Contoh Pembagian Imtihaniyah dan Isyriniyah.


Mawaris
Contoh Pembagian Imtihaniyah dan Isyriniyah

BAB II
PEMBAHASAN

A.    Pembagian Imtihaniyah dan Isyriniyah.

1.      Masalah Imhaniyah adalah masalah pembagian harta pusaka yang ahli warisnya terdiri dari :
-  4 orang Isteri,
-. 5 orang Nenek,
-  7 orang Anak perempuan, dan
-  9 orang Paman.

2.      Masalah ‘Isyriniyah ( Zaid) adalah masalah pembagian harta pusaka yang ahli warisnya terdiri dari :
a.                   Kakek
b.                   Saudari kandung, dan
c.                   2 orang saudari seayah.

B.     Penghitungan Masalah Imtihaniyah dan Isyriniyah.

1.      Imtihaniyah
Seseorang mati meninggalkan harta warisan sebanyak 60 juta, dengan semua ahli waris empat (4) orang Isteri, lima (5) orang Nenek, tujuh (7) orang Anak perempuan, dan sembilan (9) orang Paman. [1] Sehingga jika dihitung bagian masing- masing :





Cara penyelesaiannya dengan mentashhih asal masalah sebagai berikut :
Ahli Waris

Bagian Asal
Asal Masalah
24
Saham
Nisbah adadurrusruus & Saham.
Juzuz saham
Juzus saham musytarak
tahshih
24 x 1260
= 30.240
4 Istri
1/8
1/8 x 24
3
4:3 ( tabayun)
4

Tabayun
3x1260
          = 3.780

5 Nenek
1/6
1/6 x 24
4
5:4 ( tabayun)
5
4x1260
          = 5.040
7 Ank (P)
2/3
2/3 x 24
16
7:16 ( tabayun)
7

4x5x7x9
= 1260

16x1260
       = 20.160
9 Paman
Ashabah
24 - 23
1
9:1 ( tabayun)
9
1x1260
         = 1.260

Total





          30.240

Ahli Waris
Bagian Harta
Bagian Masing- Masing Harta
4 Istri
3.780/30.240 x 60jta     =   7.500.000
7.500.000 : 4 (istri)           =  1.875.000
5 Nenek
5.040/30.240 x 60jta    =  10.000.000
10.000.000 : 5(Nenek)     =   2.000.000
7 Anak (P)
20.160 /30.240 x 60jta =  40.000.000
40.000.000 : 7 (Ank (P) ) =   5.714.285
9 Paman
1.260 /30.240 x 60jta    =   2.500.000
2.500.000 : 9 (Paman )     =      277.777

Keterangan :
Saham 4 orang istri adalah 3 saham. Jumlah ini tidak dapat di bagi antar mereka dengan menghindari angka pecahan dan ternyata nisbah antara adadur-ruus dengan sahamnya adalah tabayun.
Saham 5 orang nenek ada 4 saham. 4 saham ini juga tidak dapat pas dibagi oleh mereka, karenanya untuk mentashhihkan hendaknya jumlah adadur-ruus dengan sahamnya diperbandingkan dan ternyata pula hasilnya tabayun.
Saham 7 orang anak perempuan juga tidak dapat pas dibagi antar mereka. Nisbah adadur-ruus dengan sahamnya adalah 7 : 16, yakni tabayun. Dan saham 9 orang paman adalah 1, tidak dapat dibagi antar mereka dengan menghindari angka pecahan. Nisbah adadur-ruus dengan sahamnya sama sama dengan 9 : 1, jadi tabayun juga. Kemudian juz-juz saham mereka diperbandingkan satu dengan yang lain untuk menentukan juzus saham musytaraknya. Hasil dari perbandingan tersebut adalah tabayun, yakni 4 (4:3) : 5 (5:4) : 7(7:24) : 9:( 9:1).
Juzus saham musytaraknya adalah 4x5x7x9 = 1260, setelah diketahui juzus saham musytaraknya, maka asal masalah yang semula dikalikan dengan juzus –saham-musytarak, yakni 24 x 1260 = 30.240.
Sekarang sudah tashhih. Dengan demikian dapat diketahui berapa saham tiap- tiap kelompok dan masing - masing ahli waris sama sekali.
Masalah ini dinamai dengan Imtihan  (testinh), lantaran masalah itu sendiri memberikan testing kepada penuntut ilmu faraidh untuk menyelesaikannya dengan rangkaian pertanyaa seperti : “seseorang meninggal dunia meninggalkan 4 kelompok ahli waris. Setiap kelompok kurang dari 10 orang.
2.      Isyriniyah.
Seseorang mati meninggalkan harta warisan, dengan semua ahli waris kakek, saudari kandung, dan 2 saudari seayah, Sehingga jika dihitung bagian masing- masing :
Berikut tabel penyelesaian :
Ahli Waris

Bagian Asal
Asal Masalah
5
Saham
Nisbah adadurrusruus & Saham.
Juzuz saham
Juzus saham musytarak
Tahshih
5 x 4 = 20
Kakek
2/5
2/5x 5
2
1 : 2
( tabayun)
-

Tadakhul

      4
2 x 4  =  8

Sdri.kdg
½
½ x 5
2 ½
1 : 2 ½  = 2 : 5
( tabayun)
2
2 ½ x 4 = 10
2 Sdri. seayah
Ashabah
5 - 
½
2 : ½  = 4 : 2
( tadakhul)
4
½ x 4    =   2


Cara mengerjakannya adalah sama dengan masalah ‘Asyriyah Zaid. Asal- masalahnya adalah 5 ( jumlah bilangan kepala). Untuk kakek mendapat 2 saham dari asal masalah 5; untuk saudari mendapat bagian ½ x 5 = 2 ½ saham dan untuk 2 orang saudari seayah mendapat sisanya, yakni ½ saham. Tetapi karena saham saudari kandung  itu mengandung angka pecahan, lalu ditashhihkan, menjadi 10, sebagai hasil mengkalikan asal-masalah 5 dengan 2. Setelah ditashhih asal-masalahnya menjadi 10, maka penerimaan :
kakek = 2 x 2 = 4 saham.
saudari kandung  = 2 ½  x 2 = 5 saham.
2 saudari seayah = ½ x 2 = 1 saham.
Oleh karena itu satu saham ini tidak dapat dibagi untuk dua orang secara tepat, maka asal-masalah yang sudah di tashhihkan menjadi 10, ditashhihkan lagi, dengan dikalikan 2, hingga menjadi 20.
Dengan demikian penerimaan mereka masing- masing adalah sebagai berikut :
1.      Kakek mendapat 4 saham x 2 = 8 saham.
2.      Saudari kandung mendapat 5 x 2 = 10 saham.
3.      2 orang saudari seayah mendapat 1 x 2 = 2 saham
Masalah itu dikatakan dengan ‘Isyriniyah, sebagai nisbah dari lafadz ‘ isyrin yang artinya dua puluh, karena asal –masalahnya yang semula ditashhihkan menjadi dua- puluh.








BAB III
PENUTUP

KESIMPULAN
1.      Imtihaniyah itu memberikan testing kepada penuntut ilmu faraidh untuk menyelesaikannya dengan rangkaian pertanyaan dimana Setiap kelompok kurang dari 10 orang.
2.      Masalah ‘Isyriniyah ( Zaid) adalah masalah pembagian harta pusaka yang ahli warisnya terdiri dari :
a.       Kakek
b.      Saudari kandung, dan.
c.       2 orang saudari seayah.



[1] Drs. Fatchur Rahman, Ilmu Waris. Hal. 540

Visitor