Pengertian Hukum Dagang

Definisi Hokum dagang sebenarnya merupakan hokum perdata, dan dala m hokum perdata lah terdapat hokum perikatan, dimana hokum dagang sendiri terdapat didala m lapangan wilayah hokum perikatan itu. Jadi sebelum kita mempelajari hokum dagang perlu kita pahami bahwa hokum dagang terdapat dala m hokum perikatan dan hokum perikatan merupakan bagian darii hokum perdata.

Sebagai mana diketahui hokum perdata ialah hokum yan g mengatur hubungan antara perseorangan yan g satu denga n perseorangan yan g lain dala m segala usahanya untu k memenuhi kebutuhanya. Salah satu bidang darii hokum perdata ialah hokum perikatan. Perikatan ialah suatu perbuatan hokum yan g terletak dala m bidang hokum harta kekayaan, antara dua pihak yan g masing-masing berdiri sendiri (zelfstandige rechtssubjecten), yan g menyebabkan fihak yan g satu mempunyai hak atas sesuatu prestasi terhadap fihak yan g lain, sementara fihak yan g lain berkewajiban untu k memenuhi prestasi tersebut.

Apabila dirunut , perikatan dapat terjadi (bersumber) darii perjanjian atau undang-undang (Pasal 1233 Kitab Undang-Undang Hokum Perdata/KUH Perd.). Sejatinya hokum dagang terletak dala m hokum perikatan, yan g khusus timbul darii lapangan perusahaan. Perikatan dala m ruang lingkup ini ada yan g bersumber darii perjanjian. Misalnya pengangkutan, asuransi, jual-beli perusahaan, kredit, dll. Selain itu perikatan dala m lapangan perusahaan dapat juga bersumber darii undang-undang.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Hokum Dagang ialah hokum perikatan yan g timbul khusus darii lapangan perusahaan. [1]



[1] Dr. Tri Budiono, SH, M.Hum, Hokum Dagang, Griya Media 2010 108+viii hlm, Cet Pertama

Visitor