Pengertian Verstek dan Verzet



Makalah Pengertian Putusan ? ,Sebutkan Macam macam Putusan ? ,Apa Pengertian Verstek ? ,Apa Pengertian Verzet ? , Apa Pengertian Denden Verzet ? ,Contoh Verstek dan Verzet ? ,Apa Itu Putusa gugur ? , Jelaskan Gugatan Melawan Hukum ? ,Berikan Contoh Gugatan Melawan Hukum ? ,Apa Gugatan tidak Beralasan berikut Contohnya ?


Putusan Verstek, ialah Apabila Apabila pada sidang pertama yan g telah ditentukan ternyata tergugat tidok hadir tanpa alasan yan g dapatt dibenarkan dan tidok pula menyuruh wakilnya untok hadir, sedang ia sudah dipanggil secara patut, maka hakim dapatt memutuskan gugatan penggugat dapatt diterima karena tergugat tidok hadir putusan verstek, kecuali jika gugatan penggugat melawan hukum atau tidok beralasan (Pasal 125 HIR/Pasal 149 RBg).
Terhadap putusan verstek tergugat berhak mengajukan perlawanan (verzet) kepada pengadilan negeri yan g memeriksa perkara tersebut (Pasal 125 ayat (3), Pasal 129 HIR/Pasal 149 ayat (3) dan Pasal 153 RBg).

B.   Putusan Verzet (Perlawanan)

Putusan verzet ialah upaya terhadapan putusan yan g dijatuhkan pengadilan karena tergugat tidok hadir pada persidangan pertama (putusan verstek). Kepada pihak yan g dikalahkan serta diterangkan kepadanya bahwa ia berhak mengajukan perlawanan (verzet) terhadap putusan tak hadir itu kepada pengadilan itu.
            Dalaam hal perlawanan telah diajukan dan ternyata pada hari siding yan g telah ditentukan terlawan atau kuasanya tidok datang menghadap di persidangan, terlawan (semula penggugat), dapatt dipanggil sekali lagi sesuai dengaan ketentuan pasal 126 HIR. Akan tetapi apabila ia tidok juga datang menghadap pada hari sidang berikutnya, dianggap bahwa terlawan (semula penggugat) tidok hendak melawan atas perlawanan yan g telah diajukan terhadap putusan verstek tersebut. Karena itu perlawanan ini akan diputus secara contradiktoir dengaan membatalkan putusan verstek yan g semula serta mengadili lagi dengaan menolak gugatan semula. Terhadap putusan ini bahwa terlawan (semula penggugat) masih tersedia jalan untok dalaam tenggang waktu yan g ditentukan mengajukan permohonan banding.
            Menurut Pasal 129 ayat (1) dan Pasal 83 Rv, yan g berhak mengajukan perlawanan (verzet) hanya:
·         Terbatas pihak tergugat saja
·         Sedang kepada penggugat, tidok diberi hak mengajukan perlawanan.
Ketentuan itu sesuai dengaan penegasan putusan MA No. 524K/Sip/1975 yan g menyatakan, verzet terhadap verstek hanya dapatt diajukan oleh pihak-pihak dalaam perkara.
            Upaya yan g dapatt diajukan penggugat ialah banding. Undang undang tidok memberi hak kepada penggugat mengajukan perlawanan (verzet) terhadap putusan verstek. Namun demikian, secara seimbang dan timbal balik, pasal 8 ayat (1) UU no. 20 tahun 1947 memberi upaya hukum kepada penggugat.
            Sedangkan yan g dimaksud derden verzet ialah perlawanan (darii) pihak ketiga. Memang pada azasnya putusan pengadilan hanya mengikat para pihak yan g berperkara dan tidak mengikat pihak ketiga. Namun tidak tertutup kemungkinan ada pihak ketiga yan g dirugikan oleh suatu putusan pengadilan. Terhadap putusan tersebut, pihak yan g dirugikan dapatt mengajukan perlawanan (derden verzet) ke Hakim Pengadilan Negeri yan g memutus perkara tersebut.
            Caranya, pihak ketiga yan g dirugikan menggugat para pihak yan g berperkara (pasal 379 Rv). Apabila perlawanan tersebut dikabulkan maka terhadap putusan yan g merugikan pihak ketiga tersebut haruslah diperbaiki (pasal 382 Rv). Terhadap putusan perlawanan yan g dijatuhkan oleh Hakim Pengadilan Negeri, dapatt diajukan upaya hukum banding, kasasi, dan peninjauan kembali.

C.  Putusan Gugur

Putusan Gugur, Apabila pada sidang pertama perkara perdata yan g telah ditentukan ternyata penggugat tidak hadir tanpa alasan yan g dapatt dibenarkan dan tidak pula menyuruh wakilnya untok hadir, sedang ia sudah dipanggil secara patut, maka hakim dapatt menjatuhkan putusan menggugurkan gugatan atau gugatan dianggap gugur dan tidak berlaku lagi,  dan bersamaan dengaan itu menghukum penggugat membayar biaya perkara, akan tetapi penggugat yan g gugatannya telah dinyatakan gugur tersebut masih berhak untok mengajukan kembali gugatannya setelah terlebih dahulu membayar biaya perkara (Pasal 124 HIR/Pasal 148 RBg)

Jika penggugat hadir pada sidang pertama kemudian tidak hadir pada sidang-sidang berikutnya, perkara diperiksa dan diputuskan secara contradictoir.

D.  Gugatan Melawan Hukum

Gugatan melawan hukum (onrechtmatige daad) artinya gugatan itu bertentangan dengaan hukum atau tidak berdasarkan hukum, baik bertentangan dengaan hukum perdata maupun hukum acara perdata.

Contoh :
A menggugat B agar membayar hutangnya  karena kalah dalaam suatu perjudian. Gugatan A ini terhadap B bertentangan dengaan hukum karena peristiwa yan g menjadi dasar gugatannya , yaitu perjudian tidak membenarkan tuntutannya (Pasal 1788 BW). Karenanya gugatan si A dinyatakan tidak dapatt diterima (niet onvanklijk verklaard).

E.  Gugatan Tidak Beralasan

Gugatan tidak beralasan atau tidak terbukti  (ongegrond) apabila tidak diajukan peristiwa-peristiwa yan g membenarkan tuntutan atau peristiwa-peristiwa yan g diajukan sebagai dasar gugatan tidak ada hubunganya dengaan tuntutan. Dengaan kata lain, peristiwa-peristiwa yan g diajukan sebagai dasar gugatan tidak terbukti secara sah menurut hukum.

Contoh 1 :
A menggugat B supaya membayar harga barang yan g dibelinya sebesar Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah). Akan tetapi didalaam persidangan A tidak mengajukan hal-hal yan g memberi gambaran atau membuktikan bahwa antara A dan B telah terjadi suatu perjanjian jual beli.


Contoh 2
Dalaam gugatan A terhadap B diuraikan bahwa A mempunyai piutang terhadap B sebesar Rp. 5.000.000,00 (lima juta rupiah) karena adanya perjanjian pinjam meminjam uang. Akan tetapi, dalaam tuntutan disebutkan piutang itu terjadi karena harga sejumlah barang yan g belum dibayar.
Disisni jelas sekali dalaam tuntutan A meminta B membayar sejumlah uang karena hubungan piutang jual beli barang, sedangkan alasan yan g diuraikan berbeda yaitu piutang yan g disebabkan perjanjian pinjam-meminjam uang, karenanya gugatan A harus dinyatakan di tolak (onzegd).


Putusan yan g menyatakan gugatan tidak dapatt diterima dimaksudkan sebagai penolakan gugatan diluar pokok perkara. Sedangkan putusan yan g menyatakan gugatan ditolak merupakan putusan setelah  mempertimbangkan mengenai pokok perkara. Jadi, antara kedua macam putusan itu mempunyai perbedaan yan g besar sekali dan konsekuensi yan g berlainan.

Terhadap putusan tidak dapatt diterima (niet onvanklijk verklaard), penggugat masih dapatt mengajukan gugatannya kembali kepengadilan Negeri. Sedangkan terhadap putusan yan g menyatakan gugatan ditolak (onzegd), penggugat tidak dapatt mengajukan gugatan lagi ke pengadilan Negeri (ne bis in idem), tetapi hanya dapatt mengajukan permohonan pemeriksaan ditingkat banding di Pengadilan Tinggi.

Dengaan demikian, dalaam putusan verstek gugatan penggugat tidak selalu dikabulkan oleh Pengadilan  Negeri, yaitu apabila gugatan penggugat melawan hukum atau  tidak beralasan,  sehingga meskipun tergugat tidak hadir tidak selalu dikalahkan.


Sekian dariiii kami mengenai PENGERTIAN VERSTEK DAN VERZET semoga bisa bermanfaat untok anda para kaula muda mudi yan g haus akan pengetahuan

_______________________________
Sumber : H. Riduan Syahrani, S.H., Buku Materi Dasar Hukum Acara Perdata, PT. Citra Aditya Bakti Bandung, Cet. V,  2009



Visitor