Makalah Psikologi Pembelajaran Matematika dari Teori peter sheal, Duck-Worth, Vgostsky, De Porter dan Gardner.


Bab I
Pendahuluan

1.1              Latar belakang
Seiring dngan berkembangnya zaman, pendidikan di Indonesia khususnya untk daerah terpencil yg kurangnya perhatian darii masyarakat sangat perlu untk diperbaiki dlam segi kualitas pendidikan. Tidak hanya fasilitas-fasilitas saja yg harus diperbaiki tetapi untk seorang guru juga harus memperhatikan Teori-teori pembelajaran dlam proses belajar dan pembelajaran itu berlangsung. Banyak siswa yg yg merasa dlam proses belajar mengajar itu sangat membosankan, dlam sebuah situs internet ditulis bahwa fakta yg  terjadi akhir-akhir ini ialah banyak keluhan murid tentang pendidikan diantaranya: murid menganggap bahwa pendidikan pdaa saat ini kurang memberikan kebebasan berpikir, banyaknya hapalan, mata pelajaran banyak mengejar kurikulum, mengajarkan pengetahuan bukan  keterampilan, dan banyak mengajarkan logika tanpa melibatkan emosi. Untk memperbaiki semua itu seorang guru harus menggunakan Teori-teori belajar dan pembelajaran tersebut serta harus mengimplementasikannya ke dlam pembelajaran itu. Guna untk meningkatkan kualitas pendidikan.     

1.2              Rumusan masalah
1.      Bagaimana Teori peter sheal dlam pembelajaran matematika?
2.      Bagaimana Teori Duck-Worth dlam pembelajaran dlam matematika?
3.      Bagaimana Teori Vgostsky dlam pembelajaran matematika?
4.      Bagaimana Teori De Porter dlam pembelajaran matematika?
5.      Bagaiman Teori Gardner dlam pembelajaran matematika?
6.      Bagaimana cara mengimplementasikan dlam pembelajaran matematika?
  
1

1.3              Tujuan Penulisan
1.      Sebagai penunjang mata kuliah belajar dan pembelajaran matematika pdaa semester 2
2.      Untk memenuhi tugas kelompok dlam mata kuliah belajar dan pembelajaran matematika
3.      Untk bahan diskusi di kelas
4.      Untk mengetaui cara mendidik, mengajar dan membimbing
5.      Untk memperdlam dunia pendidikan


2
Bab II
Pembahasan

2.1       Teori Peter Sheal
Dlam belajar dan pembelajaran, terdpat beberapa model belajar guna untk memperbaiki situasi dan kondisi dlam kelas sehingga tercipta kenyamanan belajar mengajar teersebut.
Diantaranya:
1.      Peta Pikiran
2.      Kecerdasan ganda
3.      Metakognitif
4.      Komunikasi
5.      Kebermaknaan belajar
6.      Konstruksivisme
7.      Prisip belajar aktif

Darii ke tujuh model belajar tersebut terdpat Teori Peter sheal yaitu pdaa model belajar “kebermaknaan  belajar”. Dlam setiap belajar apapun harus bermakna. Untk melakukan belajar itu supaya bermakna tidak hanya melihat dan mendengarkan saja tetapi harus melakukan aktivitas misalnya: membaca,bertanya,menjawab, berkomentar, mengerjakan, mengkomunikasikan, presentasi dan diskusi. Tidak hanya Ki Hajar Dewantara yg berpendpat tentang kebermaknaan bejara  tetapi Vernon A Madnesen (1983) san Peter Sheal (1989) mengemukakan bahwa kebermaknaan belajar bergantung bagaimana cara belajar. jika belajar hanya dngan  membaca kebermaknaan bisa mencapai 10%, darii mendengar 20%, darii melihat 30%, mendengar dan melihat 50%, mengatakan-komunikasi mencapai 70 %, dan belajar dngan melakukan dan mengkomunikasikan besa mencapai 90%.

3

2.2       Teori Duck Worth
Penelitian merupakan aktivitas lain melalui belajar orang. Penelitian juga terjadi dlam suatu setting sosial sesuai dngan aturan yg disetujui secara kultural yg mengatur melakukan penelitian dan bagaimana melakukannya. Secara tradisional, penelitian merupakan suatu aktivitas belajar terbatas bagi staf universitas dan staf lainnya dngan kualifikasi yg disetujui. Kini istilah penelitian tindakan secara luas digunakan untk menggambarkan proses investigasi dan inkuiri yg dilakukan dngan maksud untk merubah praktik profesional atau institusi sosial melalui partisipasi aktif dan transformatif perkerjaan ini dlam suatu setting khusus dlam proses penelitian. Tujuan utama proyek sebagian besar penelitian tindakan ialah generasi pengetahuan antara setting orang dlam organisasi atau institusional yg dpat bertindak dpat digunakan sebagai basis untk tindakan sadaar (dngan sengaja). Dlam penelitian tindakan hubungan tradisional antara peneliti dan subjek investigasinya mengaburkan. Pengetahuan yg dihasilkan diberi kuasa dlam perubahan praktik dan kesadaaran peneliti/praktisi. Bentuk penelitian ini nampaknya secara khusus tepat bagi guru yg bertanggung jawab secara profesional untk berubah melalui belajar.Dngan menguraikan, inkuiri, investigasi, refleksi, interpretasi dan aplikasi kreatif merupakan aktivitas yg tepat bagi guru matematika dan siswanya. 

Sehingga seorang ahli  Duckworth (1983: 173) menyatakan bahwa tindakan dan sudut pandang merupakan sentral dlam pengembangan pengetahuan. Aktivitas penelitian tindakan menyajikan kemungkinan bagi guru belajar dan pengembangan profesional dlam hubungan dngan matematika, proses mengajar dan belajar dan telah kultural yg lebih khusus, kebutuhan dan tujuan siswanya. Proses penelitian tindakan dpat didesain untk memfasilitasi rekonseptualisasi dan pengembangan darii suatu rasional yg dpat dilaksanakan dan bertanggung jawab bagi praktisi. Ini hanya dimungkinkan apabila aturan kultural tradisional tentang otoritas dan kualifikasi untk melaksanakan aktivitas penelitian diabaikan.
4
Jadi, mengajar dan belajar melalui penelitian tindakan merupakan suatu pengalaman terbaru untk meningkatkan kualitas mengajar sebagai guru matematika yg profesional.

2.3       Teori Vygotsky
Teori vygotsky  merupakan  salah satu teori penting dlam psikologi perkembangan. Teori Vygostsky menekankan pdaa hakikat sosiokultural darii pembelajaran. Menurut Vygotsky  bahwa pembelajaran terjadi apabila anak bekerja atau belajar mengenai tugas-tugas yg belum dipelajari namun tugas-tugas itu masih beradaa dlam jangkauan kemampuannnya atau tugas-tugas tersebut beradaa dlam zone Of proximal development. Contoh dlam pembelajaran, yaitu ketika akan mengajarkan materi hukum pembiasan cahaya, seperti siswa sudah memahami bahwa lintasan cahaya pdaa medium homogen ialah lurus, siswa dpat memberikan contoh-contoh pembiasan dan pemantulan  cahaya dlam kehidupan sehari-hari. Dngan memiliki prasyarat pengetahuan seperti itu, maka dlam menyampaikan materi itu hukum pembiasan cahaya akan lebih mudah dipahami siswa, disamping pembelajaran akan menjadi lebih bermakna bagi siswa resebut. Zone Of Proximal development ialah perkembangan sedikit diatas perkembangan seseorang saat ini, Vygotsky  yakin bahwa fungsi mental yg lebih tinggi pdaa umumnya muncul dlam percakapan atau kerja sama antar individu, sebelum fungsi mental yg lebih tinggi itu terserap kedlam individu tersebut (Salvin,1994:49). 

Ide penting lain yg diturunkan darii teori Vygotsky ialah scaffolding. Scaffolding berarti memberikan sejumlah besar bantuan kepdaa seorang anak selama tahap awal-awal pembelajaran kemudian anak tersebut mengambil alih tanggung jawab yg semakin besar segera setelah ia dpat melakukannya. Bantuan tersebut dpat berupa petunjuk, peringatan, dorongan, menguraikan masalah kedlam langkah-langkah pemecahan, memberikan contoh, ataupun  yg lain sehingga memungkinkan siswa tumbuh mandiri  (Salvin, 1994:49). Contoh dlam pembelajaran ialah pdaa pembelajaran eksperimen untk membuktikan  hukum pemantulan cahaya, guru dpat memberikan bantuan kepdaa siswa berupa penjelasan tentang langkah-langkah pelaksanaan eksperimen, atau bantuan
5
berupa diskusi tentang rangkuman materi yg terkait dngan pemantulan cahaya.
Adaa dua implikasi utama teori Vygotsky  dlam pembelajaran sains.Diantaranya:
1.      Dikehendakinya susunan kelas berbentuk pembelajaran kooperatif antar siswa, sehingga siswa dpat berinteraksi disekitar tugas-tugas yg sulit dan saling memunculkan strategi pemecahan masalah yg efektif didlam masing- masing Zone Of Proximal development mereka.
2.      Pendekatan Vygotsky dlam pengajaran menekankan scaffolding sehingga siswa semakin lama semakin bertangggung jawab terhadaap pembelajarannya sendiri (Salvin,1994:49)

2.4         Teori De porter
Bobbi De Porter ialah seorang ibu rumah tangga yg kemudian terjun di bidang bisnis properti dan keuangan, karena bangkrut  ia akhirnya menggeluti bidang pembelajaran. Super Camp yaitu sebuah lembaga pembelajaran yg terletak di Kirkwood Meadows, Negara bagian California, Amerika Serikat. Eric Jansen, Greg Simmons, Mike Hernacki, Mark Reardon, dan Sarah Singer-Nourie.
Menurut Bobbi De Porter “Quantum Teaching ialah konsep yg menguraikan cara-cara baru dlam memudahkan proses belajar mengajar lewat pemanduan unsur seni dan pencapaian-pencapaian yg terarah, apapun mata pelajaran yg diajarkan.”

Quantum Teaching menjadikan segala sesuatu berarti dlam proses belajar mengajar, setiap kata, pikiran, tindakan asosiasi dan sampai sejauhmana mengubah lingkungan, presentasi dan rancangan pengajaran. Sebagaimana ungkapan di atas, Colin Rose juga berpendpat bahwa Quantum Teaching ialah panduan praktis dlam mengajar yg berusaha mengakomodir setiap bakat siswa atau dpat menjangkau setiap siswa. Metode ini sarat dngan penemuan-penemuan terkini yg menimbulkan antusiasme siswa. Quantum Teaching menjadikan ruang-ruang kelas ibarat sebuah konser musik yg memadukan berbagai instrumen sehingga tercipta komposisi yg menggerakkan darii keberagaman tersebut. Sebagai guru yg akan mempengaruhi kehidupan murid, guru seolah-olah memimpin konser saat beradaa di ruang kelas.
6
Jadi Pendidik dlam pengajaran kuantum merupakan faktor penting dlam lingkungan belajar dan kehidupan siswa, pendidik bukan hanya sekedar pemberi ilmu, tetapi peran pendidik sebagai rekan belajar, model, pembimbing, dan fasilitator dlam KBM. Oleh karena itu, kuantum menunjukkan kepdaa kita, sebagai calon pendidik mengenai cara menjadi pendidik yg baik. kuantum menguraikan cara-cara baru yg memudahkan proses belajar kita lewat pemanduan unsur seni dan pencapaian-pencapaian yg terarah. Apapun mata pelajaran yg di ajarkan oleh pendidik, dngan menggunakan metode kuantum pendidik akan dpat menggabungkan keistimewaan-keistimewaan belajar menuju bentuk perencanaan pengajaran yg akan meningkatkan prestasi siswa.

Menurut De porter (2004: 6-7) salah satu konsep utama quantum teaching ialah “Bawalah Dunia Mereka ke dunia Kita dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka”. Darii konsep utama ini, maksudnya bila kita membaca konsep tersebut akan mengingatkan kita pdaa pentingnya memasuki dunia peserta didik sebagai langkah pertama, karena tindakan ini akan memberi izin pendidik untk memimpin, menuntun, dan memudahkan perjalanan mereka menuju kesadaaran dan ilmu pengetahuan yg luas. Dngan mengaitkan apa yg pendidik diajarkan dngan sebuah peristiwa, pikiran atau perasaan yg diperoleh darii kehidupan rumah, sosial, musik, seni, rekreasi atau akademis mereka. Setelah kaitan itu terbentuk, pendidik dpat membawa mereka ke dlam dunia pendidik dan memberi mereka pemahaman mengenai isi dunia itu. Di sinilah kosa kata baru, model pembelajaraan, mental, rumus dan lain-lain diuraikan. Sejalan menjelajahi kaitan dan interaksi, baik siswa maupun pendidik mendpatkan pemahaman baru dan “dunia kita “ diperluas mencakup tidak hanya peserta didik, tetapi juga pendidik. Akhirnya dngan pengertian yg lebih luas dan penguasaan lebih mendlam ini, peserta didik dpat membawa apa yg mereka pelajari ke dlam dunia mereka dan menerapkannya pdaa situasi baru.

2.5       Teori Gardner
Gardner mengemukakan bahwa pandangan klasik percaya bahwa intelegensi merupakan kapasitas kesatuan darii penalaran logis.
7
Dimana kemampuan abstraksi sangat bernilai. Adaapun Intelegensi menurut Gardner merupakan kemampuan untk memecahkan masalah dlam situasi budaya atau kapasitas tertentu. Yg terdiri darii 1 macam intelegensi. 

Jadi, kecerdasan menurut gardner merupakan kemampuan untk menangkap situasi baru serta kemampuan untk belajar darii pengalaman masa lalu seseorang. Kecerdasan bergantung pdaa konteks  tugas serta tuntunan yg diajukan oleh kehidupan kita, bukan begantung pdaa nilai IQ.

Howard Gardner juga mengeluarkan Teori baru dlam buku “Frame Of  Mind”, tentang multiple Intelligences (kecerdasan majemuk )dimana dia mengatakan bahwa era baru sudah merubah darii test tulis (dimana didominasi kemampuan matematika dan bahasa)menjadi multiple intelligences.
Teori Gardner berdasar pdaa sintesa berbagai macam bukti darii sumber-sumber yg berbeda :
1)      Studi terhadaap orang normal yg mengalami kerusakan otak karena trauma atau stroke, yg mendukung pendpat tentang inteligensi terpisah yg mengatur pemikiran spasial dan bahasa.
2)      Dukungan profil intelektual darii populasi-populasi khusus, seperti prodigies dan idiot savants, yg mengindikasikan bahwa inteligensi merupakan kemampuan-kemampuan yg terpisah.
3)      Bukti darii mekanisme pemprosesan informasi.
4)       Dukungan darii psikologi eksperimental dan psikologi kognitif
5)      Penemuan-penemuan psikometris.
6)      Arah perkembangan karakteristik darii manifestasi umum dan mendasar, menuju kondisi akhir berupa keahlian yg memungkinkan.
7)      Penemuan dlam bidang biologi evolusioner.
8)      Dukungan darii konsep-konsep yg adaa pdaa sistem symbol.

8
Adaapun jenis-jenis intelligences menurut gardner:
1.      Kecerdasan spasial
merupakan kecerdasan seseorang yg berdasar pdaa kemampuan menangkap informasi visual atau spasial, mentransformasi dan memodifikasinya, dan membentuk kembali gambaran visual tanpa stimulus fisik yg asli. Kecerdasan ini tidak tergantung sensasi visual. Kemampuan pokoknya ialah kemampuan untk membentuk gambaran tiga dimensi dan untk menggerakkan atau memutar gambaran tersebut.
2.      Kecerdasan bahasa
merupakan kecerdasan individu dngan dasar penggunaan kata-kata dan atau bahasa. Meliputi mekanisme yg berkaitan dngan fonologi, sintaksis, semantik dan pragmatik.
3.      Kecerdasan logis matematis
Kecerdasan tersebut mendasarkan diri pdaa kemampuan penggunaan penalaran, logika dan angka-angka matematis. Pola pikir yg berkembang melalui kecerdasan ini ialah kemampuan konseptual dlam kerangka logika dan angka yg digunakan untk membuat hubungan antara berbagai informasi, secara bermakna.
4.      Kecerdasan jasmani kinestetik
Kemampuan untk mengendalikan gerakan tubuh dan memainkan benda-benda secara canggih, merupakan bentuk nyata darii kecerdasan tersebut.
5.      Kecerdasan musikal. memungkinkan individu menciptakan, mengkomunikasikan dan memahami makna yg dihasilkan oleh suara.
6.      Kecerdasan interpersonal, merupakan kecerdasan dlam berhubungan dan memahami orang lain di luar dirinya. Kecerdasan tersebut menuntun individu untk melihat berbagai fenomena darii sudut pandang orang lain, agar dpat memahami bagaimana mereka melihat dan merasakan.


9
7.      Kecerdasan intrapersonal, tergantung pdaa proses dasar yg memungkinkan individu untk mengklasifikasikan dngan tepat perasaan-perasaan mereka, misalnya membedakan sakit dan senang dan bertingkah laku tepat sesuai pembedaan tersebut.

2.6       Implementasinya Dlam Pembelajaran Matematika
Dlam Teori Peter Sheal mengatakan bahwa mempelajari sesuatu itu harus bermakna, bisa dikatakan juga “kebermaknaan belajar”  dlam teori ini juga dijelaskan bahwa belajar supaya bermakna itu tidak hanya melihat dan mendengarkan saja tetapi harus melakukan aktivitas misalnya: membaca,bertanya,menjawab, berkomentar, mengerjakan, mengkomunikasikan, presentasi dan diskusi.Teori ini dpat kita Implementasikan dlam pembelajaran matematika dngan cara seorang pelajar harus berperan aktif tidak lagi pasif yg biasanya hanya mendengarkan dan menerima apapun itu yg diberikan oleh pengajar. Ketika sedang kegiatan pembelajaran seorang pelajar harus aktif  bertanya apabila adaa yg tidak dimengerti, menjawab pertanyaan apabila sedang adaa diskusi atau kita juga dpat menambahkan jawaban apabila jawaban itu kurang lengkap menurut kita. Apalagi dlam pembelajaran matematika pelajar harus bisa memecahkan permasalahan matematika dngan cara apapun. Selain itu kita juga harus mempunyai sikap tanggung jawab terhadaap sesuatu yg bersangkutan dngan pembelajaran. Apabila Teori ini dpat kita Implementasikan dlam Pembelajaran Matematika situasi dan kondisi dlam kelas juga akan tercipta kenyamanan saat belajar. Begitupun dngan pendidikan, kemungkinan akan mengalami perubahan yg sangat bagus.

Dlam Teori Duck  worth menyatakan bahwa tindakan dan sudut pandang merupakan sentral dlam pengembangan pengetahuan. Teori ini sangat penting bagi seorang guru dan murid. Implementasi dlam pembelajaran matematika yaitu guru matematika harus mengambil sikap (tindakan) apabila muridnya mengalami kesulitan dlam belajar, khususnya pdaa pelajaran matematika. Entah itu dngan belajar tambahan ataupun dngan mengadaakan bimbingan belajar (privat) supaya murid tersebut mengikuti kegiatan itu sehingga kesulitan yg terjadi dpat teratasi. Begitu juga pdaa murid apabila mengalami kesulitan murid harus betindak aktif untk mengatasi kesulitan tersebut.
10
Tindakan orang tua juga sangat penting bagi anaknya yg mengalami kesulitan dlam sesuatu hal. Dngan cara memberikan  perhatian  atau mencari tau mengapa anak itu mengalami kesulitan supaya mendpatkan penyelesaiannya dngan baik. Apabila Teori ini digunakan dngan baik oleh guru dan murid akan terjadi interaksi yg baik dan proses  belajarnya juga akan terasa baik. 

Dlam Teori Vygotsky  mengatakan bahwa pembelajaran terjadi apabila anak bekerja atau belajar mengenai tugas-tugas yg belum dipelajari namun tugas-tugas itu masih beradaa dlam jangkauan kemampuannnya atau tugas-tugas tersebut beradaa dlam zone Of proximal development. Contohnya dlam pembelajaran matematika pdaa anak kelas satu SD sebelum guru mereka mengajarkan materi  pertambahan  dan pengurangan anak-anak tersebut sudah memahami pertambahan dan pengurangan,  karena mereka sering menggunakan teori itu dlam kehidupan sehari-hari mereka contohnya dlam kegiatan jual beli. Sehingga ketika dlam belajar guru akan lebih mudah menjelaskannya, meskipun adaa beberapa siswa yg belum memahami materi itu seorang guru akan membantu siswa tersebut. Agar semua siswa itu paham terhadaap materi pertambahan dan pengurangan  guru akan memberikan beberapa soal untk melatih kemampuan mereka, apabila adaa soal yg belum terselesaikan guru akan membahas bersama-sama dngan muridnya untk menyelesaikan kesulitan itu. Kerjasama ini membawa pengaruh yg positif terhadaap perkembangan dlam belajar. 

Dlam Teori De porter mengatakan bahwa “Quantum Teaching ialah konsep yg menguraikan cara-cara baru dlam memudahkan proses belajar mengajar lewat pemanduan unsur seni dan pencapaian-pencapaian yg terarah, apapun mata pelajaran yg diajarkan.” Implementasi terhadaap pembelajarannya ialah dngan mengetahui karakter siswa tersebut sehingga guru dpat menyesuaikan dngan cara belajar mereka. Dlam teori ini  guru tidak hanya sebagai pendidik tetapi dpat juga berperan sebagai rekan belajar,pembimbing dan fasilitator KBM.  Salah satu konsep quatum Teaching menurut teori ini “Bawala Dunia Kita kedlam Dunia Mereka dan Antarkan Dunia Mereka ke dlam Dunia Kita” implementasinya yaitu guru itu harus mengajarkan,mendidik, membimbing dan memberitahu dunia Pendidikan dan tuntunlah mereka ke dlam Dunia Pendidikan supaya menjadi guru yg professional.
11.

Dlam Teori Gardner Adaapun Intelegensi menurut Gardner merupakan kemampuan untk memecahkan masalah dlam situasi budaya atau kapasitas tertentu. Jadi, kecerdasan menurut gardner merupakan kemampuan untk menangkap situasi baru serta kemampuan untk belajar darii pengalaman masa lalu seseorang. Kecerdasan bergantung pdaa konteks  tugas serta tuntunan yg diajukan oleh kehidupan kita, bukan begantung pdaa nilai IQ.

Dlam pelajaran matematika seorang murid harus mempunyai bakat kemampuan berfikir dan minat yg kuat sehingga ketika menyelesaikan persoalan matematika dpat terselesaikan dngan mudah.Apabila adaa masalah yg tidak terselesaikan dpat berkonsultasi kepdaa guru tersebut.

12
BAB III
Penutup

5.1              Kesimpulan
Darii beberapa teori Teori Peter sheal yaitu pdaa model belajar “kebermaknaan  belajar”. Dlam setiap belajar apapun harus bermakna. Untk melakukan belajar itu supaya bermakna tidak hanya melihat dan mendengarkan saja tetapi harus melakukan aktivitas
misalnya:membaca,bertanya,menjawab,berkomentar,mengerjakan dan
mempresentasikan

Duckworth (1983: 173) menyatakan bahwa tindakan dan sudut pandang merupakan sentral dlam pengembangan pengetahuan. Aktivitas penelitian tindakan menyajikan kemungkinan bagi guru belajar dan pengembangan profesional dlam hubungan dngan matematika, proses mengajar dan belajar dan telah kultural yg lebih khusus, kebutuhan dan tujuan siswanya. Vygotsky  bahwa pembelajaran terjadi apabila anak bekerja atau belajar mengenai tugas-tugas yg belum dipelajari namun tugas-tugas itu masih beradaa dlam jangkauan kemampuannnya atau tugas-tugas tersebut beradaa dlam zone Of proximal development. Menurut Bobbi De Porter “Quantum Teaching ialah konsep yg menguraikan cara-cara baru dlam memudahkan proses belajar mengajar lewat pemanduan unsur seni dan pencapaian-pencapaian yg terarah, apapun mata pelajaran yg diajarkan.” Menurut De porter (2004: 6-7) salah satu konsep utama quantum teaching ialah “Bawalah Dunia Mereka ke dunia Kita dan Antarkan Dunia Kita ke Dunia Mereka”. Darii konsep utama ini, maksudnya bila kita membaca konsep tersebut akan mengingatkan kita pdaa pentingnya memasuki dunia peserta didik sebagai langkah pertama, karena tindakan ini akan memberi izin pendidik untk memimpin, menuntun, dan memudahkan perjalanan mereka menuju kesadaaran dan ilmu pengetahuan yg luas. kecerdasan menurut gardner merupakan kemampuan untk menangkap situasi baru serta kemampuan untk belajar darii pengalaman masa lalu seseorang. Kecerdasan bergantung pdaa konteks  tugas serta tuntunan yg diajukan oleh kehidupan kita, bukan begantung pdaa nilai IQ.  Intelegensi menurut Gardner merupakan kemampuan untk memecahkan masalah dlam situasi budaya atau kapasitas tertentu.
13
Yg terdiri darii 1 macam intelegensi. Jadi, kecerdasan menurut gardner merupakan kemampuan untk menangkap situasi baru serta kemampuan untk belajar darii pengalaman masa lalu seseorang. Kecerdasan bergantung pdaa konteks  tugas serta tuntunan yg diajukan oleh kehidupan kita, bukan begantung pdaa nilai IQ.

14
Daftar Pustaka

 Deporter bobi.1999.Quantum Teaching.Bandung:PT Mizan Pustaka.
Purwanto,M.Ngalim.(2004)Psikologi Pendidikan,Bandung:PT Remaja Rosdakarya.
Syah Muhibbin,M. Ed.1995.Psikologi Pendidikan dngan pendekatan baru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Suryabrata,sumardi.2011. Psikologi pendidikan.Jakarta: PT Rajagrafindo persadaa.
Trianto,M.Pd.2010.Model Pembelajaran Terpadu.Jakarta:PT Bumi Aksara

Visitor