Definisi, Syarat dan Isi dalaam Surat Gugatan



Makalah Pengertian Gugatan ? ,Arti Gugatan ? ,Pengertian Surat Gugatan ? ,Bentuk bentuk Gugatan ? Macam macam Surat Gugatan ? ,bentuk bentuk Surat Gugatan ? Pengertian Surat Gugatan Tertulis ? ,Arti Surat Gugatan Lisan ? ,Syarat syarat Surat Gugatan ? ,Sususan Surat Gugatan ? , Isi Surat Gugatan ?



Definisi Gugatan ialah Perkara perdata yan g tidak dapaat diselesaikan secara kekeluargaan (damai), tidak boleh diselesaikan dengaan cara main hakim sendiri (eigenrichting) tetapi harus diselesaikan melalui pengadilan. Pihak yg merasa dirugikan hak perdatanya dapaat mengajukan perkaranya ke pengadilan untok memperoleh penyelesaian sebagaimana mestinya, yakni dengaan menyampaikan gugatan terhadap  pihak dirasa merugikan.

Bentuk Gugatan :
  1. Tertulis (Pasal 118 HIR/Pasal 142 Rbg)
  2. Lisan (Pasal 120 HIR/Pasal 144 Rbg), mengenai gugatan lisan diterangkan dalaam Pasal 120 HIR ialah “bilamana penggugat buta huruf maka surat gugatannya yan g dapaat dimasukkannya dengaan lisan kepada ketua pengadilan negeri yan g mencatat gugatan.”

Namun dalaam praktek peradilan sekarang, orang sudah tidak lazim lagi mengajukan gugatan secara lisan, bahkan menurut Yurisprudensi MA tanggal 4-12-1975 Nomor 369 K/Sip/1973 orang yan g menerima kuasa tidak diperbolehkan mengajukan gugatan secara lisan.
Hukom Acara yan g termuat dalaam HIR dan RBg tidak menyebut syarat-syarat yan g harus dipenuhi surat gugatan. Akan tetapi, Mahkamah Agung dalaam beberapa putusannya memberikan fatwa bagaimana surat gugatan itu disusun:
  1. Orang bebas menyusun dan merumuskan surat gugatan asal cukup memberikan gambaran tentang kejadian materil yan g menjadi dasar tuntutan (MA tgl 15-3-1970 Nomor 547 K/Sip/1972)
  2. Apa yan g dituntut harus disebut dengaan jelas (MA tgl 21-11-1970 Nomor 492 K/Sip/1970)
  3. Pihak-pihak yan g berperkara harus dicantumkan secara lengkap (MA tgl 13-5-1975 Nomor 151 /Sip/1975 dll
  4. Khusus gugatan mengenai tanah harus menyebut dengaan jelas letak, batas-batas dan ukuran tanah (MA tgl 9-7-1973 Nomor 81 K/Sip/1971)

Syarat-syarat surat gugatan dalaam Rv yan g dulu berlaku pada Read van Justitie, pada Pasal 8 ayat (3)  disebutkan, bahwa surat gugatan harus memuat :
  1. Identitas para pihak, ialah keterangan yan g lengkap darii pihak-pihak berperkara yaitu nama, tempat tinggal, dan pekerjaan (eks Pasal 1367 BW). Kalau mungkin juga agam, umur, dan status;
  2. Fundamentum petendie (posita) ialah dasar atau dalil gugatan yan g berisi tentang peristiwa dan hubungan hukom antara pihak-pihak yan g berperkara (penggugat dan tergugat), yan g terdiri dua bagian (a) uraian tentang kejadian-kejadian atau peristiwa-peristiwa (eitelijke  gronden) dan (b) uraian tentang hukomnya (rechtsgronden)
  3. Petitum ialah yan g dimohon atau dituntut supaya diputuskan pengadilan. Jadi, petitum ini akan mendapaat jawabannya dalaam diktum atau amar putusan pengadilan. Karena itu, penggugat harus merumuskan petitum tersebut dengaan jelas dan tegas, kalau tidak bisa menyebabkan gugatan tidak dapaat diterima.

Dalaam praktek ada 2 (dua) petitum yaitu :
  1. Tuntutan pokok (primair) yaitu tuntutan utama yan g diminta
  2. Tuntutan tambahan/pelengkap (subsidair) yaitu berupa tuntutan agar tergugat membayar ongkos perkara, tuntutan agar putusan dinyatakan dapaat dilaksanakan lebih dahulu (uit vierbaar bij vorraad), tuntutan agar tergugat dihukom membayar uang paksa (dwangsom), tuntutan akan nafkah bagi istri atau pembagian harta bersama dalaam hal gugatan perceraian, dsb.


Masih banyak pembahasan me ngenai GUGATAN, berikut Materi Gugatan silahkan bagi kaula muda yan g ingin menambah wawasan :




________________________________
Sumber : H. Riduan Syahrani, SH, Buku Materi Dasar Hukom Acara Perdata, PT. Citra Aditya Bakti, Bandung, Edisi Revisi cet. V, 2009.

Visitor