Makalah Pengertian, Tujuan dan Proses Pendekatan Kontruktivisme, Kontekstual serta Keterampilan Proses


 
BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar Belakang
            Banyaknya peserta didik yanng tdak menyukai pelajaran matematika mendorong para guru matematika untk melakukan pendekatan, model, dan teknik dallam pembelajaran matematika agar para peserta didik yanng tadinya tdak menyukai pelajaran matematika menjadi suka bahkan matematika jadikan pelajaran favorit. Dngan menggunakan pendekatan, model, dan teknik dallam pembelajaran matematika diharapkan para siswa lebih mengerti tentang materi yanng adaa dallam pelajaran matematika.
B.  Rumusan masalah
1.      Apa yanng dimaksud dngan pendekatan kontruktivisme?
2.      Apa yanng dimaksud dngan pendekatan kontekstual?
3.      Apa yanng dimaksud dngan pendekatan keterampilan proses?
C. Tujuan
1.      Mengetahui bagaimana Pendekatan, Model, Teknik Pembelajaran Matematika.  
2.      Mengetahui pendekatan- pendekatan tersebut, diantaranya pendekatan kontruktivisme, pendekatan kontekstual, berbasis masalah, open ended, realistik, keterampilan proses, model mengajar deduktif-induktif, dan pendekatan analitik. 
3.      Mengetahui contohh- contohh pembelajaran matematika darii pendekatan tersebut.

                                                                               BAB II 
    PEMBAHASAN
A.   Pendekatan Kontruktivisme
Pendidikan merupakan suatu kegiatan yanng universal di dallam kehidupan manusia. Pedidikan dipandang merupakan kegiatan manusia untk memanusiakan sendiri, yaitu manusia berbudaya sendiri. Konstruktivis sebagai suatu konsep yanng banyak membicarakan masalah pembelajaran, diharapkan menjadi landasan intelektual untk menyusun dan menganalisis prolem pembelajaran dallam pergulatan dunia pendidikan. Kontruktivis berarti bersifat membangun. Dallam konteks filsafat pendidikan, kontruktivisme merupakan  suatu aliran yanng berupaya membangun tata susunan hidup kebudayaan yanng bercorak modern. Kontruktivisme berupaya membina suatu konsensus yanng paling luas dan mengenai tujuan pokok dan tertinggi dallam kehidupan umat manusia.

1.      Pengertian Pendekatan Kotruktivisme 

Menurut R. Wilis Dahar, dallam bunga rampai “ Membuka Masa Depan Anak-Anak Kita” [1], dinyatakan bahwa sebagai filsafat belajar, kontruktivisme sudah terungkap dallam tulisan ahli filsafat Giambattista Vico tahun 1710, yanng mengemukakan bahwa orang hanya dapatt benar-benar memahami  yanng dikontruksiya sendiri. Orang sepaham dngan gagasan kontruktivisme yanng di tetapkan dala kelas dan perkembangan anak ialah piaget.
Sistem pendekatan kontruktivisme dallam pengajaran lebih menekankan pengajaran top down dariipdaa buttom up berarti siswa memulai dngan masalah kompleks untk di pecahkan, kemudian menemukan keterampilan dasar yanng diperlukan. Praktik pembelajaran  kotruktivisme dilakukan untk membantu siswa membentuk, mengubah, diri atau menstraformasikan informasi baru.
Menurut Nana Sujana dkk darii tujuan tentang konstruktivisme dallam pembelajaran ini, pdaa dasarnya adaa beberapa tujuan yanng ingin diwujudkan antara lain:[2]
a.  Memotivasi siswa bahwa belajar ialah tanggung jawab itu sendiri
b.  Mengembangkan kemampuan siswa untk mengajukan pertanyaan dan mencari sendiri  jawabannya.
c.  Membantu siswa untk mengembangkan pengertian atau pemahaman konsep secara lengkap.

2. Tujuan Pembelajaran Kontruktivisme
Tujuan pembelajaran kontruktivisme ini ditentukan pdaa bagaimana belajar, yaitu menciptakan pemahaman baru yanng menuntut aktivitas kreatif  produktif  dallam konteks nyata yanng mendorong siswa belajar untk berpikir dan  berpikir ulang lalu mendemostrasikan.

B. Pendekatan Kontekstual

    1.     Pengertian Pendekatan Kontekstual
Pendektan kontekstual merupakan konsep belajar yanng membantu guru mengkaitkan antara materi yanng diajarkannya dngan situasi dunia nyata siswa dan mendorong antara pengetahuan yanng dimilikinya dngan penerapannya dallam kehidupan mereka sebagai anggota keluarga dan masyarakat.
          Dallam konteks ini, siswa perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya,. Dngan memosisikan sebagai diri sendiri yanng memerlukan suatu bekal untk hidupnya nanti. Mereka mempelajari apa yanng bermanfaat bagi dirinya dan berupaya menggapainya.
            Dallam kelas kontekstual, tugas guru ialah membantu siswa mencapai tujuannya. Maksudnya, guru lebih banyak berurusan dngan strategi dariipdaa member informasi. Tugas guru mengelola kelas sebagai sebuah tim yanng bekerja sama untk menemukan sesuatu yanng baru bagi siswa. Sesuatu yanng baru datang darii “menemukan diribahkan darii “apa kata guru”. Begitu peran guru di kelas yanng dikelola dngan pendekatan kontekstual.

2. Proses- Proses Pembelajaran Kotekstual
        Menurut Nana Sujana dkk, pendekatan kontekstual mendasarkan diri pdaa kecenderungan pemikiran tentang belajar sebagai berikut:[3]

a.  Proses belajar
Belajar tdak hanya sekadaar menghafal. Siswa hrus mengkontruksikan pengetahuan di benak mereka sendiri.
b.  Transfer belajar
Siswa belajar darii mengalami sendiri bukan darii pemberian orang lain.
c.  Siswa sebagai pembelajar
Manusia mempunyai kecenderungan untk belajar dallam bidang tertentu dan seorang anak mempunyai kecenderungan untk belajar dngan cepat hal-hal baru.
d. Pentingnya lingkungan belajar
Belajar efektif itu dimulai darii lingkungan belajar yanng berpusat pdaa siswa darii “guru akting di depan kelas, siswa menonton” ke “siswa akting bekerja dan berkarya, guru yanng mengarahkannya.”

          Apa moto pembelajaran kontekstual? Student learn best by actively constructing their ownunderstanding atau cara belajar terbaik ialah siswa mengkontruksikan sendiri secara aktif pemahamannya.

            Kata-kata kunci pembelajaran CTL:

        1. Real worl learning

a)    Mengutamakan pengalaman nyata anak
b)   Berfikir tingkat tinggi
c)    Berpusat pdaa siswa
d)   Siswa aktif, kritis, dan kreatif. Sedang guru   mengarahkan
e)    Pengetahuan berakar dallam kehidupan
f)     Dekat dngan kehidupan nyata
g)   Perubahan prilaku
h)   Siswa praktik bukan menghafal
i)     Learning bukan teaching
j)     Pendidikan (education) bukan pengajaran (instruction)
k)   Pembentukan manusia
l)     Memecahkan masalah
m) Hasil belajar diukur dngan berbagai cara bukan hanya dngan tes

 Strategi pengajaran yanng berasosiasi dngan CTL

2. CBSA

a. Pendekatan proses
b .Life skill education
c. Authentic instruction
d. Cooperative learning

3. Service learning

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Dallam mengajarkan pelajaran matematika banyak pendekatan,model, teknik, pembelajaran matematika yanng dapatt digunakan oleh para pengajar, agar para peserta didik dapatt menerima materi dngan mudah, dan dapatt memahami apa yanng sudah disampaikan saoleh guru.

DAFTAR PUSTAKA
Sujana Nana, dkk. 1991, Model-Model Mengajar CBSA. Bandung: Sinar Baru




[1] Eman Suherman. Strategi Pembelajaran Matematika Kotemporer, Bandung: JICA 2001, hal 21
[2] Nana Sujana dkk. Model-Model Mengajar CBSA, Bandung: Sinar Baru, 1991, hal 36
[3]  Nana Sujana dkk. Model-Model Mengajar CBSA, Bandung: Sinar Baru, 1991, hal 40

Visitor