12 Kerajaan Islam di Indonesia & Peninggalannya



Makalah Pengertian Kerajaan islam di indonesia? arti Kerajaan islam? arti Kerajaan di indonesia? arti Kerajaan islam pertama di indonesia? arti Kerajaan tertua di indonesia? arti Kerajaan islam di kalimantan? arti Sejarah islam di indonesia? arti Kerajaan pertama di indonesia? arti Peninggalan kerajaan islam di indonesia? arti Kerajaan islam di sulawesi? arti Makalah Pengertian Sejarah kerajaan majapahit? arti Peninggalan kerajaan majapahit? arti Makalah Pengertian Sejarah kerajaan singasari? arti Peninggalan kerajaan singasari? arti Makalah Pengertian Sejarah kerajaan kediri? arri Kerajaan kediri? arti Peninggalan kerajaan kediri? arti Makalah Pengertian Sriwijaya adalah? arti Kerajaan sriwijaya? arti Peninggalan kerajaan sriwijaya? arti Makalah Pengertian kerajaan kutai adalah? arti Kerajaan kutai? arti Peninggalan kerajaan kutai? arti Makalah Pengertian Kerajaan kartanegara? arti Makalah Pengertian Kerajaan mataram islam? arti Peninggalan kerajaan mataram islam?



Rumahpintarr.com - Inilah sejarah kerajaan Islam yg ada di Indonesia beserta peninggalan kerajaan islam di Indonesia. Terdapat berbagai macam kerajaan islam di Indonesia yg menghiasi keanekaragaman kerajaan yg diindonesia. Berikut beberapa kerajaan Islam di Indonesia dan peninggalan kerajaan Islam di Indonesia:
 
Kerajaan Islam di Indonesia dan Peninggalannya.
Kerajaan Islam di Indonesia dan Peninggalannya.
Kerajaan Perlak
Perlak merupakan kerajaan islam pertama di Indonesia. Kerajaan perlak ini mulai di dirikan sejak tahun 840 dan berakhir di tahun 1292 sesudah bergabung dri kerajaan samudra pasai. Adapun bukti sejarah dri adanya masyarakat dan mengenai kerajaanislam pertama di Indonesia yg dilaporkan oleh seorang yg bernama Marco Polo yg berasal dri Venezia kemudian singgah di kerajaan Perlak sewaktu melakukan perjalanan pulang dri Italia pd tahun 1292.
Di Perlak, Marco Polo menemukan adanya penduduk yg sudah menjadi pemeluk Islam dan adanya para pedagang Islam yg berasal dri India yg akhirnya telah menyebarkan agama Islam. Sejak berdiri hingga bergabungnya Perlak bersama Samudera Pasai, terdapat 19 orang raja yg telah memerintah. Raja yg pertama ialah Sultan Alaidin Saiyid Maulana Abdul Aziz Syah (840-964). Sesuda pengangkatan tersebut, maka Bandar Perlu kemudian mengalami perubahan nama yaitu Bandar khalifah.
Kerajaan Perlak kemudian mengalami masa kejayaan di masa pemerintahan Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Jouhan Berdaulat pd tahun 1225 sampai 1263. Di masa pemerintahannya, kerajaan perlak memperoleh kemajuan yg sangat pesat terutama didlm bidang pendidikan Islam dan adanya perluasan untuk dakwah Islamiah. Kemudian Sultan menikahkan kedua putrinya yaitu Putri Ganggang Sari atau Putri Raihani yg dinikahkan dgn Sultan Malik al Saleh yg berasal dri Samudera Pasai dan Putri Ratna Kumala juga dinikahkan dgn Raja Tumasik (Saat ini disebut Singapura) yaitu Sultan Muhammad Syah. Setelah Sultan Makhdum Alaidin Malik Muhammad Amin Syah II Jouhan Berdaulat, kemudian digantikan dgn Sultan Makhdum ALaidin Malik Abdul Aziz Syah Jouhan Berdaulat yg menjadi akhirnya sebagai sultan yg terakhir dri kerajaan Perlak. Setelah sultan terakhir ini meninggal, kemudian Perlak akhirnya disatukan bersama dgn Kerajaan Samudera Pasai yg saat itu dipimpin oleh putra Sultan Malik al Shaleh bersama Putri Ganggang Sari yaitu Sultan Malik al Thahir I.

Kerajaan Islam di Indonesia: Kerajaan Samudra Pasai
Letak kerajaan samudera pasai berada di pantai utara aceh yg merupakan suatu gabungan yg berasal dri dua kota, yakni Samudra (agak dipedlman) dan Pasai (Kota Pesisir). Pd kedua kota tersebut kemudian dipersatukan oleh Marah Silu, pd saat angkat sebagai raja dgn memiliki gelar Sultan Malik al Saleh. Sesudah menjadi sebuah kerajaan Islam maka Samudera Pasai akhirnya mengalami perkembangan yg pesat dimana telah menjadi pusat penyebaran agama Islam dan pusat perdagangan. Para pedagang yg berasal dri India, Arab, Cina dan Gujarat banyak melakukan perdagangan di Samudera Pasai. Setelah itu, Kerajaan Samudera Pasai di Indonesia melakukan perluasan wilayahnya mengarah ke wilayah Aceh, sepserti yaitu Balek Bimba, Samerlangga, Samudra, Perlak, Tamiang, Rama Candhi, Hambu Aer, Pasai, Pekan dan Tukas.

Kerajaan Islam di Indonesia: Kerajaan Aceh Darussalam
Pd awal berdirinya, Kerajaan Aceh merupakan daerah hasil taklukan dri Kerajaan Pedir. Kemudian Kerajaan Aceh Darussalam kemudian mulai berkembang disaat sesudah Malaka jatuh di tangan Portugis pd tahun 1511. Sesudah Malaka mengalami perpindahan kekuasaan ke tangan Portugis, maka para pedagang Muslim yg melakukan perdagangan di Malaka akhirnya berpindah ke Bandar laut yg ada di Aceh Darussalam. Maka dgn demikian, Aceh Darussalam akhir dapat berkembang dan bisa melepaskan pd kerajaan Pedir di tahun 1520.

Kerajaan Islam di Indonesia: Kerajaan Demak
Demak berawal mula dri adanya salah satu kadipaten yg dibawah kekuasaan pd kerajaan Majapahit. Pd saat itu, kerajaan Majapahit mengalami keruntuhan, akhirnya demak mulai memisahkan diri dri Ibu Kota yg ada di Bintor. Kemudian Kerajaan Demak melakukan perubahan keyakinan dgn memeluk Agama Islam dan menjadi kerajaan Islam yg pertama di Pulau Jawa dibawah kepemimpinan Raden Patah. Letak Kerajaan Demak ini sangat strategis karena berada di antara Jepara dan Bergota (suatu pelabuhan dri kerajaan Mataram kuno), dilokasi tersebut menempatkan kerajaan demak sebagai kerajaan yg sangat penting di Nusantara. Kemudian Kerajaan Demak memiliki daerah kekuasaan yg mencakup pd sepanjang wilayah pantai utara Pulau Jawa. dan pengaruhnya hingga ke luar Jawa, seperti Maluku, Banjar, Jambi dan Palembang..

Kerajaan islam di Indonesia: Kerajaan Pajang
Kerajaan Pajang mulai didirikan oleh seseorang yg bernama Jaka Tingkir atau yg bergelar Sultan Hadiwijaya. Adapun sejarah berdirinya kerajaan Pajang ini berawal dri adanya peristiwa pertempuran, antara Jaka Tingkir dgn Arya Penangsang (Putra dri Pangeran Sekar Seda Lepen). Didlm pertempuran tersebut, maka Jaka Tingkir akhirnya berhasil dlm membunuh Arya Penangsang karena dibantu oleh Ki Ageng Pamanahan, Sutawijaya (anak Ki Ageng Pemanahan dan Ki Ageng Penjawi. Setelah itu, Jaka tingkir akhrinya melakukan pemindahan pusat kekuasaan dri Kerajaan Demak ke Pajang. Sesudah menjadi raja, Jaka tingkir kemudian mengangkat Ki Ageng Pemanahan menjadi seorang bupati di daerah Mataram atau Mentaok. Ki Ageng Penjawi juga diangkat menjadi seorang bupati Pati dan Sutawijaya dijadikan sebagai anak angkatnya.
Namun untuk keberadaan kerajaan Pajang ini tidak bertahan lama sesudah Sultan Hadiwijaya meninggal, akhirnya di Pajang terjadi sebuah perebutan kekuasaan yaitu antara Aria Pangiri (bupati demak) dan Pangeran Benawa (Putra Sultan Hadiwijaya). Di masa Pangeran Benawa sedang menduduki takhta dan Pangeran Aria Pangiri juga menduduki jabatan di Bupati demak, mereka saling berusaha dlm memperebutkan kekuasaan di Pajang. Kemudian perebutan tersebut dimenangkan oleh Aria Pangiri. Selama Aria Pangiri berkuasa, tindakan Aria Pangiri sangat begitu meresahkan rakyat sehingga memunculkan perlawanan dri rakyatnya sendiri. Kesempan tersebut tidak disia-siakan oleh Pangeran benawa untuk menjadi pewaris sah kerajaan pajang. Pangeran Benawa akhirnya meminta bantuan kepd Sutawijaya untuk melakukan penyerangan ke Aria Pangiri. Serangan tersebut mengakibatkan Aria Pangiri tidak bisa berbuat apa-apa dan akhirnya menyerahkan diri. Namun, Pangeran Benawa ternyata mulai merasa tidak sanggup berkuasa seperti ayahnya Sultan Hadiwijaya sebagai Sultan Pajang. Oleh sebab itu, Pangeran Benawa akhirnya menyerahkan kekuasaan kerajaan pajang tersebut ke tangan Sutawijaya. Dri Sutawijaya ini maka kerajaan Pajang akhirnya dipindahkan dan mengarah ke Mataram di tahun 1586. Pd saat itu, berdirilah juga kerajaan Mataram yg bercorak Islam.

Kerajaan Islam di Indonesia : Kerajaan Mataram Islam
Awal berdirinya kerajaan Mataram Islam itu sangat erat berhubungan dgn adanya keberhasilan oleh Sutawijaya dlm mengalahkan pangeran Aria Penangsang yg berasal dri Jipang. Dri jasanya itulah maka Sutawijaya dihadiahkan Hutan Mentaok oleh Sultan Hadiwijaya pd saat itu. Awalnya, daerah Alas Mentaok ini dipimpin oleh Ayahnya Ki Ageng Pemanahan, akan tetapi sesudah Ayahnya meninggal maka Hutan Mentaok atau disebut Mataram ini kemudian diserahkan kepd anaknya yaitu Sutawijaya. Didlm mencapai tujuannya, untuk menjadi raja dri seluruh jawa maka Sutawijaya dibantu bersama dgn pamannya yaitu Ki Jru Martani.

Kerajaan Islam di Indonesia: Kerajaan Cirebon
Letak Kerajaan Cirebon ini berada di Jawa Barat. Kerajaan Cirebon ini didirikan oleh seseorang yg bernama Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati. Beliau juga merupakan seorang Ulama yg sangat gigih dlm menyebarkan Agama Islam. Atas kegigihannya inilah maka agama Islam akhir tersebar pd sebagian daerah yg ada di Jawa Barat. Kemudian Kerajaan Cirebon akhirnya terus mengalami perkembangan selama dibawah kepemimpinannya. Kerajaan tersebut telah berhasil dlm melakukan jalinan hubungan yg baik bersama Kerajaan Mataram Islam. Kerajaan Cirebon begitu sangat dihormati oleh Kerajaan Mataram Islam karena telah didirikan oleh salah seorang Wali Sanga. Sebelumnya, Cirebon berada di bawah kekuasaan Demak, akan tetapi Cirebon akhirnya melepaskan diri dan berdiri sebagai kerajaan yg merdeka. Setelah itu, Kerajaan Cirebon menjadi kerajaan yg berkembang dgn pesat menjadi pusat penyiaran agama Islam di Jawa barat dan sebagai pusat perdagangan di Jawa Barat.
Kemudian pd pemerintahan Sunan gunung Jati yg ada di Cirebon ini tak berlangsung lama disebabkan beliau telah lebih menekuni bidang keagamaan. Sesudah melakukan penyerahan tahta kerajaan kepd cucunya yg bernama yaitu Panembahan Ratu. Akhirnya, Sunan Gunung jati bersegera untuk mengundurkan diri dan menyendiri di Gunung Jati. Penerus Raja selanjutnya yaitu Pangeran Wanasakera. Di masa pemerintahan pangeran Wanasakerta, maka kerajaan Cirebon sudah mulai diterjang intervensi politik yg berasal dri VOC, sehingga pd tahun 1679 akhirnya Cirebon terbagi atas dua bagian kekuasaan yakni Kanoman dan Kasepuhan. Di perkembangan yg selanjutnya, Kanoman akhirnya terbagi lagi menjadi dua kekuasaan yakni Kacirebonan dan Kanoman. Dgn demikian, akhirnya kekuasaan Cirebon terbagi atas 3 bagian yakni Kacirebonan, Kanoman dan Kasepuhan. Oleh sebab itu pd akhir abad ke 17, mengakibatkan Cirebon telah dikuasai oleh VOC.

Kerajaan Islam di Indonesia: Kerajaan banten
Sebelum kerajaan banten menjadi kerajaan Islam, banten ialah daerah kekuasaan dri kerajaan Sunda atau Pajajaran. Adapun peletak dasari dri kerajaan Banten ialah Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah. Banten akhirnya mengalami perkembangan dgn menjadi pelabuhan yg sangat penting pd selat sunda sesudah Malaka mengalami perpindahan kekuasaan di tangan Portugis. Hal itulah yg menyebabkan para pedagang yg berasal dri Arab, Timur Tengah, India dan Gujara enggan untuk singgah di Malaka karena telah dikuasai oleh Portugis.

Kerajaan Islam di Indonesia: Kerajaan Makassar
Kerajaan Makassar ialah suatu gabungan yg berasal dri Kerajaan Tallo dan Kerajaan Gowa. Kerajaan Tallo dan Gowa akhirnya disatukan dibawah kepemimpinan Daeng Manrabia (raja Gowa) dan Karaeng Mantoaya yaitu Raja Tallo. Sesudah bergabung, akhirnya Daeng manrabia diangkat untuk menjadi Raja Makassar dgn bergelar sebagai Sultan Alauddin pd tahun 1591 sampai 1639. Sementara itu, Karaeng Mantoya juga diangkat sebagai menjadi patih dgn bergelar Sultan Abdullah, adapun pusat pemerintahan pd kerajaan Makassar terletak di daerah Somba Opu.

Kerajaan Islam di Indonesia: Kerajaan Tidore.
Letak Kerajaan Tidore ini berada di Kepulauan Malaku. Kerajaan tersebut akhirnya mencapai titik puncak kejayaannya di bawah masa pemerintahan Sultan Nuku. Pd wilayah kerajaan Tidore itu cukup jelas dimana mencakup Irian, Kepulauan Kai, Pulau Halmahera dan Pulau Seram. Kerajaan tidore juga berhasil dlm membentuk Uli Siwa atau Persekutuan sembilan untuk bisa menandingi Uli Lima. Uli siwa kemudian dipimpin oleh Tidore dgn beranggotakan Jailolo, Kai, Pulau Raja AMpat, Makyan dan pulau-pulau yg terdapat disekitar Papua.
Kerajaan Ternate dan Kerajaan Tidore pd awalnya hidup secara berdampingan. Akan tetapi, kedua kerajaan tersebut terlibat perselisihan setelah Spanyol dan Portugis memasuki maluku. Bangsa Portugis yg masuk ke Maluku di tahun 1512 kemudian bersahabat bersama Kerajaan Ternate. Sementara itu, Spanyol juga datang di tahun 1522 yg akhirnya bersahabat bersama Kerajaan Tidore. Konflik dri Spanyol dan Portugis ini akhirnya terselesaikan lewat perjanjian Saragosa. Berdasarkan isi dri perjanjian tersebut maka Spanyol diwajibkan untuk keluar dri wilayah Maluku dan diberikan hak untuk berkuasa pd daerah Filipina. Portugis kemudian diberi hak untuk berkuasa di wilayah Maluku.
Pd saat itu, portugis akhirnya menjalankan kegiatan kesewenang-wenangan terhadap para Rakyat Maluku. Akhirnya Tidore dan Ternate menyadri bahwa mereka mesti bersatu dlm mengusir penjajahan dri Portugis di Maluku. Dri kerjasama itulah pd kedua kerajaan tersebut, maka Portugis bisa terkalahkan di tahun 1574 dan mulai menyingkir ke Ambon. Di tahun 1605, VOC akhir berhasil dlm mengusir Portugis yg ada di Ambon dan melakukan penguasaan di Ambon. Kemudian Portugis menyingkir dan mengarah ke Pulau Timor pd bagian timur dan mulai berkuasa di sana.

Kerajaan Islam di Indonesia : Kerajaan Banjar
Di Pulau Kalimantan, terdapat beberapa kerajaan yg memiliki corak Islam. Adapun salah satu dri kerajaan Islam yg terbesar ialah Kerajaan Banjar (Banjarmasin). Letak Kerajaan Banjar ini di kalimantan selatan. Awalnya, kerajaan Banjar memiliki corak hindu pd saat mempunyai hubungan bersama kerajaan Majapahit.
Di kerajaan Banjar, awal berdirinya dimulai dri adanya beberapa kerajaan kecil yaitu Kahuripan, Daha dan Negara Dipa. Berdasarkan hikayat banjar dan kronik Banjarmasin menerangkan bahwa di Kerajaan Daha, sesudah terjadi sebuah pergantian pangeran Sukarana kepd Pangeran Tumenggung maka muncullah konflik dgn Raden Samudra, cucu dri Pangeran Sukarana. Raden Samudra kemudian dinobatkan menjadi Raja Banjar oleh Patih Masin, Kuwin, Balit dan Muhur. Pd saat terjadi peperangan melawan Daha, Raden Samudra meminta pertolongan kepd kerajaan Demak sehingga bisa memperoleh kemenangan. Sejak saat itulah, Raden Samudera menjadi seorang pemeluk Islam yg bergelar Sultan Suryanullah pd tahun 1520 sampai 1546. Hampir diseluruh Kalimantan, terjadi perkembangan Agama Islam yg begitu pesat sesaat Raja banjar memeluk Islam. Pengislaman yg terjadi didaerah Kalimantan ini tidak terlepas dri peran para muballig dan Sultan Suryanullah. Adapun para muballig tersebut yakni Tunggang Parangan, Aji di Langgar dan Datok ri Bandang telah berhasil mengembangkan Islam di daerah Kalimantan Timur. Muballig yg berasal dri Jawa juga mempunyai peranan didlm proses perkembangan Islam yg ada didaerah Kalimantan Barat dan Sukadana. Kemudian selain dripd Muballig dri makassar dan jawa, para pedagang arab pun juga mengambil peran dlm mengembangkan ajaran Islam di Kalimantan.
Di masa pemerintahan Sultan Suryanullah, kerajaan Banjar mengalami perluasan wilayah kekuasaan. Setelah Sultan Suryanullah Wafat, kemudian digantikan oleh anak sulungnya yaitu Sultan Rahmatullah pd tahun 1546 sampai 1570. Kemudian Raja Ketiga dri kerajaan Banjar yaitu Sultan Hidayatullah I pd tahun 1570 sampai 1595, seorang putra dri Sultan Rahmatullah. Setelah itu, digantikan oleh Sultan Marhum Panembahan atau Sultan Mustain Billah pd tahun 1595 sampai 1641. Di masa pemerintahan dri Sultan Mustain Billah ini, maka pusat kerajaan dipindahka ke Kota Amuntai. Di tahun 1612, akhirnya Banjarmasin di invasi atau diserang oleh para pasukan VOC sehingga membuat Kota Banjarmasin menjadi Hancur. Setelah itu, Sultan Mustain Billah kemudian memindahkan pusat kerajaannnya ke Kaya Tongi.
Di masa Pemerintahan dri Sultan Hidayatullah, pihak Belanda menghapus kerajaan Banjar. Belanda melakukan penghapusan terhadap kerajaan Banjar di tanggal 11 juni 1860 dan akhirnya dimasukkan kedlm bentuk kekuasaan Belanda.

Kedatangan ajaran Islam ke Kepulauan Nusa Tenggara itu diperkirakan mulai sejak abad ke 16, yg dibawakan oleh Sunan Perapen, seorang putra dri Sunan Giri. Bima telah menjadi kerajaan sejak pertengahan abad ke 17. Hal tersebut bisa dimengerti dri banyaknya peristiwa semisal penolakan dri Raja Bima (Tureli Nggampo) atas ajakan atau tawaran pembaruan perjanjian yg berasal dri VOV pd tahun 1668. Kemudian terjadi peristiwa pd tahun 1691, disaat permaisuri kerajaan Dompu dibunuh, Raja Bima akhirnya ditangkap dan diasingkan ke wilayah makassar hingga akhirnya meninggal di penjara. Bima mulai berkembang menjadi sebuah kerajaan Islam sesudah Raja Ruma Ta Ma Bata Wada memeluk Islam. Setelah saat masuk Islam dan menaiki tahtanya, dia digelar sebagai Sultan Bima I atau Sultan Abdul Kohar. Pd saat menjadi kerajaan Islam, Bima telah menjalin hubungan yg baik dgn kerajaan Islam yg di Gowa Sulsel. Sesudah masa kepemimpinan Sultan Abdul Kohar, kemudian Kerajaan Bima dipimpin oleh Raja Bicara Abdul Nabi dan Sultan Abdul Hamid. Setelah Sultan Abdul Hamid itu meninggal pd tahun 1819, kerajaan Bima yg dipimpin oleh Sultan Ismail yg akhirnya naik tahta pd tahun 1814.
Demikianlah artikel Kerajaan Islam di Indonesia dan Peninggalannya. Semoga artikel sejarah kerajaan Islam  ini memberikan manfaat bagi kita semua.



Visitor