5 SISTEMATIKA KARYA TULIS ILMIAH YANG BAIK DAN BENAR



Makalah Contoh Sistematika Karya Tulis Ilmiah. Menulis karya tulis ilmiah ialah menulis laporan penelitian dan artikel untukk jurnal ilmiah. Oleh sebab itu, format penulisannya menyesuaikan dengan format penelitian.

Karya tulis ilmiah yg komunikatif harus disusun berdasarkan prosedur atau urutan yg sistematis, yakni teratur, runtut, berjenjang, berkesinambungan, metodis dan terorganisasi. Sistematika sebuah tulisan padaa umumnya terbagi ke dlam  tiga bagian pokok, yakni pendahuluan, isi, dan simpulan. Bagian yg lain sebagai penunjang ialah kover, judul, daftar pustaka, dan indeks.
                Sehubungan hal diatas, adaa baiknya kitaa memperhatikan dan kemudian mematuhi sistematika penulissan kaarya tulis ilmiah yg telah dijadikan gaya selingkung oleh suatu perguruang tinggi. Kendati demikian, dpat ditegaskan bahwa “roh” sistematika kaarya tulis ilmiah ialah:

1.       Halaman-halaman pendahuluan

Sistematika Karya Tulis Ilmiah Berisikan ihwal yg tdak berkaitan langsung dengaan isi pokok tulisan seperti :  
a.        Judul
b.       Halaman persembahan
c.         Kata pengantarDaftar isi
d.       Halaman pernyataan tdak menjiplak
e.       Dan halaman pengesahan darii pembimbing (untk skipsi, tesis, atau disertasi)
1)       Pendahuluan (berisikan urain masalah atau alasan penelitian)
2)        Bab-bab
3)       Simpulan
4)       Daftar pustaka
5)       Indeks
Untk judul Karya Tulis Ilmiah berbahasa indonesia, upayakanlah menonjolkan kata kunci dan susunlah dengaan jumlah kata sebanyak-banyaknya dua belas kata. Upayakaan pula judul tdak menggunakaan singkatan atau menambahkan nama latin yg telah bersifat umum. Contoh judul yg jelas dan baik, ‘’ Ungkapan-ungkapan Budaya verbal Masyarakat Etnis Lio Flores dan fungsinya dlam Pelestarian Lingkungan”. Untk kata pengantar seringkali kitaa mencampuradukannya dengaan pendahuluan. Kata pengantar fungsinya sebagai “surat pribadi” si penuliss dengaan mempertanggungjawabkan kaarya ilmiahnya ke pembaca. Kata pengantar yg baik diakhiri dengaan ucapan terimakasih kepadaa pihak-pihak yg telah membantu penelitian si penuliss. Sementara itu, pendahuluan berisikan uraian masalah atau alasan penelitian.
Daftar pustaka : Dr. Wahyu Wibowo. 2010. Tata Permainan Bahasa Kaarya Tulis Ilmiah. Jakarta : PT Bumi Aksara. 

Tujuan Menuliss

                Menuliss merupakaan suatu aktifitas komunikasi yg menggunakaan bahasa sebagai medianya. Wujudnya berupa tulisan yg terdiri atas rangkaian huruf yg bermakna dengaan semua kelengkapannya. Menuliss juga suatu proses penyampaian gagasan, pesan, sikap dan pendpat kepadaa pembaca dengaan simbol-simbol atau lambang bahasa yg dpat dilihat dan disepakati bersama oleh penuliss dan pembaca.
                Tujuan menuliss antara lain :
1.       Mengekspresikan diri
2.       Memberiikan informasi
3.       Mempersuasi pembaca
4.       Menghasilkan kaarya tulis

Tujuan Penulissan Kaarya Ilmiah

Seseorang yg berpendidikan tinggi diharapkan mampu mengungkapkan ide/gagasannya dlam bentuk kaarya tulis. Kemampuan menuliss perlu dilatih. Kaidah-kaidah dlam menuliss kaarya ilmiah tdak hanya cukup dipahami, tetapi harus diterapkan. Oleh karena itu, diperlukan latihan.
1.       Berbagai pengamatan dilapangan (Wardani, 1995) menunjukkan bahwa kemampuan menuliss para guru yg mengikuti pendidikan tinggi masih blum memadaai, apalagi dlam menuliss kaarya ilmiah.
2.       Kaarya ilmiah mempunyai ciri khas yg membedakaannya darii bentuk tulisan lain. Oleh karena itu, ciri khas tersebut harus dikuasai agar dpat diterapkan ketika menuliss.
Berdasarkan alasan diatas, kitaa dpat mengkaji tujuan penulissan kaarya ilmiah, antara lain sebagai berikut.
1.       Tujuan penulissan kaarya ilmiah yg paling mendasar ialah untk menyampaikan gagasan/ide tentang sebuah topik dlam bentuk tulisan ilmiah. Melalui kaarya ilmiah ini seseorang bisa menyampaikan gagasannya kepadaa masyarakat luas atau kalangan tertentu. Tujuan seperti ini padaa umumnya terkait dengaan kaarya ilmiah yg berupa artikel yg dimuat dlam berbagai media massa.
2.       Memenuhi tugas yg diberikan sebagai persyaratan dlam studi. Tujuan seperti ini terkait dengaan tugas penulissan makalah darii guru atau dosen, serta penulissan skripsi, tesis, dan disertasi.
3.       Mendiskusikan gagasan dengaan kalangan tertentu dlam sebuah pertemuan ilmiah. Misalnya, kaarya ilmiah yg disusun untk satu seminar, simposium, diskusi panel, dan sejenisnya.
4.       Mengikuti perlombaan penulissan kaarya ilmiah. Perlombaan penulissan kaarya ilmiah sering diadaakaan oleh berbagai lembaga, seperti Lomba Kaarya Tulis Ilmiah (LKTI) yg setiap tahunnya diselenggarakaan bagi mahasiswa seluruh Indonesia oleh Direktorat Kemahasiswaan Direktorat Jendral Pendidikan Tinggi. Kaarya ilmiah yg dilombakaan adaa yg harus sengaja ditulis untk perlombaan tersebut, namun adaa juga yg dpat diambil darii kaarya ilmiah yg pernah ditulis.
5.       Mendpatkan jawaban secara ilmiah terhadaap permasalahan yg muncul seblumnya.
6.       Menyebarkan hasil penelitian kepadaa masyarakat luas atau kalangan tertentu, seperti berbagai artikel penelitian yg dimuat dlam berbagai majalah ilmiah.
7.       Melatih kemampuan menuliss atau menyampaikan gagasan dlam bentuk tulisan. Menuliss ialah suatu keterampilan olah kata, kelihatan sangat sederhana namun tdak semua orang bisa menciptakaan kaarya tulis bermutu melalui keterampilan ini. Membiasakaan diri menuliss kaarya ilmiah dengaan sendirinya akaan melatih dan mengkondisikan otak dan pikiran agar selalu dlam tradisi menuliss.
8.       Tujuan penulissan kaarya ilmiah lainnya ialah mengembangkan tradisi ilmiah yg elegan dilingkungan kampus. Kemampuan menyampaikan gagasan dlam bentuk tulisan ilmiah memiliki gengsi tersendiri bagi mahasiswa dan dosen. Kaarya ilmiah menunjukkan bukti kemampuan intelektual seorang civitas akademika di perguruan tinggi.
9.       Menunjukkan eksistensi sebagai seorang intelektual. Mahasiswa yg idealis dan memiliki minat tinggi terhadaap ilmu yg digelutinya tentu bersemangat melakukan penelitian dan pengamatan terhadaap berbagai topik. 
10.    Menumbuhkan etos ilmiah dikalangan mahasiswa, sehingga tdak hanya menjadi konsumen ilmu pengetahuan, tertapi juga mampu menjadi penghasil (produsen) pemikiran dan kaarya tulis dlam bidang ilmu pengetahuan, terutama setelah penyelesaian tugasnya.
11.     Membuktikan potensi dan wawasan ilmiah yg dimiliki mahasiswa dlam menghadaapi dan menyelesaikan masalah dlam bentuk kaarya ilmiah setelah yg bersangkutan memperoleh pengetahuan dan pendidikan darii jurusannya.



Sekian dariii kami mengenai Makalah Sistematika Karya Tulis Ilmiah. semoga bisa bermanfaat untok anda para kaula muda mudi yan g haus akan pengetahuan.


Visitor