Makalah Nuzulul Qur’an dan Asbabun Nuzul Al-Qur’an




Makalah Pengertian Nuzulul Qur’an dan Asbabun Nuzul Al-Qur’an ? ,Pengertian Al Quran ? ,Arti  Nuzulul Qur’an ? ,Pengeritan Asbabun Nuzul Al Qur’an ? ,Arti Asbabun ? ,Arti Asbabun Nuzul Al Qur’an ? ,Peristiwa Asbabun Nuzul Al Quran ? ,Macam macam Asbabun Nuzul ? ,Kegunaan Asbabun Nuzul ? ,Sejarah Turunnya Al Qur’an ? ,Hikmah Turunnya Al Qur’an Berangsur ? ,Ayat Pertama Turun dan Terakhir diturunkan ? ,Pengertian Makiyah dan Madaniyah ? ,Perbedaan Makiyah dan Madaniyah ? ,Arti Sab’atu Ahruf ?



BAB 1
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang
Al-Qur’an sebagai salah satu sember hukum dalaam Islam memiliki prospek bagi perkembangan umat islam di bumi. Al-Qur’an juga memuat tentang segala aspek kehidupan yan g berhubunga dengan kehidupan di akhirat. Oleh karena itu, pengetahuan tentang Al-Qur’an amat sangat penting diketahui oleh seluruh umat islam.
Dalaam makalah ini akan dibahas mengenai sejarah turunnya Al-Qur’an, pembaca juga mengetahui tentang sebab-sebab Al-Qur’an diturunkan, perbedaan surah Makiyah dan Madaniyah yan g terdapat dalaam Al-Qur’an, serta mengetahui tentang thuj bacaan yan g terdapat dalaam Al-Qur’an.

1.2  Rumusan Masalah
a.       Bagaimana Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi?
b.      Apakah yan g dimaksud dengan Sab’atu Ahruf ?
c.       Bagaimanakah aplikasi Sab’atu Ahruf dalakm kehidupan seharu-hari ?
d.      Apakah yan g dimaksur dengan Makiyah dan Madaniyah ?

1.3  Tujuan dan manfaat penulisan makalah
a.       Mahasiswa mengetahui lebih dalaam mengenai sejarah turunnya Al-Qur’an
b.      Mahasiswa mampu menerapkan pengetahuan tentang Nuzulul Qur’an, Asbabun Nuzul, Makiyah dan Madaniyah dan Sab’atu Ahruf dalaam kehidupan sehari-hari
c.       Mahasiswa juga dapat menambah pengetahuan mereka mengenai Al-Qur’an

BAB II

Nuzulul Qur’an, Asbabun Nuzul,
Al-Qur’an diturunkan dalaam Sab’atu Ahruf

2.1   NUZULUL QUR’AN
2.1.1 Pengertian Nuzulul Qur’an
Nuzulul Qur'an yan g secara harfiah berarti turunnya Al Qur'an (kitab suci agama Islam) ialah istilah yan g merujuk kepada peristiwa penting penurunan wahyu Allah pertama kepada nabi dan rasul terakhir agama Islam yakni Nabi Muhammad SAW.
Wahyu pertama yan g diturunkan kepada Nabi Muhammad ialah surat Al Alaq ayat 1-5 yan g bila diterjemahkan menjadi :
1.       Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu Yan g menciptakan
2.       Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah.
3.       Bacalah, dan Tuhanmulah Yan g Maha Pemurah,
4.       Yan g mengajar (manusia) dengan perantaran kalam
5.       Dia mengajar kepada manusia apa yan g tidak diketahuinya

Saat wahyu ini diturunkan Nabi Muhammad SAW sedang berada di Gua Hira, ketika tiba-tiba Malaikat Jibril datang menyampaikan wahyu tersebut. Adapun mengenai waktu atau tanggal tepatnya kejadian tersebut, terdapat perbedaan pendapat di antara para ulama, sebagian menyakini peristiwa tersebut terjadi pada bulan Rabiul Awal pada tanggal 8 atau 18 (tanggal 18 berdasarkan riwayat Ibnu Umar), sebagian lainnya pada bulan Rajab pada tanggal 17 atau 27 menurut riwayat Abu Hurairah, dan lainnya ialah pada bulan Ramadhan pada tanggal 17 (Al-Bara' bin Azib) ,21 (Syekh Al-Mubarakfuriy) dan 24 (Aisyah, Jabir dan Watsilah bin Asqo' )


2.1.2 Sejarah Trunnya Al-Qur’an kepada Nabi
Dalaam usia 40 tahun, Muhammad bin Abdullah ketika berkhawat di gua Hiro. Dlam keremangan malam, Beliau mendengar dan melihat sesosok tubuh muncul dan menyeru
“Muhammad, bacalah ! “
“ Bacalah dengan nama Tuhan Mu yan g menciptakan .
“ Menciptakan manusia dari A’laq
“ Bacalah, dan Tuhan mu Maha Pemurah”
“Yan g mengajar dengan pena, mengajar manusia dari hal-hal yan g tidak mereka ketahui.”
·         Itulah wahyu Allah yan g pertama disampaikan memalui malaikat Jibril kepada Muhammad (Al-ALAQ 1-5). Sejak saat itu, jadilah nabi Muhammad sebagai seorang Nabi, yaitu manusia yan g menerima informasi langsung dari Allah.
·         Wahyu kedua Al-Mudassir 1-10 : perintah agar Muhammad mengabarkan peringatan kepada kaum Nya, peringatan akan datang masa yan g sulit. Sejak saat itu, Muhammad menjadi seorang Rasul utusan Allah kepada kaumNya utuk menyampaikan petunjuk jalam kehidupan yan g benar. Seruan agar beriman kepada Allah.
·         Wahyu ke tiga, surat Ad-Duha

2.1.3 Hikmah Turunnya Al-Qur’an secaraberangsur

·         Mengokohkan hati Nabi Muhammad
·         Tahadda Wal I’jaz(tantangan dan daya mukjizat)
·         Mumudahkan hafalan Al-Qur’an dan memahaminya
·         Memberi semangat jiwa kaum muslimin untok menerima apa apa yan g diturunkan Al-Qur’an dan mengamalkannya.
·         Turunnya Al-Qur’an sering dengan peristiwa dan kejadian sserta bertahap dalaam pembentukan tasyri’.

 2.1.4 Ayat pertama dan terakhir diturunkan
·         Ayat pertama kali diturunkan
“bacalah dengan meyebut nama Tuhan Mu yan g menciptakan. Dia telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan tuhanMu lah yan g maha pemurah. Yan g mengajar manusia dengan perantaraan kalam. Dia nengajarkan kepada manusia apa yan g tidak diketahuiNya. “( Q.S Al- Alaq 1-5)
Diturunkan di gua hira yan g terletak di puncak Jabal Nur di pinggiran kota mekah 13 tahun sebelum hijrah.
·         Ayat terakhir diturunkan
Dan peliharalah dirimu dari ( Azab yan g terjadi pada) hari yan g pada waktu itu kamu semua dikembalikan kepada Allah, kemudian  masing-masing diberi balasan yan g sempurna terhadap apa yan g telah dikerjakannya, sedang mereka sedikitpun tidak dianiaya (dicurangi)
(Q.S Al-Baqarah 281).

2.2 ASBABUN NUZUL
2.2.1 Pengertian Asbabun Nuzul
Asbābun Nuzūl (Arab: اسباب النزول, Sebab-sebab Turunnya (suatu ayat)) ialah ilmu Al-Qur'an yan g membahas mengenai latar belakang atau sebab-sebab suatu atau beberapa ayat al-Qur'an diturunkan. Pada umumnya, Asbabun Nuzul memudahkan para Mufassir untok menemukan tafsir dan pemahaman suatu ayat dari balik kisah diturunkannya ayat itu. Selain itu, ada juga yan g memahami ilmu ini untok menetapkan hukum dari hikmah dibalik kisah diturunkannya suatu ayat. Ibnu Taimiyyah mengemukakan bahwa mengetahui Asbabun Nuzul suatu ayat dapat membantu Mufassir memahami makna ayat. Pengetahuan tentang Asbabun Nuzul suatu ayat dapat memberikan dasar yan g kokoh untok menyelami makna suatu ayat Al-Qur’an.
Beberapa pendapat mengenai pengertian Asbabun Nuzul, diantaranya :
Menurut bahasa (etimologi), asbabun nuzul berarti turunnya ayat-ayat al-Qur’andari kata “asbab” jamak dari “sababa” yan g artinya sebab-sebab, nuzul yan g artinya turun. Yan g dimaksud disini ialah ayat al-Qur’an. Asbabun nuzul ialah suatu peristiwa atau saja yan g menyebabkan turunnya ayat-ayat al-Qur’an baik secara langsung atau tidak langsung.
Menurut istilah atau secara terminologi asbabun nuzul terdapat banyak pengertian, diantaranya :
1. Menurut Az-Zarqani
 
“Asbab an-Nuzul ialah hal khusus atau sesuatu yan g terjadi serta hubungan dengan turunnya ayat al-Qur’an yan g berfungsi sebagai penjelas hukum pada saat peristiwa itu terjadi”.
2. Ash-Shabuni
“Asbabun-Nuzul ialah peristiwa atau kejadian yan g menyebabkan turunnya satu atau beberapa ayat mulia yan g berhubungan dengan peristiwa dan kejadian tersebut, baik berupa pertanyaan yan g diajukan kepada Nabi atau kejadian yan g berkaitan dengan urusan agama”.
Dikutip dari pendapat Subhi al-Shaleh kita dapat diketahui bahwa  asbabun nuzul ada kalanya berbentuk peristiwa atau juga berupa pertanyaan, kemudian asbabun nuzul yan g berupa peristiwa itu sendiri terbagi menjadi 3 macam :
1. Peristiwa berupa pertengkaran
Seperti kisah turunnya surat Ali Imran : 100
Yan g bermula dari adanya perselisihan oleh kaum Aus dan Khazraj hingga turun ayat 100 dari surat Ali Imran yan g menyerukan untok menjauhi perselisihan.
2. Peristiwa berupa kesalahan yan g serius
Seperti kisah turunnya surat an-Nisa’ : 43
Saat itu ada seorang Imam shalat yan g sedang dalaam keadaan mabuk, sehingga salah mengucapkan surat al-Kafirun, surat An-Nisa’ turun dengan perintah untok menjauhi shalat dalaam keadaan mabuk.


3. Peristiwa berupa cita-cita/keinginan
Ini dicontohkan dengan cita-cita Umar ibn Khattab yan g menginginkan maqam Ibrahim sebagai tempat shalat, lalu turun ayat
والتخذ وامن مقام ابراهيم مصلّى

Sedangkan peristiwa yan g berupa pertanyaan dibagi menjadi 3 macam, yaitu :

1. Pertanyaan tentang masa lalu seperti :
“Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Dzulkarnain. Katakanlah: "Aku akan bacakan kepadamu cerita tantangnya". (QS. Al-Kahfi: 83)
2. Pertanyaan yan g berhubungan dengan sesuatu yan g sedang berlangsung pada waktu itu
2.2.2 Kegunaan Asbabun Nuzul
1.      Untok menjelaskan hikmah tentang pensyariatan terhadap hukum
2.      Untok mengkhususkan hukum yan g bersifat umum
2.2.3 Macam-macam Asbab an-Nuzul
1. Dilihat dari sudut pandang redaksi yan g dipergunakan dalaam riwayat asbab an-nuzul
a. Sarih (jelas)
Artinya riwayat yan g memang sudah jelas menunjukkan asbabunnuzul dengan indikasi menggunakan lafal (pendahuluan
b. Muhtamilah (masih kemungkinan atau belum pasti)
Riwayat belum dipastikan sebagai asbab an-Nuzul karena masih terdapat keraguan
2. Dilihat dari sudut pandang terbilangnya asbabun nuzul untok satu ayat atau terbilangnya ayat untok satu sebab asbab an-nuzul.
a. Beberapa sebab yan g hanya melatarbelakangi turunnya satu ayat
b. Satu sebab yan g melatarbelakangi turunnya beberapa ayat.

2.2.4        Urgensi Asbabun Nuzul
·         Penegasan bahwa al-Qur’an benar-benar dari Allah SWT
·     Penegasan bahwa Allah benar-benar memberikan perhatian penuh pada rasulullah saw dalaam menjalankan misi risalahnya.
·         Penegasan bahwa Allah selalu bersama para hambanya dengan menghilangkan duka cita mereka
·         Sarana memahami ayat secara tepat.
·         Mengatasi keraguan ayat yan g diduga mengandung pengertian umum
·         Mengkhususkan hukum yan g terkandung dalaam al-Qur’an
·         Mengidentifikasikan pelaku yan g menyebabkan turunnya ayat al-Qur’an
·         Memudahkan untok menghafal dan memahami ayat serta untok memantapkan wahyu di hati orang yan g mendengarnya.
·         Mengetahui makna serta rahasia-rahasia yan g terkandung dalaam al-Qur’an.
·         Seorang dapat menentukan apakah ayat mengandung pesan khusus atau umum dan dalaam keadaan bagaimana ayat itu mesti diterapkan.

2.3      MAKIYAH DAN MADANIYAH
2.3.1 Pengertian Makiyah dan Madaniyah

Menurut Abdurrahman bin Ibrahim Al-Fauzan : Surah Makkiyah yaitu surah-surah yan g turun/ datang sebelum adanya perintah hijrah ke madinah, meski turunnya diluar di luar kota Makkah. Surah-surah Madaniyah yaitu surah-surah yan g turun /datang sesudah adanya perintah hijrah, meski turunnya di dalaam kota Makkah.

Menurut Aminuddin : Di dalaam referensi lain, masa turunnya al-Quran dapat dibagi ke dalaam dua priode pertama disebut priode Makkiyah, yaitu masa ayat-ayat yan g turun ketika Nabi Muhammad SAW masih bermukim di mekah selama 12 tahun 5 bulan 13 hari, persisnya sejak 17 Ramadhan tahun 41 dari kelahiran Nabi Muhammad SAW sampai permulaan Rabi’ul Awal 54 dari kelahiran Nabi Muhammad Saw. Periode kedua disebut periode Madaniyah, yaitu masa ayat-ayat yan g turun setelah Nabi Muhammad hijrah ke Madinah, yaitu selama 9 tahun 9 bulan 9 hari, persisnnya dari permulaan Rabi’ul Awal tahun 54 dari kelahiran Nabi sampai 9 Zulhijjah tahun 63 dari kelahiran nabi Muhammad atau 10 hijriyah.

2.3.2 Perbedaan  Surah Makiyah dan Madaniyah

Surah Makkiyah terdiri dari berbagai macam ciri-ciri, diantaranya :
·         Mengesakan Allah.
·         Mengajak ke khittah islam.
·         Tentang hari kiamat.
·         Serta memuat kisah-kisah tentang para nabi terdahulu.
·         Surat-surat Makkiyah mencapai 2/3 satu mushaf al-Quran.
·         Pada umumnya pendek-pendek ayatnya.
Adapun surah-surah madaniyah memiliki ciri-ciri, diantaranya :
·         Pada umumnya ayat-ayatnya panjang.
·         Menjelaskan hukum-hukum waris.
·         Pembatasan atau peraturan pada agama.
·         Hak-hak yan g diperoleh kaum muslim.
·         Menjelaskan tentang Jihad fi sabilillah.

2.3.3        Objek Kajian Ulama Tentang Makiyah dan Madaniyah

·         Yan g dirunkan di mekkah
·         Yan g diturunkan di Madinah
·         Yan g diperselisihkan
·         Ayat-ayat Makkiyah dalaam surat-surat madaniyah
·         Ayat-ayat madaniyah dlam surat-surat Makkiyah

2.3.4        Marhalah pada Surat Makkiyah dan Madaniyyah

Terdapat 3 klasifikasi mengenai marhalah pada Surat-surah Makkiyah dan Madaniyah yan g termaktub dalaam al-Quran, Diantaranya :
a.       Marhalah Ibtidaiyah, surat yan g tergolong kedalaam Marhalah Ibtidaiyah diantaranya :
·         Al-Alaq
·          Al-Muddatstsir
·         At-takwir
·         Al-A’la
·         Al-lail
·         Al-Insyirah
·         Al-Adiyat
·         At-takasur
·         An-Najm
b.      Marhalah Mutawasitah, surat yan g tergolong kedalaam Marhalah Mutawasitah di mekah diantaranya :
·         Abasa
·          At-tin
·         Al-Qariah
·         Al-Qiyamah
·         Al-Mursalat
·         Al-Balad
·         Al-Hijr
c.       Marhalah Khitamiyah surat-surat yan g turun dalaam Marhalah Khitamiyah :
·         As-Shaffat
·         Az-Zukhruf
·         Ad-Dukhan
·         Adz-Zariyat
·         Al-Kahfi
·         Ibrahim
·         As-Sajadah

2.3.5        Manfaat Mengetahui Pembagian Makkiyah Dan Madaniyah

·         Nampak jelas puncak tertinggi dari hikmah pensyariatan diturunkannya secara berangsur-angsur sesuai dengan prioritas terpenting kondisi obyek yan g di dakwahi serta kesiapan mereka dalaam menerima dan taat.
·         Pendidikan dan pengajaran bagi para muballigh serta pengarahan mereka untok mengikuti kandungan dan konteks Al-Qur’an dalaam berdakwah, yaitu dengan mendahulukan yan g terpenting di antara yan g penting serta menggunakan ketegasan dan kelunakan pada tempatnya masing-masing
·         Membedakan antara nasikh dan mansukh ketika terdapat dua buah ayat Makkiyah dan Madaniyah, maka lengkaplah syarat-syarat nasakh karena ayat Madaniyah ialah sebagai nasikh (penghapus) ayat Makkiyah disebabkan ayat Madaniyah turun setelah ayat Makkiyah.

2.4      SAB’ATU AHRUF
2.4.1 Pengertian Sab’atu Ahruf

Kata ahruf  ialah bentuk jamak (plural) dari kata harf (huruf) yan g secara bahasa berarti ujung, pinggir, puncak atau perbatasan. Ulama lain mendefinisikan sab’atu aruf sebagai  tujuh ragam bacaan dalaam al qur’an
Adapun ketujuh ragam bacaan tersebut ialah sebagai berikut:
·         Pertama, ragam penyebutan kata benda (ism) yaitu dalaam bentuk tunggal (mufrad), ganda (mutsanna) dan plural (jamak), atau pun dalaam bentuk muzakkar (laki-laki) dan muannats (perempuan). Dalaam riwayat lain, kata (لِأَمَانَاتِهِمْ) dibaca (لِأَمَانَتِهِمْ) tanpa memanjangkan huruf nun yaitu dalaam bentuk tunggal dari kata “amanah”.
·         Kedua, ragam tashrif al-af’al (tenses) dari bentuk madhi (past), mudhari’ (present) dan amr (perintah). Misalnya dalaam ayat yan g berbunyi:
فَقَالُوا رَبَّنَا بَاعِدْ بَيْنَ أَسْفَارِنَا
     Maka mereka berkata: "Ya Rabb kami, jauhkanlah jarak perjalanan kami". (QS. Saba : 19)
·         Ketiga, ragam I’rab. Misalnya ialah ayat berikut:
وَلا يُضَارَّ كَاتِبٌ وَلا شَهِيدٌ
 dan janganlah penulis dan saksi saling sulit-menyulitkan (QS. Al-Baqarah: 282)

·         Keempat, ragam penambahan maupun pengurangan. Contohnya ialah ayat berikut:
وَمَا خَلَقَ الذَّكَرَ وَالْأُنْثَى
dan penciptaan laki-laki dan perempuan, (QS. Al-Lail: 3)
·         Kelima, ragam taqdim (mengawalkan) maupun ta’khir (mengakhirkan). Misalnya ayat berikut:
وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ
“Dan datanglah sakaratul maut dengan haq. (QS. Qaaf: 19)” 
·         Keenam, ragam ibdal. Misalnya ayat berikut:
وَانْظُرْ إِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا

“dan lihatlah kepada tulang belulang keledai itu, kemudian Kami menyusunnya kembali (QS. Al-Baqarah: 259)”
·        Ketujuh, ragam logat, yaitu tata cara membaca kata tertentu berdasarkan logat Arab seperti fathah, imalah, taqlil dan sebagainya. Misalnya ayat berikut:
وَهَلْ أَتَاكَ حَدِيثُ مُوسَى

“Apakah telah sampai kepadamu kisah Musa? (QS. Thaha: 9)”
“Ataaka” (dengan fathah), dibaca “ateeka” (dengan imalah), begitu juga “musa” dibaca “muse” (dengan huruf e seperti dalaam kata “enak”)

Demikianlah penjelasan mengenai makna ahrufus sab’ah atau tujuh ragam bacaan yan g terdapat dalaam Al-Qur’an. Seluruh riwayat tentang tata cara membaca kata tertentu dalaam Al-Qur’an tidak akan keluar dari tujuh bentuk di atas.
BAB III
PENUTUP

3.1 Kesimpulan
            Dalaam mempelajari tentang Al- Qur’an, mahasiswa perlu memahami tentang Al-Qur’an itu sendiri. Mulai dari sejarah turunnya Al-Qur’an, tujuh bacaan dalaam Al-Qur’an, dll. Sehingga diharqapkan mahasiswa dapat menguasai ilmu tetang Al-Qur’an itu sendiri.
            Dengan memahami tentang Al-Qur’an, banyak manfaat yan g dapat kita ambil. Seperti dalaam hal pendidikan. Pengetahuan mengenai Al-Qur’an sangat dibuthkan dalaam dunia pendidikan. Pasalnya A-Qur’an merupakan pedoman dalaam setiap langkah yan g akan kita ambil.

3.2 Saran
·         Pemahaman tentang Al-Qur’an dibutuhkan bagi semua mahasiswa demi tercapainya hidup yan g bisa bermanfaat bagi semua orang
·         Mahasiswa dituntut untok berpegang teguh pada Al-Qur’an dan hadist
·         Mahasiswa diharuskan untok lebih mendalaami pengetahuan tentang Al-Qur’an, seperti yan g terdapat dalaam makalah ini.

Sekian dari kami mengenai Makalah Nuzulul Qur’an dan Asbabun Nuzul Al-Qur’an semoga bisa bermanfaat untok anda para kaula muda mudi yan g haus akan pengetahuan


Visitor