Makalah Pengertian, Sejarah, Tokoh-tokoh dan Macam- Macam Tasawuf Akhlaqi



Makalah Pengertian Tasawuf Akhlaqi ? ,Pengertian Tasawuf ? ,Pengertian Akhlaqi ? ,Macam Tasawuf Akhlaqi ? ,Arti Takhali ? ,Arti Tahalli ? ,Arti Tajali ? ,Konsep Ajaran Tasawuf Akhlaqi adalah ? ,Sejarah Perkembangan Tasawuf Akhlaqi itu adalah ? ,Tokoh Tasawuf Akhlaqi dan Ajarannya ?  



KATA PENGANTAR
Puji syukur kami haturkan kehadirat Allah SWT, krna dgn segala limpahan rahmat-Nya lah kami dpt menyelesaikan makalah ini. shalawatpun kami sampaikan kepad junjungan Nabi Muhammad Saw  beserta keluarga dan  sahabat sahabatnya. Kami jga menyampaikan rasa terima kasih kepad dosen pembimbing  Bapak Nanang Nurcholis,   krna atas bimbingannya penulis mampu menghadirkan sebuah makalah yg di harapkan mampu memberi hasanah pengetahuan.
Tugas ini ditujukan untuk memenuhi tugas mata kuliaaah Tasawuf. Dan jga kami mengucapkan terimakasih kepad:
1.    Nanang Nurcholis., MA selaku dosen pembimbing mata kuliaaah Tasawuf.
2.    Orang tua yg telah banyak memberikan semangat dan arahan kepad kami sehingga terwujudnya makalah ini.
3.    Seseorang yg selalu ad di hati kami, terima kasih atas kesetiaaaanmu serta nasihat dan motivasi yg telah diberikan.
4.    Semua pihak yg tdk sempat kami sebutkan satu per satu yg turut membantu kelancaran dlm penyusunan makalah ini.
Adpun tujuan disusunnya makalah ini iaaalah untuk memberikan hasanah pengetahuan khususnya bagi para pembaca mengenai tasawuf akhlqi. Mudah-mudahan makalah ini dpt  bermanfaat bagi para pembaca, tholabul “ilmi amin.



DAFTAR ISI
Kata Pengantar ........................................................................... 1
Daftar Isi .................................................................................. 2
BAB I Pendahuluaan
a.       Latar Belakang .................................................................. 3
b.      Rumusan Masalah................................................................. 3
BAB II Pembahasan
a.       Pengertiaaan Tasawuf Akhlaqi .................................................. 4
b.      Konsep Ajaran Tasawuf Akhlaqi .............................................. 4
c.       Sejarah perkembangan Tasawuf Akhlaqi ....................................6
d.      Tokoh-tokoh Tasawuf Akhlaqi ................................................ 8
BAB III Penutup
a.       Kesimpulan ...................................................................... 12
Daftar Pustaka ....................................................................... 13


BAB I

PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang

Tasawuf dlm islam menurut para ahli sejarah sebagai ilmu yg berdiri sendiri. Lahir sekitar abad ke-2 atau awal abad ke-3 hijriyah. Pembicaraan para ahli lebih banyak menyoroti faktor-faktor yg mendorong kelahiran tasawuf. Tasawuf akhlaqi yg terus berkembang semenjak zaman klasik islam hingga zaman modern sekarang sering digandrungi orang krna penampilan paham atau ajaran-ajarannya yg tdk terlalu rumit.Tasawuf pad zaman dulu terlihat dri tingkah laku nabi yg pad akhirnya kita namakan dgn nilai-nilai sufi. Hal tersebut sangatlah wajar krna misi terpenting nabi iaaalah untuk memperbaiki dan sekaligus meyempurnakan akhlak masyarakat arab dulu. Sejarah perkembangan tasawuf akhlaqi mengalami beberapa fase. Mulai abad kesatu sampai abad keenam hijriyah.

B.     Rumusan Masalah

1.      Apa definisi tasawuf Akhlaqi?
2.      Bagaimana konsep tasawuf ?
3.      Bagaimana sejarah lahirnya tasawuf akhlaqi ?
4.      Siaaapa saja tokoh tasawuf akhlaqi ?




BAB II    

PEMBAHASAN

A.    Definisi Tasawuf  Akhlaqi

Tasawuf akhlaqi iaaalah tasawuf yg konsentrasinya pad teori- teori perilaku, akhlak atau budi pekerti. Tasawuf ini banyak dikembangkan oleh ulama-ulama salaf[1][1]. Dan dgn metode-metode tertentu yg telah ditentukan, tasawuf berbentuk ini berkonsentrasi pad upaya-upaya menghindarkan diri dri akhlak yg tercela (mazmumah) sekaligus mewujudkan akhlak yg terpuji (mahmudah) di dlm diri para sufi, atau bisa jga disebut sebagai tasawuf yg berwawasan moral praktis dan bersandarkan pad Al-Qur'an dan Sunnah dgn penuh disiplin mengikuti batas-batas dan ketentuan-ketentuannya[2][2].

B.     Konsep Tasawuf

Menurut para sufi, manusiaaa cenderung mengikuti hawa nafsunya. Manusiaaa telah dikendalikan oleh hawa nafsunya maka diaaa telah mempertuhankan nafsunya tersebut. Dgn penguasaan nafsu tersebut di dlm diri seseorang maka berbagai penyakitpun timbul didlm dirinya, seperti sombong, membanggakan diri, riya, buruk sangka, kikir dan sebagainya. Penyakit-penyakit yg ad di dlm diri ini oleh kaum sufi disebut sebagai maksiaaat batin ,akhlak yg tercela (mazmumah).
Untuk tujuan menghilangkan penghalang yg membatasi manusiaaa dgn Tuhannya inilah, ahli-ahli tasawuf menyusun sistem atau cara yg tersusun atas dasar didikan tiga tingkat yg diberi nama ; Takhalli, Tahalli, dan Tajalli.[3][3]

1.      Takhalli  

  iaaalah langkah pertama yg dilakukan oleh seorang sufi. Takhalli iaaalah usaha membersihkan diri dri semua perilaku yg tercela, baik maksiaaat batin maupun maksiaaat lahir. Maksiaaat-maksiaaat ini harus dibersihkan, krna menurut para sufi semua itu iaaalah najis maknawiyah yg menghalangi seseorang untuk dekat dgn Tuhannya, sebagaimana najis zati yg menghalangi seseorang dripad melakukan ibadh kepad-Nya.
Hal ini dipertegas dlm firman Allah yg berbunyi :

 

"Sesungguhnya beruntunglah orang-orang yg mensucikan jiwa itu dan
sesungguhnya merugilah orang yg mengotorinya".

Diaaantara sifat-sifat buruk yg mesti dibersihkan dri hati tersebut iaaalah hasad (dengki), su'u al-dzan (buruk sangka), kibr (sombong), 'ujub (merasa besar diri), riya (pamer), suma' (cari nama), bukhul (kikir), hubb al-mal (cinta harta), tafahur (membanggakan diri), ghadb (pemarah), ghibah (pengupat), namimah (bicara di belakang orang), kizb (dusta), khiaaanat (munafik). Takhalli jga berarti melepaskan diri dri ketergantungan kepad kelezatan hidup duniaaa dgn melenyapkan dorongan hawa nafsu. Di antara para sufi ad yg berpandangan bahwa nafsu mesti dibunuh krna menjadi puncak angkara murka, penghalang untuk dpt dekat dgn Tuhan. Sementara al-Ghazali berpendpt bahwa nafsu jga diperlukan di dlm kehidupan ini, untuk memotivasi kehidupan, harga diri, membela keluarga dan sebagainya, krna itu nafsu mesti tetap ad di dlm diri.

2.      Tahalli 

   iaaalah langkah berikutnya yg mesti dilalui oleh seorang sufi. Tahapan ini iaaalah tahapan pengisiaaan jiwa setelah dikosongkan dri akhlak-akhlak yg tercela. Akan tetapi begitu satu sifat tercela dibuang bersamaan dgn itu sifat terpuji diisikan. Begitu rasa benci dikikis langsung rasa cinta ditanamkan. Diaaantara sikap mental dan perbuatan baik yg sangat penting untuk diisikan ke dlm jiwa manusiaaa iaaalah,
1)      al-taubah, yaitu rasa penyesalan sungguh – sungguh dlm hati yg disertai permohonan ampun serta berusaha meninggalkan perbuatan yg menimbulkan dosa.
2)      al-khauf wa alraja', yaitu perasaan yg timbul krna banyak berbuat salah dan seringkali lalai kepad Allah.
3)      al-zuhd,yaitu meninggalkan kehidupan duniaaawi dan melepaskan diri dri pengaruh materi.
4)      Al-faqr sikap yg tdk menuntut lebih banyak dri apa yg telah dipunyai dan merasa puas dgn apa yg sudah dimiliki sehingga tdk meminta sesuatu yg lain.
5)      Al-shabr yaitu suatu keadan jiwa yg kokoh, stabil, dan konsekuen dlm pendiriaaan.
6)      al-ridha, yaitu menerima dgn lapang dad dan hati terbuka terhadp apa saja yg datang dri Allah
7)      al-muraqabah yaitu sikap siaaap dan siaaaga setiaaap saat untuk meneliti keadan diri sendiri
Apabila sifat-sifat buruk telah dibuang, kemudiaaan sifat-sifat baik telah ditanamkan, maka akan lahirlah kebiaaasaan-kebiaaasaan baik, akhlak yg muliaaa. Berbuat, bertingkah laku, bertindak tanduk dlm kerangka bimbingan sifat-sifat yg muliaaa yg telah ditanamkan di dlm diri. Sejalan dgn itu, jiwapun akan menjadi bersih maka seseorang akan dpt dekat dgn Tuhannya.

3.      Tajalli 

  ialah tersingkapnya nur ghaib. Agar apa yg telah diupayakan pad langkah-langkah di atas langgeng, berkelanjutan dan terus meningkat, maka mesti rasa ketuhanan terus dipupuk di dlm diri. Diaaantara para ahli ad yg mendefinisikan bahwa tajalli iaaalah lenyapnya hijab dri sifat-sifat kemanusiaaaan, jelasnya nur yg selama ini gaib, lenyapnya (fananya) segala yg lain ketika nampaknya wajah Allah". Untuk memperdlm dan melanggengkan rasa kedekatan dgn Tuhan ini para sufi mengajarkan hal-hal berikut;
(1)   Munajat : berarti memuja dan memuji keagungan Allah dgn sepenuh hati. Mengungkapkan seluruh aktifitas yg telah dilakukan, menyampaikan harapan-harapan (doa) dgn sepenuh hati, menggunakan kata-kata yg tersusun baik, dgn deraiaaan air mata.
(2)   Muhasabah seperti yg telah dikatakan oleh Al-Ghazali iaaalah "selalu memikirkan dan merenungkan apa yg telah diperbuat". seorang sufi akan terus memikirkan dan merenungkan kesalahan-kesalahan apa yg telah dilakukan. Memikirkan dan merenungkan kekurangan-kekurangan di dlm ibadhnya. Memikir dan merenung perbaikan-perbaikan yg mesti diperbuat.
(3)   Muraqabah berarti     meyakini dan merasakan senantiaaasa berhadpan dgn Allah SWT. Seluruh aktifitas baik yg bathiniyah maupun yg dzahiriyah.
(4)   Katsarat al-dizkr berarti memperbanyak dzikir kepad Allah.
(5)   Tafakkur arti merenungkan alam yg terbentang luas ini. Berjuta pelajaran yg dpt dipetik drinya dlm meningkatkan rasa kedekatan dgn Tuhan. Tdk ad kesiaaa-siaaaan dlm penciptaan Allah. Dri serangga yg paling kecil sekalipun orang dpt mengambil pelajaran.

C.     Sejarah Tasawuf

Abu al-Wafa’al-Ghanimi al-Taftazani dlm bukunya “Madkhal ila al-Tasawuf al-Islam menjelaskan aliran Tasawuf sunni iaaalah aliran sufi yg pendpt moderat dan ajaran tasawufnya selalu merujuk kepad Al-Qur’an dan as-Sunnah atau denagn kata lain tasawuf aliran ini akan selalu berpatokan syari’at. Aliran ini tumbuh dan berkembang pad abad kelima Hijriaaah.Aliran tasawuf sunni ini mendpt sambutan seiring dgn berkembangnya aliran teologi Ahlussunnah wal jamaah yg dilancarkan oleh Abu al-Hasan al-Asya’ri atas aliran-aliran lainnya dgn kritiknya yg luras terhadp keekstriman tasawuf Abu Yazid al-Busthami al-Halley dan para sufi lainnya.
Tasawuf Sunni mengadkan pembaharuan dgn mengembalikan tasawuf ke landasan Al-Qur’an dan as-Sunnah dan mengaitkan keadan dan tingkatan rohaniaaah kepad kedua landasan tersebut. Tokoh yg paling berpengaruh dlm aliran ini iaaalah al-Qusyairi, al-Harawi, dan al-Ghazali. Dgn demikiaaan pad abad kelima Hijriaaah, Tasawuf sunni berad dlm posisi yg sangat menentukan dan memungkinkan tersebar luas di kalangan masyarakat Islam sampai sekarang.[4][4]
Tasawuf sunni iaaalah aliran tasaawuf  yg berusaha memadukan asapek hakekat dan syari’at,  yg
senantiaaasa memelihara sifat kezuhudan dan mengkonsentrasikan pendekatan diri kepad allah, dgn berusaha sungguh-sugguh berpegang teguh terhadp ajaran al-Qur’an, Sunnah dan Shirah para sahabat.[5][5] Tasawuf Akhlaqi yaitu tasawuf yg sangat menekankan nilai-nilai etis (moral).
Tasawuf sunni banyak berkembang di duniaaa Islam, terutama di Negara-negara yg dominan bermazhab Syafi’i. Tasawuf ini sering digandrungi orang krna paham atau ajaran-ajarannya tdk terlalu rumit.
Latar belakang munculnya ajaran ini tdk telepas dri pecekcokan masalah aqidah yg  melanda para ulama’ fiqh dan tasawwuf lebih-lebih pad abad  ke-5 H aliran syi’ah al-islamiyah yg berusaha untuk memngembalikan kepemimpinan kepad keturunan Ali bin Abi Thalib. Dimana syi’ah lebih banyak mempengaruhi para sufi dgn doktrin bahwa imam yg ghaib akan pindah ketangan sufi yg layak menyandang gelar waliyullah, dipihak lain para sufi banyak yg dipengaruhi oleh filsafat Neo-Platonisme yg memunculkan corak pemikiran taawwuf falsafi yg tentunya sangat bertentangan dgn kehidupan para sahabat dan tabi’in. dgn ketegangan inilah muncullah sang pemadu syari’at dan hakekat yaitu Imam Ghazali.[6][6]


D.    Tokoh-tokoh tasawuf

 

1.      Hasan Al-Bashri

a.       Biografi Singkat

Hasan Al-Bashri, yg nama lengkapnya Abu Said Al-Hasan bin Yasar iaaalah seorang zahid yg sangat amat mashur dikalanagan tabiin iaaa lahir di madinah pad tahun 21 Hijriyah (632 Masehi) dan wafat pad hari kamis bulan rojab tanggal 10 tahun 110 H (728 M). Iaaa dilahirkan dua malam sebelum kholifah Umar bin Khattab wafat. Iaaa di kabrakan bertemu dgn 70 orang sahabat yg turut menyaksikan peperangan badr dan 300 sahabat lainnya.[7][7]
Diaaalah yg mula-mula menyediaaakan waktunya untuk memperbincangkan ilmu-ilmu kebatinan, kemurniaaan akhlak, dan usaha mensucikan jiwa di masjid basroh. Karir pendidikan hasan Al-Basri di nilai dri Hijaz. Iaaa berburu hamper kepaad seluruh ulama disana. Bersama ayahnya iaaa kemudiaaan pindah ke basroh, tempat yg membuatnya mashur dgn nama Hsan Al-Basri puncak keilmuannya iaaa peroleh disana. Diaaa kenal sebagai seorang yg wara’ dan berani dlmmemperjuangkan dlm kebenaran.

b.      Ajaran-ajaran Tasawuf

Pandangan tasawuf Hasan Al-basri iaaalah anjuran kepad setiaaap orang untuk senantiaaasa bersedih hati dan takut kalau tdk mampu melaksanakan seluruh perintah Allah dan menjauhi seluruh larangannya. Iaaa pernah berkata, “ demikiaaan takutnya, sehingga seakan-akan iaaa merasa bahwa neraka itu hanya dijadikan untuk iaaa.”
Ajaran-ajaran Hasan Al-Basri
1.      Perasaan takut yg menybabkan hatimu tentram lebih baik dri pad rasa tentram yg menimbulkan perasaan takut.
2.      Duniaaa iaaalah negri tempat beramal.
3.      Tafakkur membawa kitab pad kebaikan dan berusaha mengerjakannya. Menyesal atas perbuatan jahat menyebabkan kita untuk tdk mengulanginya lagi.
4.      Duniaaa iaaalah sorang janda tua yg telah bungkuk dan beberapa ditinggalkan mati suaminya.
5.      Orang yg beriman akan senantiaaasa berduka cita pad pagi dan sore hari, krna berad diaaantara 2 perasaan takut : takut mengenang dosa yg telah lampau, dan takut memikirkan ajal yg masih tinggal serta bahaya yg akan mengancam.
6.      Hendaklah setiaaap orang sadr akan kematiaaan yg akan senantiaaasa mengancamnya, akan kiaaamat yg akan menagih janjinya.
7.      Banyak duka cita diduniaaa memperteguh semangat amal sholeh.

2.      Al- Muhassibi (165-243 H)

a.       Biografi Singkat

Nama lengkapnya iaaalah Abu ‘Abdillah Al-Harits bin Asad Al-Bashri Al-Baghdadi Al-Muhasibi. Lahir di Bashroh, Irak, tahun 165 H/781 M. Meninggal di negara yg sama pad tahun 243 H/857 M . beliaaau iaaalah sufi dan ulama besar yg menguasai beberapa bidang ilmu seperti Tasawuf, Hadits, dan Fiqih. Iaaa merupakan figur sufi yg dikenal senantiaaasa menjaga dan mawas diri terhadp perbuatan dosa.[8][8]
     Al-Muhasibi menulis sejumlah buku. Menurut Abd Al-Mun’im Al-Hafni, seorang ahli tasawuf dri mesir Al-Muhasibi menulis kurang lebih 200 buku. Al-Muhasibi menempuh jalan tasawuf krna hendak keluar dri keraguan yg dihadpinya.tatkala mengamati madzhab-madzhab yg diaaanut umat islam, Al-Muhasibi menemukan kelompok-kelompok. Diaaantara mereka ad sekelompok orang yg tau benar tentang keakhiratan. Namun jumlah mereka sangat sedikit. Al-Muhasibi memandang bahwa jalan keselamatan hanya dpt ditempuh melalui ketakwaan pad Allah, melaksanakan kewajiban-kewajiban, wara’, dan meneladni rosul.
Ajaran-ajaran tasawuf beliaaau iaaalah Ma’rifat, khauf dan Raja’.

3.      Al-Ghozali

Al-Gozali yg terkenal dgn sebutan al-Gazel di duniaaa barat iaaalah seorang ahli sains terkemuka. Al Ghazali dgn nama lengkap Muhammad ibn Muhammad ibn Muhammad ibn Ahmad al-Thusi ini mendpt banyak gelar dlm duniaaa islam. Diaaantara gelar yg paling terkenal iaaalah Hujjah al-Islam dan Zain al-‘Arifin. Iaaa diberikan gelar Hujjah al- Islam krna iaaa menjadikan tasawuf sebagai hujjahnya dlm berbagai perbincangan kesufiaaan.
Pendidikannya dimulai didaerahnya yaitu belajar kepad Ahmad Ibnu Muhammad al – Razkani al – Thusi, setelah itu pindah ke Jurjan ke pendidikan yg dipimpin oleh Abu Nash al-Ismaili mempelajari semua bidang agama dan bahasa, setelah tamat kembali ke Thus belajar tasawuf dgn Syekh Yusuf al – Nassaj (wafat 487 H) , kemudiaaan ke Nisyapur belajar kepad Abul Ma’al al-Juwaini yg bergelar Imam al – Haramain dan melanjutkan pelajaran Tasawuf kepad Syekh Abu Ali al – Fadhl Ibnu Muhammad Ibnu Ali al – Farmadi, dan iaaa mulai mengajar dan menulis dlm Ilmu Fiqh. Setelah Imam al – Juwaini wafat iaaa pindah ke Mu’askar mengikuti berbagai forum diskusi dan seminar kalangan ulama dan intelektual dan dgn segala kecermelangannya membawanya menjadi guru besar di perguruan Nidzamiyah di Baghdad pad tahun 484 H,

C.     Ajaran-Ajaran

Dlm bidang tasawuf Al- Ghazali berusaha meletakkan kembali posisi tasawuf ke tempat yg benar menurut syari’at Islam. Al-Gozali membersihkan ajaran tasawuf dri pengaruh faham-faham asing yg masuk mengotori kemurniaaan ajaran Islam. Corak tasawuf al-ghozali iaaalah psiko-moral yg mengutamakan pendidikan moral. Dpt dilihat dri karya-karyanya seperti ihya’ Ulum Ad-din, Minhaj Al-Abidin, Bidayah Al-Hidayah.

Al-ghozali menjadikan tasawuf sebagai sarana untuk berolah rasadn berolah jiwa, sehingga sampai pad makrifat yg membantu meniptakan(sa’adh).

a.       Ma’rifat menurut ajaran Al-ghozali, sebagai mana dijelaskan oleh Harun Nasution, Ma’rifat iaaalah mengetahui rahasiaaa Allah dan mengetahui peraturan-peraturan Allah tentang segala yg ad.[9][9] Alat memperoleh ma’rifat bersandar pad sirr, qalb dan ruh. Qalb dpt mengetahui rahasiaaa-rahasiaaa Allah dgn sirr, qalb dan ruh yg telah suci dan kosong tdk ber isi apapun. Saat itulah ketiganya akan menerima illuminasi dri Allah. Dan pad waktu itu pula menurunkan cahayanya kepad sang sufi sehingga yg dilihat sang sufi hanyalah Allah.
b.      Sa’adh menurut Al-ghozali , kelezatan dan keni’matan tertinggi iaaalah melihat Allah. Didlm kitab Kimiya’ As-Sa’adh, iaaa menjelaskan bahwa As-Sa’adh (kebahagiaaaan) sesuai dgn watak (tabiaaat). Sedangkan watak sesuatu itu sesuai dgn ciptaannya. Nikmatnya mata terletak ketika melihat gambar yg bagus dan indah. Ni’matnya telinga terletak ketika mendengar suara yg merdu. Demikiaaan dgn anggota tubuh yg lain, memiliki keni’matan tersendiri.




BAB III

PENUTUP

Kesimpulan

Tasawuf akhlaqi iaaalah tasawuf yg konsentrasinya pad teori- teori perilaku, akhlak atau budi pekerti. Tasawuf ini banyak dikembangkan oleh ulama-ulama salaf. Tasawuf akhlaqi banyak berkembang di duniaaa Islam, terutama di Negara-negara yg dominan bermazhab Syafi’i. Tasawuf ini sering digandrungi orang krna paham atau ajaran-ajarannya tdk terlalu rumit. Latar belakang munculnya ajaran ini tdk telepas dri pecekcokan masalah aqidah yg  melanda para ulama’ fiqh dan tasawwuf lebih-lebih pad abad  ke-5 H aliran syi’ah al-islamiyah yg berusaha untuk memngembalikan kepemimpinan kepad keturunan Ali bin Abi Thalib. Dimana syi’ah lebih banyak mempengaruhi para sufi dgn doktrin bahwa imam yg ghaib akan pindah ketangan sufi yg layak menyandang gelar waliyullah, dipihak lain para sufi banyak yg dipengaruhi oleh filsafat Neo-Platonisme yg memunculkan corak pemikiran taawwuf falsafi yg tentunya sangat bertentangan dgn kehidupan para sahabat dan tabi’in. dgn ketegangan inilah muncullah sang pemadu syari’at dan hakekat yaitu Imam Ghazali.




DAFTAR PUSTAKA


Nasution Harun, Filsafat dan Mistisisme dlm islam, Bulan Bintang, Jakarta, 1978
Prof. Dr. M.Sholikin M.Ag, Prof. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag, Ilmu Tasawuf, CV Pustaka Setiaaa, Bandung, 2008,
Damanhuri, Akhlak Tasawuf, Banda Aceh, PENA, 2010.
Tesa Amienraka, Sejarah perkembangan tasawuf, http://amienrakatesa.blogspot.com/2012/05/sejarah perkembangan-tasawuf.html (diaaakses pad Rabu, 17 April 2013, 22:01)






[1][1]        Drs H. M. Jamil, MA.Cakrawala Tasawuf : Sejarah, Pemikiran dan Kontekstualitas Jakarta : Gaung Persad Press, 2004, hal 30
[2][2]         Ibid,hal. 36
[3][3]         Prof. Dr. M.Sholikin M.Ag, Prof. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag, Ilmu Tasawuf, CV Pustaka Setiaaa, Bandung, 2008, hlm 122

[4][4]         Damanhuri, Akhlak Tasawuf, Banda Aceh, PENA, 2010.
[5][5]         Amienraka Tesa, Sejarah perkembangan tasawuf, http://amienrakatesa.blogspot.com/2012/05/sejarah perkembangan-tasawuf.html (diaaakses pad Rabu, 17 April 2013, 22:01)
[6][6]         Amienraka Tesa, Op. Cit.,
[7][7]          Prof. Dr. M.Sholikin M.Ag, Prof. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag, Ilmu Tasawuf, CV Pustaka Setiaaa, Bandung, 2008, hlm 122
[8][8]         Prof. Dr. M.Sholikin M.Ag, Prof. Dr. Rosihon Anwar, M.Ag, Ilmu Tasawuf, CV Pustaka Setiaaa, Bandung, 2008,hal 126
[9][9]        Harun Nasution, Filsafat dan Mistisisme dlm islam, Bulan Bintang, Jakarta, 1978,hlm.78.

Visitor