Pemanggilan Para Pihak dalam Sidang Pengadilan Perdata



Makalah Apa Pengertian Pemanggilan Para Pihak ialah suatu proses memanggil dan mengajak dengan nama dan sebagainya kepadaa seseorang atau kelompok untuk datang atau menghadiri dan menghadap kepadaa orang yang memanggil, Sebutkan Bentuk bentuk Panggilan Para Pihak ? ,Apa Pengertian Relaas Panggilan ? ,Sebutkan Isi Surat Panggilan Relaas ? ,Jelaskan Tata cara pemanggilan yang sah ? dan Contoh Surat Relaas ?



Sehingga jika pengertian pemanggilan ini dipakai dalaam proses pengadilan Acara Perdata maka mengandung pengertian bahwa proses memanggil atau menyeru yan g dilakukan oleh jurusita pengadilan untok memberitahukan perihal menghadiri persidangan dan hal-hal lain menyan gkut persiapan pembelaan terhadap dirinya dalaam proses persidangan nanti.

BENTUK PEMANGGILAN

Bentuk Pemanggilan Para Pihak dalaam Sidang Pengadilan Perdata agar hadir padaa sidang yan g telah ditentukan dibuat dalaam bentuk surat tertulis yan g lazim juga disebut relaas panggilan. Pemanggilan secara lisan dianggap tidak sah, demikian menurut pasal 390 HIR. Surat Panggilan tersebut berisi :


1.       Nama yan g dipanggil
2.       Hari, jam dan tempat sidang.
3.       Membawa saksi- saksi yan g diperlukan.
4.       Membawa surat- surat yan g hendak digunakan.
5.       Penegasan dapatt menjawab gugatan dengan surat.

TATA CARA PEMANGGILAN YANG SAH.

Bagai mana HIR dan RBg telah mengatur mengenai cara pemanggilan pihak-pihak yan g berperkara perdata, yaitu :
  1. Pemanggilan pihak-pihak yan g berperkara dilakukan oleh juru sita atau juru sita pengganti dengan menyerahkan surat panggilan.
  2. Padaa waktu memanggil tergugat harus diserahkan juga kepadaanya sehelai salinan (turunan) surat gugatan, dengan memberitahukan kepadaanya , kalau ia mau boleh menjawabnya secara tertulis.   (Pasal 121 ayat (2) HIR / Pasal 145 ayat (2) RBg)
  3. Surat panggilan harus disampaikan padaa orang yan g bersangkutan sendiri di tempat diamnya atau tempat tinggalnya dan jika tidak bertemu surat panggilan harus disampaikan kepadaa kepala desanya atau lurah, yan g wajibkan dengan segera memberitahukan surat panggilan itu kepadaa orang yan g bersangkutan.(Pasal 390 ayat (1) HIR / Pasal 718 ayat (1) RBg)
  4. Jika tergugat sudah meninggal dunia, maka surat panggilan disampaikan kepadaa ahli warisnya dan jika ahli warisnya tidak diketahui maka surat panggilan disampaikan kepadaa kepala desa di tempat tinggal yan g terakhir tergugat meninggal dunia itu.(Pasal 390 ayat (2) HIR / Pasal 718 ayat (2) RBg)
  5. Jika tidak diketahui tempat kediaman dan tinggal tergugat, maka surat panggilan disampaikan kepadaa Bupati yan g wilayahnya terletak tempat tinggal penggugat dan  selanjutnya menempelkannya padaa papan pengumuman  di Pengadilan Negeri.(Pasal 390 ayat (3) HIR / Pasal 718 ayat (3) RBg)

Jika yan g dipanggil bertempat tinggal diluar daerah hukum pengadilan negeri yan g memeriksa perkara, panggilan terhadap orang tersebut dilakukan melalui Ketua Pengadilan Negeri yan g daerah hukumnya meliputi tempat tinggal orang yan g dipanggil tersebut. Relas panggilan lalu dikirim kepadaa Ketua Pengadilan Negeri yan g memeriksa perkara.[1]


Sekian dariii kami mengenai Pemanggilan Para Pihak Dalaam Sidang Pengadilan Perdata semoga bisa bermanfaat untok anda para kaula muda mudi yan g haus akan pengetahuan




[1] Prof. R. Subekti, S.H., Hukum Acara Perdata, Binacipta, Jakarta, cet. I, 1977, hal. 47.

Sumber :
H. Riduan Syahrani, S.H., Buku Materi Dasar Hukum Acara Perdata, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung,

Visitor