Makalah, Pengertian, Perbedaan, Klasifikasi Tafsir, Takwil, dan Terjemah Tafsiriyah




Makalah Apa Pengertian Terjemah Tafsiriyah ? ,Sebutkan Macam macam Pembagian Terjemah? ,Sebutkan Syarat Terjemah ? ,Jelaskan Perbedaan Tafsir dan Takwil ? ,Apa Perbedaan Tafsir dan Terjemah ? ,Sebutkan Contoh Tafsir dan Terjemah ? ,Jelaskan Klasifikasi Tafsir ?




A.    Terjemah



1)      Pengertian Terjemah

Terjemah berasal dari bahasa arab yang berarti memindahkan makan lafal ke dalam bahasa lain. Menurut pengertian istilah ‘urfi’: terjemah ialah memindahkan pembicaraan dari satu bahasa kedalam bahasa lain dengan kata lain terjemah ialah memindahkan makna kata bahasa pertama kepada kedua.

2)      Pembagian Terjemah

a)      Terjemah harfiyah/lafdziyyah/musawiyah, yaitu yang  kata per katanya sangat terikat dengan kosa kata yang ada dalam bahasa pertama, sehingga seakan-akan hanya menggantikan makna kata-kata itu pada urutan dan tempatnya masing-masing.
b)      Terjemah tafsiriyah/maknawiyah, yaitu terjemah yang mengungkapkan makna ke dalam bahasa kedua yang  per katanya tidak terikat dengan kosa kata yang ada dalam bahasa pertama. Terjemah ini di namakan terjemah tafsiriyah karena dalam mengungkapkan makna yang di maksud dengan hamper menyerupai tafsir.

3)      Syarat – Syarat Terjemah

      Ada empat yang harus diperhatikan dalam menterjemah, yaitu:
1.   Benar-benar mengetahui dan menghayati kedudukan dan aspek-aspek bahasa yaitu bahasa pertama dan kedua
2.  Mengetahui tentang pola kalimat dan cirri-ciri khas kedua bahasa
3.  Terpenuhinya semua makna dan maksud yang ada pada bahasa pertama dengan mantap
4.  Bahasa terjemah seharusnya benar-benar murni, artinya bahawa terjemahan harus benar-benar memindah makna bahasa pertam kebahasa lain.

B.     Tafsir

Tafsir menurut bahasa mengikuti wazan “Taf’il”, berasal dari akar kata ‘fasara’ yang berarti menjelaskan menyingkap dan menampakkan atau menerangkan makna yang abstrak.
Sedangkan menurut istilah, menurut Azarkasyi tafsir adalah ilmu untuk memahami kitabullah yang diturunkan kepada Muhammad, menjelaskan maknanya serta mengeluarkan hukum dan hikmahnya.

C.     Takwil

Arti takwil menurut lughat berarti menerangkan, menjelaskan. Kata takwil diambil dari kata awwala-yu’awwilu-takwilan. Al-Qathan dan al-Jurjani berpendapat bahwa arti takwil menurut lughat adalah ar-ruju’ ila al-ashl (kembali pada pokoknya). Adapun arti bahasanya menurut az-Zarqani adalah sama dengan arti tafsir.
pengertian takwil menurut istilah adalah suatu usaha untuk memahami lafadh-lafadh (ayat-ayat) al-Qur’an melalui pendekatan pemahaman arti yang dikandung oleh lafdh itu. Dengazn kata lin, takwil berarti mengartikan lafdh dengan beberapa alternatif kandungan makna yang bukan merupakan makna lahirnya. Dalam penggunaan secara masyhur, takwil kadang-kadang diidentikkan dengan tafsir.

D.    Perbedaan Antara Tafsir dengan Takwil

Sebagian ulama berpendapat bahwa perbedaan tafsir adalah lebih umum daripada ta’wil, sehingga ta’wil hanya memberikan kefahaman secara cepat sedangkan tafsir memberikan kefahaman secara mutlak baik dengan cepat atau tidak.
Sebagian lagi berpendapat bahwa tafsir mencakup memperjelas ta’wil, sehingga :
NO
TAFSIR
TAKWIL
1.
Pemakaiannya banyak dalam lafadh-lafadh dan mufrodat
Pemakaiannya lebih banyak pada makna-makna dan susunan kalimat
2.
Jelas diterangkan dalam al-Qur’an dan hadits shahih
Kebanyakan diistimbat oleh para ulama
3.
Banyak berhubungan dengan riwayat
Banyak berhubungan dengan dirayat
4.
Digunakan dalam ayat-ayat muhkamat
Digunakan dalam ayat-ayat mutasyabihat
5.
Bersifat menerangkan petunjuk yang dikehendaki
Menerangkan hakikat yang dikehendaki

E.     Perbedaan Tafsir dan Terjemah

Perbedaan tafsir dengan terjemah, baik terjemah harfiyah maupun tafsiriyah antara lain:
1)      Pada terjemah terjadi perpindahan bahasa dengan kata tidak ada lagi bahasa pertama yang melekat pada bahasa terjemah, tidak demikian halnya dengan tafsir. Tafsir selalu ada keterkaitan pada bahasa asalnya.
2)     Pada terjemah tidak boleh melakukan istidhrad yaitu penguraian yang meluas yang melebihi dari sekedar pemindahan bahasa, sedangkan tafsir boleh.
3)     Pada terjemah dituntut terpenuhinya semua makna dan maksud yang ada pada bahasa yang diterjemahkan, tidak halnya demikian dengan tafsir.
4)     Pada terjemah harus diakui bahwa sipenterjemah sudah melakukan terjemahan,sejau ia telah berhasil memindahkan makna bahasa pertama kebahas


F.      Klasifikasi Tafsir


1)      Klasifikasi Tafsir Al-Qur’an Ditinjau Dari Sumber Penafsirannya
Adapun klasifikasi tafsir Al-Qur'an ditinjau dari sumber penafsirannya dapat dibagi menjadi:
a)      Tafsir bi al-Matsur
Sebagaimana dijelaskan al-farmawi, tafsir bi al-ma’tsur (disebut pula abi ar-riwayah dan an-naql) adalah penafsiran al-Qur’an yang mendasarkan pada penjelasan al-Qur’an, Rasul, para sahabat melalui ijtihadnya, dan aqwal tabi’in.
Contoh tafsir Al Qur'an dengan Al Qur'an antara lain:
“dan Makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, Yaitu fajar.”(QS.Al-Baqarah : 187) 
Kata minal fajri adalah tafsir bagi apa yang dikehendaki dari kalimat al khaitil abyadhi.
Contoh Tafsir Al Qur'an dengan Sunnah antara lain:
“Orang-orang yang beriman dan tidak mencampuradukkan iman mereka dengan kezaliman (syirik), mereka Itulah yang mendapat keamanan dan mereka itu adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.”(QS.Al-Qn’am : 82)
Rasulullah s.a.w.menafsirkan dengan mengacu pada ayat :
“Sesungguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.”(QS.Luqman : 13)

Dengan itu Beliau menafsirkan makna zhalim dengan syirik.

Visitor