Pengertian Beban Pembuktian



Makalah Pengertian Pembuktian adalah ?  ,Apa Arti Pembuktian Terbalik? ,Pengertian Teori Pembuktian ? Arti Beban Pembuktian adalah ? ,Jelaskan Hal hal yang harus di Buktikan?  ,Contoh Beban Pembuktian ? 




Berikut ini kami akan memaparkan Pengertian Beban Pembuktian sehingga teman- teman dapattt memahaminya secara detail :



Pedoman umum bagi hakim dalaam membagi Beban Pembuktian termuat dalaam pasal 163 HIR/Pasal 283 RBg/Pasal 1865 BW yan g menentukan :

“Barang siapa yan g mengatakan ia mempunyai hak, atau ia menyebutkan suatu peristiwa untok menegaskan haknya, atau untok membantah hak orang lain, maka harus membuktikan adanya hak itu atau adanya peristiwa itu.”

Penggugat yan g menuntut hak wajib membuktikan adanya hak itu atau peristiwa yan g menimbulkan hak tersebut. Sedangkan tergugat yan g membantah adanya hak orang lain (penggugat) wajib membuktikan peristiwa yan g menghapuskan atau membantah hak penggugat tersebut.

Jika tergugat atau penggugat yan g dibebani pembuktian tidak dapatt membuktikan maka ia harus dikalahkan.

Dalaam hubungan ini hukum materiil sering kali sudah menetapkan suatu pembagian beban pembuktian, misalnya:

  1. Adanya keadaan memaksa harus dibuktikan oleh pihak debitur (pasal 1244 BW).
  2. Siapa yan g menuntut penggantian kerugian yan g disebabkan suatu perbuatan melanggar hukum, harus membuktikan adanya kesalahan pihak yan g dituntut (pasal 1365 BW).
  3. Siapa yan g menunjukkan tiga kwitansi yan g terakhir, dianggap telah membayar semua angsuran (pasal 1394 BW).
  4. Barang siapa menguasai suatu barang bergerak, dianggap sebagai pemiliknya (pasal 1977 ayat (1) BW).



Sekian dariii kami mengenai Pengertian Beban Pembuktian Perdata semoga bisa bermanfaat untok anda para kaula muda mudi yan g haus akan pengetahuan



______________________________
Sumber : H. Riduan Syahrani, S.H., Buku Materi Dasar Hukum Acara Perdata, PT. Citra Aditya Bakti Bandung, Cet. V,  2009


Visitor