Sejarah Kemajuan & Kemunduran (Kerajaan Sriwijaya)



Makalah Pengertian Sriwijaya adalah? Kerajaan sriwijaya? Letak kerajaan sriwijaya? Peninggalan kerajaan sriwijaya? Peran kerajaan sriwijaya? Makalah Pengertian Kerajaan islam di indonesia? Kerajaan islam? Kerajaan di indonesia?


Kerajaan  Sriwijaya.

Sriwijaya merupakan kerajaan yg bercorak agama Budha. Raja yg pertamanya bernama Sri Jaya Naga, sedangkan raja yg paling terkenal ialah Raja Bala Putra Dewa.
Letaknya yg strategis di Selat Malaka (Palembang) yg merupakan jalur pelayaran dan perdagangan internasional.Keadaan alam Pulau Sumatera dan sekitarnya pd abad ke-7 berbeda dgn keadaan sekarang. Sebagian besar pantai timur baru terbentuk kemudian. Oleh karena itu Pulau Sumatera lebih sempit bila dibandingkan dgn sekarang, sebaliknya Selat Malaka lebih lebar dan panjang. Beberapa faktor yg mendorong perkembangan kerajaan Sriwijaya menjadi kerajaan besar antara lain sebagai berikut :
  1. Kemajuan kegiatan perdagangan antara India dan Cina melintasi selat Malaka, sehingga membawa keuntungan yg besar bagi Sriwijaya.
  2. Keruntuhan Kerajaan Funan di Vietnam Selatan akibat serangan kerajaan Kamboja memberikan kesempatan bagi perkembangan Sriwijaya sebagai negara maritim (sarwajala) yg selama abad ke-6 dipegang oleh kerajaan Funan.
Sejarah Kemajuan & Kemunduran (Kerajaan Sriwijaya)


Berdasarkan berita dr I Tsing ini dapat kita ketahui bahwa selama tahun 690 sampai 692, Kerajaan Melayu sudah dikuasai oleh Sriwijaya. Sekitar tahun 690 Sriwijaya telah meluaskan wilayahnya dgn menaklukkan kerajaan-kerajaan di sekitarnya. Hal ini juga diperkuat oleh 5 buah prasasti dr Kerajaan Sriwijaya yg kesemuanya ditulis dlm huruf Pallawa dan bahasa Melayu Kuno. Prasasti-prasasti tersebut ialah sebagai beikut :
1.  Prasasti Kedukan Bukit
2.  Prasasti Talang Tuwo
3.  Prasasti Kota Kapur
4.  Prasasti Telaga Batu
5.  Prasasti Karang Birahi
6.  Prasasti Ligor

Selain peninggalan berupa prasasti, terdapat peninggalan berupa candi. Candi-candi budha yg berasal dr masa Sriwijaya di Sumatera antara lain Candi Muaro Jambi, Candi Muara Takus, dan Biaro Bahal, akan tetapi tidak seperti candi periode Jawa Tengah yg terbuat dr batu andesit, candi di Sumatera terbuat dr bata merah.

Beberapa arca-arca bersifat budhisme, seperti berbagai arca budha dan bodhisatwa Awalokiteswara ditemukan di Bukit Seguntang, Palembang, Jambi, Bidor, Perak dan Chaiya.

Pd masa pemerintahan Bala Putra Dewa Sriwijaya menjadi pusat perdagangan sekaligus pusat pengajaran agama Budha. Sebagai pusat pengajaran Buddha Vajrayana, Sriwijaya menarik banyak peziarah dan sarjana dr negara-negara di Asia. Antara lain pendeta dr Tiongkok I Tsing, yg melakukan kunjungan ke Sumatera dlm perjalanan studinya di Universitas Nalanda, India, pd tahun 671 dan 695. I Tsing melaporkan bahwa Sriwijaya menjadi rumah bagi sarjana Buddha sehingga menjadi pusat pembelajaran agama Buddha. Pengunjung yg datang ke pulau ini menyebutkan bahwa koin emas telah digunakan di pesisir kerajaan. Selain itu ajaran Buddha aliran Buddha Hinayana dan Buddha Mahayana juga turut berkembang di Sriwijaya.


Letak Sriwijaya strategis membawa keberuntungan dan kemakmuran. Walaupun demikian, letaknya yg strategis juga dapat mengundang bangsa lain menyerang Sriwijaya. Beberapa faktor penyebab kemunduran dan keruntuhan :
  1. Adanya serangan dr Raja Dharmawangsa 990 M.
  2. Adanya serangan dr kerajaan Cola Mandala yg diperintah oleh Raja Rajendracoladewa.
  3. Pengiriman ekspedisi Pamalayu atas perintah Raja Kertanegara, 1275 – 1292.
  4. Muncul dan berkembangnya kerajaan Islam Samudra Pasai.
  5. Adanya serangan kerajaan Majapahit dipimpin Adityawarman atas perintah Mahapatih Gajah Mada, 1477. Sehingga Sriwijaya menjadi taklukkan Majapahit.

Visitor