Pengertian NASIKH MANSUQ



Makalah Pengertian Naskh secara bahasa artinya: menghilangkan; menghapuskan; memindahkan; menulis. Pengertian Mansukh artinya : yang dihapuskan, yaitu hukum dalil syar’i atau lafazhnya yang dihapuskan. Dan Contoh ayat nasikh dan mansukh lengkap, ayat nasikh dan mansukh.


NASIKH MANSUQ

  1. Pengertian

Ada beberapa pengertian nasakh antara lain :

  • Menghilangkan (Izalah) yaitu mengganti ayat sebelumnya.
  • Mengganti (Tabdil) yaitu mengoreksi dan meralat kalimat dengan yang lain yang lebih baik, namun kandungannya tetap.
  • Memalingkan (Tahwil) yaitu ayat yang di mansukh diperbaharui kandungan-kandungannya sehingga lebih jelas.
  • Menukil (memindahkan) yaitu memindahkan peletakan kata dalam suatu ayat agar lebih baik arti dan maknanya.
  • Mengkhususkan (Tahshish) yaitu mengkhususkan/ menspesifikkan pembahasan ayat menjadi lebih terperinci sehinga lebih mudah dipahami.

Pendapat Ulama’ Tentang Naskhul Qur’an

Dalam berbagai referensi secara umum amtsal ada 3 jenis yaitu :

Dasar pendapat ini adalah firman allah SWT :


مَا نَنْسَخْ مِنْ آيَةٍ أَوْ نُنْسِيهَا نَيأْتِ بِخَيْيرٍ
مِنْهَا أَوْ مِثْلِهَا أَلَيمْ تَعْلَيمْ أَنّ اللّيهَ عَلَيى
( كُلّ شَيْءٍ قَدِيرٌ )البقرة : 106

Artinya : Ayat mana saja yang Kami nasakhkan, atau Kami jadikan (manusia) lupa kepadanya, Kami datangkan yang lebih baik daripadanya atau yang sebanding dengannya. Tidakkah kamu mengetahui bahwa sesungguhnya Allah Maha Kuasa atas segala sesuatu? (QS. Al Baqarah: 106)


Ulama-ulama yang berpendapat seperti ini adalah Imam Syafi’i (204 H), An Nahas (388 H), As Suyuti (911 H) dan Asy Syukani (1250 H). Tidak adanya naskah dalam Al-Qur’an


ل يَأْتِيهِ الْبَاطِلُ مِنْ بَيْيينِ يَييدَيْهِ وَل مِيينْ
خَلْفِهِ تَنزيلٌ مِنْ حَكِيمٍ حَمِيدٍ
(فصييلت :(42

Artinya : Yang tidak datang kepadanya (Al-Qur’an) kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Rabb Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji. (QS. Fushilat :42)


 c.Golongan ini mengartikan lafadz ” مِنْ آيَةٍ “ dalam surat Al Baqarah ayat106 dengan arti mukjizat. Sehingga lafadz ini bukan diartikan ayat dalam Al- Qur’an tetapi yang dimaksud dengan yang lain.


Ulama-ulama yang berpendapat seperti ini adalah antara lain : Abu Muslim Al

Ashfahany (322 H, Imam Al Fakhrur Razy-Syafi’i Mazhaban (605 H),
Muhammad Abduh (1325 H), Sayyid Rasyid Ridla (1354 H), Dr, Taufiq Shidqy
dan Ustadz Khudhaybey.

3. Bentuk-Bentuk Nasakh Dalam Al-Quran

a. Menasakhkan apa yang diperintah sebelum pelaksanaannya.


يَا أَيّهَا الّذِينَ آَمَنُوا إِذَا نَاجَيْتُمُ الرّسُييولَ
فَقَدّمُوا بَيْنَ يَدَيْ نَجْيوَاكُمْ صَيدَقَةً ذَلِيكَ
خَيْرٌ لَكُمْ وَأَطْهَيرُ فَيإِنْ لَيمْ تَجِيدُوا فَيإِنّ
( اللّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ (المجادلة : 12
Artinya : Hai orang-orang beriman, apabila kamu mengadakan pembicaraankhusus dengan Rasul hendaklah kamu mengeluarkan sedekah (kepadaorang miskin) sebelum pembicaraan itu. Yang demikian itu lebih baik bagimu dan lebih bersih; jika kamu tidak memperoleh (yang akandisedekahkan) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS. Al Mujadalah : 12)         


            

b. Menasakhkan apa yang diperintah secara umum seperti menasakh qiblat

shalat dari baitul maqdis ke ka’bah di makkah.

   

قَييدْ نَييرَى تَقَلّييبَ وَجْهِييكَ فِييي السّييمَاءِفَلَنُوَلّيَنّيكَ قِبْلَيةً تَرْضَياهَا فَيوَلّ وَجْهَيكَشَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَحَيْثُ مَييا كُنْتُييمْفَوَلّييوا وُجُييوهَكُمْ شَييطْرَهُ وَإِنّ الّييذِينَأُوتُوا الْكِتَيابَ لَيَعْلَمُيونَ أَنّيهُ الْحَيقّ مِينْرَبّهِييمْ وَمَييا اللّييهُ بِغَافِييلٍ عَمّييا يَعْمَلُييونَ
( (البقرة : 144
Artinya : Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit, makasungguh Kami akan memalingkan kamu ke kiblat yang kamu sukai.Palingkanlah mukamu ke arah Masjidil Haram. Dan dimana saja kamuberada, palingkanlah mukamu ke arahnya. Dan sesungguhnya orangorang (Yahudi dan Nasrani) yang diberi Al Kitab (Taurat dan Injil)memang mengetahui, bahwa berpaling ke Masjidil Haram itu adalah benar dari Tuhannya; dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yangmereka kerjakan (QS. Al Baqarah: 144)


c. Apa yang diperintah karena adanya sebab, kemudian sebab itu hilang seperti perintah sabar dan memaafkan ketika dalam keadaan lemh lagi sedikit, kemudian dinasakhkan dengan kewajiban perang.

4. Macam-Macam Nasakh

a. Menasakhkan tilawah dan hukumnya
b. Menasakhkan hukum, tilawah tetap
c. Menasakhkan tilawah, hukumnya tetap

Klasifikasi Surat Al-Qur’an Kaitannya Dengan Nasakh

a. Surat yang tidak adanya nasikh mansukh: 43 surat
b. Surat yang tidak adanya nasikh saja : 6 surat.
c. Surat yang tidak adanya mansukh saja : 40 surat
d. Surat yang terdapat padanya nasikh : 31 surat.

6. Metode Mengetahui Adanya Nasikh Mansukh

a. Nash yang shahih dari rasulullah
b. Keterangan para sahabat
c. Perlawanan yang tidak dapat dikompromikan serta diketahui tarikh
(sejarah) turunnya ayat-ayat itu.
d. Menasakhkan

7. Pembagian Nasakh

a. Nasakh Al-Qur’an dengan Al-Qur’an
b. Nasakh Al-Qur’an dengan Hadits
c. Nasakh Hadits dengan Al-Qur’an
d. Nasakh Hadits dengan Hadits

8. Hikmah Adanya Nasikh Mansukh

a. Mengetahui keshalihan seorang hamba
b. Menuju derajat syari’at yang sempurna
c. Menguji orang-orang mukallaf dengan mengikuti adanya nasikh mansukh
d. Menjelaskan hal-hal yang baik dan mudah bagi umat.


Sekian dariiii kami mengenai Naskh dan Masukh semoga bisa bermanfaat untok anda para kaula muda mudi yan g haus akan pengetahuan.


Visitor