Makalah Pendekatan, Model dan Tehnik Pembelajaran Matematika

BAB I
PENDAHULUAN

1.1.           Latar belakaang
Didlam proses belajar mengajar tercakup komponen,pendekatan,dan berbagai metode pengajaran yng dikembangkan dlam proses tersebut.Tujuan utama diselenggarakaannya proses proses keberhasilan siswa dlam belajar dlam rangka pndidikan baik dlam suatu mata pelajaran maupun pendidikan pad umumnya.
Jika guru terlibat didlamnya dngan segala macam metode yng dikembangkan maka yng berperan sebagai pengajar berfungsi sebagai pemimpin belajar atau fasilitator belajar ,sedangkan siswa berperan sebagai pelajar atau individu yng belajar.usaha-usah guru dlam proses tersebut utamanya ialah membelajarkan siswa agar tujuan khusus maupun umum proses belajar itu tercapai.
Sebagian orang beranggapan bahwa belajar ialah semata-mata mengumpulkan atau menghafalkan fakta-fakta yng tersaji dlam bentuk informasi atau materi pelajaran. Orang yng beranggapan demikian biasanya akaan segera merasa bangga ketika anak-anaknya telah mampu menyebutkan kembali secara lisan (verbal) sebagian besar informasi yng terdapat dlam buku teks atau yng diajarkan oleh guru.
Disamping itu, ad pula sebagian orang yng memandang belajar sebagia latihan belaka seperti yng tampak pad latihan membaca dan menulis. Berdasarkan persepsi semacam ini biasanya mereka akaan merasa cukup puas bila anak-anak mereka telah mampu memperlihatkan keterampilan jasmaniah tertentu walaupun tanpa pengetahuan mengenai arti, hakikat, dan tujuan keterampilan tersebut.
Menurut Gagne dinyatakaan bahwa belajar merupakaan kecenderungan perubahan pad diri manusia yng dapat dipertahankan selama proses pertumbuhan. Hal ini dijelaskan kembali oleh Gagne (dlam Riyanto, 2002) bahwa belajar merupakaan suatu peristiwa yng terjadi did ala kondisi-kondisi tertentu yng dapat diamati, diubah, dan dikontrol.
Degeng (1997:3) menyatakaan bahwa belajar merupakaan pengaitan pengetahuan baru pad struktur kognitif yng sudah dimiliki si belajar. Hal ini mempunyai arti bahwa dlam proses belajar, siswa akaan menghubung-hubungkan pengetahuan atau ilmu yng telah tersimpan dlam memorinya dan kemudian menghubungkan dngan pengetahuan yng baru.
Dngan kata lain, belajar ialah suatu proses untk mengubah performansi yng tidak terbtatas pad keterampila, tetapi juga meliputi fungsi-fungsi, seperti skill, persepsi,emosi, proses berpikir, sehingga dapat menghasilkan perbaikan performansi.
Pembelajaran ialah upaya membelajarkan siswa untk belajar. Kegiatan pembelajaran akaan melibatkan siswa mempelajari sesuatu dngan cara efektif dan efisien (Muhaimin, 1996).
Dlam pembelajaran perlu adnya strategi belajar, sedang strategi ialah suatu rencana tentang pendayagunaan dan penggunaan potensi dan sarana yng yng ad untk meningkatkan efektifitas dan efesiensi pengajaran (Slameto, 1991).
Dngan memahami pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa strategi pembelajaran ialah siasat guru dlam mengefektifkan, mengefisienkan, serta mengoptimalkan fungsi dan interaksi antara siswa dngan komponen pembelajaran dlam suatu kegiatan pembelajaran untk mencapai tujuan pengajaran.
Strategi pembelajaran banyak macamnya. Guru dapat memilih suatu atau beberapa strategi sekaligus dan diterapkan secara bervariasi sesuai dngan tujuan yng hendak dicapai, materi yng disampaikan, siswa, lingkungan, serta kemampuan pengajar itu sendiri untk melaksanakaannya.
Strategi pembelajaran dilakukan dngan beberapa cara pendekatan, antara lain pendekatan inquiry-discovery atau model personal dan pendekatan ekspository. Masing-masing darii pendekatan pembelajaran pun memiliki model mengajar yng berbeda-beda pula. Semua pendekatan tersebut mendasari pemilihan dan penggunaan strategi pembelajaran yng dinilai lebih sesuai bagi pembelajaran.
Usaha-usaha guru dlam mengatur dan menggunakaan berbagai variable pengajaran merupakaan bagian penting dlam keberhasilan siswa mencapai tujuan yng direncanakaan.karena itu pemilihan metode,strategi dan pendekatan dlam situasi kelas yng bersangkutan sangat penting.upaya pengembangan strategi mengajar tersebut berlandas pad pengertian bahwa mengajar merupakaan suatu upaya memberikan bimbingan kepad siswa untk melakukan kegatan belajar

1.2.    Rumusan masalah
Ø  Siapa yng melakukan suatu model pembelajaran ?
Ø  Bagaimana pelakasanaan suatu model pembelajaran ?
Ø  Apa saja yng dilakukan dlam model pembelajaran ?
Ø  Berapa macamkah model suatu pembelajaran ?

1.3.    Tujuan masalah
Ø Mampu menjelaskan secara rinci mengenai model pembelajaran
Ø Mengetahui macam-macam model pembelajaran
Ø Memahami pelaksanaan suatu model pembelajaran
Ø Mampu mengimplementasikan model pembelajaran


BAB II
PEMBAHASAN

2.1.   Pendekatan Pembelajaran Ekspository
Dlam sistem ini, guru menyajikan dlam bentuk yng telah dipersiapkan secara rapi, sistematis, dan lengkap, siswa tinggal menyimak dan mencernanya saja. Secara garis besar prosedurnya ialah :
v  Preparasi, artinya guru menyiapkan bahan selengkapnya secara sistematis dan rapi.
v  Apersepsi, artinya guru bertanya atau memberikan uraian singkat untk mengarahkan perhatian siswa kepad materi yng akaan diajarkan.
v  Presentasi, artinya guru menyajikan bahan dngan cara memberikan ceramah atau menyuruh siswa membaca bahan yng telah disiapkan darii buku teks tertentu atau yng ditulis guru sendiri.
v  Resitasi, artinya guru bertanya dan siswa menjawab sesuai dngan bahan yng dipelajari atau siswa disuruh menyatakaan kembali dngan kata-kata sendiri (resitasi) tentang pokok-pokok permasalahan yng telah dipelajari.
Metode mengajar yng menggunakaan pendekatan inquiry-discovery ialah :
2.1.1.  Metode Ceramah
Yng dimaksud ceramah ialah penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadp kelas. Dlam pelaksanaan ceramah untk menjelaskan uraiannya, guru dapat menggunakaan alat-alat pembantu seperti gambar-gambar. Tetapi metode pertama berhubungan guru dngan siswa ialah berbicara.
Peranan murid dlam metode ceramah ialah mendengarkan dngan teliti serta mencatat pokok penting yng di kemukakaan oleh guru. Pelaksanaan ceramah yng wajar terletak pad pemberian fakta atau informasi dlam waktu singkat terhadp sejumlah pendengar yng relative besar dan apabila metode lain tidak mungkin ditempuh karena tidak tersediannya bahan bacaan dan atau untk menyimpulkan dan memperkenalkan sesuatu yng baru.
v Metode ceramah yng tepat digunakaan :
·      Apabila guru akaan menyampaikan bahan kepad murid yng besar jumlahnya.
·      Apabila guru atau penceramah ialah pembicara yyng baik, bersemangat dan berwibawa sehingga dapat merangsang para murid untk melaksanakaan esuatu pekerjaan.
·      Apabila tidak ad waktu untk berdiskusi dan bahan pelajaran yng akaan disampaikan terlalu banyak.
·      Apabila bahan pelajaran yng akaan disampaikan hanya merupakaan keterangan atau penjelasan misalnya tentang hal-hal pokok yng telah dipelajari oleh murid untk memungkinkan para murid melihat lebih jelas hubungan pokok yng satu dngan yng lain.
·      Apabila guru akaan memperkenalkan okok baru dlam rangka pelajaran yng lalu.
v Keunggulan metode ceramah
·      Dlam waktu relative singkat dapat disampaikan bahan pelajran yng sebanyak-banyaknya.
·      Organisasi kelas lebih sederhana, tidak perlu mengadkaan pengelompokan murid-murid.
·      Guru dapat menguasai seluruh kelas dngan mudah, walaupun jumlah murid cukup besar.
·      Apabila penceramah berhasil baik, dapat menimbulkan semangat, kreasi yng konstruktif, yng merangsang para murid untk melaksanakaan suatu tugas atau pekerjaan.
·      Metode ini lebih fleksibel dlam arti jika waktu terbatas bahan dapat dipersingkat dngan mengambil garis besarnya saja, sebaliknya jika waktu yng disediakaan bahan banyak yng diberikan dapat diperluas dan mendlam.
·      Guru atau penceramah dapat menguasai seluruh arah pembicaraan mencapai tujuan yng diinginkannya.
v Kelemahan metode ceramah
·      Guru sukar mengetahui sampai dimana batas kemampuan para murid dlam memahami bahan-bahan yng telah dibicarakaan.
·      Tidak jarang guru selalu mengejar target sejumlah bahan yng banyak, sehingga pelaksanaannya lebih bersifat pemompaan.
·      Para murid lebih cenderung bersikap pasif dan menganggap segala yng diceramahkan itu benar sehingga dngan demikian bentuk pelajan menjadi bersifat verbalisme.
·      Mungkin sekali para murid kurang tepat dlam mengambil kesimpulan sehingga berlainan darii apa yng dimaksud oleh guru.
·      Apabila guru atau penceramah tidak memperhatikan segi psikologis dan didaktis, pembicaraan dapat melantur dan bertele-tele sehingga membosankan bagi para murid.atau dapat pula inti ceramah menjadi kabur karena terlalu banyak humor dlam membangkitkan minat dan perhatian anak yng terlalu berlebih-lebihan.
v Bagaimana menpersiapkan ceramah yng efektif
·      Terlebih dahulu rumuskan tujuan khusus yng akaan dipelajari oleh para murid.
·      Setelah menetapkan secara jelas tujuan yng hendak dicapai hendaklah diselidiki dan dipertimbangkan secara sunggug-sungguh apakah metode ceramah benar-benar merupakaan metode yng sangat tepat untk dipakai.
·      Kemudian susunlah bahan ceramah dngan memperhatikan hal-hal sebagai
berikut :
a)    Dapat membangkitkan minat dan menarik perhatian murid, karena itu bahan harus disesuaikan denga taraf perkembangan para murid, lingkungan social murid serta sifat kebudayaan sekitarnya.
b)   Dapat dimengerti dngan mudah dan jelas, untk itu pelu dipikirkan tentang penggunaan bahasa termasuk ucapan, tempo, melodi, ritme, dinamik serta mimic yng menarik.
c)    Dapat memberikan kesan dan pengertian kepad para murid bahwa bahan yng dibicarakaan itu sangat penting dan besar manfaatnya.
d)   Sikap, cara dan gaya guru/penceramah harus dapat menimbulkan rasa simpatik.
e)    Pemakaian metode ceramah hendaknya diselingi dngan variasi berupa audio-visual aids, Tanya jawaab dan sebagainya.
f)    Tanggaplah perhatian para murid dan arahkan kepad pokok penceramahan.
g)   Kemudian usahakaan menanam perhatian yng jelas. Hal ini dapat dilakukan dngan jalan : Pertama, guru memulai suatu pembicaraan dngan memberikan suatu ikhtisar ringkas tentang pokok-pokok yng akaan diuraikan. Kedua, menguraikan serta menjelaskan mengenai pokok-pokok pelajaran tersebut. Ketiga, sebagai langkah terakhir menyimpulkan kembali pokok-pokok yng penting dlam ceramah itu.
h)   Lakukan penilaian ddngan tehnik evaluasi yng wajar untk mengetahui tercapai tidaknya tujuan-tujuan khusus ceramah itu, atas dasar beberapa factor :
-          Apakah murid benar-benar tertarik mengenai ceramah itu?
-          Apakah penggunaan bahasa serta cara penyampaiannya sudah selaras?
-          Apakah ad factor-faktor yng menghambat atau mengganggu?
-          Apakah murid-murid mengrti tujuan ceramah?
-          Apakah alat-alat pembantu yng dipakai sudah cukup memadi?

2.2.   Pendekatan Pembelajaran Discovery-inquiry

Metode pembelajaran ini mempunyai kemampuan dasar untk berkembang secara optimal sesuai kemampuan yng dimilikinya. Pembelajaran inquiry-discovery ialah belajar mencari dan menemukan sendiri. Proses pembelajaran harus di pandang sebagai stimulus yng dapat menantang siswa untk melakukan kegiatan belajar. Peranan guru lebih banyak menetapkan diri sebagai pembimbing atau pemimpin belajar dlam fasilitator belajar. Dngan demikian, siswa lebih banyak melakukan kegiatan sendiri atau dlam bentuk kelompok memecahkan permasalahan dngan bimbingan guru.
Metode mengajar inquiry merupakaan pendekatan mengajar yng berusaha meletakkan dasar dan mengembangkan cara berfikir ilmiah, pendekatan ini menempatkan siswa lebih banyak belajar sendiri, mengembangkan kekreatifan dlam memecahkan masalah. Siswa betul-betul ditempatkan sebagai subjek yng belajar. Peranan guru dlam pendekatan inqury ialah pembimbing belajar dan fasilitator belajar. Tugas utama guru ialah memilih masalah yng perlu dilontarkan kepad kelas untk dipecahkan oleh siswa sendiri.
Tugas berikutnya darii guru ialah menyediakaan sumber beljar bagi siswa dlam rangka pemecahan masalah. Sudah barang tentu bimbingan dan pengawasan darii guru masih tetap diperlukan, namun campur tangan atau intervensi terhadp kehiatan siswa dlam pemecahan masalah harus dikurangi. Pendekatan inquiry dlam mengajar termasuk pendekatan modern, yng sangat didambakaan untk dilaksanakaan di setiap sekolah. Adnya tuduhan bahwa sekolah menciptakaan kultur bisu, tidak akaan terjadi apabila pendekatan ini digunakaan.
Pendekatan inquiry dapat dilaksanakaan apabila dipenuhi syarat-syarat berikut :
1)      Guru harus terampil memilih persoalan yng relevan untk diajukan kepad kelas (persoalan bersumber darii bahan pelajaran yng menantang siswa/problematik) dan sesuai dngan daya nalar siswa.
2)      Guru harus terampil menumbuhkan motivasi belajar siswa dan menciptakaan situasi belajar yng menyenangkan.
3)      Adnya fasilitas dan sumber belajar yng cukup.
4)      Adnya kebebasan siswa utuk berpendapat, berkarya dan berdiskusi.
5)      Partisipasi setiap siswa dlam setiap kegiatan belajar.
6)      Guru tidak banyak campur tangan dan intervensi terhadp kegiatan siswa.
Ad beberapa tahapan yng ditempuh dlam melaksanakaan pendekatan inquiry-discovery yakni :
v Simulation, artinya guru mulai bertanya dngan mengajukan permasalahan atau menyeluruh siswa membaca atau mendengarkan uraian yng memuat permasalahan.
v Problem statement, artinya siswa diberi kesempatan mengidentifikasi berbaga permasalahan kemudian memilihnya. Permasalahan yng dipilih biasanya yng paling menarik  dan fleksibel untk dipecahkan. Selanjutnya dirumuskan dlam bentuk pertanyaan atau hipotesis, yakni pernyataan sebagai jawaban sementara atas pentanyaan yng di ajukan.
v Data collection, artinya untk menjawab benar tidaknya hipotesis itu, siswa diberi kesempatan untk mengumpulkan (collection) berbagai informasi yng relevan, membaca literature, mengamati objek, wawancara dngan narasumber, melakukan uji coba sendiri dan sebagainya.
v Data processing, artinya semua data dan informasi diolah, diacak, diklasifikasikan, ditabulasi, bahkan bila perlu dihitung dngan cara tertentu serta ditafsirkan pad tingkat kepercayaan tertentu.
v Verification (pembuktian), berdasarkan hasil pengolahan dan tafsiran data, pernyataan atau hipotesis yng telah drumuskan di cek apakah terjawab atau tidak, apakah terbukti atau tidak.
v Generalization, artinya berdasarkan hasil verfikasi tersebut, siswa belajar menarik kesimpulan atau generalisasi tertentu.
Pendekatan inquiry-discovery dlam pembelajaran dapat lebih membiasakaan kepad anak untk membuktikan sesuatu mengenai materi pelajaran yng sudah dipelajari. Membuktkan dngan melakukan penyelidikan sendiri oleh siswa dibimbing oleh guru, penyelidikan itu dilakukan oleh para siswa baik di lapangan seperti laboratorium, situs purbakala, hewan yng berkeliaran sesuai mata ajar ynag dipelajari di sekolah.
Setelah diselidiki melalui tempat-tempat tersebut kemudian dianalisis oleh para siswa bersama guru menggunakaan buku-buku referensi, ensiklopedia, kamus dan lainnya yng berkaitan dngan materi tersebut. Dngan menggunakaan pendekatan inquiry dan discovery ini pengembangan kognitif siswa lebih terarah dan dlam kehidupan sehari-hari dapat diaplikasikan secara motorik.
Pendekatan Inquiry-Discovery dlam Pembelajaran

Pendekatan inquiry-discovery banyak macam metode mengajarnya yng diharapkan melalui pendekatan ini kriteria keberhasilan proses pembelajaran dapat tercapai sesuai dngan tujuan pembelajaran tersebut.,
Pemilihan metode mengajar dngan menggunakaan pendekatan ini harus berdasarkan aspirasi darii anak didik yng sebaimana diharapkan agar pembelajaran dapat dianggap paling efektif dan tepat sehingga dapat dijadikan pegangan oleh para guru dlam kegiatan mengajarnya.           
              
Metode mengajar yng menggunakaan pendekatan discovery ialah :
2.2.1.      Metode Diskusi
Metode diskusi ialah cara mengajar dngan jalan mendiskusikan suatu topik mata pelajaran tertentu, sehingga menimbulkan pengertian serta perubahan tingkah laku murid. Dlam metode ini semua anak diikut sertakaan secara aktif untk mencari pemecahan tentang topik tersebut (diskusi = debat). Karena dlam diskusi memerlukan dan melibatkan beberapa orang murid yng bekerjasama dlam mencapai kemungkinan pemecahan yng terbaik, maka metode ini biasa juga disebut metode musyawarah.
Maksud utanma metode ini ialah untk merangsang murid berfikir dan mengeluarkan pendapat sendiri serta secara sungguh-sungguh menyumbangkan kemampuannya menghadpi masalah bersama, mencari keputusan terbaik atas persetujuan bersama.
v Adpun sifat masalah yng baik untk didiskusikan ialah :
·      Masalah itu harus menarik minat anak-anak sesuai dngan tingkat perkembangannya dan merupakaan topik yng up to date dan aktual.
·      Mempunyai kemungkinan penecahan lebih darii satu kesimpulan yng masing-masing dapat dipertahankan; bukan atas dasar benar atau salah melainkan terutama atas dasar pertimbangan atau perbandingan; yng kemudian bisa dipertemukan suatu konklusi yng setepat-te[patnya melalui musyawarah.
v Metode diskusi tepat digunakaan :
·      Apabila ad masalah yng diperkirakaan tepat untk dipecahkan oleh para murid.
·      Apabila diperlukan suatu keputusan atau pendapat bersama tentang suatu masalah.
·      Apabila ingin menggugah kesanggupan pad anak untk merumuskan jalan pikirannya secara teratur dan dlam bentuk yng dapat diterima oleh orang lain.
·      Apabila ingin membiasakaan anak suka mendengar penmdapat orang lain sekalipun berbeda dngan pendapatnya sendiri; membiasdaka bekerjasama dan bersikap terbuka dan penuh toleransi.
v Kebaikan metode diskusi :
·      Suasana kelas sangat hidup sebab anak-anak sepenuhnya mengarahkan perhatian dan pikirannya kepad masalah yng sedang didiskusikan. Partisipasi anak, baik perorangan maupun seluruh kelas lebih meningkat.
·      Dapat mempertinggi prestasi kepribadian individu, seperti : semangat toleransi, jiwa demokrasi, kritis dlam berfikit, tekun, sabar dan sebagainya.
·      Hasil-hasil diskusi mudah difahami dan dilaksanakaan bersama karena anak-anak ikut serta secara aktif dlam pembahasan sampai kepad suatu kesimpulan.
·      Anak-anak dilatih mematuhi peraturan-peraturan dan tata tertib dlam suatu diskusi sebagai pengalaman berharga bagi kehidupan sesungguhnya kelak di masyarakat.
v Kelemahan metode diskusi :
·      Terutama dlam kelompok besar mungkin sekali ad diantara anak yng tidak aktif ambil bagian sehingga diskusi merupakaan kesempatan untk melepaskan diri darii tanggungjawab.
·      Biasanya guru sulit menduga arah penyelesaian dan hasil diskusi karena waktu yng dipergunakaan cukup panjang serta beberapa faktor lain yng mempengaruhi lancar tidaknya diskusi.
·      Tidak selamanya mudah bagi anak-anak untk mengatur cara berfikir sistematis dan rapih, apalagi secara ilmiah.

a.     Cara mempersiapakaan diskusi yng efektif :
·      Rumuskan tujuan khusus yng akaan didiskusikan.
·      Selidiki dan pertimbangkan apakah metode ini tepat untk dipakai.
·      Persiapkan bahan-bahan sesuai dngan tujuan khusus yng hendak dicapai dlam diskusi.
·      Guru hendaknya mempersiapkan diri sebagai pimpinan diskusi darii segala kemungkinan penyimpangan-penyimpangan yng akaan terjadi.
·      Usahakaan agar setiap murid mendapat giliran berbicara dan mengemukakaan pendapatnya. Untk itu guru harus mempunyai catatan tentang pribadi masing-masing murid yng diikut sertakaan dlam diskusi.

b.    Cara melaksanakaan diskusi :
Syarat-syarat pertanyaan :
·      Harus menarik minat dan perhatian murid.
·      Sesuai dngan tingkat perkembangan anak.
·      Harus merangsang timbulnya pendapat-pendapat yng banyak.
·      Harus mengandung kemungkinan jawaban lebih darii satu.
·      Harus membutuhkan pertimbangan atau perbandingan darii beberapa kenyataan.
·      Tidak terbatas pad jawaban ya atau tidak.

c.    Tugas guru dlam metode diskusi :
Dlam beberapa hal guru boleh secara aktif mengikuti diskusi bersama para murid dngan mengemukakaan pandangan atau pengarahan yng bersifat memimpin atau membimbing jalannya diskusi ke arah tujuan yng sebenarnya, menjaga agar diskusi tidak menyimpang darii topik yng telah ditetapkan, dan menjaga agar semua anggota kelompok/peserta diskusi memperoleh kesempatan berpartisipasi. Bila jumlah peserta terlalu banyak, atau darii satu topik mempunyai aspek yng cukup banyak untk diperbincangkan, sebaiknya kelompok dipecah menjadi dua atau lebih. Dlam hal ini masing-masing kelompok memilih pemimpin diskusi yng sekaligus diserahi tanggungjawab menyampaikan kesimpulan darii kelompok masing-masing kepad seluruh peserta diskusi. Pemecahan kelompok-kelompok itu harus diatur sedemikian rupa agar tidak membingungkan, dan guru sebaiknya berfungsi sebagai koordinator.
Pad umumnya ad tiga hal yng harus diperhatikan oleh pemimpin diskusi berupa tiga peranan penting yng harus dilaksanakaannya, yaitu :
1)   Sebagai pengatur lalu lintas :
·      Mencegah agar diskusi tidak dikuasai anak-anak tertentu saja yng memang gemar berbicara.
·      Anak-anak yng pemalu atau pendiam supaya diberi kesempatan mengemukakaan pendapatnya, sebab tidak jarang pikirannya bahkan dapat memberikan sumbangan yng sangat penting terhadp jalannya diskusi.
·      Pembicara supaya diatur secara bergilir dan merata, jangan sampai semua peserta berbicara serempak.
·      Membimbing serta mengarahkan semua pendapat, usul maupun saran para peserta agar diskusi berjalan lancar tidak macet dan tidak menyimpang darii topik pembahasan yng telah ditetapkan.

2)   Sebagai dinding pengaman :
·      Setiap kali menerima pertanyaan darii para peserta, mana-mana yng perlu, dipantulkan kembali kepad kelompok.
·      Menjaga agar diskusi tetap berlangsung wajar tidak sekedar berupa tanya jawab antara murid dngan guru.
·      Harus bertindak sebagai juru pengaman yng menerima, menolak atau menyampaikan segala pendapat dan usu-usul serta saran darii anggota kepad seluruh peserta diskusi.
·      Pimpinan sendiri tidak perlu menjawab pertanyaan melainkan memberi kesempatan kepad muri-murid untk memberikan tanggapan-tanggapan.

3)   Sebagai penunjuk jalan :
·      Memberi petunjuk-petunjuk umum agar setiap peserta menyadri dan menghetahui tentang struktur pokok atau bentuk diskusi.
·      Membetulkan bila terdapat pertanyaan anggota yng keliru serta meluruskan jalannya diskusi bila terjadi kevacuuman pembicaraan dan penyimpangan.

d.   Evaluasi hasil diskusi
Untk mengetahui tercapai tidaknya tujuan-tujuan khusus diskusi, perlu dilakukan penilaian dngan teknik evaluasi yng wajar, dngan memperhatikan beberapa hal :
·      Apakah sudah menjelaskan masalah-masalah pokok tentang hakekat diskusi serta bahan-bahan yng akaan didiskusikan.
·      Permasalahan-permasalahan baru yng timbul, apakah diserahkan ke forum diskusi atau dijawab sendiri oleh guru.
·      Bagaimana cara yng dilakukan untk menggugah partisipasi murid-murid dlam diskusi itu.
·      Bagaimana cara menghadpi murid yng ingin menguasai diskusi.
·      Bagaimana sikap guru terhadp pembahasan yng salah.
·      Guru ataukah peserta yng lebih banyak berbicara dlam diskusi.
·      Dapatkah tata tertib terpelihara selama berlangsungnya diskusi.
·      Mampukah guru dan bagaimana caranya mengatasi perbedaan pendapat da antara para peserta.
·      Apakah diskusi berjalan lancar dan penuh semangat.

2.2.2. Metode Tanya-Jawab
Metode Tanya-jawab ialah penyampaian pelajaran oleh guru dngan jalan mengajukan pertanyaan dan murid menjawab.
Metode ini dimaksudkan untk meninjau pelajaran yng lalu, agar para murid atau siswa memusatkan lagi perhatian tentang sejumlah kemajuan yng telah dicapai  sehingga dapat melanjutkan pelajaran berikutnya, dan untk merangsang perhatian murid karna metode ini dapat digunakaan pula sebagai apersepsi, selingan, dan evaluasi.
v Metode Tanya-jawab tepat digunakaan :
·      Apakah ditujukan untk merangsang anak agar  perhatiannya terarah kepad masalah yng sedang dibicarakaan.
·      Apakah dimaksudkan untk mengarahkan pengamatan dan proses berpikir anak.
·      Apabila ditujukan sebagai ulangan untk menilai pelajaran yng telah diberikan.
·      Apabila ditujukan sebagai selingan dlam ceramah.
v Kebaikan metode tanya-jawab :
·      Situasi kelas lebih hidup karena para murid aktif berfikir dan menyampaikan buah pikirannya melalui jjawaban-jawabannya atas pertanyaan guru.
·      Sangat positif untk melatih anak agar berani mengemukakaan pendapat dngan lisan secara teratur.
·      Timbulnya perbedaan pendapat diantara para murid, membawa kelas pad situasi diskusi yng menarik.
·      Murid yng biasanya segan mencurahkan perhatian, menjadi lebih berhati-hati dan secara sungguh-sungguh mengikuti pelajaran.
·      Sekalipun pelajaran berjalan agak lamban tetapi guru dapat melakukan control terhadp pemahaman dan pengertian murid tentang masalah yng dibicarakaan.
v Kelemahan metode tanya-jawab :
·      Apabila terjadi perbedaan pendapat antara murid dngan murid akaan menimbulkan perdebatan sengit sehingga memakaan banyak waktu untk menyelesaikannya. Lebih-lebih apabila timbul perbedaan pendapat antara murid yng menyalahkan pendapat guru maka akaan mengandung resiko yng cukup besar.
·      Kemungkinan timbul penyimpangan darii pokok persoalan, terutama apabila terdapat jawaban-jawaban yng kebetulan lebih menarik perhatian murid atau murid mengajukan pertanyaan-pertanyaan yng mengandung masalah baru padhal jauh darii sasaran pelajaran yng dituju.
·      Memakaan waktu yng cukup lama untk merangkum bahan-bahan pelajaran.
v Bagaimana mempersiapkan tanya-jawab yng efektif :
·      Terlebih dahulu rumuskan tujuan khusus yng akaan dicapai dngan pertanyaan-pertanyaan yng diajukan.
·      Selidiki dan pertimbangkan dngan seksama apakah metode tanya-jawab ini tepat untk dipakai.
·      Kemudian susunlah bahan-bahan pertanyaan yng dapat membangkitkan minat dan perhatian, dapat mendorong inisiatif anak, dan dapat merangsang murid untk bekerja sama.
·      Dlam penggunaan mmetode ini hendaknya diarahkan pula untk melatih anak mampu mengasosiasikannya dngan masalah-masalah lain.
·      Tehnik mengajukan pertanyaan hendaknya ditujukan kepad seluruh kelas secara bergilir dan merata, tidak hanya tertuju pad murid tertentu saja.
·      Supaya dihindarii kemungkinan-kemungkinan jawaban yng dapat menyimpang darii pokok persoalan.
·      Menyediakaan kesempatan bertanya bagi murid yng masih memerlukan penjelasan.
Dngan memperhatikan batasan-batasan pengertian diatas, maka untk membuka jalur komunikasi dua arah, pertanyaan tidak mungkin dilakukan secara sepihak atau hanya darii guru saja. Untk tujuan-tujuan tertentu bahkan pertanyaan muridlah yng dapat member petunjuk apakah komunikasi yng diharapkan telah berhasil atau belum.
Apakah hal ini dapat diterima , maka  lebih tepat apabila metode tanya-jawab diartikan sebagai cara mengajar yng dilakukan oleh guru dlam bentuk pertanyaan-pertanyaan yng dijawab murid yng berlangsungaktif secara timbal-balik.

2.2.3.      Metode Demonstrasi dan Eksperimen

Metode demonstrasi ialah suatu metode mengajar yng dilakukan guru atau seseorang lainnya dngan memperlihatkan kepad seluruh kelas tentang suatu proses atau suatu cara melakukan sesuatu.
Metode eksperiman ialah metode mengajar dngan cara guru atau murid melakukan suatu pengetahuan praktis atau percobaan serta mengamati proses dan hasil percobaan itu.
Dngan demikian demonstrasi untk mengetahui bagaimana prosesnya, terdiri darii unsur apa, bagaimana hal itu dilakukan. Sedangkan eksperimen tentang bagaimana hal itusesungguhnya, bagaimana cara terbaik melakukannya, bagaimana akhirnya suatu proses, itu terjadi, yng keemuanya itu dilakukan secara cermat dan ilmiah.
Kedua metode ini seringkali dirangkaikan dlam mengajar terutama apabila guru ingin lebih memperjelas bahan pelajaran yng diberikannya secara lebih pasti melalui pengamatan, pengumpulan data, percobaan, analisa, dan sebagainya terhadp para murid.
v Metode demonstrasi dan eksperimen tepat digunakaan :
·      Apabila ingin menjelaskan tentang proses mengatur sesuatu; misalnya bagaimana mengatur barisan agar tertib dan disiplin, atau tentang bagaimana mengatur tata ruang belajar agar menyenangkan, bergairah dan pikiran dapat terkonsentrasi.
·      Apabila ingin mejelaskann tentang bagaimana membuat sesuatu; misalnya tentang membuat foto, kebun percontohan kolam ikan, bangunan rumah murah dan sebagainya. Dngan memperlihatkan proses pembuatannya akaan lebih berarti dariipad keterangan hanya dngan lisan semata.
·      Apabila ingin menjelaskan tentang proses bekerja sesuatu; misalnya tentang bekerjanya mesin sepeda motor, guru mempelihatkan gambar tentang hubungan onderdil satu dengn yng lainnya serta bekerjanya mekanisme onderdil-onderdil itu. Kemudian alat sebenarnya di perlihatkan kepad murid dan para murid-murid diberi kesempatan mengamat-amati onderdil-onderdil itu. Bilamana mungkin, para murid diberi kesempatan pula secara praktik melakukan bongkar pasang mesin tersebut.
·      Apabla ingin menjelaskan tentang bagaimana mengerjakaan atau menggunakaan sesuatu; misalnya latihan kemiliteran dlam menggunakaan senjata. Para muris berkumpul menyaksikan instruktur mendemonstrasikan cara-cara bongkar-pasang senjata dan menembak serta langkah-langkah pengamanannya.
·      Apabila ingin menjelaskan tentang terdiri darii apa saja sesuatu itu; misalnya dlam hal masak-memasak atau menganalisa obat-obatan dan sebagainya.
·      Apabila ingin menjelaskan tentang cara bagaimana yng lebih baik melakukan sesuatu; misalnya tentang cara menggambar sebuah rencana gedung sekolah lebih baik menghadp ke Barat atau ke Timur, atau tentang cara menananm cengkeh yng baik dngan menggunakaan dua cara peraatan, dan sebagainya.
·      Apabila ingin membuktikan tentang kebenaran sesuatu; mialnya tentang udara yng menurut ilmu alam mengandung kurang lebih 256 zat asam.  Untk membuktikan teori ini, guru mengambil lilin, selas dan pring yng berisi air berwarna. Lilin kemudian dinyalakaan, diletakkan di tengah-tengah piring dan selanjutnya ditutupi dngan gelas. Ternyata lilin padm dan air naik ke dlam gelas setinggi kurang lebih setengah gelas. Dngan cara inilah guru men-demonstrasikan suatu pembuktian tentang kebenaran suatu prinsip sehingga dngan demikian akaan mempertinggi minat dan perhatian murid.
v Kebaikan metode demonstrasi dan eksperimen :
a.       Metode demonstrasi :
-          Dngan metode ini para murid dapat menghayati dngan sepenuh hati mengenai pelajaran yng diberikan.
-          Perhatian anak dapat terpusat pad hal-hal penting yng didemonstrasikan.
-          Mengurangi kesalahan-kesalahan dlam mengambil kesimpulan darii apa yng diterangkan guru secara lisan atau apa yng dipelajari di dlam buku, karena murid memperoleh gambaran melalui pengamatan langsung terhadp suatu proses.
-          Masalah yng mungkin timbul dlam hati anak-anak dapat langsung terjawab.
b.      Metode eksperimen :
-          Memberi pengalaman praktis yng dapat membentuk perasaan dan kemauan  anak, sebab tidak hanya melihat orang lain menyelesakaan suatu eksperimen tetapi dngan berbuat sendiri anak memperoleh kepandaian-kepandaian yng diperlukan.
-          Memberikan kesempatan yng sebesar-besarnya bagi anak untk me-laksanakaan langkah-langkah dlam cara-cara berpikir ilmiah dlam menguji kebenaran berbagai hipotesa dngan pengumpulan data hasil percobaan kemudian menafsirkannya hingga sampai padda suatu kesimpulan.
v Kelemahan metode demonstrasi dan eksperimen :
a.       Metode demonstrasi :
-          Apabila sarana peralatan kurang memadi, tidak sesuai dngan kebutuhan atau tidak bisa diamati dngan jelas oleh para murid, maka metode ini kurang effektif.
-          Tidak semua hal dapat didemonstrasikan di dlam kelas.
b.      Metode eksperimen :
-          Baik demonstrasi maupun eksperimen biasanya memerlukan waktu yng cukup panjang.
-          Terbatasnya peralatan mengakibatkan tidak setiap anak mendapat kesempatan melakukan eksperimen.
-          Metode ini sulit dilaksanakaan apabila persiapan dan pengalaman anak belum matang untk melakukan eksperimen.
1.      Bagaimana mempersiapkan demonstrasi dan eksperiman yng efektif :
a.       Mempersiapkan demonstrasi :
-          Merumuskan tujuan yng hendak dicapai berupa kecakapan serta ketrampilan para murid setelah demonstrasi itu berakhir, dngan memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
1)         Apakah metode ini sudah tepat penerapannya untk mencapai tujuan itu.
2)         Apakah sarana peralatannya cukup tersedia dan telah diuji kemampuannya untk dipakai.
-          Merencanakaan secara matang langkah-langkah demonstrasi yng akaan dilaksanakaan.
-          Memperhitungkan waktu yng tersedia.
-          Menetapkan rencana untk menilai hasil-hasil demonstrasi yng telah dicapai.
b.      Mempersiapkan eksperimen :
-          Baik dlam metode demonstrasi maupun eksperimen hendaknya dilakukan mengenai hal-hal yng bersifat praktis dan urgen dlam masyarakat.
-          Sebelum pendahuluan, sebaiknya guru memberikan pengertian sejelas-jelasnya mengenai landasan teori darii apa yng didemonstrasikan atau di eksperimenkan itu.
-          Hendaknya guru bersama-sama para murid membidangi studi serta kebiasaan menghargai/mengisi waktu luang dngan kegiatan-kegiatan yng bermanfaat.
-          Memperkuat hasil belajar kelembagaan/sekolah secara terpadu.

Metode mengajar yng menggunakaan pendekatan inquiry ialah :
2.2.4.  Metode permainan
Sering guru mengeluh, banyak siswa motivasi belajarnya rendah walaupun guru sudah berupaya menggunakaan berbagai metode. Penerapan media permainan bisa digunakaan sebagai salah satu alternative untk meningkatkan motivasi belajar siswa. Banyak orang yng beranggapan bahwa bermain dan belajar ialah sesuatu yng bertolak belakaang. ” Banyak bermain akaan mengurangi waktu belajar”, begitu kata para orangtua. Sedangkan menurut anak, ” bermain itu menyenangkan dan belajar itu menjemukan!”. bermain kadng disamakaan dngan main-main yng lebih bernad sepele, tidak serius dan dianggap sebagai tindakaan yng hanya dilakukan oleh anak kecil. Padhal, banyak aspek yng terkandung dalm bermain terlebih bermain yng memiliki unsur pendidikan .
Bermain mengandung aspek kegembiraan, kelegaan, kenikmatan yng intensif, bebas darii ketegangan atau kedukaan, bersifat memerdekakaan jiwa. Permainan manusia sangat erat dan ekspresi diri, spontanitas, melatih pribadi untk siap melewati persaingan, siap menerima kemenangan sekaligus siap menerima kekalahan, dan aktualisasi diri. Oleh karena itu, permainan bersifat mendewasakaan.
Melalui bermain, seseorang belajar banyak tentang kehidupan baik itu belajat kemandirian, keberanian, sosialisasi, kepemimpinan dan menyadri arti akaan eksistensi dirinya .
Dave Meier, dlam The Accelerated Learning Handbook, mengatakaan kata fun itu dlam kata-kata menarik berikut ini : menyenangkan atau membuat suasana belajar dlam keadan gembira bukan berarti menciptakaan suasana ribut dan hura-hura. Ini tidak ad hubungannya dngan kesenangan yng sembrono dan kemeriahan yng dangkal. Kegembiraan disini berarti bangkitnya minat adnya keterlibatan penuh, serta terciptanya makna, pemahaman (penguasaan atas materi), dan nilai yng membahagiakaan bagi diri si pembelajar. Itu semua ialah kegembiraan dlam melahirkan sesuatu yng baru. Penciptaan kegembiraan ini jauh lebih penting dariipad segala teknik atau metode atau medium yng mungkin anda pilih untk digunakaan.
Riset-riset otak mutakhir menunjukkan hasil-hasil luar biasa berkaitan dngan Learning dan Brain. Misalnya, Peter Kline, dlam The Everyday Genius mengatakaan bahwa proses belajar akaan berlangsung sangat efektif apabila seseorang berad dlam keadan yng fun. “Bapak Accelerated Learning” asal Bulgaria, Georgi Lazanov. Lazanov merumuskan pandangan ini dlam istilah “membangun sugesti positif”. Proses pemercepatan belajar akaan bisa dicapai apabila kondisi kelas menyenangkan. Salah satu cara praktis membangun suasana kelas yng menyenangkan, yng diusulkan oleh Lazanov, ialah lewat musik .
Ditengah permainanlah kita paling dekat dngan kekuatan penuh kita. Kesenangan bermain tidak terhalang terlepaskan segala macam indofrin positif dlam tubuh, melatih kesehatanndan membuat kita merasa hidup sepenuhnya. Beberapa manfaat bermain dan belajar ialah sebagai berikut :
·      Menyingkirkan keseriusan yng menghambat,
·      Menghilangkan sterss dlam lingkungan belajar
·      Mengajak orang terlibat penuh,
·      Meningkatkan proses belajar.
a.    Penggunaan Media Permainan
Salah satu media yng dapat digunakaan dlam proses kegiatan belajar mengajar ialah media permainan. Permainan ialah setiap konteks antara pemain yng berinteraksi satu sama lain dngan mengikuti aturan-aturan tertentu untk mencapai tujuan-tujuan tertentu pula. Permainan dapat menjadi sumber belajar atau media belajar apabila permainan tersebut bertujuan untk mencapai tujuan pendidikan atau pembelajaran.
Anak dapat belajar berbagai kesempatan dan kegiatan baik didlam sekolah maupun diluar sekolah. Permainan dapat membuat suasana lingkungan belajar menjadi menyenangkan, segar, hidup, bahagia, santai namun tetap memiliki suasana belajar yng kondusif . Menurut Piageat, bermain ialah manifestasi penyesuaian , salah satu dasar proses-proses mental menuju pad pertumbuhan intelektual dan bermain merupakaan suatu mekanisme penyesuaian yng penting bagi perkembangan atau pertumbuhan manusia..
Menurut Sadiman (2006) sebagai media pembelajaran, permainan mempunyai beberapa kelebihan, yaitu : permainan ialah sesuatu yng menyenangkan untk dilakukan, sesuatu yng menghibur dan menarik. Permainan memungkunkan adnya partisipasi aktif darii siswa untk belajar. Permainan dapat memberikan umpan balik langsung.
Permainan memungkinkan siswa untk memecahkan masalah-masalah yng nyata. Permainan memberikan pengalaman-pengalaman nyata dan dapat diulangi sebanyak yng dikehendaki, kesalahan-kesalahan operasional dapat diperbaiki. Membantu siswa meningkatkan kemampuan komunikatifnya. Membantu siswa yng sulit belajar dngan metode tradisional. Permainan besifat luwes, dapat dipakai untk bernagai tujuan pendidikan. Permainan dapat dngan mudah dibuat dan diperbanyak.

2.2.5.  Metode Penugasan / Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas resitasi ialah cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar murid melakukan kegiatan belajar, kemudian harus dipertanggungjawabkannya. Tugas yng diberikan oleh guru dapat memperdlam bahan pelajaran, dan dapat pula mengecek bahan yng telah dipelajari. Tugas dan resitasi merangsang anak untk aktif belaja baik secara individual maupun kelompok.

Agar hasil belajar siswa memuaskan, guru pewrlu merumuskan tujuan yng jelas yng hendaknya dicapai oleh murid. Sifat dariipad tujuan-tujuan itu ialah :
·      Merangsang agar siswa berusaha lebih baik memupuk inisiatif, bertanggungjawab dan berdiri sendiri.
·      Membawa kegiatan-kegiatan sekolah yng berharga kepad minat siswa yng masih terluang. Waktu-waktu luang darii para siswa agar dapat digunakaan lebih konstruktif.
·      Memperkaya pengalaman-pengalaman sekolah dngan memulai kegiatan-kegiatan di luar kelas.
·      Memperkuat hasil belajar di sekolah dngan menyelenggarakaan latihan-latihan yng perlu integrasi dan penggunaanya.
Selain itu, guru juga perlu memberikan petunjuk-petunjuk yng jeklas mengenai tuga yng diberikan kepad siswa. Tugas yng harus dilakukan oleh siswa perlu jelas. Ini berarti bahwa guru, dlam memberikan tugas harus menjelaskan aspek-aspek yng perlu dipelajari oleh para siswa , agar siswa tidak merasa bingung apa yng harus dipentingkan . jika aspek-aspek yng diperlukan sudah jelas, maka perhatian siswa waktu belajar akaan lebih dipusatkan pad aspek-aspek yng dipentingkan itu.
b.    Kebaikan metode pemberian tugas :
·      Pengetahuan yng diperoleh siswa darii hasil belajar, hasil percobaan atau hasil penyelidikan yng banyak berhubungan dngan minat dan bakat yng berguna untk hidup mereka akaan lebih meresap, tahan lama dan lebih otentik.
·      Siswa berkesempatan memupuk perkembangan dan keberanian mengambil inisiatif, bertanggungjawab dan berdiri sendiri.
·      Tugas dapat lebih meyakinkan tentang apa yng dipelajari darii gur, lebih memperdlam, memperkaya, atau memperluas wawasan tentang apa yng dipelajari.
·      Tugas dapat membina kebiasaan siswa untk mencari dan mengolah sendiri informasi dan komunikasi. Hal ini diperlukan sehubungan dngan abad informasi dan komunikasi yng maju demikian pesat dan ceoat.
·      Metode ini dapat membuat siswa bergairah dlam belajar yng dilakukan dngan berbagai variasi sehingga tidak membosankan.
c.    Kelemahan metode pemberian tugas :
·      Seringkali siswa melakukan penipuan diri dimana mereka hanya meniru hasil pekerjaan orang lain, tanpa mengalami peristiwa belajar.
·      Adkalanya tugas itu dikerjakaan oleh orang lain tanpa pengawasan.
·      Apabila tugas terlalu diberikan atau hanya sekedar melepaskan tanggungjawab bagi guru, apalagi bila tugas-tugas itu sukar dilaksanakaan, ketegangan mental mereka dapat terpengaruh.
·      Kalau tugas diberikan secara umum mungkin seorang anak didik akaan mengalami kesulitan karena akaan sukar menyelesaikan tugas dngan adnya perbedaan individual. Kelemahan ini lebih dititikberatkan pad siswa, tetapi ad juga kelemahan guru.
d.   Mengatasi kelemahan metode pemberian tugas :
·  Tugas yng diberikan kepad siswa hendaklah jelas., sehingga mereka mengerti apa yng harus dikerjakaan.
·  Tugas yng diberikan kepad siswa dngan memperlihatkan perbedaan individu masing-masing.
·  Waktu untk menyelesaikan tugas harus cukup.
·  Adnya kontrol dan pengawasan yng sistematis atas tugas yng diberikan sehingga mendorong siswa untk belajar dngan sungguh-sungguh.
·  Tugas yng diberikan hendaklah mempertimbangkan :
§  Menarik minat dan perhatian siswa.
§  Mendorong siswa untk mencari, mengalami dan menyampaiakaan.
§  Diusahakaan tugas itu praktis dan bersifat ilmiah.
§  Bahan pelajaran yng ditugaskan agar diambil darii hal-hal yng dikenal siswa.

2.2.6.  Metode Latihan (Drill)
Metode latihan ialah cara mengajar yng dilakukan oleh guru dngan jalan melatih ketangkasan atau keterampilan para murid terhadp bahan pelajaran yng telah diberikan.
Biasanya metode ini digunakaan dlam pelajaran-pelajaran yng bersifat motorik seperti pelajaran baca tulis dan keterampilan, dan pelajaran-pelajaran yng bersifat kecakapan mental dlam arti melatih kecepatan berfikir anak.
Semula metode ini berasal darii Herbart yng terkenal dngan teori asosiasinya yng pad pokoknya berpendapat bahwa dngan mengulang-ngulang pelajaran akaan memperkuat tanggapan dan ingatan para murid.
Dngan mengulangi apa saja yng sudah diajarkan, bagi murid sebenarnya belum berarti proses belajar. Memang dahulu di sekolah-sekolah lama, mekanisme pelaksanaanya dlam berbagai mata pelajaran dan kecakapan sangat verbalisme dimana para murid hanya menerima kemudian menghafal tanpa pengertian sehingga mudah menimbulkan kebencian belajar. Karena itu perlu dipahami dlam situasi bagaimana sebaiknya dilakukan latihan dan bagaimana caranya.
e.    Metode latihan tepat digunakaan :
·      Apabila metode ini dimaksudkan untk melatih ulang pelajaran yng telah diberikan atau sedang berlangsung, baik yng berbentuk kecakapan motorik (menulis, melafalkan, membuat alat-alat, menggunakaan alat-alat), kecakapan mental (dlam perkalian, menjumlah, tanda-tanda/simbol) maupun asosiasi buatan (penggunaan simbol, membaca peta, hubungan huruf-huruf dalan ejaan dan sebagainya).
·      Apabila ingin memperkuat daya ingatan dan tanggapan anak terhadp pelajaran.
f.     Kebaikan metode latihan :
·      Dngan metode ini dlam waktu yng relatif singkat anak-anak segera memperoleh penguasaan dan keterampilan yng diharapkan.
·      Para murid memiliki sejumlah besar pengetahuan siap.
·      Para murid terlatih belajar secara rutin dan disiplin.
g.    Kelemahan metode latihan :
·      Menghambat bakat, minat, perkembangan dan daya inisiatif murid.
·      Penyesuaian anak terhadp lingkungan menjadi statis.
·      Kadng-kadng latihan yng dilaksanakaan secara berulang-ulang merupakaan hal yng monoton dan mudah membosankan.
·      Membentuk pola belajar yng mekanis dan kaku karena murid lebih banyak ditujukan untk mendapatkan kecakapan memberikan respon secara otomatis tanpa menggunakaan intelegensia.
·      Membentuk pengetahuan verbalitas karena murid lebih banyak dilatih menghafal soal-soal dan menjawabnya secara otomatis.
h.    Prinsip dasar latihan (drill) :
·      Drill hanyalah untk bahan atau tindakaan yng bersifat otomatis.
·      Latihan harus memiliki arti dlam rangka yng lebih luas.
-          Sebelum dilaksanakaan latihan siswa perlu mengetahui terlebih dahulu latihan itu.
-          Siswa perlu menyadri bahwa latihan-latihan itu berguna untk kehidupan siswa selanjutnya.
-          Siswa perlu mempunyai sikap bahwa latihan-latihan itu diperlukan untk melengkapi belajar.
·      Latihan-latihan itu pertama-tama harus ditekankan pad diagnose.
·      Pad taraf-taraf permulaan jangan diharapkan reproduksi yng mengurus.
·      Dlam percobaan kembali harus diteliti kesulitan yng timbul.
·      Respons yng benar akhirnya harus dikenal siswa dan respons yng salah harus diperbaiki.
·      Siswa memerlukan waktu untk mewarisi latihan, perkembangan arti dan kontrol.
·      Di dlam latihan pertama-tama ketetapan, kemudian kecepatan, dan pad akhirnya kedua-duanya harus tercapai.
·      Masa latihan relatif harus singkat, tetapi harus sering dilakukan pad waktu lain.
·      Latihan harus menarik, gembira dan menyenangkan.
-          Agar hasil latihan memuaskan, minat intrisik diperlukan.
-          Tiap-tiap kemajuan yng dicapai siswa harus jelas.
-          Hasil latihan terbaik dngan sedikit menggunakaan emosi.
·      Pad waktu latihan, harus dilakukan proses yng esensual.
·      Proses latihan dan kebutuhan harus disesuaikan :
-          Tingkat kecakapan yng diterima pad satu saat tidak usah sama.
-          Latihan secara perseorangan perlu untk menambah latihan kelompok

2.3.   Tehnik Pembelajaran Matematika
Pad hakekatnya belajar matematika ialah berfikir dan berbuat atau mengerjakaan matematika.Di sinilah makna darii strategi pembelajaran matematika ialah strategi pembelajaran aktif,yng di tandai oleh dua factor, yaitu :
  1. Interaksi antara seluruh komponen dlam proses belajar mengajar, diantaranya antara dua komponen utama yaitu guru dan siswa
  2. Berfungsinya secara optimal yng meliputi indra , emosi, karsa, karya, dan nalar. Hal itu dapat berlangsung antara lain jika proses itu melibatkan aspek visual, audio, maupun teks ( Anderson, 1981 ).
Peningkatan optimalisasinya komunikasi antara lain dipengaruhi oleh kemampuan guru dlam menguasai berbagai teknik dalm pembelajaran yng menyatu dlam setiap metode. Berikut ini diuraikan beberapa teknik untk meningkatkan efektiftifitas pembelajaran.

a)      Teknik menjelaskan
Menjelaskan merupakaan salah satu bagian penting dlam proses kegiatan belajar mengajar . karena itu tekni ini sangat perlu dikuasai guru, namun dngan guru senantiasa membatasi diri agar tidak terjebak ceramah murni yng menghilangkan peranan siswa kecuali hanya mendengarkan atau bahkan hanya mendengar yng dikemukakaan guru. Beberapa hal yng penting ialah :
1.    Gunakaan bahasa yng sederhana, jelas, dan mudah dimengerti serta komunikatif.
2.    Ucapan hendaknya terdengar dngan jelas, lengkap, tertentu, dan dngan intonasi yng tepat.
3.    Bahan disiapkan dngan sistematis mengarah ke tujuan.
4.    Penampilan hendaknya menarik, diselingi, dngan gerak dan humor sehat.
5.    Adkaan variasi atau selingan dngan metode lain, misalnya Tanya jawab, menggunakaan alat Bantu seperti lembar peraga (chart).


b)     Teknik bertanya
Ad pepetah dlam pembelajaran : “ Questioning is the heart of the teaching”, artinya pertanyaan ialah jantungnya pengajaran. Kalau demikian, pengajaran tanpa bertanya, ialah pengajaran yng gersang. Untk menggunakaan Tanya jawab, perlu tujuan mengajukan pertanyaan, jenis dan tingkat pertanyaan, serta teknik mengajukanpertanyaan.
Tujuan mengajukan pertanyaan antara lain untk :
1)      Memotivasi siswa
2)      Menyegarkan apresiasi siswa
3)      Memulai diskusi
4)      Mendorong siswa agar berfikir
5)      Mengarahkan perhatian siswa
6)      Menggalakkan penyelidikan
7)      Memeriksa tanggapan siswa
8)      Menarik perhatian siswa

BAB III
PENUTUP

Belajar ialah suatu proses untk mengubah performansi yng tidak terbtatas pad keterampila, tetapi juga meliputi fungsi-fungsi, seperti skill, persepsi,emosi, proses berpikir, sehingga dapat menghasilkan perbaikan performansi. Pembelajaran ialah upaya membelajarkan siswa untk belajar. Kegiatan pembelajaran akaan melibatkan siswa mempelajari sesuatu dngan cara efektif dan efisien.
Dlam pembelajaran banyak jenis pendekatan yng digunakaan. Pendekatan inquiry-discovery pembelajaran mencakup metode diskusi, demonstrasi dan eksperimen. Dan pendekatan pembelajaran yng lain ialah pendekatan ekspository yng mencakup metode ceramah, Tanya jawab, permainan, penugasan atau pemberian tugas, dan latihan (drill).
Metode diskusi ialah cara mengajar dngan jalan mendiskusikan suatu topik mata pelajaran tertentu, sehingga menimbulkan pengertian serta perubahan tingkah laku siswa. Metode demonstrasi ialah suatu metode mengajar yng dilakukan guru atau seseorang lainnya dngan memperlihatkan kepad seluruh kelas tentang suatu proses atau suatu cara melakukan sesuatu. Metode eksperiman ialah metode mengajar dngan cara guru atau murid melakukan suatu pengetahuan praktis atau percobaan serta mengamati proses dan hasil percobaan itu.
Metode ceramah ialah penerangan dan penuturan secara lisan oleh guru terhadp kelas. Metode Tanya-jawab ialah penyampaian pelajaran oleh guru dngan jalan mengajukan pertanyaan dan murid menjawab.
Media permainan dapat digunakaan sebagai salah satu upaya untk meningkatkan motivasi siswa dlam belajar. Tentu penggunaan media permainan tidak untk setiap pembelajaran, perlu dirancang pad waktu-waktu tertentu dan topik atau sub pokok bahasan tertentu. Media bisa mengadopsi darii berbagai jenis permainan yng sudah dikenal oleh siswa, namun materi atau pertanyaan-pertanyaan bisa disesuaikan dngan indikator pembelajaran.
Metode pemberian tugas resitasi ialah cara penyajian bahan pelajaran dimana guru memberikan tugas tertentu agar murid melakukan kegiatan belajar, kemudian harus dipertanggungjawabkannya.
Metode latihan ialah cara mengajar yng dilakukan oleh guru dngan jalan melatih ketangkasan atau keterampilan para murid terhadp bahan pelajaran yng telah diberikan.
Strategi belajar itu sangat penting. Anak dngan mudah mempelajari sesuatu yng baru. Akaan tetapai, untk hal-hal yng sulit strategi belajar ama penting. Pengajaran harus berpusat pad bagaimana siswa menggunakaan pengetahuan baru mereka. Starategi belajar lebih di pentingkan disbanding dngan hasilnya.
Darii berbagai penjelasan diatas bahwa dlam suatu pembelajaran banyak metode mengajar yng bisa dilakukan, sehingga guru dapat memilih metode mengajar yng sesuai dngan materi yng akaan disampaikan. Dngan banyaknya metode mengajar, penyampaian bahan ajar pun disampaikan sesuai dngan kebutuhan dan kemampuan masing-masing siswa pad akhirnya diharapkan dapat memacu motivasi siswa untk lebih mendlami bahan ajar yng disajikan.

DAFTAR PUSTAKA

Alipandie, Imansjah. Didaktik metodik. Surabaya: Usaha Nasional, 1989.
J.J. Hasibuan dan Mujiono. Proses Belajar Mengajar. Bandung: PT. Remaja Rosdakarya, 1993.
Riyanto, Yatim. Paradigma baru pembelajaran. Jakarta: Kencana Prenad Media Group, 2010.
Sagala, Syaiful. Konsep dan Makna Pembelajaran. Bandung: CV.Alfabeta, 2006.
Syah, Muhibbin. Psikologi Belajar. Jakarta: PT RajaGrafindo Persad, 2003.
Tim IKIP Surabaya. Pengantar Didaktik Metodik Kurikulum PBM. Jakarta: PT RajaGrafindo Persad, 1993.
http://www.dinaspendidikan-parepare.info/index.php

Visitor