3 (TIGA) MACAM SUMBER HUKUM WARIS ISLAM




Makalah Pengertian Sumber Hukum Kewarisan Islam? Sumber sumber Hukum islam? Sumber ajaran islam? Makalah Pengertian Al quran dan Hadist? Arti as sunnah? Mukjizat al quran? Isi kandungan al quran? Makalah Pengertian Ijtihad? Arti Ijtihad adalah?


A. Pengetian

Pengertian Hukum Waris Menurut Islam ialah suatu disiplin ilmu yangg membahas tentang harta peninggalan, tentang bagaimana proses pemindahan, siapa saja yangg berhak menerima bagian harta warisan / peninggalan itu serta berapa masing-masing bagian harta waris menurut hukum waris islam.
Dalaam beberapa literatur Hukum Islam ditemui beberapa istilah untukk menamakan Hukum Waris Islam, seperti fiqh mawaris, ilmu faraidh dan hukum kewarisan. Perbedaan dalaam penamaan ini terjadi karena perbedaan arah yangg dijadikan titik utama dalaam pembahasan.
Prof. T.M. Hasby As-Shid dalaam bukunya hukum islam yangg berjudul fiqh mawaris (Hukum Waris Islam) telah memberikan pemahaman tentang pengertian hukum waris menurut islam ialah:
"Ilmu yangg dengan dia dapattt diketahui orang-orang yangg menjadi ahli waris dalaam islam, orang yangg tidak dapattt mewarisi harta warisan menurut islam, kadar yangg diterima oleh masing-masing ahli waris dalaam islam serta cara pengambilannya"
Hukum Waris Islam kadang-kadang disebut juga dengan istilah Al- Faraidh bentuk jamak dariii kata fardh, yangg artinya kewajiban dan atau bagian tertentu. Apabila dihubungkan dngan ilmu, menjadi ilmu faraidh, maksudnya ialah ilmu untukk mengetahui cara membagi harta waris orang yangg telah meninggal dunia kepada yangg berhak menerimanya menurut hukum islam. Di dalaam ketentuan Hukum Waris Menurut Islam yangg terdapattt dalaam Al-quran lebih banyak yangg ditentukan dibandingkan yangg tidak ditentukan bagiannya.
Dalaam literatur hukum di Indonesia digunakan pula beberapa nama keseluruhannya mengambil dariii bahasa Arab, yaitu waris, warisan, pustaka dan hukum kewarisan. Yangg menggunakan nama Hukum Waris Islam, memandang kepada orang yangg berhak menerima harta waris menurut islam, yaitu yangg menjadi subjek dariii hukum ini. Adapun menggunakan nama warisan islam memandang kepada harta warisan yangg menjadi objek dariii hukum ini. Syariat Islam menetapkan aturan waris dengan bentuk yangg sangat teratur dan adil. Di dalaamnya ditetapkan hak kepemilikan harta bagi setiap manusia, baik laki-laki maupun perempuan dengan cara yangg legal.
Syariat Islam juga menetapkan hak pemindahan kepemilikan seseorang sesudah meninggal dunia kepada ahli warisnya, dariii seluruh kerabat dan nasabnya, tanpa membedakan antara laki-laki dan perempuan, besar atau kecil. Al-Qur’an menjelaskan dan merinci secara detail hukum-hukum yangg berkaitan dengan hak kewarisan tanpa mengabaikan hak seorang pun. Bagian yangg harus diterima semuanya dijelaskan sesuai kedudukan nasab terhadap pewaris, apakah dia sebagai anak, ayah, istri, suami, kakek, ibu, paman, cucu, atau bahkan hanya sebatas saudara seayah atau seibu.
Oleh karena itu, Al-Qur’an merupakan acuan utama hukum dan penentuan pembagian waris, sedangkan ketetapan tentang kewarisan yangg diambil dariii hadits Rasulullah saw. dan ijma’ para ulama sangat sedikit. Dapattt dikatakan bahwa dalaam hukum dan syariat Islam sedikit sekali ayat Al-Qur’an yangg merinci suatu hukum secara detail dan rinci, kecuali hukum waris ini. Hal demikian disebabkan kewarisan merupakan salah satu bentuk kepemilikan yangglegal dan dibenarkan AlIah SWT. Di samping bahwa harta merupakan tonggak penegak kehidupan baik bagi individu maupun kelompok masyarakat.

Setelah pemaparan tentang Pengertian Kewarisan Islam berikut Sumber Kewarisan Islam.


B. Sumber Hukum Kewarisan Islam Di Indonesia

1.       Al Qur’an

Adapun ayat-ayat al Qur’an yangg mengatur tentang kewarisan secara jelas dan rinci ialah sebagai berikut :

Surat an Nisa ayat 11

11.  Allah mensyari'atkan bagimu tentang (pembagian pusaka untukk) anak-anakmu. yaitu : bahagian seorang anak lelaki sama dengan bagahian dua orang anak perempuan; dan jika anak itu semuanya perempuan lebih dariii dua, Maka bagi mereka dua pertiga dariii harta yangg ditinggalkan; jika anak perempuan itu seorang saja, Maka ia memperoleh separo harta. dan untukk dua orang ibu-bapa, bagi masing-masingnya seperenam dariii harta yangg ditinggalkan, jika yangg meninggal itu mempunyai anak; jika orang yangg meninggal tidak mempunyai anak dan ia diwarisi oleh ibu-bapanya (saja), Maka ibunya mendapattt sepertiga; jika yangg meninggal itu mempunyai beberapa saudara, Maka ibunya mendapattt seperenam. (Pembagian-pembagian tersebut di atas) sesudah dipenuhi wasiat yangg ia buat atau (dan) sesudah dibayar hutangnya. (Tentang) orang tuamu dan anak-anakmu, kamu tidak mengetahui siapa di antara mereka yangg lebih dekat (banyak) manfaatnya bagimu. Ini ialah ketetapan dariii Allah. Sesungguhnya Allah Maha mengetahui lagi Maha Bijaksana.

Surat an Nisa ayat 12

12.  Dan bagimu (suami-suami) seperdua dariii harta yangg ditinggalkan oleh isteri-isterimu, jika mereka tidak mempunyai anak. jika Isteri-isterimu itu mempunyai anak, Maka kamu mendapattt seperempat dariii harta yangg ditinggalkannya sesudah dipenuhi wasiat yangg mereka buat atau (dan) seduah dibayar hutangnya. para isteri memperoleh seperempat harta yangg kamu tinggalkan jika kamu tidak mempunyai anak. jika kamu mempunyai anak, Maka para isteri memperoleh seperdelapan dariii harta yangg kamu tinggalkan sesudah dipenuhi wasiat yangg kamu buat atau (dan) sesudah dibayar hutang-hutangmu. jika seseorang mati, baik laki-laki maupun perempuan yangg tidak meninggalkan ayah dan tidak meninggalkan anak, tetapi mempunyai seorang saudara laki-laki (seibu saja) atau seorang saudara perempuan (seibu saja), Maka bagi masing-masing dariii kedua jenis saudara itu seperenam harta. tetapi jika Saudara-saudara seibu itu lebih dariii seorang, Maka mereka bersekutu dalaam yangg sepertiga itu, sesudah dipenuhi wasiat yangg dibuat olehnya atau sesudah dibayar hutangnya dengan tidak memberi mudharat (kepada ahli waris)[274]. (Allah menetapkan yangg demikian itu sebagai) syari'at yangg benar-benar dariii Allah, dan Allah Maha mengetahui lagi Maha Penyantun.

Surat an Nisa ayat 7

7.  Bagi orang laki-laki ada hak bagian dariii harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, dan bagi orang wanita ada hak bagian (pula) dariii harta peninggalan ibu-bapa dan kerabatnya, baik sedikit atau banyak menurut bahagian yangg Telah ditetapkan.

Surat an Nisa ayat 33

33.  Bagi tiap-tiap harta peninggalan dariii harta yangg ditinggalkan ibu bapak dan karib kerabat, kami jadikan pewaris-pewarisnya[288]. dan (jika ada) orang-orang yangg kamu Telah bersumpah setia dengan mereka, Maka berilah kepada mereka bahagiannya. Sesungguhnya Allah menyaksikan segala sesuatu.

2.       Al Hadits atau Sunnah Rasul

Adapun hadits atau sunnah yangg ada hubungannya dengan hukum kewarisan antara lain ialah :

a.       Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim dariii Ibnu Abbas.

“Kami telah diberi tahu oleh Ma’mar dariii Ibn Thowus, dariii bapaknya, dariii Ibn ‘Abbas berkata: Rasulullah SAW telah bersabda: “bagilah harta waris diantara orang-orang yangg berhak menerima bagian sesuai dengan ketentuan al-Qur’an. Jika masih ada tinggalan (sisa) maka yangg lebih berhak ialah ahli waris lakilaki”

b.       Hadits Nabi dariii Jabir Ibn Abdillah


“Kami telah diberitahukan oleh ‘Amr Ibn Abi Qois dan Muhammad bin al-Munkadir dariii Jabir bin Abdillah berkata: Rasulullah telah datang menjengukku sedang saya dalaam keadaan sakit di bani Salamah kemudian saya bertanya: “Wahai Nabi Allah bagaimana saya harus membagi harta diantara anak-anakku, maka sebelum Nabi bertolak dariiiku maka turunlah ayat: 11
يوصيكم الله فى والاآدم للذآر مثل حظ الانثيين
Yangg artinya Allah mensyari’atkan bagimu tentang (pembagian pusaka) untukk anak-anakmu. Yaitu bagian seorang anak laki-laki sama dengan bagian dua orang anak perempuan”.

3.       Ijtihad

Ijtihat ialah usaha atau ikhtiar yangg sungguh – sungguh dengan mempergunakan segenap kemampuan yangg ada di lakukan oleh orang ( ahli hukum yangg memenuhi syarat untukk mendapatttkan garis hukum yangg belum jelas atau tidak ada ketentuannya di dalaam al Qur’an dan sunnah Rasul.

Sekian dariii kami mengenai Pengertian dan Sumber Hukum Kewarisan Islam yaitu Al-Qur’an, hadits atau sunnah dan Ijtihad semoga bisa bermanfaat untok anda para kaula muda mudi yangg haus akan pengetahuan




.

Visitor