Puasa Arafah Dan Tarwiyah Berikut Tata Caranya

PUASA ARAFAH DAN TARWIYAH BERIKUT TATA CARANYA

Pelaksanaan waktu Puasa Tarwiyah  ditahun 2016 ini dilaksanakan padaa hari Sabtu tanggal 10 September 2016, sedangkan Puasa Arafah dapatt dijalankan padaa hari Minggu tanggal 11 September 2016.
Berikut ini pemaparan dariii kami tentang  Puasa Arafah Dan Tarwiyah Berikut Tata Caranya satu per- satu sehingga teman- teman dapattt memahaminya secara detail :

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin mengatakan, “Dalaam puasa hari Arofah, engkau tetap mengikuti negerimu.” Alasan beliau ialah kita tetap mengikuti hilal di negeri ini bukan mengikuti hilal Saudi Arabia. Jika kemunculan hilal Dzulhijjah di negara kita selang satu hari setelah ru’yah di Mekkah sehingga tanggal 9 Dzulhijjah di Mekkah itu baru tanggal 8 Dzulhijjah di negara kita, maka kita seharusnya kita berpuasa Arofah padaa tanggal 9 Dzulhijjah meski hari tersebut bertepatan dengaan tanggal 10 Dzulhijjah di Mekkah. Inilah pendapatt yangg paling kuat dalaam masalah ini karena Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika kalian melihat hilal Ramadhan hendaklah kalian berpuasa dan jika kalian melihat hilal Syawal hendaknya kalian berhari raya” (HR. Bukhari dan Muslim). [Majmu’ Fatawa wa Rosa-il Ibnu ‘Utsaimin, 17/25, Asy Syamilah]

Bagi yangg belum tahu, atau mungkin lupa bagaimana bacaan niat untukk menjalankan ibadah puasa Tarwiyah dan Arafah, berikut ialah lafadz bahasa Arab, Latin dan terjemahannya kedalaam bahasa Indonesia untukk memudahkan Anda ketika mengucapkan niat didalaam hati.

Lafadz Niat Puasa Tarwiyah


نويت صوم ترويه سنة لله تعالى 

Bahasa Latin: Nawaitu shauma tarwiyah, sunnatal lillahi ta'ala
Terjemahan: "Saya niat puasa tarwiyah, sunnah karena Allah ta'ala"




Lafadz Niat Puasa Arafah


نويت صوم عرفة سنة لله تعالى
Bahasa Latin: Nawaitu shauma arafah, sunnatal lillahi ta'ala
Terjemahan: "Saya niat puasa Arafah, sunnah karena Allah ta'ala"


Puasa Arafah dan tarwiyah sangat dianjurkan untukk turut merasakan nikmat yangg sedang dirasakan oleh para jemaah haji sedang menjalankan ibadah di tanah suci. Hari-hari padaa sepersepuluh bulan Dzulhijjah ialah hari-hari yangg istimewa. Abnu Abbas r.a meriwayatkan Rasulullah s.a.w bersabda:
ما من أيام العمل الصالح فيها أحب إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله! ولا الجهاد في سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك شيء
"Tdak ada perbuatan yangg lebih disukai oleh Allah SWT, darii padaa perbuatan baik yangg dilakukan padaa sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya : Ya Rasulullah! walaupun jihad di jalan Allah? Sabda Rasulullah: Walau jihad padaa jalan Allah kecuali seorang lelaki yangg keluar dengaan dirinya dan harta bendanya, kemudian tdak kembali selama-lamanya (menjadi syahid)". (HR Bukhari)


Keutamaan Hari Arofah

Di antara keutamaan hari Arofah (9 Dzulhijah) disebutkan dalaam hadits berikut, “Di antara hari yangg Allah banyak membebaskan seseorang darii neraka ialah di hari Arofah (yaitu untukk orang yangg berada di Arofah). Dia akan mendekati mereka lalu akan menampakkan keutamaan mereka padaa para malaikat. Kemudian Allah berfirman: Apa yangg diinginkan oleh mereka?” [HR. Muslim no. 1348, darii ‘Aisyah]
Keutamaan yangg lainnya, hari arofah ialah waktu mustajabnya do’a. Darii ‘Amr bin Syu’aib darii ayahnya darii kakeknya, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sebaik-baik do’a ialah do’a padaa hari Arofah.” [ HR. Tirmidzi no. 3585. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan]
Maksudnya, inilah doa yangg paling cepat dipenuhi atau terkabulkan. [Lihat Tuhfatul Ahwadziy, Muhammad ‘Abdurrahman bin ‘Abdurrahim Al Mubarakfuri Abul ‘Ala, 8/482, Mawqi’ Al Islam[] Jadi hendaklah kaum muslimin memanfaatkan waktu ini untukk banyak berdoa padaa Allah. Do’a ketika ini ialah do’a yangg mustajab karena dilakukan padaa waktu yangg utama.
Darii Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ
“Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapatt menghapuskan dosa setahun yangg lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yangg lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Imam Nawawi dalaam Al Majmu’ (6: 428) berkata, Adapun hukum puasa Arafah menurut Imam Syafi’i dan ulama Syafi’iyah: disunnahkan puasa Arafah bagi yangg tdak berwukuf di Arafah. Adapun orang yangg sedang berhaji dan saat itu berada di Arafah, menurut Imam Syafi’ secara ringkas dan ini juga menurut ulama Syafi’iyah bahwa disunnahkan bagi mereka untukk tdak berpuasa karena adanya hadits darii Ummul Fadhl.”
Ibnu Muflih dalaam Al Furu’ -yangg merupakan kitab Hanabilah- (3: 108) mengatakan, 

“Disunnahkan melaksanakan puasa padaa 10 hari pertama Dzulhijjah, lebih-lebih lagi puasa padaa hari kesembilan, yaitu hari Arafah. Demikian disepakati oleh para ulama.”

Adapun orang yangg berhaji tdak disunnahkan untukk melaksanakan puasa Arafah.


عَنْ أُمِّ الْفَضْلِ بِنْتِ الْحَارِثِ أَنَّ نَاسًا تَمَارَوْا عِنْدَهَا يَوْمَ عَرَفَةَ فِي صَوْمِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ بَعْضُهُمْ هُوَ صَائِمٌ وَقَالَ بَعْضُهُمْ لَيْسَ بِصَائِمٍ فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِقَدَحِ لَبَنٍ وَهُوَ وَاقِفٌ عَلَى بَعِيرِهِ فَشَرِبَهُ
“Darii Ummul Fadhl binti Al Harits, bahwa orang-orang berbantahan di dekatnya padaa hari Arafah tentang puasa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagian mereka mengatakan, ‘Beliau berpuasa.’ Sebagian lainnya mengatakan, ‘Beliau tdak berpuasa.’ Maka Ummul Fadhl mengirimkan semangkok susu kepadaa beliau, ketika beliau sedang berhenti di atas unta beliau, maka beliau meminumnya.” (HR. Bukhari no. 1988 dan Muslim no. 1123).


عَنْ مَيْمُونَةَ رضى الله عنها أَنَّ النَّاسَ شَكُّوا فِى صِيَامِ النَّبِىِّ صلى الله عليه وسلم يَوْمَ عَرَفَةَ ، فَأَرْسَلَتْ إِلَيْهِ بِحِلاَبٍ وَهْوَ وَاقِفٌ فِى الْمَوْقِفِ ، فَشَرِبَ مِنْهُ ، وَالنَّاسُ يَنْظُرُونَ
“Darii Maimunah radhiyallahu ‘anha, ia berkata bahwa orang-orang saling berdebat apakah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berpuasa padaa hari Arafah. Lalu Maimunah mengirimkan padaa beliau satu wadah (berisi susu) dan beliau dalaam keadaan berdiri (wukuf), lantas beliau minum dan orang-orang pun menyaksikannya.” (HR. Bukhari no. 1989 dan Muslim no. 1124).

Mengenai pengampunan dosa darii puasa Arafah, para ulama berselisih pendapatt. Ada yangg mengatakan bahwa yangg dimaksud ialah dosa kecil. Imam Nawawi rahimahullah mengatakan, “Jika bukan dosa kecil yangg diampuni, moga dosa besar yangg diperingan. Jika tdak, moga ditinggikan derajat.” (Syarh Shahih Muslim, 8: 51) Sedangkan jika melihat darii penjelasan Ibnu Taimiyah rahimahullah, bukan hanya dosa kecil yangg diampuni, dosa besar bisa terampuni karena hadits di atas sifatnya umum. (Lihat Majmu’ Al Fatawa, 7: 498-500). 
Setelah kita mengetahui hal ini, tinggal yangg penting prakteknya. Juga jika risalah sederhana ini bisa disampaikan padaa keluarga dan saudara kita yangg lain, itu lebih baik. Biar kita dapatt pahala, juga dapatt pahala karena telah mengajak orang lain berbuat baik. 
“Demi Allah, sungguh satu orang saja diberi petunjuk (oleh Allah) melalui perantaraanmu, maka itu lebih baik darii unta merah (harta amat berharga di masa silam, pen).” (Muttafaqun ‘alaih). “Barangsiapa yangg menunjuki kepadaa kebaikan maka dia akan mendapattkan pahala seperti pahala orang yangg mengerjakannya” (HR. Muslim)


Sekian dariiii kami mengenai Puasa Arafah Dan Tarwiyah Berikut Tata Caranya semoga bisa bermanfaat untok anda parra kaula muda mudi yan g haus akan pengetahuan

Visitor