Kompetensi Pengadilan (Absolut&Relatif)



Pengertian Absolut dan Relatif itu apa ? ,Pengertian Kompetensi Mutlak/ Absolut ? , Berikan contoh Kompetensi Mutlak/ Absolut ? ,Jelaskan Kompetensi Relatif/ Nisbi ? ,Berikan contoh Kompetensi Relatif/ Nisbi ? Perbedaan Kompetensi Absolut dan Relatif ?  Pengertian Kompetensi Pengadilan, ialah kewenangan mengadili darii badan peradilan



Kompetensi Pengadilan disebut juga dengan Yurisdiksi dan secara umum dibagi menjadi 2 (dua) yaitu :

Kompetensi Mutlak/ Absolut

Kompetensi Mutlak/ Absolut yaitu masing masing badan peradilan itu mempunyai wewenang untk menerima, memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan perkara-perkara jenis tertentu yan g mutlak tidak dapt dilakukan badan peradilan yan g lain. 

Contoh : 
Sengketa dibidang tanah, maka yan g berwenang (kompetensi asbulut) ialah pengadilan negeri, atau sengketa warisan bagi orang islam maka yan g berwenang (kompetensi absolut) ialah pengadilan agama.

Kompetensi Relatif/ Nisbi

Kompetensi Relatif/ Nisbi yaitu peradilan mempunyai wewenang untk menerima, memeriksa dan mengadili serta menyelesaikan perkara-perkara berdasarkan daerah Hukumnya dimana wilayah tergugat bertempat tinggal. 

Misalnya 
Sengketa sebidang tanah tergugatnya berada di Kotabaru maka komptensi relatifnya ialah Pengadilan Negeri Kotabaru. Lain hal jika alamat tergugat berada di Kabupaten Banjarmasin, maka kompetensi relatifnya ialah Pengadilan Negeri Banjarmasin.

Secara khusus dan terperinci tentang wewenang nisbi Pengadilan Negeri diatur dalaam Pasal 118 HIR/142 RBg yan g mengatur sebagai berikut :

  1. Gugatan perdata pada tingkat pertama yan g termasuk wewenang Pengadilan Negeri diajukan kepada Pengadilan Negeri yan g daerah hukumnya meliputi tempat tinggal tergugat atau jika tidak diketahui  tempat tinggalnya, tempat kediamannya yan g sebenarnya.
  2. Apabila tergugat lebih darii satu orang diajukan di tempat tinggal salah satunya sesuai pilihan penggugat.
  3. Jika tidak dikenal tempat tinggal dan kediaman tergugat diajukan kepada ketua pengadilan negeri di tempat tinggal penggugat atau salah seorang penggugat.
  4. Jika objeknya benda tetap (benda tidak bergerak) maka gugatsn diajukan kepada Pengadilan Negeri yan g daerah hukumnya meliputi benda tetap itu berada, jika benda tetap itu berada dibeberapa daerah hukum Pengadilan Negeri maka gugatan diajukan kepada salah satu Pengadilan Negeri menurut pilihan Penggugat.
  5. Jika ditentukan dalaam perjanjian (akta) ada tempat tinggal yan g dipilih maka gugatan diajukan di tempat tinggal yan g dipilih tersebut, penggugat kalau ia mau dapt mengajukan gugatannya kepada Pengadilan Negeri yan g daerah hukumnya meliputi tempat tinggal yan g dipilih tersebut.


Sekian dariiii kami mengenai KOMPETENSI PENGADILAN (ABSOLUT & RELATIF) semoga bisa bermanfaat untok anda para kaula muda mudi yan g haus akan pengetahuan


 --------------------------
Sumber :
H. Riduan Syahrani, S.H., Buku Materi Dasar Hukum Acara Perdata, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, 2009, Cet. V

Visitor