Pengertian dan Fungsi HIR, BRv dan RBg.




Makalah Pengertian HIR? ,Arti HIR? ,Pengertian BRv? ,Arti RBg ? ,Fungsi HIR ? ,Fungsi BRv ? ,Fungsi RBg ? 



Berikut ini kami akan memaparkan Pengertian dan Fungsi HIR, BRv dan RBg satu per- satu sehingga teman- teman dapat memahaminya secara definisi :
 

1. HIR

Pengertian HIR singkatan darii Herziene Inlandsch Reglement, merupakan salah satu sumber hukum acara perdata bagi daerah Pulau Jawa dan Madura peninggalan kolonial Hindia Belanda yan g masih berlaku dinegara kita hingga kini.

HIR sebenarnya berasal darii Inlansch Reglement (IR) atau Reglement Bumiputera. IR pertama kali diundangkan tanggal 5 April 1848 (Stb). 1848 Nomor 16) merupakan hasil rancangan JHR. Mr. HL. Wichers, President hooggerechtshof (Ketua Pengadilan Tinggi di Indonesia pada zaman Hindia Belanda) di Batavia.

2. BRv

Pengertian BRv atau Rv singkatan darii Reglement op de Burgerlijke Rechtsvordering, merupakan Hukum Acara Perdata untok golongan Eropa

3. RBg

Pengertian RBg ialah singkatan darii Rechtsreglement voor de Buitengewesten (Reglement untok daerah seberang), merupakan Hukum Acara Perdata bagi daerah-daerah luar pulau Jawa dan Madura.




Setelah pemaparan tentang Pengertian dan Fungsi HIR, BRv dan RBg berikut Fungsinya dalam Surat Gugatan.

Mengapa HIR dan RBg Tidak Mengatur Tentang Syarat-Syarat Yan g Harus Dipenuhi Surat Gugatan? 

HIR (Herziene Inlandsch Reglement) dan RBg (Rechtsreglement voor de Buitengewesten) ialah Hukum Acara Perdata yan g berlaku bagi orang Bumiputera sehingga dibuat sedemikian rupa sesuai kondisi masyarakat Bumiputera (orang-orang Indonesia).

Sebagai mana dalaam Pasal 120 HIR/Pasal 144 RBg diterangkan bahwa gugatan perdata dapt diajukan tertulis maupun diajukan secara lisan, dan dalaam HIR dan RBg tidak pula menjelaskan syarat-syarat yan g harus dipenuhi surat gugatan. Hal ini didasarkan pada kenyataan saat HIR dan RBg dibuat, orang-orang Indonesia (Bumiputera) banyak yan g belum pandai membaca dan menulis. Oleh karena itu, jika kalau ditentukan gugatan harus dibuat dalaam bentuk tertulis, akan sangat banyak orang Indonesia yan g tidak dapt menuntut dan mempertahankan hak perdatanya, hal mana jelas bertentangan dengaan rasa keadilan.

Berbeda dengaan sistem yan g dianut Rv/BRv (Hukum Acara Perdata yan g berlaku untok golongan Eropa di Raad van Justitie), terdapt ketentuan tentang syarat-syarat suatu surat gugatan.

Sekian dari kami mengenai Pengertian dan Fungsi HIR, BRv dan RBg semoga bisa bermanfaat untok anda para kaula muda mudi yang haus akan pengetahuan.
 

 ---------------------------------------------
Sumber :
H. Riduan Syahrani, S.H., Buku Materi Dasar Hukum Acara Perdata, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, 2009, Cet. V, hal 13-19

Visitor