Makalah Pengertian, Tujuan dan Proses Model Pendekatan deduktif- induktif serta Analitik



A.  Model mengajar deduktif-induktif

1. Pengertian Pembelajaran deduktif- induktif
Model ini merupakan gabungan model deduktif dngan model induktif. Artinya, kedua model tersebut disatukan penggunaannya dallam satu proses pembelajaran. Pdaa tahap pertama digunakan pendekatan deduktif, kemudian dilanjutkan dngan pendekatan induktif.
            Model mengajar ini sangat penting dallam mengembangkan cara berfikir ilmiah para siswa. Sekalipun, model ini lebih tepat untk mengajarkan IPA dan  
Matematika, bisa juga digunakan dallam pengajaran ilmu-ilmu social dan bahasa, terutama untk bahan pengajaran yanng sifatnya prinsip atau generalisasi, misalnya hukum.

Menurut Riyanto Yatim adaa empat kegiatan yanng hrus ditempuh dallam proses pembelajaran model deduktif-induktif. Tahapan kegiatan tersebut diurutkan sebagai berikut:[1]

1.      Guru mengajukan masalah atau gejala kepdaa para siswa. Masalah atau gejala itu sebaiknya dipilih yanng sifatnya aktual yanng terjadi dallam kehidupan sehari-hari, atau yanng sedang hangat di masyarakat. Namun, permasalahannya atau gejala tersebut adaa kaitannya dngan prinsip-prinsip keilmuan yanng terdapatt dallam bidang studi atau mata pelajaran yanng diajarkan.
2.      Sehubungan dngan tema dan pertanyaan tersebut, setiap siswa diminta mengkaji kaitan masalah dngan materi bahan pengajaran darii bidang studi yanng sedang dipelajarinya
3.      Siswa diminta mengumpulkan data atau informasi darii berbagai sumber mengenai permasalahan itu. Setelah itu, siswa dibimbing untk bisa membuktikan atau menguji kebenaran jawaban sementara berdasarkan data dan informasi yanng telah ditemukannya
4.      Membuat kesimpulan darii proses yanng telah dilakukan oleh siswa, yakni merumuskan jawaban yanng paling tepat bagi masalah itu sesuai dngan konsep dan prinsip yanng terdapatt dallam mata pelajaran.

B.      Pendekatan  Analitik

   1. Pengertian Pendekatan analitik
Pendekatan analitik ialah pembahasan bahan pelajaran bisa dimulai darii hal yanng tdak di ketahui sampai kepdaa yanng sudah diketahui atau sebaliknya darii yanng sudah diketahui menghasilkan apa yanng ingin diketahui. Bila prosedur yanng ditempuh ialah darii yanng apa yanng belum diketahui ke yanng sudah diketahui, maka dikatakan menggunakan pendekatan analitik, sedangkan prosedur sebaliknya ialah pendekatan sintetik.
Pdaa pendekatan analitik, masalah yanng ingin diselesaikan perlu dipecah-pecah sehingga jelas hubungan antar bagian-bagian yanng belum di ketahui dngan yanng sudah diketahui. Dimulai dngan langkah darii hal yanng tdak diketahui dicari langkah-langkah selanjutnya yanng mengkaitkan yanng belum diketahui itu sehingga sampai ke hal yanng sudah diketahui.

Penentuan Volume dngan Pendekatan Analitik
Misal,  penentuan volume balok dngan pendekatan analitik :
Komponen – komponen  pdaa Balok ABCD.EFGH :
A, B, C, D, E, F, G, H disebut titik sudut.
AB, BC, CD, DA, AE, DH, CG, BF, EF, FG, GH, HE disebut rusuk.
ABCD, ABEF, ADHE, BCGF, CDHG, EFGH disebut sisi.
AC, BD, DE, AH, DG, CH, FH, EG, CF, BG, AF, BE disebut diagonal sisi.
AG, CE, BH, DF disebut diagonal ruang.
ACGE, BDHF, BECH, BGAH, AFDG, CFDE  disebut bidang diagonal.

Komponen–komponen balok tersebut semua telah kita ketahui, sedangkan menentukan volume dngan pendekatan analitik belum kita ketahui, jadi volume balok ialah:
Volume Balok        = panjang x lebar x tinggi
                               = p x l x t
Penerapan pdaa soal:
Suatu balok memiliki luas permukaan 198 cm2. Jiika lebar dan tinggi balok masing-masing 6 cm dan 3 cm, tentukan volume  balok tersebut.
Penyelesaian :
Sebelum menentukan volume balok hrus menentukan panjang balok terlebih dulu :
Luas permukaan balok          = 2.{p.l + l.t + p.t }
                   198 cm2                  = 2.{p.6 + 6.3 + p.3}
                   198 cm2              = 2. {6p +18 + 3p}
                   198 cm2                  = 2. {9p + 18 cm2}
                   198 cm2                  = 18 p cm + 36 cm2
                   18p cm              = 198cm2 – 36 cm2
                   18p cm               = 162 cm2
                   P                         = 162 cm2: 18 cm
                   P                         =  9 cm
Volume Balok = p x l x t = 9 cm x 6 cm x 3 cm = 162 cm3.

C.    Pendekatan Sintetik

  1. Pengertian pendekatan sintetik
 
Pendekatan sintesis merupakan proses pembelajaran lebih mengarah pdaa suatu hal yanng umum diketahui oleh siswa sehingga dallam prosesnya seorang peserta didik bisa menjelaskan kembali sebagai wujud darii proses pembelajaran
Berdasarkan pendapatt di atas, dapatt diambil kesimpulan bahwa pendekatan sintetik merupakan kebalikan darii pendekatan analitik.
2. Kelebihan dan kekuragan pendekatan sintetik menurut Riyanto Yatim ialah :[2]
Kelebihan metode ini yaitu, merupakan pendekatan yanng logis, seringkali   pembahasan dngan pendekatan sintetik lebih singkat dariipdaa analitik. Kelemahan darii pendekatan sintetik , Seorang murid yanng benar menyelesaikan soal tertentu dngan benar mungkin saja hanya karena hafal langkah-lanhkah yanng hrus ditempuhnya tanpa memiliki pengertian. Jiika demikian, menghafal langkah-langkah penyelesaian berbagai macam soal makin lama akan menjadi beban yanng makin berat. 

DAFTAR PUSTAKA

Jacobsen A David, 2009, Metodes for Teaching. Yogjakarta: Pustaka Pelajaar
Yatim Riyanto, 2009, Paradigma Baruu Pembelajaran, Jakarta: Kencana


[1]  Riyanto Yatim. Paradigma Baru Pemelajaran, Jakarta: Kencana, 2009, hal. 76
[2] Riyanto Yatim. Paradigma Baru Pemelajaran, Jakarta: Kencana, 2009, hal. 81

Visitor