Sumber- Sumber Hukum Dagang



Hokum Dagang Indonesia terutama bersumber pada :

A. Hokum tertulis yan g dikodifikasikan :
  1. Kitab Undang-Undang Hokum Dagang (KUHD) atau  Wetboek van Koophandel (WVK), yan g mulai berlaku di Indoneia pada 1 Mei 1848 terbagi atas dua Kitab dan 23 BAB. Di dala m KUHD jelas tercantum bahwa implementasi dan pengkhususan darii cabang-cabang hokum dagang bersumber pada Kitab Undang-undang Hokum Dagang Isi pokok dariipada KUHD Indonesia ialah:
ü  Kitab pertama berjudul Tentang Dagang Umumnya, yan g memuat 10 BAB.
ü  Kitab kedua berjudul Tentang Hak- hak dan Kewajiban- kewajiban yan g Terbit darii Pelayaran, terdiri darii 13 BAB.

Kitab Undang-undang Hokum Perdata (KUHPerdata) atau Burgerlijk Wetboek (BW), Buku III tentang Perikatan.

B. Hokum tertulis yan g belum dikodifikasikan

Hokum tertulis yan g belum dikodifikasikan yaitu peraturan perundangan khusus yan g mengatur tentang hal-hal yan g berhubungan denga n perdagangan diantaranya ialah sebagai berikut;
  1. UU No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan terbatas;
  2. UU No. 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal;
  3. UU No. 32 Tahun 1997 tentang Perdagangan Berjangka Komoditi;
  4. UU No. 8 Tahun 1997 tentang Dokumen Perusahaan.

C. Hokum Kebiasaan
  1. Ps 1339 KUH Perd. : Suatu perjanjian tidak saja mengikat untu k apa yan g semata-mata telah diperjanjikan tetapi untu k apa yan g sudah menjadi kebiasaan;
  2. Ps 1347 KUH Perd. : hal-hal yan g sudah lazim diperjanjikan dala m suatu perjanjian, meskipun tidak secara tegas diperjanjikan harus dianggap juga tercantum dala m setiap perjanjian semacam itu.

Visitor