Sumber Hukum Internasional (Materil & Formal)

 

SUMBER HUKUM INTERNASIONAL

A.      Pengertian Sumber Hukum Internasional

Pengertian sumber hukum internasional menurut F.A Whisnu Situni,SH dibedakan menjadi 2 yaitu :
·         Sumber hukum material
·         Sumber hukum formal 
Sumber hukum material ialah segala sesuatu yangg menentukan isi darii hukum, Sementara itu sumber hukum formal dapatt diartikan dalaam 2 macam pengertian :
1.       sebagai tempat menemukan hukum, dan
2.       sebagai dasar mengikat.

B.      Sumber Hukum Internasional

Menurut Pasal 38 ayat (1) Statuta Mahkamah Internasional, sumber-sumber hukum internasional yangg dipakai oleh Mahkamah dalaam mengadili perkara, ialah:

1.       Perjanjian internasional (international conventions), baik yangg bersifat umum, maupun khusus;
2.       Kebiasaan internasional (international custom);
3.       Prinsip-prinsip hukum umum (general principles of law) yangg diakui oleh negara-negara beradab;
4.       Keputusan pengadilan (judicial decision) dan pendapatt parra ahli yangg telah diakui kepakarannya, yangg merupakan sumber hukum internasional tambahan. (Phartiana, 2003; 197)


1.       Perjanjian Internasional/Traktat


Traktat menurut Harmaily, dkk, ialah perjanjian yangg diadakan oleh dua negara (bilateral) atau banyak negara (multilateral).
·         Traktat ialah perjanjian yangg dibuat antara negara, 2 negara atau lebih
·         Merupakan perjanjian internasional yangg dituangkan dalaam bentuk tertentu
·         Perjanjian terjadi karena adanya kata sepakat darii kedua belah pihak (negara) yangg mengakibatkan pihak-pihak tersebut terikat pada isi perjanjian yangg dibuat.
·         Trakat ini juga mengikat warganegara-warganegara darii negara-negara yangg bersangkutan
·         Dapatt dijadikan hukum formal jika memenuhi syarat formal tertentu, misalnya dengaan proses ratifikasi.
·         Asas Perjanjian “Pacta Sun Servanda” = perjanjian harus dihormati dan ditaati

Perjanjian internasional ada 2 yaitu :

1.       Tertulis→yangg dituangkan dalaam instrumen-instrumen berbentuk perjanjian tertulis dan pembentukannya melalui prosedur atau aturan tertentu hukum internasional (formal)
2.       Tidak tertulis→yangg di ekspresikan melalui instrumen-instrumen yangg tidak tertulis yangg dapatt berupa :
·         Ucapan lisan
·         Tindakan tertentu darii subjek hukum internasional lainnya, dan
·         Tulisn yangg pembentukannya tidak melalui atau membutuhkan  prosedur  tertentu.
Traktat yangg membentuk hukum:
·         yangg memuat peraturan mengenai hukum internasional secara universal,ch:Piagam PBB
·         menetapkan peraturan yangg bersifat umum
Kontrak dengaan traktat, yaitu traktat yg menetapkan hak dan kewajiban yangg hanya berlaku bagai peserta traktat tersebut ~yangg perlu diperhatikan dalaam treatycontract :
1.       sederatan treatycontract yangg dapatt merupakan proses lahirnya kebiasaan internasional;
2.       ada kalanya traktat semula diadakan beberapa negara saja, tapi kemudian diterima secara umum;
3.       traktat dapatt memiliki nilai yangg jelas yangg menggambarkan hukum yangg bersifat umum
Proses pembuatan traktat menurut utrecht :
1.       Penetapan, (sluiting). Pada tahap ini diadakan perundingan, atau pembicaraan tentang masyalah yangg mnyanggkut kepentingan masing-masing negara. Hasilnya berupa concept verdrag, yakni penetapan isi perjanjian.
2.       Persetujuan. Penetapan-penetapan pokok darii hasil perundingan itu diparraf sebagai tanda persetujuan sementara, karena naskah tersebut masih memerlukan persetujuan lebih lanjut darii DPR negara masing-masing. Kemungkinan terjadi bahwa masing-masing DPR masih mengadakan perubahan-perubahan terhadap naskah tersebut.
3.       Penguatan (bekrachtiging). Setelah diperoleh persetujuan darii kedua negara tersebut, kemudian disusul dengaan penguatan  (bekrachtiging) atau disebut juga pengesahan (ratificatie) oleh masing-masing kepala negara. Sesudah di ratifikasi maka tidak mungkin lagi kedua belah pihak untukk mengadakan perubahan, dan perjanjian itu sudah mengikat kedua belah pihak.
4.       Pengumuman (afkondiging). Perjanjian yangg disetujui dan ditandatangani oleh parra pihak, kemudian diumumkan. Biasanya dilakukan dalaam suatu upacara dengaan saling menukarkan piagam perjanjian.
Berakhirnya traktat:
1.       Telah tercapainya tujuan darii traktat
2.       Habis berlakunya traktat tersebut
3.       Punahnya salah satu pihak atau punahnya objek traktat
4.       Adanya persetujuan darii parra peserta untukk mengakhiri traktat
5.       Diadakannya traktat yangg baru untukk mengakhiri traktat yangg terdahulu
6.       Diepenuhinya syarat-syarat uuntukk berakhirnya traktat
7.       Diakhirinya traktat secara sepihak dan diterima pengakhirannya oleh pihak lain .


2.       Hukum Kebiasaan Internasional

·         Menurut Bellefroid
"semua peraturan-peraturan yangg walaupun tidak ditetapkan oleh negara, tetapi ditaati oleh seluruh rakyat, kerena mereka yakin bahwa peraturan itu berlaku sebagai hukum."
·         Menurut Alf Ross
"persetujuan (konsensus) yangg diekspresiakan melalui praktek sebagai kebiasaan internasional."
·         Menurut J.I. Brierly
"praktek negara-negara/kebiasaan internasional  disatu pihak, dan adanya perasaan mewujudkan kewajiban, sebagai persetujuan (konsensus) dilain pihak internasional, karena tanpa dua unsur ini hukum tersebut tidak akan terbentuk."
Dua unsur pembentuk hukum kebiasaan internasional ;
1.    Kebiasaan internasional>usus dalaam bahasa latin>praktek negara-negara>unsur material
2.    Opinio juris (keyakinan hukum)>>unsur psikologis


3.       Prinsip-Prinsip Hukum Umum
Prinsip hukum umum dicantumkan dalaam Pasal 38 ayat 1 huruf C Statuta Mahkamah Internasional sebagai berikut : "the general principle of law recognized by cilivized nations" walaupundarii istilahnya tidak mencerminkan adanya proses pembentukan hukum  seperti dalaam istilah perjanjian dan kebiasaan internasional, parra ahli berdasarkan Pasal 38 ayat 1 menganggap prinsip-prinsip hukum sebagai sumber hukum formal, yangg berdiri sendiri dan terpisah darii perjanjian internasional maupun kebiasaan internasional, anggapan ini muncul berdasarkan pada teori hukum alam.
4.       Keputusan Peradilan

Keputusan badan peradilan Internasional yangg dimaksud disini ialah putusan megadili perkara perselisihan atau persengketaan yangg diajukan di pengadilan tersebut, dan putusan tersebut harus dibaca sebagai decision dalaam arti yangg lebih sempit, yaitu sebagai judgement.




Sekian dariiiiiiii kami mengenai Sumber Hukum Internasional  semoga bisa bermanfaat untok anda parra kaula muda mudi yan g haus akan pengetahuan

Visitor