Makalah, Pengertian, dan Syarat-syarat Ontentitas Al-Qur`an


Berikut ini kami akan memaparkan Makalah, Pengertian, dan Syarat-syarat Ontentitas  Al-Qur`an satu per- satu sehingga teman- teman dapat memahaminya secara detail :


A.    Pengertian Ontentitas  Al-Qur`an 


Ontentisitas adalah kesempurnaan atau kemurnian Al-Qur’an .Firman Allah dalam Al-Qur’an surat yunus ayat 37-38 .
Al-Qur’an memiliki tiga karakteristik :
  1. Al-Qur’an ini membimbing manusia kepada pengetahuan tentang keimanan yang telah menghilang. 
  2. Al-Qur’an mengemukakan rincian dari pengetahuan tersebut secara detill
  3.  Al-Qur’an mengemukakan firman tegas tentang hal-hal berkaitan dengan mana telah muncul perselisihan paham sehingga dengan demikian menjadi pembeda diantara yang hak dan yang batil.
Ontentisitas Al-Qur’an dinyatakan dalam sebuah ayat Al-Qur’an (S.17 Bani Israil : 13).

Artinya :“Segala sesuatu telah kami terangkan dengan keterangan yang terperinci” .(S.17 Bani Israil : 13)

Ayat ini menjelaskan bahwa semua pengetahuan tentang keimanan telah dijelaskan secara rinci di dalam Al-Qur’an dan memberikan sarana mengerjakan bahwa pengetahuan luhur, demikian akan membimbing manusia tidak arah kemajuan parsial tetapi justru kepada perkembangan yang sempurna. Kesempurnaan Al-Qur’an dapat mengikis semua bentuk keraguan yang telah menyelinap ke dalam pikiran manusia sehingga memunculkan pandangan-pandangan yang salah,serta mengaruniakan Nur dari pemahaman yang sempurna. Dengan kata lain Al-Qur’an memberikan semua wawasan dan kebenaran yang dibutuhkan manusia guna berpaling ke arah Tuhan mereka beriman kepada-Nya. Selama lebih dari 1300 tahun sudah kitab suci Al-Qur’an menyatakan bahwa semua kebenaran keagamaan telah dirangkum di dalamnya.

B.     Mukjizat Al-Qur’an


Kata mukjizat berasal dari bahasa arab yaitu I’jaz (kemujizatan) artinya melemahkan atau mengalahkan orang lain menutut istilah mujizat adalah kejadian luar biasa yang di berikan oleh Allah pada nabi dan rasul untuk mengalahkan penentang-penentangnya

Segi kemujizatan :
  1. Dari susunan yang asing berbeda dengan bahasa arab baik suku kata atau kalimatnya. 
  2. Dalam lafal-lafal yang jelas redaksinya yang bersastra yang tidak ada bandingannya susunannya indah. 
  3. Isinya terhindar dari pertentangan dalam perselisihan pendapat mengandung arti-arti yang lembut dan hal-hal gaib diluar kemampuan manusia. 
  4. Adanya keistimewaan yang tampak dan keindahan yang menarik baik permulaan,tujuannya maupun penutup surat. 


C.    Al-Qur’an Mujizat yang kekal


Allah SWT  mengistimewakan Nabi Muhammad SAW dengan bekal mujizat yang luar biasa,yaitu Al-Qur’anul Karim,yang merupakan nur ilahi dan wahyu samawi yang diletakan kepada lubuk hati Nabi-Nya sebagai Quranan Arabiyyan (bacaan berbahasa arab) yang lurus. Hadits Nabi SAW.

Artinya:

“Setiap nabi diantara nabi pasti diberi tanda bukti tanpa ada yang menandinginya, sehingga manusia mempercayainya. Adapun diberi wahyu yang telah diwahyukan kepadaku maka aku hanya ingin agar pengikutku lebih banyak dari pada pengikut mereka”.(H.R. Bukhori)

1.      Mujizat Nabi ibrahim (QS. Al-Anbiya : 69)
2.      Mujizat Nabi Muhammad SAW berupa Al-Qur’an (QS. Al-Isro : 9-10)
3.      Mujizat Nabi Muhammad SAW melakukan Isro Mi’raj (QS. Al-Isro : 1)
4.      Contoh kemujizatan Al-Qur’an dalam surat Al-A’rof ayat 118-122.

D.    Syarat-syarat Mukjizat ILLahi


1.      Mujizat harus berupa sesuatu yang tidak disanggupi oleh selain Allah.
2.      Tidak sesuai dengan kebisaan atau yang berlawanan dengan hukum alam.
3.      Mujizat harus berupa hal yang dijadikan saksi oleh seseorang yang mengaku nabi sebagai bukti kebenaran pengakuannya.
4.      Terjadinya bertepatan dengan pengakuan nabi yang mengajak bertanding menggunakan mukjizat tersebut.
5.      Tidak ada seorang pun yang menandingi pertandingan tersebut.

E.     Segi – Segi Kemujizatan Al-Qur’an 


1.      Susunannya indah, berdeda dengan bahasa arab.
2.      Kalimatnya aneh, berbeda dengan uslub arab.
3.      Sifat agung yang tidak mungkin lagi seorang makhluk untuk mendatangkan hal yang serupa.
4.      Bentuk undang-undang yang detail melibihi undang-undang manusia.
5.      Mengabarkan hal-hal yang gaib yang tidak dapat diketahui kecuali dengan wahyu.


Sekian dari kami mengenai Makalah, Pengertian, dan Syarat-syarat Ontentitas  Al-Qur`an semoga bisa bermanfaat untok anda para kaula muda mudi yang haus akan pengetahuan.



Visitor