Tindak Pidana Tentang Penggelapan

Pasal 372 KUHP:

Barang siapa denga n sengaja dan melawan huku m memiliki barang sesuatu yan g seluruhnya atau sebagian ialah kepunyaan orang lain, tetapi yan g ada dala m kekuasaannya bukan karena kejahatan diancam karena penggelapan, denga n pidana penjara paling lama empat tahun atau pidana denda paling banyak sembilan ratus rupiah.

Pasal 374 KUHP:

Penggelapan yan g dilakukan oleh orang yan g penguasaannya terhadap barang disebabkan karena ada hubungan kerja atau karena pencarian atau karena mendapat upah untu k itu, diancam denga n pidana penjara paling lama lima tahun.

Mengenai Pasal 372 KUHP, R. Soesilo dala m bukunya Kitab Undang-Undang Huku m Pidana (KUHP) Serta Komentar-Komentarnya Lengkap Pasal Demi Pasal (hal. 258) mengatakan bahwa penggelapan ialah kejahatan yan g hampir sama denga n pencurian dala m Pasal 362 KUHP. Bedanya ialah bahwa pada pencurian barang yan g dimiliki itu masih belum berada di tangan pencuri dan masih harus “diambilnya”, sedangkan pada penggelapan waktu dimilikinya barang itu sudah ada di tangan si pembuat tindak pidana tidak denga n jalan kejahatan.

Sedangkan mengenai Pasal 374 KUHP, R. Soesilo menjelaskan bahwa ini ialah penggelapan denga n pemberatan. Pemberatan-pemberatan itu ialah:

1.     Terdakwa diserahi menyimpan barang yan g digelapkan itu karena hubungan pekerjaannya (persoonlijke dienstbetrekking), misalnya perhubungan antara majikan denga n buruh; 
2.     Terdakwa menyimpan barang itu karena jabatannya, misalnya tukang binatu menggelapkan pakaian yan g dicucikan kepadanya; 
3.      Karena mendapat upah uang (bukan upah yan g berupa barang), misalnya pekerja stasiun membawakan barang orang penumpang denga n upah uang, barang itu digelapkannya.

(Sumber : www.huku monline.com)

Visitor