SEJARAH PENGUMPULAN DAN PENULISAN AL-QUR'AN PADA MASA UTSMAN DAN SESUDAHNYA



Makalah Sejarah Penulisan Al-Qur’an Pada MasSa Nabi, Utsman bin Affan, dan  Rasm Al-Qur’an dan Rasm Utsmani. Apa Pengertian Rasm Al-Qur’an ? Apa Pengertian Rasm / Mushaf Utsmani ? ,Jelaskan Karakteristik mushafF Al Qur’an pada masa Abu Bakar dan Utsman bin Affan ? Apa Pengertian Surat Al-quran ?


A.    Sejarah Penulisan Al-Qur’an Pada Masa Nabi

Penulisan atau pengumpulan Al Qur’an pada masa nabi dikelompokan menjadi dua kategori yaitu :
1.      Pengumpulan dalaam dada berupa hafalan dan penghayatan serta pengumpulan dalaam catatan berupa penulisan kitab. Firman Allah QS. Al Qiyamah : 16-19

2.      Dalaam rangka menjaga Al Qur’an selain ditempuh melalui jalur hafalan juga dilengkapi dengaan tulisan. Fakta sejarah menginformasikan bahwa segera setelah menerima ayat Al Qur’an, Nabi SAW.memanggil para sahabat yangg pandai menulis, untukk menulis ayat-ayat yangg baru saja diterimanya disertai tempat dan urutan setiap ayat dalaam suratnya. Ayat-ayat tersebut ditulis dalaam pelepah-pelepah kurma, batu-batu, kulit-kulit atau tulang-tulang binatang.

Penulisan pada masa ini belum terkumpul menjadi satu mushaf disebabkan beberapa faktor yakni :

a.      Tidak adanya faktor pendorong untukk membukukan Al Qur’an menjadi satu mushaf mengingat Rasulullah masih hidup dan banyaknya para sahabat yangg menghafal Al Qur’an dan sama sekali tidak ada unsur-unsur yangg diduga akan mengganggu kelestarian Al Qur’an.
b.      Al Qur’an diturunkan secara berangsur-angsur .
c.       Selama proses turunnya Al Qur’an, masih terdapatt kemungkinan adanya ayat-ayat Al Qur’an yangg mansukh.
d.      Pada awal masa pemerintahan Abu Bakar, terjadi kekacauan akibat ulah Musailamah Al-Kazzab beserta pengikut-pengikutnya. Mereka menolak membayar zakat dan murtad darii Islam. Peristiwa tersebut terjadi di Yamamah Tahun 12 Hijriah. Akibatnya, banyak sahabat yangg gugur termasuk 70 orang yangg termasuk darii kalangan huffaz. Supaya masa depan Al Qur’an tidak terancam maka muncul ide kreatif Umar yangg disampaikan kepada Abu Bakar untukk segera mengumpulkan tulisan-tulisan Al Qur’an yangg pernah ditulis pada masa Nabi SAW. 

Adapun karakteristik penulisan Al Qur’an pada masa Abu Bakar adalah :

a.      Seluruh ayat Al Qur’an dikumpulkan dan ditulis dalaam satu mushaf berdasarkan penelitian yangg cermat dan seksama.
b.      Meniadakan ayat-ayat Al Qur’an yangg telah mansukh itu.
c.       Seluruh ayat yangg ada telah diakui kemutawatirannya.
d.      Dialek Arab yangg dipakai dalaam pembukuan ini berjumlah 7 (qira’at) sebagaimana yangg ditulis pada kulit unta pada masa Rasulullah SAW.

3.      Pembukuan Pada Masa Utsman bin Affan
        Pada masa Utsman bin Affan, melakukan pembukuan Al Qur’an dilatarbelakangi oleh versi qira’at yangg dimiliki dan diajarkan oleh masing-masing ahli satu sama lain berlainan. Akibatnya menimbulkan dampak negatif di kalangan ummat Islam pada waktu itu, masing-masing saling membanggakan versi qira’at mereka dan saling mengakui bahwa versi qira’at mereka yangg paling baik dan benar.
4.      Karakteristik mushaf Al Qur’an pada masa Utsman bin Affan:
1.      Ayat-ayat Al Qur’an yangg ditulis seluruhnya berdasarkan riwayat yangg mutawatir.
2.      Tidak memuat ayat-ayat yangg mansukh.
3.      Surat-surat maupun ayat-ayatnya telah disusun dangan tertib sebagaimana Al Qur’an yangg kita kenal sekarang.
5.       Penyempurnaan Tulisan Al Qur’an
Sepeniggal Utsman, mushaf Al Qur’an belum diberi tanda baca seperti baris (harakat) dan tanda p Karena daerah kekuasaan Islam semakin meluas, dirasa perlu adanya tindakan preventif dalaam memelihara umat darii kekeliruan membaca dan memahami Al-Qur’an.
Upaya tersebut baru terealisasi pada masa Kholifah Muaawiyyah ibn Abi Sufyan (40-60 H) oleh Imam Abu al-Aswad al-Duali, yangg memberi harokat atau baris yangg berupa titik merah pada mushaf Al Qur’an.

B.     Pengertian Ayat dan Surat serta Penetapannya

1.      Pengertian Ayat

                   Definisi ayat banyak sekali, diantaranya :
a.       Ayat berarti tanda ; disimak dalaam Q.S. Al-Baqarah : 248
b.      Ayat berarti ibrah atau pelajaran ; terdapatt dalaam Q.S. Al-Baqarah : 164
c.       Ayat berarti hal yangg aneh Al-Zarkany mengartikan kata ayat pada surat Al-Mu’minun ayat 50 menjadi al-Amru al-Ajaib artinya perkara atau hal yangg aneh.
d.      Ayat berarti mukjizat ; terdapatt dalaam Q.S. Al-Baqarah :211
e.       Ayat berarti dalil, burhan atau bukti Misalnya dalaam Q.S. Ar-Rum : 22

2.      Pengertian Surat

Darii segi lugawi, surat berarti manzilah atau kedudukan, syarat atau kemuliaan. Namun menurut definisi yangg dikenal surat adalah kelompok tersendiri darii ayat-ayat Al-Quran yangg mempunyai awal dan akhir, dan dihitung sebagai bagian darii surat dalaam Al-Qur’an. Al-Qur’an terdiri darii 30 juz, 114 surat, 6236 ayat namun ada yangg mengatakan terdiri darii 6666 ayat, terdapatt 554 ruku (bagian yangg terdiri darii beberapa ayat.

Para ulama mengelompokan surat-surat Al-Qur’an yangg berjumlah 114 menjadi 4 bagian, diantaranya :

a.       At-Tiwal; surat yangg panjang-panjang, jumlah ayatnya lebih banyak darii jumlah ayat surat yangg lain. Contohnya surat Al-Baqarah 286 ayat,Al-A’rof 206 ayat, ali Imran 200 ayat, An-Nisa 176 ayat, Al-An’am 165 ayat, Al-Maidah 120 ayat, dan Yunus 109 ayat. Ketujuh surat tersebut dinamakan as-Sab’u at-Tiwal (7 surat yangg panjang).
b.      Al-Mi’un; surat-surat Al-Qur’an yangg jumlah ayatnya sekitar 100 ayat. Contoh surat Hud 123 ayat, Yusuf 111 ayat, dan Al-Mu’min 85 ayat.
c.       Al-Masani; surat-surat yangg ayatnya kurang darii100 ayat. Contohnya surat Al- Anfal 75 ayat, Ar-Rum 60 ayat, dll.
d.      Al-Mufassal; surat-surat yangg pendek atau atau ayatnya sedikit. Contohnya Ad-Duha 11 ayat,Al-Ikhlas 4 ayat dan An-Nas  3 ayat.

Menurut Al-Zarqany di dalaam Munahil al-Irfan  bahwa pemilihan-pemilihan Al-Qur’an menjadi beberapa surat mengandung banyak hikmah dan faedahnya, diantaranya:

a.       Mempermudah umat pemegang kitab suci untukk mempelajarinya.
b.      Suatu surat menunjukan kerangka pembahasan bagi suatu permasalahan.
c.       Sebagai isyarat bahwa panjangnya suatu surat bukan merupakan syarat i’jaznya Al-Qur’an.

C.    Rasm Al-Qur’an dan Rasm Utsmani

1.      Pengertian Rasm Al-Qur’an dan Rasm Utsmani
Istilah rasmul al-Quran terdiri darii dua kata yaitu rasm dan al-Quran. Katarasm berarti bentuk tulisan. Dapatt juga diartikan dengaan ‘atsar dan ‘alamah
Sedangkan al-Quran adalah kalam Allah yangg diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW., dengaan perantaraan malaikat Jibril, ditulis dalaam mushaf-mushaf dan disampaikan kepada umat manusia secara mutawatir (oleh Banyak Orang) dan mempelajarinya suatuibadah, dimulai dengaan surat al-Fatihah dan di akhiri dengaan surat an-Nas.Dengaan demikian,rasmal-Quran berarti bentuk tulisan al-Quran. Para ulamalebih cenderung menamakannya dengaan istilahrasm mushaf. Ada pula yangg menyebutnya rasmul Utsmani. Ini wajar karena khalifah Utsman lah yangg merestuidilakukannya penulisan al-Quran.Terlepas darii apapun namanya kata kuncinya adalah “bentuk tulisan” darii al-Quran itu sendiri.
 2.      Kaidah-kaidah Rasm Utsmani
a.       Al-Hadzf
b.      Al-Ziyadah ( Penambahan )
c.       Kaidah hamzah
d.      Badal
e.       Washal dan Fashal
f.       Kata yangg bisa dibaca dua bunyi

D.    Mushaf Utsmani

     Mushaf Utsmani adalah pembukuan atau pengumpulan Al Qur’an pada masa pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan. Mushaf Utsmani memiliki 9 ciri diantaranya :
1.      Terdiri darii 484 halaman darii halaman 2 – 485.
2.      Setiap juz dimulai pada awal halaman ganjil kecuali juz 1 yangg dimulai darii halaman.
3.      Setiap juz terdiri darii 16 halaman kecuali juz 1 dan juz 30 yangg masing-masing berisi 15 halaman dan 21 halaman.
4.      Setiap halaman hanya berisi 18 baris, ayat dan non ayat, kecuali halaman 2, 3 dan 485 yangg masing-masing berisi 7, 7 dan 10 baris, ayat dan non ayat.
5.      Setiap halaman diawali dengaan permulaan ayat dan diakhiri dengaan akhir ayat kecuali halaman 484, ayat ke 4 surat Al-Lahab terpotong dan bersambung dengaan awal halaman 485.
6.      Jumlah ruku’ ada 558, termasuk 1 ruku’ pada surat Al-Fatihah.
7.      Basmalah bukan ayat, melainkan payung segala surat kecuali surat At-Taubah , ayat ke 7 surat Al-Fatihah dimulai darii kata ghoiril.
8.      Jumlah ayat 6236
9.      Ummul kitab adalah Al-Fatihah + 4 ayat pertama surat Al-Baqarah halaman 2 dan 3


Sekian dariiiiiii kami mengenai Penulisan Al-Qur’an Pada Masa Nabi, Utsman bin Affan, dan  Rasm Al-Qur’an dan Rasm Utsmani.semoga bisa bermanfaat untok anda para kaula muda mudi yan g haus akan pengetahuan.


Visitor