Makalah, Pengertian, Pembagian, Fungsi, Perbedaan serta Hubungan Ayat-ayat Al-Qur’an



Makalah Apa Pengertian Al-Qur’an ?, Sebutkan Macam- macam Nama-nama lain Al-qur’an?, Bagaimana Pembagian Ayat-ayat Al-Qur’an ?, Jelaskan Pengertian Makkiyah dan Madaniyah, Apa itu Juz dan Manzil?, Jelaskan Fungsi dan Peranan Al-Qur’an?, Apa Perbedaan Al-Qur’an dengan Hadits Qudsi?, Jelaskan Hubungan Al-Qur’an dengan Kitab-kitab lain?, Jelaskan Al-Qur’an secara Tekstual dan Kontekstual?


Al-QUR’AN

A.    Pengertian Al-Qur’an

Ditinjau dari segi kebahasaan(Etimologi), Al-Qur’an berasal dari bahasa Arab yang berarti "bacaan" atau "sesuatu yang dibaca berulang-ulang". Kata Al-Qur’an adalah bentuk kata benda (masdar) dari kata kerja qara'a yang artinya membaca.
Al-Qur’an adalah firman allah yang di wahyukan kepada Nabi Muhammad SAW melalui Malaikat Jibril dengan menggunakan Bahasa Arab sebagai petunjuk bagi seluruh umat manusia, penjelasan dari petunjuk dan pembeda tersebut terdapat dalam surat Al-Baqarah ayat 185 .
Artinya: “ (beberapa hari yang di tentukan itu ialah) Bulan ramadhan, Bulan yang didalamnya di turunkan ( permulaan) Al-qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barang siapa diantara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di Bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa), sebanyak hari yang di tinggalkannya itu, pada hari yang lain. Allah menghedaki kemudahan bagimu, dan tida menghendaki kesukaran bagimu. Dan hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan Allah atas petunjuknya yang di berikan kepadamu supaya kamu Bersyukur”.
Secara istilah (Terminologi) Dr. Subhi Al Salih mendefinisikan Al-Qur'an sebagai berikut:
“Kalam Allah SWT yang merupakan mukjizat  yang diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW dan ditulis di mushaf serta diriwayatkan dengan mutawatir membacanya termasuk ibadah”.

B.     Nama-nama lain Al-qur’an

1.      Berikut adalah nama –nama lain Al Qur’an yang diturunkan Malaikat JIbril kepada RasulullaSAW :



1). Al Kitaab
2).Al Furqaan
3). Al Zikr
4). Al Mu’izah
5). Al Hikmah
6). Asy Syifa’
7). Al Hudaa
8). Al Tanziil
9). Ar Rahmah
10). Ar Ruuh
11). Al Bayaan
12). Al Kalaam
13). Al Busyraa
14). An Nuur
15). Al Balaag
16). Al Qaul

C.    Pembagian Ayat-ayat Al-Qur’an

Al-Qur'an terdiri atas 114 bagian yang dikenal dengan nama surah (surat). Setiap surat akan terdiri atas beberapa ayat, di mana surat terpanjang dengan 286 ayat adalah surat Al-Baqarah dan yang terpendek hanya memiliki 3 ayat yakni surat Al-kautsar, An-Nasr dan Al-‘Asr.

1.      Makkiyah dan Madaniyah

Surat-surat yang turun sebelum Rasulullah SAW hijrah ke Madinah digolongkan surat Makkiyah sedangkan setelahnya tergolong surat Madaniyah. Surat yang turun di Makkah pada umumnya suratnya pendek-pendek, menyangkut prinsip-prinsip keimanan dan akhlaq. Sedangkan yang turun di Madinah pada umumnya suratnya panjang-panjang.Pembagian berdasar fase sebelum dan sesudah hijrah ini lebih tepat, sebab ada surat Madaniyah yang turun di Mekkah.

2.      Juz dan Manzil

Al-Qur'an terbagi menjadi 30 bagian dengan panjang sama yang dikenal dengan nama juz. Pembagian ini untuk memudahkan menuntaskan bacaan Al-Qur'an dalam 30 hari. Manzil memecah Al-Qur'an menjadi 7 bagian dengan tujuan penyelesaian bacaan dalam 7 hari. Kedua jenis pembagian ini tidak memiliki hubungan dengan pembagian subyek bahasan tertentu.

3.      Menurut Ukuran Surat

Kemudian dari segi panjang-pendeknya, surat-surat yang ada di dalam Al-Qur’an terbagi menjadi empat bagian, yaitu:
·         As Sab’uththiwaal (tujuh surat yang panjang). Yaitu Surat Al-Baqarah, Al-Imran, An-Nisa, Al-A’raf, Al-An’am, Al-Maidah dan Yunus
·         Al Miuun (seratus ayat lebih), seperti Hud, Yusuf, Mu’min dan sebagainya
·         Al Matsaani (kurang sedikit dari seratus ayat), seperti Al-anfal, Al-Hijr dan sebagainya
·         Al Mufashshal (surat-surat pendek), seperti Adh-Dhuha, Al-Ikhlas, Al-Falaq, An-nas dan sebagainya.

D.    Fungsi dan Peranan Al-Qur’an

Al-Qur'an adalah wahyu Allah yang berfungsi sebagai mu'jizat bagi Rasulullah Muhammad saw sebagai pedoman hidup bagi setiap Muslim dan sebagai korektor dan penyempurna terhadap kitab-kitab Allah yang sebelumnya, dan bernilai abadi. Sebagai
Bahasa Al-Qur'an adalah mu'jizat besar sepanjang masa, keindahan bahasa dan kerapihan susunan katanya tidak dapat ditemukan pada buku-buku bahasa Arab lainnya. Gaya bahasa yang luhur tapi mudah dimengerti adalah merupakan ciri dari gaya bahasa Al-Qur'an.

E.     Perbedaan Al-Qur’an dengan Hadits Qudsi

Terdapat berbagai perbedaan antara al-Qur’an dengan hadits Qudsi, namun beberapa yang terpenting adalah:
1)      Al-Qur’an sebagai Kalamullah yang diwahyukan kepada Nabi SAW .
2)      Al-Qur’an tidak dinasabkan kecuali kepada Allah SWT. Sedangkan Hadits Qudsi sebagaimana disebutkan sebelumnya terkadang dinasabkan secara ikhbar kepada Nabi Saw karena beliaulah al-Mukhbir dari Allah SWT.
3)      Al-Qur’an seluruhnya diriwayatkan secara mutawatir, statusnya Qath’i al-Subut. Sedangkan hadits Qudsi mayoritas bersumber dari khabar ahad dan statusnya Dzanny al-Subut. Maka kualitas hadits Qudsi terkadang shahih, hasan dan bahkan dha’if.
4)      Al-Qur’an bersumber dari Allah SWT baik secara lafdzi maupun ma’nawi. Sedangkan hadits Qudsi, maknanya bersumber dari Allah SWT, namun lafadznya dari Rasul Saw.
5)       Al-Qur’an sebagaimana disebutkan dalam pengertiannya bahwa membacanya bernilai ibadah . Hadits Qudsi yang tidak diperbolehkan membacanya di dalam sholat dan siapa yang membacanya baginya pahala secara umum.

F.     Hubungan Al-Qur’an dengan Kitab-kitab lain

Berkaitan dengan adanya kitab-kitab yang dipercayai diturunkan kepada nabi-nabi sebelum Muhammad SAW dalam agama Islam (Taurat, Zabur, Injil, lembaran Ibrahim), Al-Qur'an dalam beberapa ayatnya menegaskan posisinya terhadap kitab-kitab tersebut. Berikut adalah pernyataan Al-Qur'an yang tentunya menjadi doktrin bagi umat Islam mengenai hubungan Al-Qur'an dengan kitab-kitab tersebut:
·         Bahwa Al-Qur'an menuntut kepercayaan ummat Islam terhadap eksistensi kitab-kitab tersebut. QS(2:4)
·         Bahwa Al-Qur'an diposisikan sebagai pembenar dan batu ujian (verifikator) bagi kitab-kitab sebelumnya. QS(5:48)
·         Bahwa Al-Qur'an menjadi referensi untuk menghilangkan perselisihan pendapat antara ummat-ummat rasul yang berbeda. QS(16:63-64)

G.    Al-Qur’an secara Tekstual dan Kontekstual

Al-qur’an dturunkan melalui malaikat Jibril kepada Nabi Muhammad Saw dalam rentang waktu selama 23 tahun. Al-Qur’an harus ditempatkan dalam konteksnya. Karena Al-Qur’an merupakan respons terhadap situasi yang dihadapi Nabi dari waktu ke waktu.
Tujuan pokok Al-Qur’an adalah penciptaan masyarakat yang adil dan egaliter berdasarkan iman. Tugas umat Islam adalah mendukung terciptanya sistem social.
Yang berhak menafsirkan Al-Qur’an sebenarnya adalah manusia. Kalau kriterianya sangat berat, tidak ada yang bisa menafsirkan Al-Quran kecuali malaikat karena malaikat suci dan tidak ada kotorannya. Al-Qur’an itu adalah dokumen untuk manusia karena ia diturunkan juga untuk manusia.

Sekian dariiiii kami mengenai Pengertian Al- Qur’an semoga bisa bermanfaat untok anda para kaula muda mudi yan g haus akan pengetahuan.


Visitor