidak langsung menunjang tercapainya tujuan pendidikan dan pengajaran di sekolah itu. Oleh karena itu, peranan bimbingan dan konseling sangat penting karena untukk menentukan masa depan bangsa.
Kegiatan ini dilakukan melalui layanan khusus terhadap semua siswa agar dapatt mengembangkan dan memanfaatkan kemampuannya secara penuh. Bimbingan dan konseling semakin dirasakan perlu keberadaannya disetiap sekolah. Hal ini didukung oleh berbagai macam faktor seperti dikemukakan Koestroer Partowisasto dalaam Soetjipto & Raflis K ( 2009: 64) yaitu:
a.         Sekolah merupakan lingkungan hidup kedua setelah rumah
b.      Para siswa yangg usianya relatif masih muda sangat membutuhkan bimbingan.
Lundquist dan Chamel dalaam Soetjipto & Raflis K ( 2009:65) menyatakan bahwa kehadiran konselor dapatt meringankan tugas guru.

Konselor dan guru merupakan suatu tim yangg sangat penting dalaam kegiatan pendidikan. Keduanya dapatt saling menunjang terciptanya proses pembelajaran lebih efektif. Oleh karena itu kegiatan bimbingan dan konseling tidak dapatt dipisahkan dengaan kegiatan sekolah.
Permendiknas Nomor 22 tahun 2006 tentang Standar Isi yangg didalaamnya memuat struktur kurikulum, telah mempertajam perlunya disusun dan dilaksanakannya program pengembangan diri yangg bertujuan memberikan kesempatan kepada peserta didik untukk mengembangkan dan mengekspresikan diri sesuai dengaan kebutuhan, bakat, dan minat setiap peserta didik sesuai dengaan kondisi sekolah. Kegiatan pengembangan diri difasilitasi dan atau dibimbing oleh konselor, guru, atau tenaga pendidikan yangg dapatt dilakukan dalaam bentuk kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan pengembangan diri dilakukan melalui kegiatan pelayanan Bimbingan dan Konseling yangg berkenaan dengaan masalah diri pribadi, kehidupan sosial, belajar, dan pengembangan karir peserta didik.
Bimbingan konseling ialah pelayanan bantuan untukk peserta didik baik secara perorangan maupun kelompok, agar mandiri dan berkembang secara optimal, dalaam bimbingan pribadi, sosial, belajar dan karir, melalui berbagai jenis pelayanan dan kegiatan pendukung berdasarkan norma-norma yangg berlaku.
Bimbingan dan konseling merupakan upaya proaktif dan sistemik dalaam memfasilitasi individu mencapai perkembangan yangg optimal, pengembangan perilaku efektif, pengembangan lingkungan perkembangan, dan peningkatan keberfungsian individu dalaam lingkungannya. Semua perilaku tersebut merupakan proses perkembangan yakni proses interaksi antara individu dengaan lingkungan. Pengampu bimbingan dan konseling ialah guru bimbingan dan konseling atau konselor yangg merupakan salah satu kualifikasi pendidik.
Dalaam permendiknas Nomor 23 tahun 2006 dirumuskan SKL yangg harus dicapai peserta didik melalui proses pembelajaran bidang studi, maka kompetensi peserta didik yangg harus dikembangkan melalui pelayanan bimbingan dan konseling ialah kompetensi kemandirian untukk mewujudkan diri (self actualization) dan pengembangan kapasitasnya (capacity development) yag dapatt mendukung pencapaian kompetensi lulusan. Sebaliknya, kesuksesan peserta didik dalaam mencapai SKL akan secara signifikan menunjang terwujudnya pengembangan kemandirian.

C.         Tujuan Bimbingan Di Sekolah

Bahwa yangg ingin dicapai dengaan bimbingan ialah tingkat perkembangan yangg optimal bagi setiap individu sesuai dengaan kemampuannya, agar dapatt menyesuaikan dirinya terhadap lingkungan. Hal tersebut merupakan tujuan utama pelayanan bimbingan di sekolah dan tujuan tersebut terutama tertuju bagi murid-murid sebagai individu  yangg diberi bantuan.
Berikut ini akan diuraikan tujuan pelayanan bimbingan disekolah secara terperinci baik  bagi murid, sekolah dan guru:

1.            Tujuan pelayanan bimbingan bagi murid

Tujuan pelayanan bimbingan bagi murid yakni sebagai berikut:
a.         Membantu murid-murid yangg mengembangkan pemahaman diri sesuai dengaan minat, pribadi, hasil belajar, serta kesempatan yangg ada
b.       Membantu proses sosialisasi dan sensitifitas kepada kebutuhan orang lain
c.        Memberikan dorongan di dalaam pengarahan diri pemecahan masalah, pengambilan keputusan dan keterlibatan diri dalaam proses pendidikan
d.       Mengembangkan pengetahuan,  sikap dan keterampilan untukk mandiri dalaam belajar sehingga mengurangi ketergantungan kepada orang lain[3]
e.        Membantu didalaam memahami tingkah laku manusia
f.         Membantu murid-murid untukk memperoleh kepuasan pribadi dan dalaam penyesuaian diri secara maksimum terhadap masyarakat
g.       Membantu murid-murid untukk hidup didalaam kehidupan yangg seimbang dalaam berbagai aspek fisik mental dan sosial
h.       Mengatasi kesulitan dalaam belajarnya, sehingga memperoleh prestasi belajar yangg tinggi
i.         Mengatasi terjadinya kebiasaan-kebiasaan yangg tidak baik yangg dilakukannya pada saat proses belajar mengajar berlangsung dan dalaam hubungan sosial
j.         Mengatasi kesulitan-kesulitan yangg berkaitan dengaan kelanjutan studi

2.            Tujuan pelayanan bimbingan bagi sekolah ialah

a.          Menyusun dan menyesuaikan data tentang murid yangg bermacam-macam
b.         Sebagai penengah antara sekolah dan masyarakat
c.          Menyelenggarakan program testing baik untukk keperluan seleksi maupun penempatan

3.            Tujuan pelayanan bagi guru

a.          Membantu keseluruhan program pendidikan utuk menemukan kebutuhan-kebutuhan seluruh murid
b.         Membantu dalaam memperoleh usaha memahami perbedaan individu serta individualisasi pengajaran, dalaam mencapai penyesuaian antara keunikan individu dengaan pendidikan
c.          Merangsang dan mendorong penggunaan prosedur dan teknik bimbingan oleh guru-guru dan seluruh staf.
Pada dasarnya, tujuan umum bimbingan dan konseling ialah untukk membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengaan tahap perkembangan yangg dimilikinya seperti kemampuan dasar dan bakat, berbagai latar belakang yangg ada seperti latar belakang keluarga, pendidikan dan status sosial ekonomi. Tujuan khusus bimbingan dan konseling merupakan penjabaran tujuan umum yangg dikaitkan secara langsung dengaan permasalahan yangg dialami oleh individu yangg bersangkutan, sesuai dengaan kompleksitas permasalahannya itu. Dengaan demikian dapatt dijelaskan bahwa tujuan bimbingan dan konseling ialah untukk mencapai tujuan perkembangan yangg meliputi aspek pribadi, sosial, belajar dan karir.[4]


BAB III

PENUTUP


A.         Kesimpulan

Kesimpulan darii pembahasan di atas ialah sebagai berikut:
1.          Bimbingan pada prinsipnya ialah proses pemberian bantuan yangg dilakukan oleh orang yangg ahli kepada seorang atau beberapa orang individu dalaam hal memahami diri sendiri, menghubungkan pemahaman tentang dirinya sendiri dengaan lingkungan, memilih, menentukan, dan menyusun rencana sesuai dengaan konsep dirinya dan tuntutan lingkungan berdasarkan norma-norma yangg berlaku.
2.          Konseling ialah usaha membantu konseli/ klien secara tatap muka dengaan tujuan agar klien dapatt mengambil tanggung jawab sendiri terhadap berbagai persoalan atau masalah khusus. Dengaan kata lain, teratasinya masalah yangg dihadapi oleh konseli/ klien.
3.          Bimbingan dan konseling ialah suatu proses pemberian bantuan kepada individu secara berkelanjutan dan sistematis, yangg dilakukan oleh seorang ahli yangg telah mendapatt latihan khusus untukk itu, dengaan tujuan agar individu dapatt memahami dirinya, lingkungannya, serta dapatt mengarahkan diri dan menyesuaikan diri dengaan lingkungan.
4.          Dalaam permendiknas Nomor 23 tahun 2006 dirumuskan Standar Kompetensi Lulusan yangg harus dicapai peserta didik melalui proses pembelajaran bidang studi, maka kompetensi peserta didik yangg harus dikembangkan melalui pelayanan bimbingan dan konseling ialah kompetensi kemandirian untukk mewujudkan diri (self actualization) dan pengembangan kapasitasnya (capacity development) yag dapatt mendukung pencapaian kompetensi lulusan. Sebaliknya, kesuksesan peserta didik dalaam mencapai SKL akan secara signifikan menunjang terwujudnya pengembangan kemandirian.
5.          Tujuan umum bimbingan dan konseling ialah untukk membantu individu memperkembangkan diri secara optimal sesuai dengaan tahap perkembangan yangg dimilikinya.
6.          Tujuan khusus bimbingan dan konseling merupakan penjabaran tujuan umum yangg dikaitkan secara langsung dengaan permasalahan yangg dialami oleh individu yangg bersangkutan, sesuai dengaan kompleksitas permasalahannya itu. Dengaan demikian dapatt dijelaskan bahwa tujuan bimbingan dan konseling ialah untukk mencapai tujuan perkembangan yangg meliputi aspek pribadi, sosial, belajar dan karir.

B.         Saran

Untukk memperluas wawasan pengetahuan mengenai bimbingan dan konseling, guru sangat danjurkan mempelajari buku-buku khusus mengenai bimbingan dan konseling. Selain itu, siswa pun dianjurkan untukk mengikuti bimbingan yangg diberikan oleh gurunya karena semua ini bertujuan untukk keberhasilan pendidikan di indonesia yangg menciptakan anak didik berjiwa pancasila.






















DAFTAR PUSTAKA

Djumhur dan Moh Surya. 1975. Bimbingan Dan Penyuluhan Disekolah. Bandung: CV. Ilmu.
Luddin, Abu Bakar M. 2010. Dasar- Dasar Konseling. Bandung: Citapustaka Media Perintis.
Nurhayati, Eti . 2011. Bimbingan Konseling & Psikoterapi Inovatif .Yogyakarta: Pustaka Pelajar.
Permendiknas, 2006. Standar Isi Untukk Satuan PendidikanDasar Dan Menengah. Jakarta: Menteri Pendidikan Nasional.
Permendiknas, 2006. Standar Kompetensi Lulusan Untukk Satuan Pendidikan Dasar Dan Menengah. Jakarta: Menteri Pendidikan Nasional.
Salahudin, Anas. 2010. Bimbingan dan Konseling. Bandung: CV Pustaka Setia.





[1] Anas Salahudin, Bimbingan dan Konseling, (Bandung: CV Pustaka Setia, 2010) hal. 13.
[2] Ibid., halaman 15
[3] Eti Nurhayati, Bimbingan Konseling & Psikoterapi Inovatif, (Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2011) hal. 8.
[4] Abu Bakar M Luddin, Dasar- Dasar Konseling, (Bandung: Citapustaka Media Perintis, 2010) hal. 42.

Visitor