Definisi Pengertian Contoh serta macam- macam Ilmu Logika/ Kalam.



Makalah Pengertian Ilmu Mantiq? Pengertian Ilmu? Definisi ilmu? Pengertian Mantiq? Pengertian Logika?  Pengertian ilmu pengetahuan? Tebak tebakan logika? Pengertian pengetahuan? Perbedaan ilmu dan pengetahuan? Makalah Pengertian Ilmu kalam? Ilmu kalam? contoh ilmu mantiq? macam ilmu mantiq?



Definisi dan Pengertian Ilmu Logika/ kalam.
Dalam sejarah perkembangan logika, banyak definisi dikemukakan oleh para ahli, yg secara umum memiliki banyak persamaan. Beberapa pendapat tersebut antara lain :
The Liang Gie dalam bukunya Dictionary of Logic (Kamus Logika) menyebutkan: Logika ialah bidang pengetahuan dalam lingkungan filsafat yg mempelajari secara teratur asas-asas dan aturan-aturan penalaran yg betul (correct reasoning).
Menurut Mundiri dalam bukunya tersebut Logika didefinisikan sebagai ilmu yg mempelajari metode dan hukum-hukum yg digunakan untk membedakan penalaran yg betul dari penalaran yg salah.

Definisi Ilmu Mantiq
Ilmu Mantiq


Secara etimologis, logika ialah istilah yg dibentuk dari kata logikos yg berasal dari kata benda logos. Kata logos berarti: sesuatu yg diutarakan, suatu pertimbangan akal (fikiran), kata, atau ungkapan lewat bahasa. Kata logikos berarti mengenai sesuatu yg diutarakan, mengenai suatu pertimbangan akal, mengenai kata, mengenai percakapan atau yg berkenaan dengan ungkapan lewat bahasa. Dengan demikian, dapatlah dikatakan bahwa logika ialah suatu pertimbangan akal atau pikiran yg diutarakan lewat kata dan dinyatakan dalam bahasa. Sebagai ilmu, logika disebut logike episteme atau dalam bahasa latin disebut logica scientia yg berarti ilmu logika, namun sekarang lazim disebut denganlogika saja.
Definisi umumnya logika ialah cabang filsafat yg bersifat praktis berpangkal pda penalaran, dan sekaligus juga sebagai dasar filsafat dan sebagai sarana ilmu. Dengan fungsi sebagai dasar filsafat dan sarana ilmu karena logika merupakan “jembatan penghubung” antara filsafat dan ilmu, yg secara terminologis logika didefinisikan: Teori tentang penyimpulan yg sah. Penyimpulan pda dasarnya bertitik tolak dari suatu pangkal-pikir tertentu, yg kemudian ditarik suatu kesimpulan. Penyimpulan yg sah, artinya sesuai dengan pertimbangan akal dan runtut sehingga dapat dilacak kembali yg sekaligus juga benar, yg berarti dituntut kebenaran bentuk sesuai dengan isi.
Logika sebagai teori penyimpulan, berlandaskan pda suatu konsep yg dinyatakan dalam bentuk kata atau istilah, dan dapat diungkapkan dalam bentuk himpunan sehingga setiap konsep mempunyai himpunan, mempunyai keluasan. Dengan dasar himpunan karena semua unsur penalaran dalam logika pembuktiannya menggunakan diagram himpunan, dan ini merupakan pembuktian secara formal jika diungkapkan dengan diagram himpunan  sah dan tepat karena sah dan tepat pula penalaran tersebut.
Berdasarkan proses penalarannya dan juga sifat kesimpulan yg dihasilkannya, logika dibedakan antara logika deduktif dan logika induktif. Logika deduktif ialah sistem penalaran yg menelaah prinsip-prinsip penyimpulan yg sah berdasarkan bentuknya serta kesimpulan yg dihasilkan sebagai kemestian diturunkan dari pangkal pikirnya. Dalam logika ini yg terutama ditelaah ialah bentuk dari kerjanya akal jika telah runtut dan sesuai dengan pertimbangan akal yg  dapat dibuktikan tidak ada kesimpulan lain karena proses penyimpulannya ialah tepat dan sah. Logika deduktif karena berbicara tentang hubungan bentuk-bentuk pernyataan saja yg utama terlepas isi apa yg diuraikan karena logika deduktif disebut pula logika formal.


Visitor