Sejarah 9 Kerjaan Islam masuk di Indonesia.



Makalah Pengertian Kerajaan islam di indonesia? Kerajaan islam? Kerajaan di indonesia? Kerajaan islam pertama di indonesia? Kerajaan tertua di indonesia? Kerajaan islam di kalimantan? Sejarah islam di indonesia? Kerajaan pertama di indonesia? Peninggalan kerajaan islam di indonesia? Kerajaan islam di sulawesi? Makalah Pengertian Sejarah kerajaan majapahit? Peninggalan kerajaan majapahit? Makalah Pengertian Sejarah kerajaan singasari? Peninggalan kerajaan singasari? Makalah Pengertian Sejarah kerajaan kediri? Kerajaan kediri? Peninggalan kerajaan kediri? Makalah Pengertian Sriwijaya adalah? Kerajaan sriwijaya? Peninggalan kerajaan sriwijaya? Makalah Pengertian kerajaan kutai adalah? Kerajaan kutai? Peninggalan kerajaan kutai? Makalah Pengertian Kerajaan kartanegara? Makalah Pengertian Kerajaan mataram islam? Peninggalan kerajaan mataram islam?




Sejarah Masuknya Islam Ke Indonesia


RumahPintarr.com - Kerajaan islam masuk ke Indonesia (History of Islam Came To Indonesia) dan memengaruhi berbagai segi kehidupan masyarakat Indonesia termasuk jga segi pemerintahan yakni dgn munculnya kerajaan-kerajaan yg bercorak Islam. Kerajaan kerajaan di Indonesia yg bercorak Islam secara geografis terletak di sepanjang pesisir pantai. Hal ini disebabkan karera terbentuknya kerajaan dimulai dan kota-kota pelabuhan yg berfungsi sebagai kota transit sehingga mata pencaharian masyarakatnya di sektor pertanian dan perdagangan atau disebut maritim. Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam di Indonesia antara lain: 

Sejarah Masuknya Kerajaan Islam Di Indonesia
Sejarah Masuknya Kerajaan Islam Di Indonesia


A.      Sejarah Kerajaan Islam Di Sumatra


Kerajaan Samudera Pasai merupakan kerajaan Islam pertama di Indonesia yg berada di Sumatra. Kerajaan Samudera Pasai didirikan oleh Sultan Malik Al Saleh dan mengalami kejayaan. Hal ini dibuktikan Kerajaan Samudera Pasai mampu memperluas wilayahnya dan menjalin hubungan perdagangan dgn Arab. Pada masa pemerintahan Sultan Ahmad Malik aI Tahir, ada kunjungan Ibnu Battutah yg mengadakan perjalanan India-Cina (kembali tahun 1345). Peranan Kerajaan Samudera Pasai dlm persebaran agama Islam yaitu:
  1. Menjadi pusat studi Islam di Asia sehingga banyak orang-orang asing yg menetap di Samudera Pasai.
  2. Penyebaran agama Islam melalui perluasan pengaruh politik. Hal ini dibuktikan dgn berhasil merintis munculnya Kerajaan-Kerajaan Islam di Jawa.
Samudera Pasai menggunakan Selat Malaka sebagai jalur perdagangan laut yg menghubungkan daerah Pasai dgn Arab, India, dan Cina. Sebagai pusat perdagangan dan pelabuhan besar, Samudera Pasai memiliki fungsi sebagai :

  1. Tempat merambah perbekalan.
  2. Tempat mengurus masalah perkapalan.
  3. Tempat mengumpulkan komoditas dagang yg akan dikirim ke luar.Tempat menyimpan barang yg akan diantar ke daerah lain.
Adanya perpecahan di dlm kerajaan telah melahirkan kemunduran politik dan perdagangan terlebih lagi, munculnya Kerajaan Malaka yg letaknya lebih strategis. 

Kerajaan Aceh merupakan kelanjutan dri Kerajaan Samudera Pasal yg didirikan oleh Sultan Ibrahim. Kerajaan Aceh mengalami masa kejayaan pada masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda yg berhasil menaklukkan daerah-daerah di sekitar Aceh sekaligus mengislamkan daerah tersebut dlm usahanya untuk memperluas wilayah kekuasaan Sultan Iskandar Muda bekerja sama dgn Sultan Turki untuk memperkuat pasukannya. Kerajaan Aceh mengembangkan diri dan dapat mempersatukan beberapa daerah di Aceh, yaitu Daya, Pedir, Lingga, Perlak, Tamiang, Samudera Pasai, dan Lamuni, di bawah kekuasaan Sultan Ali Mughayat Syah (1514-1528). 

Beberapa faktor yg mendorong berkembangnya Kerajaan Aceh ialah:

  1. Letaknya strategis di jalur perdagangan.
  2. Pelabuhari Olele memliki syarat yg baik sebagal pelabuhan.
  3. Pedlman Aceh menghasilkan lada yg melimpah.Aceh makin ramai dan berperan penting setelah Malaka dikuasai Portugis.
Sultan Ali Mughayat Syah ialah raja pertama Kerajaan Aceh. Setelah Sultan Ali Mughayat Syah wafat, pemerintahan beralih kepada putranya yg bergelar Sultan Salaluddin. Selama menduduki tahta, Ia tidak mempedulikan pemerintahan kerajaannya. Keadaan kerajaan mulai goyah dan mengalami kemerosotan yg tajam.
Kerajaan Aceh mengalami kejayaan pada masa Sultan Iskandar Muda (1607-1636).

Corak pemerintahannya terdiri atas:

  1. Masjid Baiturrahman di pusat ibukota kerajaan Aceh.
  2. Pemerintahan sipil oleh golongan bangsawan (teuku).
  3. Pemerintahan agama oleh golongan ulama (tengku).
  4. Berikut ini beberapa tindakan yg dilakukan Iskandar Muda untuk memperkuat kerajaan Aceh.
  5. Memperluas daerah kekuasaan ke Semeranjung Malaka dgn dikuasainya kerajaan Kedah, Perak, Johor, dan Pahang. Daerah pantai barat dan timur Sumatera dikuasainya sampai ke Pariaman yg merupakan jalur masuk Islam ke Minaangkabau.
  6. Untuk memperlemah kekuasaan Portugis, Iskandar Muda membuka kerja sama dgn Belanda dan lnggris dgn mengizinkan kongsi dagang mereka, yaitu VOC dan EIC untuk membuka kantor cabangnya di Aceh.
  7. Menyerang Portugis di Malaka dan sempat mengalahkan Portugis di Pulau Bintan pada tahun 1614.Mendirikan
Sultan Iskandar Muda diganti oleh  Sultan Iskandar Thani. Pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Thani, Kerajaan Aceh mengalami kemunduran disebabkan oleh,
  1. Timbulnya pertikaian antara bangsawan dan ulama.
  2. Banyak daerah yg melepaskan diri dan Kerajaan Aceh.
  3. Pada tahun (1641) muncul kekuatan Belanda di Selat Malaka.

B.      Sejarah Kerajaan Islam Di Pulau Jawa.

Kerajaan Demak merupakan kerajaan Islam pertama di Jawa yg didirikan oleh Raden Patah. Letak Kerajaan Demak berada di tepi pantai utara Jawa. Peranan Kerajaan Demak dlm pensebaran agama Islam ialah,
  1. Menjadi pusat persebaran agama Islam di Jawa yg dilakukan oleh para wali.
  2. Mengadakan perluasan wilayah di daerah-daerah sekitar pesisir pantai utara Jawa yg kemudian diislamkan melalui pendekatan politik, sosial, dan budaya.

Beberapa raja- raja Demak beserta Tujuan Politis maupun Ekonomi antara lain:

  1. Raden Patah (1475-1518): Pada waktu Ia memerintah, dilakukan pengembangan wilayah ke pesisir utara Jawa Barat dgn tujuan mencari wilayah strategis. Tujuan politisnya ialah untuk mematahkan hubungan Kerajaan Pajajaran dgn Portugis di Malaka. Tujuan ekonomisnya ialah menguasal Pelabuhan Cirebon, Sunda Kelapa, dan Banten yg yg sangat potensial untuk mengekspor lada.
  2. Pati Unus (1518-1521): Masa kekuasaan Pati Unus hanya sekitar tiga tahun. Pada tahun 1511, Malaka direbut oleh Portugis sehingga para pedagang Indonesia kehilangan mitra dagang yg vital. Di samping itu, jatuhnya Malaka sangat memukul Demak, tetapi jga memberi keuntungan pada Demak. Para pedagang yg enggan mengakui monopoli pendagangan Portugis di Malaka, menciptakan pos-pos pendagangan baru seperti Banten, Cirebon, Jepara, Gresik, dan masih banyak lagi.
  3. Sultan Trenggono (1521-1546): Raja terbesar dan Kesultanan Demak ialah Sultan Trenggono. Adanya Perjanjian Henrique de Leme dgn Pajajaran untuk mendirikan benteng di Sunda Kelapa merupakan ancaman terhadap keberadaan Demak. Oleh karena itu, pada tanggal 22 Juni 1527, Sultan Trenggono mengutus Fatahiliah memimpin pasukan Demak untuk merebut Sunda Kelapa. Sunda Kelapa berhasil dikuasal dan diubah namanya menjadi Jayakarta. Banten jga dapat dikuasai pada tahun 1525. Dlm usaha perluasan wliayah, Sultan Trenggono akhirnya wafat dlm pertempuran merebut Pasuruan tahun 1546. Masa pemerlntahan Sultan Trenggono merupakan puncak persebaran Islam yg dilakukan di seluruh wilayah Jawa Tengah, Jawa Timur, Cirebon, Sunda Kelapa, dan Banten. Ajaran agama Islam dapat berkembang pesat di Jawa pada saat Kerajaan Demak berkuasa yg didukung oleh para wali atau sunan. Tindakan-tindakan penting yg pemah dilakukan Sultan Trenggono ialah sebagai berikut.
§  Menegakkan agama Islam.
§  Membendung perluasan daerah yg dilakukan oleh Portugis.
§  Menguasal dan mengislamkan Banten, Cirebon, dan Sunda Kelapa (perluasan ke wilayah Jawa Barat dipimpin oleh Fatahiliah/Faletehan).
§  Berhasil meraklukkan Mataram, Singasari, dan Blambangan.

Selanjutnya pusat pemerintahan Kerajaan Demak di pindahkan ke Pajang. Beberapa alasan pemindahan itu antara lain,
  1. Mendekati daerah yg subur.
  2. Keraton Demak mengalami kehancuran total akibat peran saudara.
  3. Menjauhi musuh-musuh politik yg ada di sekitar Demak.
  4. Mendekati daerah pendukungnya.
Beberapa akibat dri runtuhnya Kerajaan Demak ialah,
  1. Tidak adanya kerajaan maritim yg mampu menguasai perdagangan nasional dan menghadapi bangsa asing.
  2. Pindahnya pusat kekuasaan ke pedlman yg memunculkan kembali kerajaan agraris di Jawa Tengah.

Kerajaan Banten

Kerajaan Banten merupakan kerajaan Islam yg berada di Jawa Barat yg didirikan oleh Sunan Gunung Jati. Raja pertama yg memerintah ialah Sultan Hasanudin yg berhasil memperluas pengaruh agama Islam di Banten. Kerajaan Banten mampu berkembang pesat, antara lain karena didukung oleh fakta,
  1. Banten mempunyal komoditas ekspor yg penting, misalnya ada, sehingga menjadi daya tarik bagi pedagang asing.
  2. Islamisasi di Banten menjadikan Banten sebagai pusat politik Kerajaan Banten.
  3. Banten merupakan pelabuhan penting di Selat Sunda.
  4. Pelabuhan Banten memenuhi syarat sebagai pelabuhan yg balk.
Persebaran agama Islam dapat berkembang pesat semasa dibawah kepemerintahan Panembahan Yusuf dan Maulana Muhamad. Panembahan Yusuf memelopori penyebaran agama Islam di Jawa Barat sedangkan Maulana Muhammad memelopori penyebaran Islam di bagian selatan Sumatra. Persebaran agama Islam yg dilakukan Kerajaan Banten menggunakan pendekatan politik dan ekonomi. Untuk pendekatan politik, dilakukan dgn cara memperluas wilayah kekuasaan Banten dan mengislamkan daerah-daerah yg berhasli dikuasainya, sedangkan pendekatan ekonomi dilakukan dgn cara memengaruhi para pedagang yg berdagang di Banten untuk memeluk agama Islam, sebáb Banten merupakan kota pelabuhan yg penting. Di samping Banten, pelabuhan Iainnya ialah Jayakarta. Kerajaan Banten mengalami kemunduran sejalan dgn masuknya VOC melalul Penjanjian Banten, di mana Banten kehilangan peranan sebagai pelabuhan yg bebas.

Kerajaan Mataram Islam merupakan kelanjutan dan kekuasaan Demak, yg didirikan oleh Sutawijoyo yg bergelar Panembahan Senopati Ing Alogo Sayidin Panotogomo (kepala tentara dan pengatur agama). Panembahan Senopati bercita-cita menjadikan Mataram sebagai pusat budaya Jawa dan agama Islam. Untuk mewujudkan cita-citanya tersebut, cara yg digunakan dgn melakukan ekspansi wilayah kekuasaan di seluruh Pulau Jawa, kecuali daerah Banten, Blambangan, dan Batavia yg belum dapat dikuasai. Pusat Kerajaan Mataram terletak di Yogyakarta. Sultan Agung membagi sistem pemerintahan Kerajaan Mataram seperti berikut.
  1. Kutanegara, daerah pusat keraton. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh Patih Lebet (Patih Dalem) yg dibantu Wedana Lebet (Wedana Dlm).
  2. Negara Agung, daerah sekitar Kutanegara. Pelaksanaan pemerintahan dipegang Patih Jawi (Patih Luar) yg dibantu Wedana Jawi (Wedana Luar).
  3. Mancanegara, daerah di luar Negara Agung. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh para Bupati.
  4. Pesisir, daerah pesisir. Pelaksanaan pemerintahan dipegang oleh para bupati atau syahbandar.

Raja-raja Mataram Islam antara lain,

  1. Panembahan Senopati (1586-1601).
  2. Mas Jolang (1601-1613): Dlm usahanya mempersatukan kerajaan-kerajaan Islam di pantai untuk memperkuat kedudukan politik dan ekonomi Mataram, Mas Jolang gugur dlm pertempuran di Krapyak sehingga dikenal dgn sebutan Panembahan Soda Krapyak.
  3. Sultan Agung Hanyokrokusumo (1613-1645): Raja terbesar di Mataram Islam ialah Sultan Agung. Kerajaan Mataram mengalami masa kejayaannya pada masa pemerinntahan Sultan Agung. Hal itu dapat dilihat dri kemajuan sector pertanian. Keagamaan dapat berkembang pesat serta dapat mengatur pemerintahan dgn balk. Sultan Agung jga memelopori pembuatan kalender Jawa yg merupakan penggabungan antara kalender Saka dgn kalender Hijriah. Sepeninggal Sultan Agung, Mataram Islam mengalami kemunduran. Hal ini disebabkan oleh perang saudara dan beberapa pemberontakan seperti: Pemberontakan Trunojoyo (1674-1679); Pemberontakan Untung Suropati (1681-1706); Perang perebutan mahkota 1 (1704-1708); Perang perebutan mahkota 2 (1719-1724); Perang perebutan mahkota 3 (1747-1755).
Perang perebutan mahkota in diakhiri dgn Perjanjian Giyanti (1755)dan Perjanjian Salatiga (1757) yg membagi wilayah Mataram menjadi empat bagian. 

Kerajaan Cirebon didirikan oleh Fatahiliah atau Sunan Gunung Jati. Pada masa pemerintahan Fatahiliah, Cirebon dapat berkembang pesat. Hal ini dapat dilihat dan perluasan wilayah yg berhasil dilakukan oleh Fatahiliah, persebaran agama Islam berkembang pesatdan Cirebon mampu menjadi pusat perdagangan dan menjalin hubungan perdagangan dgn Cina. Wafatnya Fatahiliah diganti oleh Panembahan Ratu. Cirebon berhasil dikuasal VOC dan Iayahnya dibagi menjadi tiga yaltu Kasepuhan, Kanoman, dan Kacirebonan yaitu pada tahun 1681.

C.       Sejarah Kerajaan Islam Di Pulau Sulawesi.


Kerajaan Gowa Talio atau Kerajaan Makassar

Kerajaan Gowa Tallo terletak di wilayah Makassar yg didirikan oleh Sultan Alaudin dan Sultan Abduliah, yg berhasil menyebarkan pengaruh kekuasaan Kerajaan Gowa TaIlo dan menyebarkan agama Islam di daerah Bima, Sumbawa, Manado, Gorontalo, dan Tomini. Kerajaaan Gowa Tallo mengalami masa kejayaannya pada masa pemerintahan Sultan Hasanudin yg berhasil memperkuat kekuasaan Gowa Talio. Makassar berkembang pesa tdan menjadi pusat perdagangan di Indonesia Timur. Hal inl disebabkan,
  1. Makassar memiliki syarat yg balk untuk pelabuhan.
  2. Letaknya strategis untuk perdagangan.
  3. Perpindahan jalur perdagangan setelah Malaka dikuasai Portugis.
  4. Melemahnya perdagangan di pantai utara Jawa akibat politik Sultan Agung yg bersifat agraris.
Akan tetapi, kedatangan VOC di Makassar menyebabkan Kerajaan Gowa Tallo berhasil dikuasai oleh Belanda. Kemunduran Makassar diawali dgn perang Makassar yg diakhiri dgn kekalahan di pihak Makassar, kemudian dilakukan Perjanjian Bongaya.

D.      Sejarah Kerajaan Islam Di Maluku.


Kerajaan Ternate dan Tidore

Kerajaan Ternate dan Tidore berada di Maluku yg berhasil menyebarkan pengaruh agama Islam melalul pendekatan politik dgn perluasan wilayah dan pendekatan ekonomi melalui hubungan perdagangan. Raja yg memerintah ialah Sultan Zainal Abidin. Kegiatan penyebaran agama Islam oleh Ternate dan Tidore ditunjang oleh kedudukannya sebagai penghasil dan pusat perdagangan rempah-rempah. Banyak pedagang muslim yg tertarik untuk menjalin hubungan perdagangan sekaligus mengenalkan ajaran agama Islam. Ramainya perdagangan rempah-rempah di Maluku mendorong munculnya persekutuan dagang, yaitu,
  1. Uli lima (persekutuan dagang lima) yg dipimpin Kerajaan Ternate.
  2. Uli siwa (persekutuan dagang sembilan) yg dipimpin Kerajaan Tidore.

E.       Sejarah Kerajaan Islam Di Pulau Kalimantan.

Kerajaan Banjar

Kerajaan Banjar didirikan oleh Raden Samudra. Setelah masuk Islam, ia dinobatkan menjadi Sultan Banjar dgn gelar Sultan Suryanulah. Kerajaan Banjar memiliki peranan penting dlm penyebaran agama Islam di Kalimantan Selatan, sebab dipengaruhi oleh Ietaknya di dekat sungai, sehingga banyak para pedagang dan luar Kalimantan yg berdagang rempah-rempah yg menyebabkan persebaran agama Islam lebih lancar. 

Runtuhnya Kerajaan Islam di Indonesia

Masuknya ajaran Islam ketanah Indonesia membawa perubahan yg signifikan bagi kehidupan politik, sosial, ekonomi, maupun cara pandang terhadap agama. Ajaran Islam yg mengajarkan suatu persamaan antara derajat manusia menarik perhatian sebagian besar masyarakat Indonesia. Berawal dri pelajaran ke masyarakat bawah dgn cara pendidikan, perkawinan, maupun aktivitas sosial ajaran Islam mulai masuk ke dlm bagian masyarakat Indonesia. Lambat laun agama yg pertama masuk yaitu Hindu maupun Buddha mulai tergeser. Pergeseran cara pandang masyarakat Indonesia kepada ajaran Islam tidak hanya mengubah masyarakat melainkan jga membawa pengaruh terhadap kerajaan-kerajaan di Indonesia. Banyak kerajaan yg berhaluan Hindu-Buddha berubah menjadi kerajaan Islam. Kerajaan Islam yg memiliki aturan yg bagus dan jga tata ajaran yg jelas membawa dampak kemajuan yg pesat. Di samping itu, ajaran Islam jga mengajarkan bagaimana cara beraktivitas ekonomi secara baik sehingga membuat kerajaan-kerajaan Islam dapat mengembangkan perdagangannya.

Perdagangan yg semakin maju dgn hasil bumi yg cukup melimpah berupa rempah-rempah menyebabkan kerajaan Islam terus tumbuh menjadi suatu negara yg besar. Melihat ramainya perdagangan di Indonesia yg dipelopori oleh kerajaan, menarik perhatian Negara-negara asing untuk datang ke Indonesia dgn tujuan menguasai perdagangan tersebut. Faktor lain kedatangan bangsa Eropa ialah karena pusat perdagangan di Eropa yaitu Konstantinopel ditutup oleh Turki sehingga mau tidak mau negara-negara Eropa berlayar untuk mencari sumber rempah-rempah. Dgn demikian, bangsa Eropa terus berdatangan ke tanah Indonesia. Kedatangan bangsa Eropa ke Indonesia memang bertujuan untuk menguasainya. Mereka dating dgn persenjataan yg modern dan canggih, sehingga mereka dgn mudah mengalahkan kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Oleh karena itu, datangnya bangsa asing ke Indonesia ialah penyebab runtuhnya kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia. Penyebab Iainnya ialah adanya perang saudara di dlm intern kerajaan yg memaksa untuk selalu berganti kepemimpinan.

Dgn sering terjadinya pergantian kepemimpinan maka kerajaan Islam tidak lagi memiliki kekuatan sehingga lambat laun mereka mengalami keruntuhan dan kehancuran. Demikianlah kehancuran kerajaan Islam di Indonesia yg menjadi awal imperialisme bangsa asing ke Indonesia dan jga menjadi awal kesengsaraan masyarakat Indonesia.

Demikianlah artikel Sejarah dan Keruntuhan Kerjaan Islam. Semoga artikel ini memberikan manfaat bagi kita semua.

Visitor